Cara Budidaya Jahe Merah Di Rumah Bagi Para Pemula Bisnis Tanaman Tradisional

Tanaman jahe merah sendiri mempunyai nama latin yaitu zingiber officinale var rubrum yang merupakan jenis tanaman rimpang dan biasanya juga termasuk dalam jenis tanaman obat tradisional ataupun juga bisa digunakan sebagai bumbu dapur. Jahe merah mempunyai kandungan shogaol yang berfungsi sebagai antioksidan, dan gingerol yang sangat baik untuk menjaga suhu tubuh.

Karena ada banyak manfaat dari tanaman jahe merah semakin banyak bermunculan para pembudidaya jahe merah yang ingin memulai bisnis dan ada juga pemula bisnis yang mencari tahu bagaimana cara budidaya jahe merah agar bisa memanfaatkan peluang yang ada dari penjualan jahe merah.

Jahe merah juga memiliki kandungan zat gizi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jahe biasa yang sering disebut dengan jahe gajah dan mempunyai ukuran lebih besar. Selain itu jahe merah juga mempunyai banyak sekali manfaat dan mempunyai ciri khas aroma yang lebih tajam dan lebih pedas dibandingkan jahe pada umumnya.

Jahe merah sendiri termasuk dalam anggota famili zingiberaceae yang sering disebut dengan jahe sunti, jahe merah mempunyai rimpang jahe yang berlapis warna jingga muda sampai ke warna merah dengan tinggi mencapai 10,4 cm dan ukurannya mencapai 4,26 cm.

Bagi anda yang ingin memulai bisnis usaha jahe merah tentunya bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, bisa dengan melakukan budidaya pada jahe merah ataupun mengolah jahe merah menjadi obat tradisional dan berbagai macam inovasi bisnis lainnya. Untuk melakukan budidaya jahe merah sendiri bisa dikatakan cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak modal berikut ini rincian cara penanaman dan budidaya tanaman jahe merah.

Menyiapkan Media Tanam

Pertama anda harus menyiapkan media tanam terlebih dahulu untuk penanaman jahe merah di antaranya tanah yang sebelumnya sudah digemburkan atau dibajak kemudian diberi pupuk bisa dengan pupuk kandang ataupun pupuk lainnya untuk membuat lahan menjadi subur. Usahakan untuk melakukan penanaman jahe merah pada lahan yang sesuai misalnya jika lahan terbuka sebaiknya menggunakan media tanam polybag yang berisi perbandingan tanah pupuk kandang 1 banding 1.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Mas, Pemula Pun Bisa Mencoba

Selanjutnya biarkan saja media tanam yang sudah diisi oleh pupuk kandang dan campuran tanah selama 7 hari agar tanah tersebut bisa melakukan proses fermentasi alami dan nantinya bisa siap untuk dilakukan proses tanam jahe merah. Jika anda ingin melakukan proses budidaya jahe merah dalam jumlah yang banyak anda juga bisa menyiapkan polybag yang berjajar dan pastikan bisa mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Selain itu jangan sampai anda menggunakan bahan yang berbahaya untuk penanaman jahe merah yang mungkin akan menimbulkan kerusakan pada tanaman.

Pemilihan Bibit

Selanjutnya sebelum budidaya jahe merah anda harus tahu cara memilih bibit jahe merah agar bisa menghasilkan kualitas jahe merah terbaik. Diantaranya ada beberapa ciri khas yang harus anda ketahui dan pilih pada pemilihan bibit jahe merah yang biasanya tersedia di pasar-pasar tradisional. Misalnya seperti cahaya merah yang mempunyai ukuran rimpang besar selain itu fisik rimpang yang terlihat lebih segar dan tidak memiliki keriput sama sekali juga harus anda pilih. Selanjutnya anda juga harus teliti dalam melihat bentuk dari jahe merah apakah memiliki cacat ataupun mempunyai bekas serangan hama maka jangan pilih bibit tersebut.

Setelah anda mendapatkan bibit jahe merah yang berkualitas anda bisa menyimpan bibit tersebut di ruangan yang sejuk kemudian siram terlebih dahulu dengan air dan biarkan dalam beberapa waktu sampai rimpang menumbuhkan tunas baru. Kemudian anda tinggal menunggu saja proses tunas sampai tumbuh dan segera pisahkan bibit jahe merah yang membusuk karena nantinya akan menular pada rimpang yang lain.

Penanaman Budidaya Jahe Merah

Untuk melakukan budidaya tanaman obat yang satu ini, sebaiknya anda menanam pada beberapa musim tertentu disarankan untuk menanamnya pada akhir musim hujan ataupun ketika awal memasuki musim kemarau. Karena bibit jahe merah memiliki sensitivitas pada cuaca panas yang terlalu ekstrem ataupun curah hujan yang terlalu tinggi dan nantinya akan membuat bibit jahe merah menjadi cepat busuk.

Baca Juga:  Cara Budidaya Jangkrik Untuk Pemula, Pilihan Bisnis Terbaik

Setelah anda berhasil menumbuhkan tunas baru pada bibit jahe merah selanjutnya masukkan saja bibit jahe tersebut ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya pada polybag kemudian tutup kembali tanah namun tetap biarkan tunas berada di luar tanah agar bisa tumbuh dengan leluasa. Anda juga bisa menambahkan obat anti jamur sebagai antisipasi kalau nantinya ada tumbuh jamur maupun hama pada tanaman jahe merah.

Pemeliharaan Tanaman Budidaya Jahe Merah

Pastinya setelah anda melakukan penanaman hal yang selanjutnya dilakukan saat budidaya jahe merah adalah melakukan pemeliharaan atau perawatan mulai dari penyiraman, penyiangan dan pencegahan dari gulma atau hama pengganggu. Selain itu dalam proses penanaman pastinya sering sekali muncul gangguan-gangguan dari eksternal seperti hama ataupun penyakit yang menyerang tanaman dan lain sebagainya. Maka dari itu anda harus mengetahui penyakit apa saja yang biasanya menyerang tanaman jahe merah dan bagaimana cara mengobatinya.

Untuk proses penyiraman sendiri sebaiknya anda melakukan secara rutin setiap hari dengan menggunakan air yang disemprot pada alat spray dan tidak melakukan penyemprotan yang terlalu banyak karena nantinya akan membuat tanaman jahe merah menjadi cepat membusuk. Selanjutnya anda juga bisa melakukan pemupukan yang direkomendasikan yaitu 1 bulan sekali kemudian ketika sebelum melaksanakan panen. Sementara untuk penyiangan atau pembersihan gulma dan rumput liar serta gangguan hama lainnya bisa anda lakukan secara rutin setiap kali melihat problem yang muncul.

Pemanenan Budidaya Jahe Merah

Bisa dibilang sebagai langkah terakhir yaitu proses panen dari budidaya jahe merah yang sudah anda rawat dan tanam, untuk proses panen sendiri biasanya dilakukan pada umur jahe merah ketika mencapai 3 sampai 4 bulan. Ketika melakukan proses panen sebaiknya anda lakukan penggemburan tanah terlebih dahulu agar tanaman jahe merah bisa lebih mudah untuk dicabut. Selanjutnya bersihkan tanaman jahe merah yang sudah dipanen dari sisa tanah yang menempel agar jahe merah bisa dikonsumsi dengan bersih dan aman.

Baca Juga:  Mengenal Cara Budidaya Lobster Air Tawar Untuk Menghasilkan Lobster Berkualitas

Jahe merah memang mempunyai banyak sekali manfaat yang sangat berguna untuk kesehatan diantaranya seperti menambah stamina, meredakan rasa sakit, menghambat tumbuhnya infeksi jamur pada kulit sampai mengurangi atau meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko penyakit jantung. Tanaman jahe merah juga sudah menjadi tanaman tradisional yang cukup populer dan banyak dicari oleh masyarakat apalagi yang sudah mengetahui manfaat atau kandungan dari jahe merah tersebut.

Bagi anda yang ingin mengonsumsi produk jahe merah juga sudah tersedia dalam bentuk sachet maupun dalam produk-produk lain yang memang sengaja membuat jahe merah lebih instan untuk dikonsumsi. Sehingga didukung dengan kemajuan teknologi sudah tidak ada lagi kata malas untuk mengonsumsi tanaman obat tradisional khususnya untuk jahe merah. Apalagi jika anda yang ingin memulai bisnis cara budidaya jahe merah dan kemudian melakukan inovasi-inovasi baru, bukan tidak mungkin anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar dengan memanfaatkan potensi peluang yang dimiliki oleh pasar jahe merah yang begitu luas.

Artikel Terkait