Berapakah Besaran Gaji Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dan Dokter Umum?

Gaji Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Gaji dokter sering dianggap menjadi salah satu pertimbangan orang tua yang ingin mengarahkan anaknya untuk menjadi tenaga medis. Meskipun bukan menjadi satu-satunya parameter, namun tugas dokter di dalam industri kesehatan sangat diutamakan dalam membantu hal kemanusiaan. Tak heran jika banyak orang yang juga penasaran dengan gaji dokter spesialis penyakit dalam.

Namun menjadi dokter juga sebagai perwujudan jiwa sosial dan pengabdiannya menjadi faktor utama. Terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang yang tak kunjung berakhir, tentu saja peran dokter menjadi hal utama dalam membantu pasien. Pengabdian seorang dokter juga menjadi perantara untuk menyembuhkan umat manusia yang sedang sakit harusnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Pekerjaan menjadi dokter juga dituntut agar mempunyai kemampuan komunikasi yang baik saat ingin menjelaskan diagnosis pada pasien ataupun keluarganya.

Bahkan beberapa dokter ada yang tidak mengenal pensiun, tak heran jika anda mungkin masih menemukan dokter dengan usia lanjut namun masih tetap semangat dalam menangani pasiennya. Perjuangan untuk menjadi seorang dokter juga tidak mudah. Biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkan saat menekuni sekolah kedokteran. Namun, gaji dokter yang sudah praktik di rumah sakit atau membuka kliniknya sendiri memang tidaklah kecil. Faktor jumlah gaji para dokter juga bisa dilihat dari masa kerjanya, namun juga kebijakan rumah sakit dan di daerah mana mereka bertugas.

Berapa besar gaji dokter di Indonesia?

Berdasarkan sumber JDN/ Junior Doctor Network Indonesia, nyatanya gaji dokter di Indonesia masih banyak yang belum menghasilkan sesuai dengan kapasitasnya. Besaran gaji pokok untuk seorang dokter umum dan PNS masuk dalam golongan III A di bawah pengabdian 5 hingga 10 tahun adalah sekitar 2,4 juta hingga 2,7 juta. Selain gaji pokok tersebut, dokter juga mendapatkan kapitasi BPJS sekitar 500 ribu sampai 1 juta. Dengan demikian, dokter umum PNS bisa mendapatkan besaran gaji sekitar 2,9 juta hingga 3,2 juta atau bahkan lebih sesuai dengan beberapa faktor di atas. Anda bisa mengetahui besaran gaji dokter lainnya di bawah ini.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Luwu Utara

Berapa besaran gaji dokter PNS?

PNS di Indonesia ditugaskan di Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah ataupun fasilitas kesehatan lainnya milik Negara. Dokter dengan status PNS digolongkan sebagai ASN/ Aparatur Sipil Negara. Misalnya saja seorang dokter yang baru saja mendapatkan sumpah secara resmi bisa digolongkan dalam kategori III B yang bisa mendapatkan gaji pokok berkisar 2,8 juta. Selain adanya gaji pokok tersebut, dokter PNS juga akan mendapatkan tunjangan dan insentif lainnya sebagai tenaga kesehatan.

Berapa besaran gaji dokter umum?

Berdasarkan survei dari JDN di Indonesia, sekitar 10,63 persen yang mendapatkan gaji sampai 10 juta hanya untuk satu tempat praktik saja. Sebanyak 26,24 persen dokter umum mendapatkan gaji di bawah 3 juta dan sekitar 8,89 persen dokter mendapatkan penghasilan bahkan di bawah 1,4 juta. Lalu beberapa dokter bisa mendapatkan penghasilan lebih dari 10 juta jika melakukan praktik di berbagai tempat lainnya.

Berapa besaran gaji dokter spesialis?

Anda harus tahu jika pendapatan seorang dokter spesialis juga bergantung pada perjanjian kerja dengan upah minimum yang ada di suatu daerah, baik dalam wilayah Kabupaten ataupun Provinsi. Beberapa dokter spesialis, seperti dokter spesialis kandungan, spesialis jantung, spesialis gigi, dan spesialis penyakit dalam bisa mendapatkan jumlah penghasilan yang tinggi.  Lalu berapa gaji dokter spesialis penyakit dalam?

Selain mendapatkan gaji, pemerintah pusat juga menyediakan insentif untuk dokter spesialis yang bertugas menjalankan WKDS/ Wajib Kerja Dokter Spesialis di seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 4 tahun 2017. Besaran gaji dengan insentifnya seperti yang pernah diungkap oleh POGI/ Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia – bisa mendapatkan hingga 80 juta setiap bulannya dengan rincian: mendapatkan 23 juta dari Kemenkes, lalu 25 juta berasal dari pemerintah daerah dan insentif lainnya yang didapatkan dari pelayanan kesehatan berkisar 30 juta.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Mamasa

Bahkan di tengah pandemi seperti sekarang, presiden Jokowi juga menyediakan insentif untuk orang yang bekerja di bidang kesehatan, termasuk dokter. Insentif yang diberikan pada dokter spesialis juga bisa dibilang cukup tinggi mengingat risiko yang dihadapi oleh tenaga medis.

Mengapa gaji dokter tergolong besar? Berikut alasannya

Biaya sekolah dokter yang bisa dibilang mahal

Anda harus tahu jika kuliah kedokteran tidak bisa disamakan dengan biaya kuliah jurusan ekonomi, ilmu komunikasi, dll. Jika ingin perbandingan, anda bisa membandingkannya dengan sekolah penerbangan. Salah satu universitas di Jakarta yang mempunyai fakultas kedokteran membanderol biaya pendidikan sekitar 700 juta. Angka tersebut merupakan estimasi dari awal kuliah hingga lulus. Biaya tersebut akan terasa berat di awal, meskipun dapat diangsur, untuk setiap semesternya mereka harus membayar sekitar 30 juta.

Selain biaya kuliah tersebut, ada juga biaya lainnya yang harus dikeluarkan. Misalnya saja biaya untuk membeli jenazah untuk praktikum sebesar 10 juta. Meskipun bisa dilakukan dengan cara patungan, namun setiap mahasiswa harus mengeluarkan uang jutaan. Tentunya selama kuliah juga harus membeli buku.

Waktu kuliah yang terbilang cukup lama

Terdapat beberapa tahap yang harus mereka lalu hingga menjadi seorang dokter di dalam masa studinya. Pertama, tahap preklinik dimana mahasiswa akan belajar tentang mata kuliah dasar biomedik. Lalu ada juga mata kuliah wajib universitas yang harus dijalani. Masa studinya berkisar 3,5 tahun hingga 4 tahun saja. Namun apakah setelah diwisuda dan mendapatkan gelar, apakah sudah boleh langsung menangani pasien? Jawabannya belum.

Mereka harus mengikuti program Koasisten disingkat koas selama kurang lebih 1,5 tahun hingga 2 tahun. Setelah itu mereka harus melewati Uji Kompetensi Dokter Indonesia dan ujian OSCE/ Objective Structured Clinical Examination. Jika sudah lulus, maka mereka akan lanjut ke wisuda profesi dokter. Setelah diwisuda, mereka juga masih belum boleh membuka praktek huka belum mempunyai SIP/ SUrat Ijin Praktik yang bisa mereka dapatkan jika sudah mempunyai STR/ Surat Tanda Registrasi. Tanpa adanya SIP, maka mereka tidak bisa lanjut studi ke dokter spesialis. Jadi untuk menjadi dokter umum saja, waktu yang dibutuhkan berkisar 7 tahunan – itu saja jika cepat lulus.

Baca Juga:  Besaran Gaji Dokter Spesialis Kandungan Di Tanah Air

Harus siap jika belum mendapatkan penghasilan bertahun-tahun

Di dalam waktu belajar tersebut, mahasiswa non kedokteran mungkin sudah lulus dan mendapatkan pekerjaan. Namun, mahasiswa kedokteran masih harus menjalani masa pendidikannya. Dokter magang juga sebenarnya menerima gaji namun gaji tersebut tak bisa disamakan dengan gaji dokter umum ataupun dokter spesialis.

Anda harus tahu jika dokter merupakan salah satu profesi yang akan terus dibutuhkan sepanjang masa. Tak heran jika seorang dokter bisa mendapatkan penghasilan dengan jumlah besar. Meski demikian, mereka harus melewati proses dan tahapan yang panjang. Jika anda penasaran gaji dokter spesialis penyakit dalam? Semoga artikel kali ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.