TIPS Menaikkan Harga Properti dari Penjual Sebelum Dipasarkan

Setelah membeli properti, mungkin anda ingin menjualnya lagi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Dalam hal ini, anda dapat melakukan mark up. Untuk melakukan hal tersebut, anda dapat cek cara mark up harga properti dari penjual sebelum dipasarkan berikut ini.

  1. Membuat Riset Pasar

Sebelum melakukan mark up, ada baiknya anda melakukan riset pasar. Ini dilakukan untuk menghindari tingginya harga yang anda buat. Jadi, harga properti nantinya tetap berada di harga pasaran, namun menguntungkan anda. Anda dapat melakukan riset dengan bertanya ke penjual properti lainnya atau dengan melihat rincian harga properti di internet. Dengan begitu, anda dapat menetapkan harga mark up yang ideal.

  1. Memperhitungkan Detil Properti

Anda diharuskan untuk mengetahui detil properti yang anda miliki. Dari sisi legalitas, kepengurusan surat, perijinan, pajak, dan lainnya. Dengan begitu, informasi yang cukup akan memudahkan anda untuk menentukan harga mark up. Hal-hal yang perlu diperhitungkan antara lain, harga jual minimal, waktu penempatan, lokasi, luas bangunan dan jumlah kamar, gaya tata ruang, arah hadap bangunan, lebar kavling, lebar jalan, dan bentuk kavling.

  1. Menetapkan Harga Jual

Faktanya, untuk menetapkan harga jual, anda perlu menimbang beberapa aspek sehingga harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika harga terlalu tinggi, maka anda mungkin akan kehilangan pelanggan. Sedangkan, jika harga terlalu rendah, maka anda mendapatkan kerugian. Dalam hal ini, untuk menetapkan harga jual, anda dapat menggunakan teknik berdasarkan biaya.

Contohnya, jika anda membeli properti dari penjual seharga Rp. 350 juta, kemudian anda harus mengurus surat, pajak, dan lain lain dengan biaya Rp. 50 juta. Kemudian, anda menginginkan keuntungan sebesar 30%, maka anda dapat menjual atau mark up properti tersebut dengan harga Rp. 520 juta.

  1. Melihat Kompetitor

Dalam menentukan mark up, anda tidak serta merta membuat harga yang anda inginkan. Anda harus melihat beberapa hal seperti harga yang dibuat oleh kompetitor. Anda dapat mengecek berapa harga jual kompetitor sebelum memutuskan untuk menetapkan harga jual atau mark up properti. Namun, anda juga harus berhati-hati karena terlalu melihat harga kompetitor mungkin akan membuat anda rugi. Sehingga, anda juga perlu memerhatikan dan menyeimbangkan antara harga ideal dan harga pasaran. Menggunakan strategi ini dapat mempercepat penetrasi pasar dan memperbesar market share konsumen.

  1. Menentukan Tujuan Penjualan

Selanjutnya, jika anda ingin mark up harga properti, anda harus menentukan tujuan dari penjualan properti yang bersangkutan. Misalkan, apakah properti tersebut berupa bangunan yang dapat digunakan untuk dijadikan tempat berjualan atau bisnis. Atau jika bangunan tersebut adalah hunian rumah saja. Tujuan yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan harga. Dari sinilah anda dapat membuat mark up dan mendapatkan keuntungan dari properti.

  1. Berkomitmen dengan Pembeli

Jika anda sudah melakukan mark up harga properti, anda dapat menawarkannya dengan pembeli. Dalam hal ini anda perlu berkomitmen dan tetap konsisten pada harga yang ditentukan. Jangan sampai anda tiba-tiba mengubah atau menaikkan harga tersebut tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas. Ini tentunya membuat konsumen anda kabur dan meragukan kredibilitas anda sebagai penjual properti.

  1. Menyampaikan Informasi dengan Transparan

Hal penting lainnya adalah anda harus menyampaikan informasi dengan transparan. Sehingga, konsumen dapat membangun kepercayaan dengan anda. Setiap perjanjian juga harus dibuat dalam bentuk tertulis agar dapat mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.

  1. Melakukan Pemasaran Inovatif

Anda juga dapat melakukan pemasaran untuk mengembangkan jaringan bisnis. Banyak orang yang bekerjasama dengan agen lain akan mempercepat terjadinya transaksi. Selain itu, kerjasama antar broker properti yang baik juga akan menguntungkan penjual maupun pembeli. Persaingan berikut adalah persaingan yang sehat. Jika dirasa pemasaran tidak menghasilkan, maka anda perlu mengingat bahwa setiap properti harus mempunyai pemasaran yang berbeda. Misalnya, properti rumah yang sederhana dan rumah mewah akan berbeda pemasarannya, sehingga anda harus membuat pemasaran yang inovatif.

Anda harus memiliki visi tentang apa yang ingin Anda capai dengan strategi penetapan harga Anda: Anda ingin menghasilkan uang. Itu sebabnya Anda memiliki bisnis. Menghasilkan uang berarti menghasilkan pendapatan yang cukup dari penjualan produk Anda sehingga Anda tidak hanya dapat menutupi biaya yang telah Anda keluarkan, tetapi juga mengambil untung dan mungkin membuat bisnis Anda lebih besar.

Kesalahan terbesar yang dilakukan banyak bisnis adalah percaya bahwa hanya indikator harga yang mendorong penjualan. Namun pada dasarnya yang terpenting adalah kemampuan menjual. Kemampuan Anda untuk menjual adalah faktor utama yang mendorong penjualan. Artinya, Anda harus merekrut orang pemasaran yang tepat untuk mengadopsi strategi penjualan yang tepat.

Hal pertama yang harus Anda pahami adalah: salah satu indikator penentu harga jual terbentuk dari kemampuan Anda menjual barang tersebut. Pernahkah Anda memikirkan perbedaan antara jam tangan Rolex yang harganya ratusan juta rupiah dengan jam tangan merek Seiko yang harganya hanya jutaan atau mungkin ratusan ribu? Padahal, bisa dilihat dari fungsinya, kedua merek jam tersebut memiliki peruntukan yang sama. Menunjukkan waktu. Yang membedakan adalah kemampuan mereka dalam menjual brand atau yang biasa disebut dengan branding.

Pada saat yang sama, waspadai risiko yang datang dengan membuat keputusan harga jual yang buruk. Ada dua jebakan utama yang dapat Anda hadapi – di bawah harga dan di atas harga.

  • menetapkan harga di bawah pasar

Menetapkan harga jual produk Anda terlalu rendah dapat berdampak buruk pada bottom line Anda. Masih banyak pemilik bisnis yang percaya bahwa inilah yang harus mereka lakukan di era disrupsi saat ini, terutama di ekonomi yang sulit. Penetapan harga produk Anda secara akurat sangat penting di setiap titik dalam siklus ekonomi, tetapi banyak bisnis secara keliru berpikir bahwa harga yang lebih rendah dari produk mereka adalah hal yang baik. Mereka mencoba meyakinkan konsumen bahwa produk mereka adalah alternatif termurah dan mereka berharap dapat meningkatkan volume penjualan. Bahkan, cap “murah” pada produk Anda akan menempel

Ingat, konsumen selalu merasa bahwa mereka ingin mendapatkan nilai lebih untuk uang mereka dari memilih barang atau jasa yang mereka pilih. Penetapan harga harus sangat hati-hati agar dapat sepenuhnya menutupi biaya yang telah Anda keluarkan. Perlu Anda ketahui, menurunkan harga ke titik di mana seharusnya tidak menjadi pilihan yang baik untuk kepentingan jangka panjang perusahaan.

  • menetapkan harga di atas pasar

Di sisi lain, menetapkan harga jual yang terlalu mahal pada suatu produk bisa sama merugikannya karena pembeli akan selalu melihat ke harga pesaing. Penetapan harga di luar kemampuan membayar pelanggan juga dapat menurunkan penjualan. “Kalau bisa jual tinggi, kenapa harus jual murah?” Banyak pebisnis berpikir bahwa mereka harus menanggung semua pengeluaran orang-orang yang bekerja untuk mereka, sewa, dll. Dan ini adalah harga yang tepat untuk membayar semuanya. Tempatkan diri Anda pada posisi pelanggan. Berapa harga yang pantas untuk Anda? Saran kami, Anda harus melakukan survei pelanggan kecil dengan dua atau tiga pertanyaan sederhana untuk menanyakan apakah harga yang Anda berikan sesuai dengan manfaat yang diberikan produk Anda?

Itulah pembahasan mengenai TIPS Menaikkan Harga Properti dari Penjual Sebelum Dipasarkan. Semoga bermanfaat ya

 

Artikel Terkait