Budidaya Cabe Rawit Di Rumah, Kiat Menghadapi Kenaikan Harga Cabe

Cabe rawit merupakan salah satu bahan pangan yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Harganya yang sering mengalami kenaikan tentu akan sangat berpengaruh kepada kemampuan beli masyarakat.

Salah satu solusi untuk menghadapi kenaikan harga yang mungkin terjadi adalah dengan budidaya cabe rawit sendiri di rumah. Dengan menanam sendiri, Anda bisa menghemat serta mengambil cabe segar sendiri kapan saja Anda membutuhkannya.

Mungkin diantara Anda ada yang khawatir tidak bisa melakukannya karena memiliki halaman rumah yang tidak begitu luas. Tenang saja, Anda tetap bisa melakukan budidaya cabe rawit meskipun lahan yang Anda miliki sempit.

Untuk menjawab rasa penasaran Anda, kami akan bahas bagaimana cara melakukan budidaya cabe rawit sendiri di rumah.

Cara Budidaya Cabe Rawit Sendiri di Rumah

1. Siapkan Tempat

Hal pertama yang perlu Anda persiapkan sebelum melakukan budidaya cabe adalah tempat atau wadah. Untuk menanam cabe rawit, Anda perlu memiliki wadah yang memiliki detail sebagai berikut:

  • Memiliki diameter dengan ukuran minimal 20 cm.

  • Memiliki lubang berjumlah 4 sampai 8 buah di bagian dasarnya.

  • Lubang bisa dibuat dengan memakai paku yang memiliki diameter kurang lebih 1 cm

  • Pastikan terlebih dahulu jika wadah sudah bersih apabila wadah yang Anda pakai adalah wadah bekas.

Lubang di dasar wadah bermanfaat menjadi drainase supaya air tidak menjadi genangan di bagian bawah wadah. Air yang menggenang bisa membuat akar dan batang cabe menjadi busuk.

Jangan lupa juga untuk memastikan kalau tempat yang sudah diberi lubang itu bisa bertahan selama jangka waktu 5 sampai 6 bulan lamanya.

Baca Juga:  Cara Budidaya Jangkrik Untuk Pemula, Pilihan Bisnis Terbaik

2. Siapkan Media untuk Menanam Cabe

Setelah mempersiapkan wadah, hal berikutnya yang perlu Anda persiapkan adalah media untuk menanam cabe rawitnya,

Beberapa media tanam yang bisa Anda gunakan adalah :

  • Tanah

Ketika menanam cabe, sebaiknya gunakan tanah yang memiliki lapisan atas subur, banyak mengandung bahan organik dan gembur.

  • Pasir

Dibandingkan dengan media tanam yang lain, pasir unggul dikarenakan bisa membuat aerasi dan drainase media meningkat.

Sebaiknya, pasir yang digunakan untuk menanam cabe adalah pasir yang punya butiran kasar serta lebih besar.

Hal ini bertujuan agar proses sirkulasi udara terbantu serta membuang air yang kelebihan.

Namun kekurangan dari penggunaan pasir adalah perlu proses pemupukan dan penyiraman yang intens, sehingga Anda perlu mengkombinasikannya dengan pupuk kandang dan tanah sebagai media tanam.

  • Sekam Padi Bakar

Sekam padi bakar adalah sebutan untuk limbah hasil bekas gilingan padi yang bisa dipakai sebagai media tanam.

Sekam bakar padi biasa dipakai untuk campuran media tanam. Sekam bakar padi berguna untuk menjadi tempat penyimpanan air atau unsur hara. Kelebihan dari pemakaian sekam bakar padi sebagai campuran media tanam adalah media ini tidak perlu disterilkan karena sudah dibakar sehingga patogen yang menjadi penyebab penyakit sudah mati terlebih dahulu.

Anda juga bisa memakai pupuk kandang agar struktur media tanam bisa diperbaiki dan jumlah organisme media bisa meningkat.

Pemakaian pupuk kandang juga bisa bermanfaat untuk menahan air yang ada di dalam tanah. Disarankan untuk menggunakan pupuk tanah yang telah terdekomposisi supaya efektif.

Ciri dari pupuk kandang yang telah terdekomposisi adalah teksturnya remah dan kering, warnanya coklat, tidak panas dan tidak berbau.

3. Waktu dan Cara Tanam Cabe yang Tepat

Hal selanjutnya yang akan kita bahas adalah waktu dan cara tanam yang tepat untuk tanaman cabe. Sebagai informasi, waktu untuk menanam cabe tidak bergantung pada musim, tetapi tergantung pada siklus dan manajemen permanenan.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Mas, Pemula Pun Bisa Mencoba

Berikut cara untuk menanam cabe di dalam pot.

  • Waktu untuk menanam cabe sebaiknya dimulai pagi hari sebelum jam sembilan atau sore setelah jam setengah empat sore. Hal tersebut dilakukan agar tanaman tidak menjadi stress

  • Seleksilah bibit cabe terlebih dahulu. Sebaiknya Anda memakai bibit berumur 5 sampai 6 MST. Anda juga dapat memakai bibit yang punya enam helai daun yang kondisinya normal, sehat dan vigor,

  • Dengan penuh hati-hati, cabutlah bibit cabe dari tray semai. Pilihlah yang media semainya sudah cukup kering.

  • Siramlah terlebih dahulu media yang ada di dalam pot sebelum waktu menanam dimulai. Pakai kayu atau bambu untuk membuat lubang tanam. Tanamlah bibit cabe di dalam lubang tersebut , kemudian padatkan dengan ujung jari Anda.

  • Siram lubang yang sudah ditanami bibit cabe rawit dengan memakai larutan fungisida supaya tidak terserang cendawan.

4. Cara Memelihara Tanaman Cabe

Dalam proses budidaya cabe rawit, proses pemeliharaanya tidak kalah penting yaitu dengan pemupukan.

Anda bisa mulai dengan melarutkan NPK 15-15-15 dengan jumlah 5 sendok makan. Kemudian masukkan satu sendok makan pupuk daun. Beberapa contoh daun yang bisa Anda gunakan adalah Gandasil D dan Gandasil B.

Cara Melakukan Budidaya Cabe Rawit dengan Memakai Polybag

Selain memakai pot, budidaya cabe rawit juga dapat dilakukan dengan memakai polybag. Menanam cabe rawit dengan memakai polybag sangat mudah serta memberikan Anda keuntungan.

Berikut beberapa cara melakukan budidaya cabe rawit dengan memakai polybag.

  • Pakailah Bibit Unggul

Ketika hendak melakukan budidaya cabe rawit dengan memakai polybag, pakailah bibit unggul.

Memakai bibit unggul akan membantu Anda untuk memperoleh cabe rawit yang tahan lama dan tidak mati meskipun tempatnya dipindahkan.

Baca Juga:  Mengenal Cara Budidaya Lobster Air Tawar Untuk Menghasilkan Lobster Berkualitas

Menanam cabe dengan bibit yang kurang bagus membuatnya cepat mati ketika dipindahkan dari tempatnya.

  •  Pembibitan Cabe Rawit

Dalam proses budidaya cabe rawit, pembibitan atau persemaian cabe rawit adalah hal yang penting.

Pembibitan cabe rawit bisa dilakukan dengan cara merendam biji cabe ke air hangat  lalu diamkan selama 30 menit.

Setelah itu, Anda bisa merendamnya dengan memakai larutan perangsang akar. Lakukan hal ini selama 1 hari dan 1 malam.

Disarankan untuk membuang biji cabe yang terlihat mengapung.

Gunakan bak plastik yang sudah dilubangi bagian bawahnya dengan diameter sebesar 10 cm. Sementara untuk media semainya, Anda bisa memakai pasir dan pupuk kandang yang memiliki perbandingan 1 banding 1.

Kemudian, siramlah dengan memakai cairan perangsang akar.

  • Proses Menanam Cabe Rawit

Siapkan polybag yang memiliki ukuran diameter 30 cm  kemudian masukkan media tanam yang terdiri dari tanah yang telah dicampurkan dengan pupuk kandang dan pupuk kompos.

  • Proses Panen Cabe Rawit

Proses panen cabe rawit sudah bisa dilakukan ketika sudah berumur 6 bulan. Sebab, cabe rawit telah berbuah di usia 3 bulan.

Cabe rawit bisa panen sampai 15 sampai 18 kali dan usianya bisa sampai 24 bulan.

Namun, umumnya tanaman cabe hanya dipelihara selama 12 bulan. Karena, produktivitas tanaman akan semakin menurun dengan semakin tuanya tanaman itu.

Itulah informasi mengenai budidaya cabe rawit untuk Anda yang ingin mencobanya dirumah. Semoga informasi ini bermanfaat. Selain budidaya cabe rawit, Anda juga bisa coba untuk melakukan budidaya jamur.

Artikel Terkait