Yuk Intip Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya yang Perlu Anda Tahu!

Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya – Berbicara mengenai jenis-jenis investasi dan penjelasannya tentu akan memerlukan waktu yang lama. Apalagi jika membahasnya dan menjelaskannya satu-per satu pastinya akan panjang.

Namun Anda jangan khawatir karena dalam pembahasan kali ini akan dibahas secara ringkas mengenai berbagai jenis investasi beserta penjelasannya. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya berikut ini!

Berkenalan dengan Jenis-Jenis investasi dan Penjelasannya

Investasi seringkali diartikan sebagai aktivitas menanam modal demi meningkatkan kekayaan para investornya. Investasi sendiri mempunyai banyak sekali jenisnya seperti:

1. Deposito

Deposito adalah produk investasi yang umumnya disediakan oleh perbankan untuk para nasabahnya yang mempunyai keinginan untuk meraih manfaat lebih selain membuka rekening tabungan. Adapun investasi dalam bentuk deposito ini biasanya dibagi menjadi sertifikat deposito dan deposito berjangka.

2. Saham

Sudah menjadi hal yang umum bagi perusahaan-perusahaan besar kelas nasional dan internasional melakukan investasi bentuk saham dalam jumlah banyak. Secara garis besar saham bisa diartikan sebagai bentuk lain dari aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan.

Sebagai contohnya Anda memiliki saham dari suatu perusahaan sebesar 50%. Dari situ bisa disimpulkan jika Anda adalah pemilik dari setengah aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Saham sendiri umumnya dibuat dalam bentuk surat berharga. Hal ini dilakukan untuk menunjukan kepemilikan investor atas saham tersebut.

3. Emas

Sebagian besar masyarakat Indonesia diketahui lebih memilih menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas. Apabila dibandingkan dengan bentuk investasi riil lainnya memang emas ini mempunyai manfaat yang lebih banyak atau beragam.

Apalagi bentuk investasi emas ini juga cukup beragam. Jadi tidak hanya bisa berupa perhiasan saja. lebih dari itu investasi ini bisa saja berupa emas batangan atau emas murni.

4. Obligasi

Biasanya investasi yang berupa obligasi ini bisa ditemukan di bisnis yang mengakomodasi jasa pinjaman modal. Adapun manfaat yang bisa Anda dapatkan dari jenis investasi ini adalah lebih tinggi dibandingkan dengan  investasi deposito.

Hal ini tentunya wajar jika mengingat bunga yang ditawarkan memang lebih tinggi. Meski begitu menginvestasikan dana finansial pada investasi obligasi ini cukup beresiko.

Adapun salah satu resikonya adalah bila si peminjam modal mengalami kebangkrutan maka bisa saja besarnya pinjaman modal yang Anda berikan akan hilang dan tidak dibayar.

5. Reksadana

Reksa dana adalah salah satu instrumen yang turut meramaikan dunia investasi di kalangan para pebisnis maupun masyarakat umum. Reksa dana sendiri adalah sebuah tempat untuk menghimpun atau mengumpulkan uang secara kolektif.

Selanjutnya uang tersebut akan dikelola oleh seorang manajer keuangan. Adapun seluruh manfaat dari aktivitas ini nantinya akan dibagi dengan rata pada semua investor yang bergabung.

Inilah yang kemudian membuat reksadana disebut sebagai tempat untuk berkumpulnya para investor. Jadi selain sebagai tempat investasi Anda juga bisa memanfaatkan reksa dana sebagai tempat untuk membangun koneksi dengan investor lainnya.

6. Tanah atau Properti

Investasi tanah atau properti ini termasuk dalam tipe  investasi yang non riil. Hal ini karena tanah atau properti tidak melibatkan uang secara langsung.

Investasi tanah atau properti ini umumnya berupa tanah atau bangunan seperti rumah, bangunan atau apartemen. Investasi yang satu ini cukup diminati oleh masyarakat karena harga jual dari properti maupun tanah sendiri cenderung mengalami kenaikan dari waktu-ke waktu.

Apalagi popularitas masyarakat di Indonesia yang memerlukan rumah tempat tinggal juga semakin meningkat. Hal ini sudah pasti berpengaruh pada nilai harga jual tanah dan properti.

7. Peer to Peer Lending

Jenis investasi yang satu ini masih termasuk baru di Indonesia. Meski begitu popularitas dari investasi ini terus mengalami kenaikan seiring dengan kemudahan yang ditawarkan dan kejelasan hukumnya.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan fintech lending yang menjalankan bisnis seperti ini. Bahkan jumlah dana yang berputar dalam investasi ini juga terus mengalami pertumbuhan.

Adapun model dari investasi ini adalah Anda meminjamkan uang pada pihak yang memerlukan baik itu badan usaha maupun individu. Peer to peer lending ini sama seperti meminjam uang di bank jadi retur atau keuntungannya berasal dari bunga pinjaman yang sudah disepakati bersama.

Semua jenis investasi yang ada di atas umumnya sangat populer di masyarakat. Bahkan jenis investasi diatas adalah jenis investasi yang seringkali menjadi pilihan para investor untuk mengembangkan uangnya.

Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya Secara Khusus

Selain jenis investasi diatas sebenarnya masih ada beberapa jenis investasi lainnya. Adapun investasi ini umumnya dibagi dalam beberapa kategori khusus. Untuk lebih jelasnya langsung saja simak investasi khusus dan penjelasannya dibawah ini:

1. Investasi Berdasarkan Asetnya

Apabila dilihat berdasarkan asetnya maka jenis investasi ini dibagi menjadi dua jenis yaitu aset riil dan aset keuangan. Adapun penjelasannya biasa Anda simak berikut ini:

  • Aset Riil adalah sebuah aset yang dapat dilihat fisik atau wujudnya oleh mata.
  • Aset Keuangan adalah aset yang membuat para pemiliknya bisa dengan mudah melakukan klaim pada pihak tertentu.

2. Investasi Berdasarkan Pada Sumber Pembiayaannya

Investasi khusus selanjutnya adalah berdasarkan sumber pembiayaan investasi. Apabila dilihat berdasarkan pada asal pembiayaan maka jenis investasi ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

  • Investasi dari Modal dalam negeri adalah seperti semua bentuk investasi yang dilakukan oleh orang dalam negeri atau orang dalam sebuah negara tertentu. Jadi semua modalnya diperoleh dari investor dari dalam negara tersebut.
  • Investasi dari Modal Asing misalnya saja semua bentuk investasi yang dilakukan oleh orang asing atau orang yang berasal dari negara lain. Jadi semua modal diperoleh dari investor asing di luar negara tersebut.

3. Investasi Berdasarkan Pasar Uang dan Pasar Modal

Berbagai jenis investasi yang berhubungan dengan aset keuangan dapat terbagi sesuai klasifikasinya seperti pasar yang dan pasar modal. Adapun pasar uang atau money market sendiri adalah tempat suatu pihak meminjam uang dari pihak lainnya sesuai besaran bunga tertentu dimana jangka waktunya kurang dari satu tahun.

Sebaliknya pasar modal atau capital market adalah pasar dari berbagai instrumen keuangan jangka panjang. Umumnya bisa sampai satu tahun lebih. Selain itu instrumen ini juga bisa diperjualbelikan.

4. Investasi Berdasarkan Pengaruhnya

Investasi berdasarkan pengaruhnya terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama adalah investasi autonomous atau investasi otonom dimana tingkat pendapatan investor tidak akan berpengaruh pada investasi dan memiliki sifat yang spekulatif. Misalnya saja pembelian surat berharga

Kelompok kedua ada investasi include. Investasi ini umumnya sangat dipengaruhi oleh peningkatan permintaan barang atau jasa dan tingkat pendapatan juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada investasi. Misalnya saja penghasilan yang diperoleh dari selain bekerja seperti bunga.

Bagaimana, sekarang sudah tahu kan jenis-jenis investasi dan penjelasannya? Pada dasarnya investasi memang mempunyai jenis yang cukup beragam. Anda hanya perlu mempelajari dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis investasi tersebut.

Jika sudah baru Anda bisa memutuskan mana yang sekiranya paling cocok. Selanjutnya Anda hanya perlu mulai mendaftar investasi tersebut.

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait