Ayo Belajar Pengertian Investasi Secara Umum 

Pengertian investasi secara umum – harus diketahui oleh masyarakat, baik yang memiliki niat untuk investasi ataupun tidak.

Karena secara tidak langsung, aktivitas investasi sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menabung, membeli tanah, membeli perhiasan atau membeli produk lain yang memiliki nilai dalam jangka waktu panjang. 

Investasi sangat disarankan untuk menjaga kekayaan atau aset yang dimiliki, beberapa jenis diantaranya juga bisa menambahkan kekayaan dari keuntungan yang dihasilkan. Investasi bisa jadi salah satu pilihan mempersiapkan dana cadangan untuk masa depan dan mencari kekayaan. 

Pengertian Investasi Secara Umum 

Investasi bisa diartikan sebagai kegiatan menanamkan dana atau modal yang dimiliki pada instrumen investasi yang ada seperti emas, berlian, tas bermerek, surat berharga pasar uang, saham, obligasi, dan instrumen yang lain. 

Tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan dari bertambahnya nilai aset yang Anda miliki. Investor merupakan sebutan dari orang yang melakukan investasi. 

Investasi tak hanya seputar bisnis saja, ada beberapa jenis investasi di luar bisnis. Investasi harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan konsisten jika ingin menikmati hasilnya. Biasanya investasi dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, tapi tidak menutup kemungkinan juga dilakukan dalam jangka waktu pendek. 

1. Manfaat Investasi

Secara umum tujuan dari investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan. Return yang didapat bisa berupa capital gain, dividen, royalti, bunga, uang sewa properti atau lahan, dan selisih harga jual dengan harga beli. Selain beberapa manfaat di atas, masih ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan, diantaranya : 

Baca Juga:  Berapakah Gaji HRD (Human Resource Management)

2. Mengajarkan untuk hidup lebih hemat

Investasi itu butuh uang, idealnya besar uang yang digunakan untuk investasi sebesar 10% dari pendapatan bulanan. Investasi bisa menghindarkan Anda dari gaya hidup impulsif dan juga hutang, karena secara tidak sadar Anda belajar menempatkan uang pada instrumen investasi yang lebih menguntungkan. 

3. Menjaga masa depan

Salah satu manfaat investasi adalah menjadi masa depan Anda menjadi lebih baik. Menanamkan modal yang dimiliki pada instrumen investasi dapat menjaga kekayaan Anda bahkan bisa bertambah jadi berlipat ganda apabila mendapat return. 

Uang yang dihasilkan dari investasi bisa digunakan sebagai dana darurat masa depan. Beberapa jenis investasi bisa langsung dicairkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. 

4. Mengendalikan perusahaan

Investasi bisa dijadikan alat untuk memegang kendali perusahaan tertentu. Pemegang saham yang memiliki bukti kepemilikan ekuitas dalam jumlah tertentu, pendapat yang diutarakan investor sangat diperhitungkan dalam pengambilan keputusan perusahaan tersebut. 

Perbedaan Investasi Jangka Panjang dan Pendek

Investasi berdasarkan waktu dibedakan menjadi 2 yaitu jangka panjang dan jangka pendek.

Investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek memiliki jangka waktu kurang dari 3 tahun, bahkan diantaranya memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun. Tujuan investasi jangka pendek adalah untuk menjaga fluktuasi, dan menekan laju inflasi. 

Investasi jangka pendek memiliki risiko yang lebih rendah dan keuntungan yang didapat juga rendah. Investasi jenis ini dapat dengan mudah diperjualbelikan atau dipindahtangankan.

Contoh investasi jenis ini diantaranya obligasi jangka pendek, deposito berjangka, sertifikat Bank Indonesia, surat berharga negara dan lain sebagainya. 

Investasi jangka panjang

Investasi jangka panjang biasanya memiliki jangka waktu lebih dari 5 tahun. Resikonya besar sebanding dengan return yang akan didapat. Investasi ini cocok dilakukan jika Anda memiliki tujuan jangka panjang seperti tabungan hari tua, biaya pendidikan anak, menikah, membeli properti dan lain sebagainya. 

Baca Juga:  Bikin Penasaran, Ternyata Segini Gaji Dokter Kecantikan

Saat Anda sudah memutuskan untuk melakukan investasi jangka panjang, Anda harus yakin tidak akan mengambil uang atau menjual unit yang dimiliki sebelum jatuh tempo yang telah ditentukan. Contoh investasi jenis ini diantaranya emas, batu mulia, saham, dan reksadana campuran. 

Pilihan Instrumen Investasi yang Populer 

Di Indonesia ada beberapa jenis instrumen investasi yang cukup populer, mungkin Anda sudah pernah dengan beberapa diantaranya.

1. Emas

Logam mulia ini sangat populer hampir di semua lapisan masyarakat. Tak jarang orang tua selalu berpesan kepada anaknya untuk menyimpan emas sebagai jaga-jaga jika ada keperluan mendesak di masa depan. 

Emas dipilih sebagai alat investasi sebab nilainya yang cenderung stabil dan aman dari fluktuasi dalam jangka waktu yang lama.

Bahkan di era pandemi seperti ini bukannya turun, harga emas justru naik. Jika ingin investasi emas sebaiknya pilih emas dengan kemurnian tinggi seperti emas Antam, yang memiliki kemurnian hampir sempurna sekitar 99,9%. 

2. Reksadana

Reksadana merupakan wadah berkumpulnya dana dari masyarakat, nantinya dana ini akan dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan pada beberapa instrumen pasar uang dan saham, dengan tujuan memperoleh keuntungan. 

Reksadana sangat cocok buat Anda yang kurang pengalaman dan minim pengetahuan di bidang investasi. Apalagi modal yang dibutuhkan bisa dimulai dari nominal kecil. Cukup menanam uang setiap bulan Anda sudah bisa menerima keuntungan yang diberikan MI lengkap dengan laporan setiap bulan. 

3. Saham

Saham menjadi salah satu instrumen investasi dengan risiko yang paling tinggi. Walaupun begitu jaminan keuntungan yang didapat pun juga sangat tinggi. Bahkan ketika nilai saham yang dimiliki mengalami penguatan, pemegang saham bisa mendapatkan keuntungan hingga berkali-kali lipat. 

Walaupun begitu ketika harga saham jatuh, investor bisa menanggung kerugian tak main-main. Keuntungan saham bisa didapat dari dividen atau pembagian penghasilan perusahaan dan juga capital gain atau selisih harga jual beli saham di bursa efek. 

Baca Juga:  Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Investasi

4. Deposito

Deposito hampir sama dengan tabungan, besannya adalah suku bunga yang diberikan deposito lebih besar. Beberapa bank memberikan bunga 2,5% – 5% per tahun. Instrumen investasi ini memiliki resiko yang rendah, Anda bisa mengambil bunga yang diberikan setiap bulan. 

Ada kelemahan dari investasi ini yaitu uang yang didepositokan tidak bisa diambil sewaktu-waktu sebelum tanggal jatuh tempo. Jika terpaksa mengambil Anda bisa dikenakan penalti. Selain itu beberapa jenis deposito hanya bisa dicairkan oleh orang yang namanya tertulis pada sertifikat deposito. 

5. Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka panjang atau pendek yang bisa diperjualbelikan. Obligasi berisi perjanjian yang mengeluarkan efek untuk membayar bunga atau kupon pada periode tertentu dan melunasi pokok hutang pada tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan. 

Obligasi memiliki resiko yang rendah dan lebih stabil jika dibandingkan dengan saham. Beberapa jenis obligasi diantaranya : 

  • Obligasi pemerintah 
  • Obligasi korporasi 
  • Obligasi ritel 

6. Sertifikat Bank Indonesia

SBI termasuk dalam kategori surat berharga pasar uang, jangka waktunya kurang dari 1 tahun. Resiko kecil dengan return yang kecil pula. 

7. Surat berharga negara

SBN merupakan surat utang yang dikeluarkan dan dijamin oleh pemerintah, instrumen ini bertujuan untuk menarik modal dari masyarakat yang digunakan untuk pembangunan serta memajukan negara. 

8. Investasi syariah

Investasi syariah ada untuk memenuhi kebutuhan investasi sebagian orang yang memegang teguh prinsip Islam dalam perekonomian, ada 3 jenis investasi syariah yang tidak bertentangan dengan agama dan diakui oleh OJK diantaranya : 

  • Saham syariah 
  • Obligasi syariah (sukuk) 
  • Reksadana syariah 

Saham syariah menggunakan cara imbal hasil dalam membagi keuntungannya. 

Itulah tadi sedikit informasi seputar pengertian investasi secara umum, semoga dapat menjawab rasa penasaran Anda, dan tergerak untuk melakukan investasi mulai dari sekarang. Sekian dan terimakasih. 

 

Artikel Terkait