Keuntungan Investasi di Bibit yang Harus Diketahui!

Keuntungan Investasi di Bibit – Bibit Reksadana merupakan salah satu aplikasi penyedia reksa dana yang akan membantu investor pemula mulai berinvestasi.

Melalui Bibit, investor alaan langsung investasi secara optimal dengan level risiko yang dapat disesuaikan dengan profil risikonya. Selain itu, keuntungan investasi di Bibit juga lumayan besar.

Bibit sendiri sudah menggunakan teknologi berupa Modern Portfolio Theory. Teknologi ini akan membantu investor pemula untuk mengenali profil risikonya yang dikelompokkan dari beberapa indikator, seperti toleransi risiko, usia, sampai kondisi finansial.

Keunggulan Investasi di Bibit

Adanya kecanggihan teknologi menjadi salah satu keunggulan Bibit. Berikut ini keunggulan dari platform bibit online yaitu.

  • Salah satu keunggulan dari investasi bibit biaya administrasi dan fee lainnya lebih ringan dibandingkan berinvestasi langsung ke manajer investasi. 
  • Adanya gratis biaya komisi karena seluruh pembelian reksa dana di Bibit gratis biaya komisi.
  • Dana investasi lebih minim mulai dari Rp. 100 ribu sampai nominal yang sesuai dengan kenyamanan investor.
  • Dapat dicairkan kapan aja dan cepat tanpa penalti.
  • keuntungan investasi di Bibit tidak ada pajak.
  • Keamanan dana dari bank karena Bibit tidak menyimpan uangmu. Dana yang diinvestasikan akan langsung ditransfer oleh bank kustodian dan dikelola dengan perusahaan berlisensi OJK. Seperti di bank, dana hanya dapat dicairkan ke rekening atas nama pemilik akun.
  • Adanya dukungan teknologi tinggi melalui pendekatan Teori Modern Portfolio yang terbukti dapat menjaga risiko dan memaksimalkan keuntungan investasi di Bibit melalui diversifikasi.
  • Investasi sudah  dirancang khusus sesuai dengan profil risiko investor.
  • Rebalancing secara otomatis dapat mempertahankan alokasi yang optimal.
  • Dapat membuka akun instan secara digital hanya dalam hitungan menit tanpa formulir, tanpa spreadsheet, dan tanpa financial planner.
Baca Juga:  5 Rekomendasi Investasi yang Paling Menguntungkan untuk Anda, Apa saja?

Jenis-jenis Investasi di Bibit

Sebelum Anda berinvestasi di Bibit, maka harus kenal empat jenis investasi yang tersedia sebagai pertimbangan.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang merupakan salah satu jenis reksadana yang investasinya ditempatkan sekitar 100 persen pada instrumen pasar uang. Di mana obligasi yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, deposito, serta Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Untuk menjaga periode waktu yang singkat, maka jenis reksadana ini dapat mengurangi risiko. Reksadana pasar uang memang paling aman ketimbang jenis lainnya. 

Namun, keuntungannya juga sangat kecil dibandingkan yang lain. Return reksadana pasar uang memang terlihat lebih tinggi dibandingkan deposito.

2. Reksadana Obligasi

Sama seperti namanya, jenis reksadana ini sebagian besar sudah dialokasikan pada surat utang (obligasi). Ketika Anda membeli reksa dana obligasi, maka sebagian besar dana masyarakat akan terkumpul dan dibelikan surat utang jangka panjang oleh seorang manajer investasi.

Komposisi dari portofolio reksadana obligasi terbagi atas 80 persen surat utang dan sisanya termasuk produk pasar uang. 

Keuntungan investasi di Bibit ini terletak pada pembayaran kupon obligasi yang akan diterima oleh manajer investasi. Penerimaan dari kupon alias bunga berarti membuat harga reksadana menjadi naik, tentunya hal ini akan berimbas pada keuntungan Anda sebagai investor reksadana obligasi.

3. Reksadana Saham

Reksadana saham ini, memiliki komposisi terbesar sekitar 80 persen dialokasikan pada efek saham dan sisanya untuk surat utang atau pasar uang. Alokasi dari mayoritas saham membuat portofolio lebih berisiko dibandingkan dengan reksa dana lainnya.

Namun, untuk potensi keuntungannya sangat besar. Pada Bibit, alokasi investasi reksa dana berasal dari BNI AM IDX30 yang 99 persen ada pada saham dan 1 persen pada kas dan deposito. 

Hal ini berarti, sebagian besar dana masyarakat yang sudah terkumpul akan dibelikan saham oleh para manajer investasi.

Baca Juga:  Mari Cerdas Berbisnis Dengan Template Bisnis Model Canvas

4. Reksadana Syariah

Umumnya, reksadana syariah hampir sama dengan reksa dana konvensional. Namun, jika dilihat dari pengelolaannya, tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.

Dalam pengelolaannya, memiliki kebijakan investasi reksadana syariah, yakni hanya berinvestasi pada perusahaan dengan memenuhi rasio keuangan tertentu dan kategori halal dan.

Kategori halal di sini adalah manajer investasi tidak berinvestasi berupa:

  • Perusahaan menjual atau memproduksi sesuatu yang haram menurut Islam, seperti minuman keras, bisnis hiburan maksiat, judi, pornografi, menjual daging babi, dan lainnya.
  • Perusahaan akan merugikan orang banyak dan bersifat mudarat. Perusahaan mempunyai bisnis yang bersifat riba atau judi.
  • Perdagangan tidak disertai dengan penyerahan barang. Perdagangan dengan permintaan dan penawaran palsu.
  • Jual beli yang mengandung ketidakpastian, spekulatif, serta transaksi suap (risywah).

Selain itu, harus memenuhi rasio keuangan tertentu, yakni:

  • Total utang yang berbasis bunga ketimbang dengan total ekuitas tidak lebih dari 82 persen berarti utang 45 persen dan modal 55 persen.
  • Total penghasilan bunga dan tidak halal lainnya ketimbang total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak boleh lebih dari 10 persen.
  • Kebijakan dari investasi reksadana syariah hanya bisa dilakukan pada instrumen keuangan yang sesuai dengan syariah Islam, berupa:

Efek Pasar Modal Syariah, yaitu saham-saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah, obligasi syariah, dan efek surat utang lainnya sesuai dengan prinsip syariah.

Instrumen Pasar Uang Syariah, yaitu Sertifikat Investasi Mudharabah Antar-bank (SIMA), Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI), Certificate of Deposit Mudharabah Mutlaqah (CD Mudharabah Mutlaqah), serta Certificate of Deposit Mudharabah Muqayyadah.

Mengenal Robo Advisor Bibit

Robo Advisor merupakan salah satu teknologi yang bisa membantu calon investor untuk merancang portofolio investasi secara optimal. Teknologi ini dikategorikan berdasarkan profil risiko, umur, serta tujuan hidup secara otomatis.

Baca Juga:  Informasi Tentang Dokter Bedah Dan Gaji Dokter Bedah

Teknologi Bibit umumnya akan mendemokrasikan penelitian akademik yang telah teruji sehingga siapa saja bisa berinvestasi dengan benar. Cara kerja dari robo Advisor Bibit, yaitu:

Auto Risk Profiling: biasanya untuk mulai berinvestasi Anda harus menjawab 6 pertanyaan. Sehingga teknologi Robo Advisor bias menentukan profil risiko dengan algoritma.

Auto Financial Plan: Anda bisa memperoleh alokasi portofolio reksadana terbaik berdasarkan jawaban yang diberikan dari 6 pertanyaan.

Auto Rebalancing: Bibit secara otomatis bisa mempertahankan alokasi optimal seiring dengan perubahan pasar.

Itu saja beberapa keuntungan investasi di Bibit yang bisa Anda ketahui. Semoga dari informasi ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya.

Apakah Bibit telah terdaftar di OJK?

Bibit sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mempunyai izin dengan nama perusahaan PT Bibit Tumbuh Bersama. Nomor izinal atau STTD/SK yakni KEP-14/PM.21/2017 tertanggal 6 Oktober 2017.

Apa pengertian dari Bibit?

Bibit merupakan tempat yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat, selanjutnya diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh manajer investasi.

Bagaimana cara kerja Bibit?

Cara kerja bibit berdasarkan manajer investasi, di mana manajer investasi harus memecah dana dari masyarakat ke beberapa instrumen atau perusahaan melalui verifikasi investasi. Hal ini akan membuat investasi Anda lebih aman.

Bibit bisa Anda akses dengan berbagai macam saluran yang luas. Dengan begini, calon investor yang sudah membeli bibit lebih mudah mempelajari, menggali informasi, dan memilih instrumen investasinya.