Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek Yang Dapat Dilakukan Siapa Saja

Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek – Informasi tentang apa saja jenis-jenis investasi jangka pendek akan membantu Anda memperoleh referensi dan pilihan di mana yang terbaik. Stickman memiliki resiko tinggi memang selalu tersemat ke dalam dunia investasi. Bahkan, terdapat pula istilah high risk high return.

Perkembangan dunia investasi ternyata dari waktu ke waktu semakin mengalami kemajuan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya mempersiapkan masa depan terus tumbuh. Tidak mengherankan jika berbagai produk investasi bermunculan sekarang ini.

Bagi para pemula, mungkin masih takut untuk memulai investasi jangka panjang. Ada beberapa yang faktor yang mendasarinya, yaitu karena pengalaman dan pengetahuan masih minim, sampai takut resiko jika terlalu banyak mendapatkan uang. Oleh karena itu, ada berbagai produk investasi jangka pendek yang bagus untuk para pemula sekalipun.

Apa Pengertian Investasi Jangka Pendek ?

Sebelum membahas tentang apa saja jenis-jenis investasi jangka pendek yang bagus bagi pemula, terlebih dahulu mengetahui apa pengertiannya.

Dilihat dari segi namanya, mungkin banyak yang punya gambaran tentang jenis investasi ini. Pada prinsipnya, ini merupakan produk yang punya jangka waktu singkat kurang lebih sekitar satu tahun.

Jika dilihat dari segi risiko, jenis investasi jangka pendek juga bisa dibilang rendah. Bahkan, mayoritas produk ini cenderung punya nilai konsisten dalam meningkat walaupun jumlahnya kecil. Lalu apa sajalah jenis-jenis investasi jangka pendek tersebut?.

Jenis-jenis Investasi Jangka Pendek Yang Banyak Digunakan Masyarakat

Ada beberapa jenis-jenis investasi jangka pendek yang banyak digunakan oleh masyarakat sekarang ini, seperti berikut ;

  • Deposito

Bagi yang terbiasa menyisihkan uang secara rutin untuk menabung, deposito memang menjadi salah satu produk yang tepat. Akan tetapi, Anda tidak bisa mengambil dana yang sudah di tabung tersebut semaunya.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Toraja Utara

Alasannya, jangka waktu pengambilan uang di deposito, ditentukan oleh pihak bank. Paling tidak, terdapat beberapa pilihan. Ada yang dimulai dari 1 tahun, 6 tahun, namun ada juga yang punya jangka waktu 3 tahun bahkan lebih. Ketika tiba jatuh tempo, barulah uang Anda dapat diambil.

Walaupun tidak dapat diambil sewaktu-waktu, deposito memberikan penawaran bunga tinggi daripada tabungan biasa. Umumnya, bunga yang diberikan berkisar 5 – 6%. Anda juga tidak perlu khawatir akan risiko kehilangan uang, karena sudah dijamin oleh pihak bank.

  • Reksadana Pasar Uang

Reksa dana adalah wajah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat dan berikutnya dikelola pada berbagai instrumen investasi. Reksadana pasar uang, merupakan instrumen yang berisi berbagai produk keuangan, misalnya deposito maupun obligasi.

Reksadana pasar uang, biasanya punya jangka waktu efektif kurang lebih 1 tahun. Besar bunga yang ditawarkan juga cenderung lebih tinggi daripada angka inflasi rata-rata. Dilihat dari resiko Reksadana pasar uang juga cenderung kecil.

  • Obligasi Negara Ritel (ORI)

Jenis-jenis investasi jangka pendek yang selanjutnya cukup populer dikalangan masyarakat adalah obligasi negara ritel (ORI). Jenis investasi ini pada prinsipnya adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah. Karena lembaga yang mengeluarkannya adalah pemerintah, tentu resikonya rendah karena yang menjamin adalah pemerintah sendiri.

Meskipun demikian, jumlah minimum investasi ori ini dapat dibilang besar. Biasanya, batas minimum pembelian dimulai dari Rp3.000.000 dengan jangka waktu 3 tahun. Walaupun tenornya cukup panjang, investor bisa menyimpan uang hingga tiba jatuh tempo maupun menjualnya ke pasar sekunder untuk memperoleh capital gain.

  • Saving Bonds Ritel (SBR)

Seperti halnya obligasi negara ritel (ORI), pada Saving Bonds Ritel (SBR) adalah produk investasi berbentuk surat utang dari pemerintah.

Baca Juga:  Keuntungan Membudidayakan Tanaman Investasi Masa Depan serta Jenisnya

Uang yang terkumpul dari investasi ini bisa juga dipakai untuk berbagai program pemerintahan. Dengan pembelian SBR, Anda bertindak menjadi pemberi pinjaman kepada negara yang merupakan penerbit obligasi.

Jenis investasi jangka pendek ini sangat cocok bagi para pemula. Alasannya, SBR terjamin keamanannya karena di terbitkan oleh pemerintah. Kupon atau bunga yang diberikan juga cukup menjanjikan di kisaran angka 7%. Sementara itu, angka tersebut lebih tinggi dari nilai deposito yaitu antara 5-6%.

Pada umumnya, SBR memiliki jangka waktu 2 tahun. Return yang diberikan biasanya juga diberikan setiap bulan. Ada fitur menarik dalam SBR ini yaitu early redemption yang memiliki maksimal 50% dari total dana investasi. Disamping itu, Anda juga dapat berinvestasi SBR dengan dana mulai dari Rp1.000.000 saja.

  • Peer To Peer Landing

Sekarang ini, minat masyarakat tentang investasi peer to peer lending semakin mengalami peningkatan. Jenis-jenis investasi jangka pendek ini memang memberikan penawaran bunga tinggi dengan jangka waktu pendek. Bahkan, banyak pula pinjaman yang memiliki tenor beberapa bulan saja.

Walaupun bervariasi, return yang diberikan juga cukup tinggi bahkan yang memberikan hingga 20% per tahun. Banyak sekali platform yang memudahkan para investor untuk menanamkan uangnya.

Walaupun begitu, ada hal yang perlu diingat juga bahwa jenis investasi ini punya risiko tinggi. Anda harus riset lebih mendalam dulu sebelum terjun di dalamnya.

Tips Berinvestasi Jangka Pendek

Setelah tahu jenis-jenis investasi jangka pendek, penting mengetahui juga beberapa tips untuk melakukannya, seperti berikut ;

  • Mulailah Dari Instrumen Yang Dikenal

Jangan sampai berinvestasi pada instrumen yang tidak dikenal. Anda harus terlebih dahulu mempelajari produk yang ingin dibeli. Pelajari  history produk yang Anda beli. Pelajari dari segi sudah berapa lama, nilai unitnya tiap berapa, serta prospektusnya seperti apa. Lihat juga berapa persen pertumbuhan dananya dalam 1 tahun. 

  • Mulailah Dengan Dana Kecil

Karena Anda sebagai pemula, mulailah dengan dana kecil terlebih dahulu. Sekarang ini, bahkan investasi bisa dilakukan dengan dana awal hanya Rp100.000 saja. Jika langsung investasi dalam uang besar, saat mengalami penurunan harga atau kerugian dikhawatirkan Anda tidak siap.

  • Mencari Instrumen Yang Punya Return Tinggi

Tujuan investasi adalah keuntungan dan carilah instrumen yang memberikan profitabilitas tinggi.  Dengan begitu, dana yang Anda investasikan akan tumbuh lebih besar. Namun perlu diinga,t memang semakin tinggi return maka risiko jika semakin besar. 

  • Mengkombinasikannya Dengan Produk Investasi Jangka Panjang

Anda juga sebaiknya kombinasikan dengan investasi jangka panjang. Ini merupakan salah satu bentuk dari diversifikasi portofolio. Investasi jangka pendek juga biasanya dipakai untuk mengamankan modal serta membantu pencapaian tujuan secara jangka pendek. 

  • Mencari Perusahaan Terpercaya

Sekarang ini marak sekali investasi bodong yang menipu para anggotanya. Oleh karena itu, pastikan Anda berinvestasi pada perusahaan yang terpercaya.

Baca Juga:  Keuntungan Investasi di Bibit yang Harus Diketahui!

Salah satu acuan yang bisa dilihat dari segi kualitas. Anda harus lihat bahwa perusahaan tersebut sudah terdaftar di OJK Bappebti. Jika terdaftar di dua lembaga tersebut, bisa menjadi jaminan bahwa perusahaannya kredibel.

Jenis-jenis investasi jangka pendek bagus di ambil oleh para pemula. Dengan konsisten berinvestasi maka di masa depan dana akan tumbuh lebih tinggi dan keuntungan maksimum bisa Anda dapatkan. Dana yang anda tanam akan bertumbuh dan memenuhi kebutuhan penting sesuai perencanaan. Semoga bermanfaat !