Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Investasi – Investasi merupakan salah satu tolak ukur pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan OJK, investasi merupakan penanaman modal jangka panjang dengan pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham maupun surat berharga guna mendapatkan keuntungan. Apa saja faktor yang mempengaruhi investasi?

Sebagai contoh termasuk instrumen investasi adalah saham, reksa dana, deposito, obligasi, logam mulia, tanah, dan properti. Investasi bisa dilakukan baik individu maupun perusahaan.

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Agar investasi bisa tercapai, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan baik oleh pelaku individu maupun badan usaha. Secara umum, faktor yang mempengaruhi investasi sebagai berikut.

  • Suku Bunga

Suku bunga sangat berpengaruh pada iklim investasi. Nilai suku bunga diakibatkan karena banyak faktor, termasuk kondisi global.

Apabila nilai suku bunga tidak memberikan imbal hasil yang baik maka investor berpotensi menarik modalnya dari negara berkembang.

  • Sumber Daya Alam

Kekayaan SDA Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi investor asing dalam berinvestasi. Indonesia mempunyai dua jenis sumber daya alam yaitu fosil bumi dan pariwisata.

Fosil bumi seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Sementara itu, pada pariwisata pemandangan alam menjadi daya tarik untuk berinvestasi. 

  • Demografis

Sebagai negara kepulauan, Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang padat dan melonjak dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan BPS dalam rentang 10 tahun sudah menunjukkan jumlah penduduk Indonesia bertambah menjadi 32 juta jiwa. Dengan begitu, potensi lonjakan jumlah penduduk bisa saja terjadi kapanpun.

  • Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang begitu terampil dengan usia produktif masih terbilang rendah di Indonesia. Keterampilan tenaga kerja ini bisa berdampak pada penghasilan pekerja, per daerah atau provinsi, sampai regional.

Baca Juga:  Jenis Saham Batu Bara Terbaik Dan Kenali Tips Memulainya

Selain berdampak pada penghasilan, adanya tenaga kerja terampil akan membuka banyak lapangan kerja baru.

  • Iklim Perekonomian yang Baik

Pembangunan dari ruas jalur kereta LRT Jabodebek pernah berlangsung di samping Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta. Saat itu Kementerian Keuangan optimistis dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi naik sampai lima persen.

Hal ini karena adanya peningkatan konsumsi di masa adaptasi kebiasaan baru dan adanya dukungan pemerintah untuk mempertahankan daya beli masyarakat. 

Indonesia menjadi salah satu negara yang beriklim ekonomi yang baik. Indonesia sudah berulang kali bertahan dari situasi ekonomi krisis berskala global.

Indonesia bisa menciptakan keamanan dan menjaga kesehatan iklim ekonomi. Selain itu, investasi walau situasi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja.

  • Situasi dan Stabilitas Politik Dalam Negeri

Sejak adanya reformasi tahun 1998, situasi dan stabilitas politik dalam negeri memang sudah naik-turun. Hal ini karena dapat menjaga iklim investasi, pemerintah selalu bisa menekan pergolakan yang terjadi untuk terciptanya negara sehat dan aman.

  • Politik Luar Negeri

Dalam mendapatkan investor asing, pemerintah juga memiliki peran aktif dalam menjalin hubungan baik dengan negara lain.

Hubungan baik inilah yang bisa meningkatkan kepercayaan negara lain untuk mengelola uangnya di Indonesia dan bisa menguntungkan dalam jangka panjang.

  • Birokrasi

Salah satu faktor yang mempengaruhi investasi adalah birokrasi yang memakan waktu lama. Selain itu, adanya penilaian kelayakan dan kemudahan birokrasi negara yang dilakukan oleh Bank Dunia maupun Internasional Finance Corporation.

Bahkan,  beberapa tahun terakhir pemerintah mulai berbenah menata birokrasi menjadi lebih cepat termasuk pemanfaatan teknologi di dalamnya.

Karakter investor dalam berinvestasi

Terdapat beberapa karakter investor dalam berinvestasi. Pertama, pengambil risiko yang agresif saat melakukan investasi dan paham cara menganalisa pasar.

Kedua, penghindar risiko yang mempertimbangkan dan merencanakan keputusan investasinya. Ketiga, netral umumnya fleksibel dalam mengambil keputusan berinvestasi. Berikut ini sudah ada beberapa faktor yang wajib dipertimbangkan investor dalam melakukan investasi.

  • Tingkat Risiko Investasi

Melakukan investasi berbeda dengan menabung, di mana ada risiko kehilangan uang. Invensi yang mendatangkan keuntungan tinggi, tingkat resikonya tinggi pula.

Baca Juga:  Hal Yang Penting Dipelajari Dalam Kursus Trading Crypto

Oleh sebab itu, bila seorang investor ingin memperoleh keuntungan besar dari investasi, harus siap dengan risiko kehilangan uang jika terjadi kerugian.

Sebelum berinvestasi, sebaiknya mengetahui profil risiko terlebih dahulu. Tujuannya untuk mengetahui seberapa toleransi Anda terhadap penurunan hasil investasi.

  • Stabilitas Investasi

Masih berhubungan dengan faktor pertama, stabilitas dari sebuah produk investasi menjadi pertimbangkan oleh investor. Contoh investasi seperti saham yang bergantung dari fluktuasi pasar.

Ketika keadaan pasar baik, maka harga saham juga naik. Namun, saat pasar sedang tidak baik, harga bisa turun drastis. Bagi para investor yang tidak ingin mengambil risiko tinggi, maka akan lebih senang berinvestasi di instrumen yang keuntungannya stabil.

  • Kondisi Negara

Faktor yang menjadi pertimbang investor selanjutnya adalah kondisi dan situasi suatu negara, yang berpengaruh besar terhadap pergerakan pasar dan iklim investasi.

Negara yang mempunyai stabilitas ekonomi dan politik baik, serta memberi kemudahan investor asing akan lebih disenangi oleh investor.

Sedangkan, saat negara mengalami krisis ekonomi atau situasi politik memanas, maka berdampak pada investasi seperti saham. Bahkan, berdampak mata uang yang bergantung dari pasar.

Oleh karena itu, pada situasi tersebut investor bisa beralih menanamkan modalnya ke produk investasi yang cenderung stabil. Meskipun saat ini sedang krisis, contohnya logam mulia. 

  • Perubahan Suku Bunga

Suku bunga ditetapkan oleh bank sentral, yaitu Bank Indonesia (BI). BI biasanya menetapkan dan mengatur suku bunga dengan tujuan menstabilkan nilai tukar rupiah. 

Saat suku bunga sedang turun, maka investor akan terdorong untuk berinvestasi. Salah satunya dengan saham atau obligasi yang imbal hasilnya tinggi.

Sebaliknya, ketika suku bunga sedang naik, investor menjadi ragu menanamkan modal dan dapat menyebabkan investasi lesu. Tingkat suku bunga yang terbilang rendah menandakan jika perekonomian negara dalam keadaan yang stabil. 

Baca Juga:  Gampang Banget! Cara Beli Reksadana di Ajaib 

Kebijakan suku bunga yang diturunkan bisa saja mendorong lebih banyak investasi. Itu saja empat faktor yang menjadi andalanpertimbangkan investor dalam berinvestasi.

Faktor yang mempengaruhi investasi lainnya dalam pengambilan keputusan investasi yaitu pengetahuan investor terhadap kondisi maupun pasar kondisi keuangan pribadi.

Jika Anda sudah mengetahui beberapa faktor yang dipertimbangkan investor dalam berinvestasi. Untuk Anda yang baru melakukan investasi, sebaiknya tidak hanya berinvestasi di satu tempat saja. 

Sebelum Anda berinvestasi sebaiknya sudah mengetahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi investasi. Hal ini perlu dilakukan agar bisa menghindari terjadinya kerugian.

Namun, lakukan diversifikasi, dengan berinvestasi di logam mulia dan saham. Demikianlah informasi yang bisa disampaikan mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi investasi. Semoga dari informasi ini bisa memberikan manfaat bagi Anda yang ingin berinvestasi saham.

FAQ

Investasi terbagi atas berapa? 

Investasi terbagi atas Reksadana, Saham, Emas, Obligasi, Deposito Berjangka, Properti, Asuransi Unit Link, dan Peer to Peer Lending.

Apa saja faktor variabel ekonomi yang dapat mempengaruhi keputusan investasi seorang investor?

Terdapat beberapa faktor ekonomi makro yang akan pengaruh investasi di suatu negara yaitu inflasi, PDB, tingkat suku bunga, kurs rupiah, anggaran defisit, investasi swasta, neraca perdagangan dan pembayaran.