3 Cara Membeli Rumah Baru Untuk Pasangan Yang Baru Menikah

Bagi pasangan yang baru menikah, kebutuhan akan tempat tinggal tentu menjadi prioritas utama. Memang idealnya bagi pasangan yang baru menikah atau berencana menikah, mereka harus sudah memiliki rumah sendiri. Namun karena beban keuangan, sebagian besar dari mereka yang memiliki dukungan untuk dapat tinggal di rumah sendiri setelah menikah belum dapat terwujud.

Yup, memiliki rumah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, mengingat harganya yang terus melambung setiap tahunnya. Sementara pendapatan masih pas-pasan. Hal ini menjadi kendala utama bagi hampir semua pasangan yang baru menikah. Tapi, bukan berarti Anda dan pasangan tidak bisa mewujudkannya, dengan strategi yang tepat, impian memiliki rumah bisa terwujud dalam waktu dekat. Di sini, ada beberapa cara agar pasangan yang baru menikah bisa membeli rumah baru.

1 Membuat Rencana Membeli Rumah Baru

Hal terpenting untuk bisa membeli rumah baru adalah melakukan perencanaan terlebih dahulu. Mulailah dengan mencari informasi tentang rumah di beberapa pameran, mulai dari tipe rumah yang Anda dan pasangan inginkan, di mana lokasi rumahnya, berapa kisaran harga rumah yang Anda inginkan. Dengan memiliki informasi seperti itu, setidaknya Anda dan pasangan memiliki target keuangan yang ingin dicapai sehingga Anda bisa lebih mudah berkomitmen untuk menyiapkan uang yang dibutuhkan untuk membeli rumah baru.

 2 Buat Akun Khusus untuk Membeli Rumah

Buat rekening tabungan khusus yang hanya akan digunakan oleh tabungan untuk membeli rumah baru. Pastikan Anda dan pasangan tidak menggunakan uang dari tabungan khusus ini untuk keperluan lain. Misalnya membangun rumah seharga Rp. 400 juta. Dengan aturan uang muka 20%-30% dari total harga, dibutuhkan Rp80 juta sebagai uang muka kredit pembelian rumah (KPR). Itu belum termasuk biaya bank dan notaris. Mereka membutuhkan Rp. 100 juta untuk bisa tinggal di rumah secara kredit.

Baca Juga:  Apa Pengertian Investasi Properti Dan Bagaimana Cara Memulainya

3 Mulai Menabung dan Berinvestasi

Setelah Anda berhasil mendapatkan informasi tentang rumah yang ingin Anda beli, mulailah menabung sesuai perhitungan Anda. Anda dan pasangan mendiskusikan berapa persen dana dari dua pendapatan Anda yang ingin Anda prioritaskan untuk ditabung. Tetap saja, jangan puas hanya dengan menabung. Jika Anda dan pasangan memiliki penghasilan yang cukup besar, cobalah investasikan beberapa persennya untuk mendukung tabungan Anda dan pasangan. Investasi termasuk menabung di bank, kunci utamanya adalah kemampuan memprioritaskan sebagian pendapatan Anda setiap bulannya. Bedanya, pendapatan investasi bisa meningkat lebih dari inflasi setiap tahunnya. Jika sudah terkumpul cukup banyak, Anda bisa menggunakan investasi ini sebagai tambahan untuk membayar uang muka rumah baru yang Anda inginkan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa properti merupakan salah satu investasi yang menjanjikan. Setiap tahun harganya bisa naik signifikan. Setiap orang pasti ingin memiliki tempat tinggal seperti halnya bagi pasangan yang baru menikah. Sudah menjadi tren saat ini bahwa pasangan muda memilih untuk mandiri, oleh karena itu mereka memilih untuk menempati tempat tinggal sendiri sehingga tidak lagi tinggal bersama orang tua.

Anda perlu berdiskusi dengan pasangan, juga mengumpulkan banyak informasi dan mencari berbagai tips membeli rumah sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah. Jangan sampai minimnya perencanaan, perhitungan dan informasi, membangun rumah yang seharusnya menjadi rumah idaman menjadi rumah yang tidak nyaman.

  1. Tentukan Bentuk Hunian dan Lokasi

Hal pertama yang harus kita putuskan adalah ingin membeli tempat tinggal berupa rumah atau apartemen? Tentunya hal ini perlu didiskusikan dengan pasangan Anda, tentunya kedua tempat tinggal tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pastikan bentuk rumah yang dirasa paling cocok untuk Anda dan pasangan.

  1. Tentukan Harga Pasar
Baca Juga:  2 Simulasi Dasar KPR Sebelum Membeli Rumah

Bank dapat membantu kami memberikan penilaian indikatif atas nilai properti berdasarkan analisis penilaian. Hal ini sangat penting untuk menentukan harga beli rumah dan legalitas properti. Pahami bahwa ada harga sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak), dan harga pasar.

  1. Tentukan Kemampuan Finansial

Bagaimana kemampuan finansial kita untuk membeli rumah? Apakah kita bisa membeli secara tunai dengan cara tunai atau harus kita dibantu dengan pinjaman melalui KPR. Opsi KPR ini seringkali menjadi pilihan masyarakat mengingat harga rumah yang tidak murah. Jika Anda harus menunggu hingga memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah, maka dana tersebut akan lama terkumpul karena nilai rumah akan terus naik.

  1. Kumpulkan Uang untuk Beli Tunai atau Uang Muka

Ada baiknya Anda mengambil opsi membeli KPR, jika dana tidak cukup untuk membeli tunai. Jika Anda sibuk mengumpulkan uang, kapan Anda membelinya? Ingat, luas lahan tidak bertambah, dan pilihan lahan akan semakin terbatas. Belum lagi harga rumah yang terus naik, meski pendapatan kita mungkin tidak sama naiknya.

  1. KPR Window Shopping

Jika ingin mengambil pilihan membeli KPR, pastikan kita mendapatkan ilustrasi dari 3 bank. Bandingkan pro dan kontra membayar hipotek dengan bunga tetap sepanjang periode.Saat window shopping, siapkan dokumen legal yang diperlukan seperti Slip Gaji, Sertifikat Tanah (SHM/SHGB/Sarusun), Sertifikat IMB (Izin Mendirikan Bangunan), PBB SPPT, Surat Kuasa Penjualan, Sertifikat Warisan, dan lain-lain. Nah, nantinya pihak bank akan mengambil keputusan kelayakan properti untuk proses akad kredit, jika semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap. Jangan lupa cek juga bagaimana skema pinaltinya jika kita ingin melunasi pinjaman sebelum waktunya. Namun tetap mencari hunian yang aman dan nyaman untuk Anda dan pasangan, apalagi jika Anda sudah memiliki anak, Anda harus lebih berhati-hati dalam mencari rumah yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda.

Baca Juga:  2 TIPS Agar Pengajuan KPR Rumah Anda Diapproved