Perbedaan Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Mana yang Perlu Didahulukan?

Perbedaan Asuransi Jiwa dan Kesehatan – Setelah terjadinya pandemi Covid-19 di seluruh dunia maka masyarakat semakin sadar pentingnya menggunakan asuransi. Asuransi dapat menjadi alat untuk pengalihan risiko yang berhubungan dengan finansial masyarakat.

Produk yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi cukup banyak dan yang paling populer berupa asuransi jiwa maupun kesehatan. Banyak orang yang belum bisa memahami perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan sehingga menyamakan keduanya.

Padahal jelas-jelas keduanya merupakan produk berbeda yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. Bagi Anda yang tertarik untuk mengambil asuransi sebaiknya mengetahui perbedaan dari kedua jenis asuransi tersebut. Langsung saja kita mulai dengan pembahasan terhadap definisi asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan.

Definisi dari Asuransi Jiwa dan Kesehatan

1. Asuransi Jiwa

Bagi orang yang masih awam terhadap dunia asuransi dan belum bisa membedakan asuransi jiwa maupun kesehatan perlu membaca ulasan ini hingga selesai. Keduanya jelas memberikan perlindungan terhadap hal yang berbeda.

Misalkan saja asuransi jiwa didefinisikan sebagai sebuah produk asuransi yang akan memproteksi seseorang maupun keluarga dari pihak tertanggung atas pengalaman kerugian finansial akibat pihak tertanggung meninggal dunia.

Produk dari asuransi jiwa dapat membantu seseorang atau keluarga yang di tanggung oleh tertanggung untuk bisa mencapai kestabilan finansial dalam kurun waktu tertentu.

Diharapkan proteksi berupa dana dari asuransi jiwa mampu membuat seseorang atau keluarga tadi mempersiapkan diri dalam menstabilkan keuangan. Proses menstabilkan keuangan bisa dilakukan melalui mencari pekerjaan maupun membuka usaha dengan dana yang diberikan dari asuransi jiwa.

Baca Juga:  Cara Kerja Asuransi Kesehatan dan Manfaatnya

Lalu dilihat dari laman Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, definisi dari asuransi jiwa merupakan kontrak perjanjian yang terjadi di antara pemegang polis sebagai pihak tertanggung dengan perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung.

Isi perjanjian kontrak tersebut berkaitan dengan pihak asuransi yang berkewajiban memberikan santunan ketika pihak tertanggung meninggal. Sedangkan pihak tertanggung wajib membayarkan premi selama masih hidup dengan periode tertentu.

Besarnya biaya santunan dalam asuransi jiwa juga ditetapkan dalam polis. Semakin mahal premi yang dibayar oleh pihak tertanggung maka biaya santunan yang akan diberikan kepada seseorang atau keluarga ketika tertanggung meninggal akan semakin besar.

Dana santunan juga akan diberikan ketika pihak tertanggung mengalami cacat permanen secara total sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas yang produktif kembali.

2. Asuransi Kesehatan

Sekarang saatnya untuk membahas tentang asuransi kesehatan. Definisi dari asuransi kesehatan merupakan salah satu produk dari perusahaan asuransi yang berguna untuk memberikan proteksi terhadap biaya kesehatan dan perawatan dari pihak tertanggung.

Biaya yang diberikan akan mencakup biaya obat, rawat jalan, rawat inap, dan juga operasi. Contoh dari asuransi kesehatan yang disediakan oleh Pemerintah berupa BPJS Kesehatan.

Dengan memiliki BPJS Kesehatan maka masyarakat tidak perlu terlalu bingung ketika harus membayar biaya medis akibat penyakit maupun terluka. Masyarakat tidak lagi perlu sungkan untuk pergi ke rumah sakit dan memikirkan tentang biaya dokter asalkan setiap bulannya membayar iuran sesuai dengan yang telah disepakati.

BPJS Kesehatan akan membantu untuk mencegah terkurasnya keuangan keluarga akibat serangan penyakit atau pun terluka. Karena kita tahu bahwa biaya pengobatan semakin naik dari tahun ke tahun.

Seringkali biaya pengobatan tersebut tidak akan bisa terjangkau oleh sebagian besar pendapatan dari masyarakat. Jadi meskipun dalam keluarga bekerja berupa suami – istri tetap disarankan untuk memiliki asuransi kesehatan. Besarnya premi harus disesuaikan dengan pendapatan seseorang sehingga kedepannya tidak memberatkan arus keuangan keluarga.

Baca Juga:  Asuransi Kesehatan Terbaik di Indonesia yang Aman Terpercaya

Perbedaan Asuransi Jiwa dan Kesehatan yang Belum Banyak Diketahui Masyarakat Awam

Anda sudah memahami definisi dari asuransi jiwa dan kesehatan. Selanjutnya perlu untuk mengetahui lebih mendalam tentang perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan. Langsung saja kita mulai untuk membahas perbedaan dari kedua jenis asuransi tadi.

1. Risiko Penanggungan

Setiap produk dari asuransi selalu memberikan pertanggungan berupa finansial. Pada asuransi jiwa perusahaannya akan memberikan dana ketika pihak tertanggung mengalami meninggal dunia atau cacat permanen akibat suatu kecelakaan. Asuransi jiwa sangat tepat dimiliki oleh orang yang memiliki pekerjaan terutama sebagai tulang punggung keluarga.

Apabila sewaktu-waktu terdapat suatu musibah atau kecelakaan yang membuat pihak tertanggung meninggal atau cacat permanen maka sumber pendapatan finansial keluarga tidak langsung terputus. Keluarga yang notabene sebagai pasangan ataupun anak bisa berusaha untuk menstabilkan keuangan dengan membuka usaha baru ataupun mencari pekerjaan.

Sedangkan risiko penanggungan dari asuransi kesehatan akan diberikan kepada pemegang polis di saat mereka mengalami gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang dimaksud bisa akibat sakit maupun kecelakaan. Ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka biaya berobat sudah pasti akan mengganggu keuangan keluarga (tanpa adanya asuransi kesehatan). Hal ini biasanya sering berlaku ketika seseorang tiba-tiba diketahui mengidap penyakit serius.

Contoh dari penyakit serius yang dimaksud berupa gagal ginjal, stroke, maupun jantung bermasalah. Bahkan asuransi kesehatan juga akan memberikan biaya ketika pihak tertanggungnya mengalami kanker. Semua penyakit serius sudah pasti membutuhkan pengobatan dan terkadang perlu menginap di rumah sakit.

Seiring berjalannya hari perawatan di rumah sakit akan semakin membengkak. Asuransi kesehatan hadir untuk menangani permasalahan finansial yang serius tersebut.

2. Proses Klaim Dana

Perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan yang kedua terletak di bagian proses klaim. Proses klaim dari asuransi jiwa lebih disebabkan oleh kematian ataupun kecelakaan. Sehingga klaim seringkali dilakukan oleh pihak ahli waris dari tertanggung. Pihak ahli waris hanya perlu menyelesaikan langkah tertentu untuk bisa melakukan kalim. Tentu saja akan diperlukan pengajuan dokumen ke lain dan juga polis yang dipegang oleh pihak tertanggung semasa masih hidup.

Baca Juga:  Investasi Saham? Ini Hal Dasar yang Harus Anda Tahu

Apabila perusahaan asuransi sudah melakukan verifikasi dan menyetujui maka klaim akan segera dicairkan dan diberikan kepada ahli waris. Sistem klaim dari asuransi jiwa sudah pasti berbeda dibandingkan dengan asuransi kesehatan.

Pada asuransi kesehatan sistem klaim akan dilakukan dengan penyebab berupa pihak tertanggung mengalami sakit. Sakit yang diderita tidak harus yang berat tetapi juga yang ringan dan proses melakukan klaim dilakukan dengan cara reimburse ataupun cashless.

Untuk asuransi kesehatan yang pencairan klaim dilakukan melalui reimburse maka pencairan klaim dilakukan dengan tujuan untuk menggantikan biaya pengobatan. Sedangkan metode pencairan yang lain berupa cashless dilakukan dengan cara perusahaan asuransi membayar langsung kepada bagian rumah sakit dimana pemegang polis dirawat.

3. Penerima Manfaat

Perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan yang terakhir terletak di bagian penerima manfaat. Asuransi jiwa akan memberikan manfaat pembayaran santunan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal atau mengalami cacat total.

Jaminan finansial diberikan kepada pihak ahli waris dari tertanggung. Kemudian pada asuransi kesehatan pemberian santunan kepada pihak tertanggung. Santunan berupa ganti rugi biaya perawatan baik rawat jalan maupun rawat inap. Jaminan finansial pada asuransi kesehatan tidak diberikan kepada ahli waris dalam hal asuransi kesehatan.

Artikel Terkait