Ingin Mencoba Budidaya Bawang Merah? Simak Caranya Disini

Apakah Anda tertarik ingin melakukan budidaya bawang merah? Bawang merah telah menjadi tanaman yang cukup lama dibudidayakan oleh petani secara serius. Tetapi kenyataannya, proses budidaya dari bawang merah masih kerap mengalami masalah terutama dari segi teknis.

Oleh karena itulah, kali ini kita akan bahas tentang cara budidaya bawang merah, untuk Anda yang tertarik ingin mencobanya.

Syarat Bawang Merah Tumbuh

Kita akan mulai dari syarat apa saja yang dibutuhkan supaya budidaya bawang merah dapat tumbuh dengan baik.

  • Adanya kesesuaian agroklimat
  • Diterangi cahaya matahari minimum sebesar 70%
  • Dikelilingi suhu udara 25⁰C- 32⁰C
  • Kelembaban nisbi mencapai 50 sampai 70 %
  • Struktur tanah remah
  • Tekstur tanah sedang sampai tinggi
  • Tanah memiliki aerasi dan drainase yang baik
  • Cukup memiliki kandungan bahan organik
  • Tanah memiliki PH yang netral yaitu 5,6 sampai 6,5
  • Jenis tanah yang dipakai sebaiknya adalah tanah aluvial atau bisa juga dikombinasikan dengan tanah giel-humus dan latosol.
  • Tersedianya sumber air yang cukup

Kapan Bawang Merah Sebaiknya Ditanam?

Ketika melakukan budidaya bawang merah, Anda sebaiknya tahu kapan waktu yang tepat untuk menanamnya. Sekedar informasi, bawang merah sebaiknya ditanam saat air tersedia dengan cukup, sesuai dengan kebutuhan serta memperhatikan kapan datangnya musim hujan.

Jenis Bawang Merah yang Dianjurkan untuk Dibudidayakan

Beberapa jenis bawang merah yang dianjurkan untuk dibudidayakan adalah mentes, bima brebes, pikatan, super filipino serta pancasona.

Baca Juga:  Tips Budidaya Maggot Yang Tepat

Lahan Budidaya Bawang Merah

Ada dua jenis lahan yang bisa Anda gunakan untuk melakukan budidaya bawang merah yaitu lahan bekas atau lahan kering.

1. Lahan Bekas

Lahan bekas yang bisa dipakai adalah lahan bekas tebu atau padi sawah. Lahan tersebut sebaiknya memiliki lebar 1,2 sampai 1,5 meter. Sementara paritnya dianjurkan punya kedalaman 50-60 cm dan lebar 40 sampai 50 cm.

Bedengan atau tempat tumbuhnya tanaman budidaya disarankan untuk mengikuti arah Timur-Barat. Jika sudah diolah, tanah bisa diolah lagi setelah didiamkan sampai kering.

2. Lahan Kering

Sementara lahan kering atau kerap disebut juga lahan tegalan perlu dibajak atau dicangkul sampai mencapai kedalaman 30 cm terlebih dahulu.

Setelah dicangkul, Anda bisa membuat bedengan-bedengan yang lebarnya 1 sampai 1,2 cm dan tinggi 40 cm. Sementara untuk panjang dari bedengan, Anda bisa membuatnya sesuai dengan kondisi lahan.

Jika tanah yang Anda gunakan Phnya tidak mencapai 5,6 , Anda bisa memberinya dolomit atau mineral. Dosis yang sebaiknya Anda berikan adalah 1 sampai 1,5 ton/ha/tahun, minimal 2 minggu sebelum Anda melakukan proses penanaman.

Dolomit umumnya disebar di permukaan tanah lalu diaduk sampai rata.

Proses Penanaman

Berikutnya, kita akan bahas proses penanaman dari bawang merah.

  • Apabila Anda ingin mendapatkan bawang merah dengan ukuran 5-10 gram dan jumlah mencapai 1 sampai 1,2 ton/ha maka jarak tanam yang sebaiknya digunakan adalah 20 cm x 15 cm.
  • Air yang cukup banyak akan sangat dibutuhkan selama tanaman bawang merah dalam masa pertumbuhan serta pembentukan umbi.
  • Jika Anda memakai lahan bekas sawah, sebaiknya tanaman bawang merah disiram sebanyak satu kali sehari sampai mendekati waktunya panen.
  • Waktu untuk menyiram tanaman bawang merah yang pas adalah pagi atau sore hari.
  • Ketika musim hujan tiba, penyiraman tetap dilakukan supaya bisa membersihkan tanah yang menempel pada daun tanaman bawang merah.
  • Dalam satu musim tanam, perlu dilakukan proses penyiangan sebanyak dua sampai tiga kali.
  • Bersamaan dengan dilakukannya proses penyiangan, Anda juga bisa melakukan perbaikan pada pinggiran bedengan,
Baca Juga:  Mengenal Cara Budidaya Lobster Air Tawar Untuk Menghasilkan Lobster Berkualitas

Proses Pemupukan

Selanjutnya, kita akan bahas proses pemupukan dalam budidaya bawang merah. Sebagai catatan, proses pemupukan berbeda tergantung dengan jenis tanah yang digunakan

1. Lahan Bekas Tebu atau Bekas padi

Pada lahan bekas tebu atau padi, pupuk dasar yang dipakai adalah 300 kg SP-36/ha, 60 kg KCI/ha dan 500 kg NPK mutiara (16:16:16) yang kemudian disebar rata dan diaduk dengan tanah seminggu sebelum proses penanaman dimulai.

Sementara nantinya akan ada juga pupuk tambahan yaitu 180 kg urea/ha yang akan diberikan ketika tanaman berumur 30 sampai 35 HST. HST adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam dunia hidroponik, artinya adalah hari setelah tanam.

atau bisa juga memakai 400 kg ZA/ha yang bisa diberikan jika tanaman bawang merah telah mencapai usia 10 sampai 15 HST.

2. Lahan Kering

Lalu jika lahan yang Anda pakai adalah lahan kering, maka pupuk dasar yang dipakai sebelum bawang merah ditanam adalah pakan sapi atau kuda sejumlah 15 sampai 20 ton/ha. Anda pun dapat menggunakan kotoran ayam sejumlah 5 sampai 6 ton/ha, pupuk kompos sebanyak 2,5 sampai 5 ton/ha dan juga pupuk buatan SP-36 dengan jumlah sebanyak 250 ton/ha.

Sementara untuk pupuk susulan yang digunakan di area lahan kering adalah Urea sebanyak 150 sampai 200 kg/ha, ZA sejumlah 300 sampai 500 kg/ha.

Pemberian pupuk dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada 10 sampai 15  HST dan 1 BST.

Dosis yang boleh diberikan hanyalah ½ dosis.

Ada juga pupuk yang bisa diberikan satu minggu sekali yaitu pupuk majemuk NPK (16:16:16) sebanyak 600 kg/ha.

Cara memberikannya adalah dengan dicor di sekeliling tanaman bawang merah.

Baca Juga:  Cara Budidaya Jahe Merah Di Rumah Bagi Para Pemula Bisnis Tanaman Tradisional

Proses Panen

Sekarang, kita akan bahas proses panen dari budidaya bawang merah. Bawang merah telah siap dipanen jika sudah terlihat tanda-tanda berikut.

  • Sebanyak 80% daun tanaman bawang merah sudah rebah

  • Apabila Anda menyentuh daun, bagian pangkalnya sudah lemas.

  • Sebanyak 70 sampai 80 persen daun sudah memucat

  • Umbi sudah terbentuk

  • Umbi sudah muncul kepermukaan tanah sebagian

  • Bawang merah sudah berubah warna menjadi merah tua atau merah keunguan serta memiliki bau yang sangat khas.

Memproses Hasil Panen

Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan terhadap hasil panen budidaya bawang merah.

  • Pengeringan

Proses pertama yang perlu dilakukan pada hasil panen adalah pengeringan. Proses ini dilakukan dengan cara menjemur bawang merah selama seminggu sampai dua minggu dibawah sinar matahari.

  • Pembalikan

Bawang merah perlu dibalik setiap dua sampai tiga hari ketika beratnya ada di angka 25% sampai 40% dan memiliki kadar air 80% sampai 84%.

  • Penyimpanan

Bawang merah yang akan dikonsumsi sebaiknya disimpan di dalam jala yang sanggup menampung 50 sampai 100 kg bawang merah.

Bibit yang disimpan akan dibentuk menjadi ikatan lalu digantung di rak bambu.

Suhu penyimpanan sebaiknya ada di angka 30⁰C sampai 33⁰C dan kelembaban relatif ada di angka 65 sampai 70 %.

Sampai disini dulu informasi tentang cara budidaya bawang merah untuk Anda yang ingin mencoba. Jika berminat, Anda juga bisa mencari informasi tentang budidaya kutu air.