Inilah Cara Budidaya Cacing Sutra Yang Sangat Mudah

Siapa sih yang tidak tergiur dengan bisnis cacing sutra? Bisnis yang cukup menjanjikan, yang pengelolaannya pun tidak susah. Bahkan lahan yang dibutuhkanpun tidak harus luas. Pembudidaya bisa membuatnya di sekitar rumah dan menambang hasilnya dengan cepat. Penasaran? Yuk baca ulasan tentang cara budidaya cacing sutra  di bawah ini!

Siapkan Lahan/ Kolam untuk Budidaya

Membudidayakan cacing sutra dapat dilakukan menggunakan berbagai media, seperti nampan bertingkat, kolam terpal, atau bak. Namun, di antara media-media tersebut, yang telah terbukti menghasilkan hasil yang optimal adalah menggunakan kolam.

Tempat budidaya cacing sutra, tidak harus berdiri di atas lahan luas. Kolam bisa dibuat di sekitar tempat tinggal, dengan menggunakan terpal. Tidak perlu khawatir akan kemampuan kapasitasnya, kolam yang dibuat dari terpal tetap tetap bisa menampung cacing sutra dalam jumlah banyak. Berikut cara budidaya cacing sutra menggunakan kolam terpal:

  • Siapkan lahan untuk budidaya, tidak harus luas yang penting cukup untuk menampung cacing sutra
  • Pasang terpal pada kolam, setelah itu lakukan penyemprotan
  • Biarkan air bekas penyemprotan kering dengan sendirinya
  • Ketika kolam budidaya cacing sutra sudah dalam keadaan kering, siap dilakukan

Agar tumbuh kembang cacing dapat berjalan dengan sempurna, gunakan air bersih yang mengalir untuk mengisi kolam. Pastikan bahwa, suhu air ada dalam kisaran 24 sampai dengan 27 derajat celcius dan Ph-nya antara 6 s/d 7. Jika ketentuan tersebut dipenuhi, cacing melalui proses tumbuh kembangnya dengan baik.

Menyiapkan Media yang Baik untuk Tumbuh Kembang Cacing

Cara budidaya cacing sutra berikutnya adalah dengan menyiapkan media untuk tumbuh kembang cacing. Media cacing yang digunakan harus bersih dari sampah. Kenapa? agar cacing dapat tumbuh dengan optimal, sehingga hasil panenannya bisa memuaskan. Di bawah ini terdapat langkah budidaya cacing sutra media lumpur:

  • Siapkan lumpur dan pastikan bahwa lumpur tersebut steril dari sampah.
  • Masukkan lumpur tersebut ke dalam kolam terpal, setidaknya hingga mencapai ketinggian 10 cm.
  • Siapkan pupuk kandang lebih kurang sebanyak 3 kg. Campur pupuk tersebut dengan nutrisi tambahan yang sekiranya bisa membuatnya semakin lembut.
  • Selanjutnya, masukkan campuran pupuk dan nutrisi tersebut ke dalam kolam dan diamkan kolam selama 3 hari.
  • Tiga hari kemudian kolam siap digunakan untuk budidaya.

Menebar Bibit Cacing Sutra ke Dalam Media Budidaya

3 hari pasca diberi lumpur, kolam siap digunakan untuk budidaya dan langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan menebar benih. Namun, sebelum melakukan penebaran pastikan bahwa, bibit cacing sutra yang akan ditebar merupakan bibit terbaik. Bibit unggul cacing sutra bisa didapatkan melalui pembibit yang reputasinya baik. Untuk melakukan penebaran bibit ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Pastikan dulu bahwa alat filter yang terdapat di kolam sudah dimatikan
  • Letakkan plastik yang berisi bibit cacing di permukaan air secara perlahan.
  • Biarkan selama lebih kurang 30 menit.
  • 30 menit kemudian buanglah air yang ada di dalam plastik
  • Tambah berat cacing untuk mengetahui bobot di awal penebaran bibit.
  • Baru setelah itu, tebar cacing secara perlahan, kira-kira kedalamannya 1 s/d 2 cm.
  • Biarkan cacing tumbuh dengan sendirinya, jangan diberi makan karena cacing akan mendapat makanan dari media yang ada di dalam kolam.

Lakukan Perawatan Secara Rutin

Selanjutnya, cara budidaya cacing sutra yang harus dilakukan setelah melakukan penebaran benih adalah dengan melakukan perawatan secara rutin. Agar cacing dapat tumbuh dengan baik, maka pembudidaya harus selalu menjaga kenyamanannya. Jangan sampai cacing stress dan mati. Berikut merupakan ulasan cara perawatan yang baik untuk cacing sutra.

1. Menjaga Sirkulasi Air

Perlu diketahui bahwa, hal penting pertama yang harus dipahami dalam cara budidaya cacing sutra adalah, kondisi airnya. Oleh karena itu sirkulasi air harus selalu diperhatikan dan setidaknya kandungan DO yang terdapat di dalam air adalah 1,61 ppm.

Selain DO, hal lain yang harus diperhatikan adalah ukuran suhu air di dalam kolam. Pembudidaya harus memastikan bahwa, suhu air tidak lebih dan tidak kurang dari 24 s/d 27 derajat celcius. Kenapa sirkulasi air harus selalu terjaga? Hal ini untuk menjaga kandungan CO2 dan O2 yang ada di dalam kolam. Pastikan juga bahwa, filter yang digunakan selalu menyala 1 x 24 jam.

2. Melindungi Cacing dari Serangan Hama

Sebagaimana yang terjadi pada budidaya tanaman hias, budidaya cacing pun juga rentan dengan serangan hama. Oleh karena itu, pembudidaya harus selalu mengantisipasinya, agar pertumbuhan cacing tidak terganggu.

Pembudidaya bisa menambahkan suplemen organik khusus untuk mencegah hama penyakit pada cacing sutra. Suplemen tersebut bisa didapatkan di toko-toko pertanian. Lakukan langkah antisipasi ini untuk mencegah terjadinya gagal panen di kemudian hari.

3. Beri Pakan Cacing Secara Teratur

Pemberian pakan pada cacing sutra baiknya dilakukan satu minggu setelah penebaran bibit.

Kenapa? sebab, selama satu minggu tersebut cacing sudah mendapatkan nutrisi dari  media yang ada di kolam.

Baru, satu minggu kemudian cacing akan membutuhkan lebih banyak nutrisi. Oleh karena itu pembudidaya harus memberinya pakan. Makanan budidaya cacing sutra yang direkomendasikan adalah ampas tahu. Kenapa? sebab ampas tahu mengandung protein kasar dan karbohidrat. Dua Nutrisi tersebut sangat baik untuk tumbuh kembang cacing.

Sekadar info, untuk memberi makan cacing filter harus dalam keadaaan mati. Jika sudah dimatikan, pakan baru boleh ditebar. Setelah 15 menit, hidupkan kembali filter air. Jangan abaikan langkah perawatan ini, agar cacing dapat tumbuh dengan maksimal.

Tahap Pemanenan Cacing Sutra

Cara budidaya cacing sutra yang terakhir adalah pemanenan. Waktu yang tepat untuk pemanenan pertama cacing sutra, sekurang-kurangnya adalah 70 hari. Baru, setelah panen pertama cacing sutra bisa dipanen dalam waktu 2 minggu sekali.

Pemanenan cacing sutra dapat dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. Ciri-ciri cacing yang sudah siap dipanen dapat dilihat dari lumpur yang cukup kental ketika dipegang. Pemanenan bisa dilakukan dengan cara mengaduk garu dan lumpur, setelah itu masukkan lumpur ke dalam baskom.

Informasi tambahan, selain dapat menggunakan terpal, cara budidaya cacing sura bisa juga dengan memanfaatkan nampan yang disusun di sebuah rak. Cacing sutra yang dibudidayakan menggunakan nampan dapat dipanen dengan cara berikut ini:

  • Cacing harus sudah berusia 70 hari sejak pembibitan.
  • Menutupkan kain gelap ke nampan yang digunakan untuk budidaya.
  • Kain tersebut berfungsi untuk menghalangi masuknya cahaya, jadi usahakan untuk tidak menggantinya menggunakan warna terang.
  • Media harus ditutup kain selama sekurang-kurangnya  jam.
  • 6 jam pasca penutupan, cacing baru bisa dipanen.
  • Pemanenan dapat dilakukan menggunakan sendok atau jaring ikan yang berukuran kecil.
  • Cacing yang sudah dipanen dipindahkan ke wadah lain.

Demikian cara budidaya cacing sutra yang harus dipahami agar cacing yang dihasilkan bisa sesuai dengan ekspektasi dan bisnis cacing berjalan dengan lancar. Pelajari dan pahami cara-cara budidaya yang lainnya, jika menungkinkan ikuti pelatihan budidaya cacing sutra. Sebab, budidaya yang dilakukan secara asal-asalan, hasilnya pun juga akan asal-asalan.