Ciri-ciri Investasi Bodong Yang Harus Dihindari

Ciri-ciri Investasi Bodong – Mengetahui apa saja ciri-ciri investasi bodong, penting bagi Anda supaya terhindar dari praktek ini. Siapapun pasti akan tergoda dengan penawaran investasi yang punya keuntungan besar. Banyak yang langsung terjun ke sana tanpa mempelajari terlebih dahulu.

Namun, ada baiknya juga Anda mencermati kembali apakah memang investasi tersebut benar-benar bisa memberikan keuntungan secara legal atau hanya penipuan saja. Banyak sekali bermunculan berbagai platform investasi. Namun, ternyata terdapat sejumlah investasi bodong yang malah merugikan anggotanya.

Berbicara tentang investasi memang menjadi bahasan yang selalu menarik. Apalagi di masa sekarang ini minat masyarakat terhadap dunia investasi semakin meningkat. Kesadaran akan pentingnya mempersiapkan masa depan dari segi finansial, mulai mendapatkan perhatian lebih.

Apa Pengertian Dan Ciri-ciri Investasi Bodong?

Setiap orang yang berinvestasi tentu menginginkan di tempat yang aman serta memberikan imbal hasil menguntungkan dan stabil di masa depan. Namun, hal itu tidak akan terjadi apabila ternyata terjerumus ke dalam investasi bodong.

Pengertian investasi bodong adalah investasi yang akan meminta uang kepada para investor untuk menanamkan modal pada sebuah usaha atau bisnis yang pada kenyataannya tidak pernah ada.

Selanjutnya, uang tersebut akan dibawa kabur oleh oknum yang bermain. Biasanya, dalam investasi bodong ini akan ditawarkan iming-iming bahkan dipaksa supaya investor bersedia menanamkan modalnya. 

Investasi bodong ini akan memanfaatkan pengetahuan masyarakat yang minim seputar dunia investasi dengan cara menjanjikan keuntungan yang banyak.

Oleh karena itu Anda harus mengenali sejumlah ciri-ciri investasi bodong seperti berikut ini:

1. Menawarkan Keuntungan Terlalu Tinggi

Ciri investasi bodong yang pertama adalah menjanjikan keuntungan atau return yang terlampau tinggi. Memang, tujuan dari investasi adalah memperoleh profit sebesar-besarnya namun tetap harus bersifat logis. 

Pada umumnya, keuntungan yang diberikan dari investasi jangka panjang yaitu sekitar 15-20%. Apabila keuntungan yang ditawarkan melebihi nilai tersebut Anda juga sepatutnya curiga. Apalagi, kalau pengembaliannya terlalu singkat. 

Agar dapat membedakan ciri investasi benar dan ciri investasi bodong, perlu membandingkan keuntungan yang ditawarkan dengan seberapa besar suku bunga deposito atau bank. 

Apabila keuntungannya jauh melebihi bunga bank dan deposito, bisa jadi bahwa investasi tersebut bodong. sebuah investasi yang benar akan memberikan penawaran keuntungan yang wajar dan tidak terlalu tinggi. 

2. Menjanjikan Keuntungan Secara Singkat

Ciri-ciri investasi bodong yang selanjutnya adalah memberikan iming-iming keuntungan dalam jangka waktu sangat singkat. Prinsip dasar sebuah investasi yaitu semakin singkat jangka waktunya, risiko akan semakin kecil dari keuntungan juga semakin rendah.

Sebaliknya, apabila jangka waktu investasi semakin panjang dan risikonya semakin besar, maka kemungkinan untung juga semakin tinggi. Pada produk investasi bodong, anda akan dijanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat serta resiko yang kecil. Anda harus waspada apabila diberikan penawaran investasi dengan keuntungan instan semacam ini.

3. Izinnya Bermasalah

Perizinan adalah syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah investasi legal. Izin tersebut dikeluarkan oleh OJK atau otoritas Jasa Keuangan. Sementara itu, pada investasi bodong tidak akan bisa memberikan atau membuktikan izin resmi ini.

Oleh karena itulah, sebelum memulai investasi Anda harus mengecek apakah memang operasionalnya di Indonesia legal. Jika perizinannya punya masalah, maka anda jangan menyia-nyiakan uang dan tenaga untuk berinvestasi disana.

4. Cara Penjualannya Tidak Resmi

Ciri-ciri investasi bodong selanjutnya adalah penjualannya tidak resmi. Pada platform investasi yang asli, akan melakukan aktivitas jual beli saham maupun aset lainnya secara resmi. Caranya bisa lewat website resmi atau media lainnya. Ketika berhadapan dengan jenis investasi bodong, Anda akan melihat penjualannya terkesan abal-abal.

5. Diharuskan Mencari Nasabah Baru

Ciri-ciri investasi bodong selanjutnya yaitu anda umumnya diharuskan mencari nasabah baru. Anda akan disambut untuk merekrut anggota baru bahkan sifatnya memaksa. Jika tidak melakukannya, bisa kehilangan dana atau bonus. Jika menemukan praktek semacam ini, anda wajib meninggalkannya. 

6. Profil Perusahaan Tidak Jelas

Anda harus berinvestasi di perusahaan atau produknya asli dan terang jelas. Maksudnya disini, secara profil perusahaan punya latar belakang yang baik. Dari segi portofolio dan history juga bisa dipertanggungjawabkan. 

7. Pengelolaan Dana Tidak Transparan

Sebuah investasi yang baik akan dikelola oleh manajer investasi terpercaya dan pengelolaan dana nya dilakukan secara transparan. Sebaliknya pada investasi bodong, pengelolaan datanya tidak jelas ketika dipertanyakan mereka tidak punya jawaban.

8. Keuntungan Tersendat

Ciri berikutnya adalah keuntungan tersendat atau macet. Mereka hanya memberikan keuntungan di awal saja. Namun, setelah investor menaruh dananya kembali secara rutin tidak kunjung memperoleh keuntungan. Bahkan, dana Anda hilang dibawa kabur.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terjebak Investasi Bodong ?

Setelah memahami ciri-ciri investasi bodong, apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur terjebak ke sana? Berikut caranya:

1. Mengumpulkan Korban

Hal pertama yang bisa anda lakukan yaitu dengan mencari informasi dan mengumpulkan korban investasi bodong lainnya.

Dengan demikian, bukti adanya penipuan akan semakin kuat untuk menggugat pengelola investasi bodong tersebut. Jangan sampai terburu-buru dan gegabah untuk membuat gugatan, jika belum punya bukti kuat.

2. Mengumpulkan Data-data Pendukung

Anda juga harus mengumpulkan data-data pendukung seputar kejadian penipuan yang dialami. Data-data seputar berapa kerugian, Anda berinvestasi di mana, sejak kapan, dan lain-lain harus dikumpulkan. Jangan sampai, ketika anda ingin membuat laporan ternyata data belum ada yang membuat usaha tersebut sia-sia.

3. Mengajukan Hukum Perdata

Apabila anda tidak ingin berlarut-larut dalam penyelesaian masalah ini, bisa mengajukan gugatan hukum perdata. Pada dasarnya, hukum perdata merupakan hukum yang mengatur bagaimana tata cara serta pelaksanaan hal yang terkait dengan keuangan, industri dan perdagangan. Tidak terkecuali dalam dunia investasi.

Kasus penipuan investasi tersebut selanjutnya akan dialihkan ke lembaga arbitrase atau pengadilan untuk diajukan ke pengadilan niaga berdasarkan dari domisili tergugatnya. Saat bukti yang terkumpul memenuhi syarat dan cukup buat, maka perusahaan ini bisa diusulkan pailit ketika masuk proses pengadilan.

4. Mengajukan Hukum Pidana

Jika anda ingin pelaku mendapatkan hukuman penjara, bisa mengajukan sejarah hukum pidana. Contohnya, apabila jumlah korban sudah terlalu banyak dan total dana nasabah yang dirugikan juga terlalu besar. Namun memang, proses pengajuan kasus hukum pidana membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

5. Memilih Pengacara Yang Kompeten

Anda juga bisa mencari pengacara untuk membantu bagaimana langkah tepat mengajukan gugatan atas kasus investasi yang dialami. Disamping itu, anda dan juga para korban lain dapat mengumpulkan bukti yang mungkin dirasa kurang. Ini dilakukan sebelum masuk ke wilayah pengadilan. 

Mengenali ciri-ciri investasi bodong akan semakin membantu Anda terhindar jika mendapatkan penawaran dari seseorang. Bagi yang sudah terlanjur terjebak, dengan cara-cara diatas bisa dilakukan upaya menggugat penyedia layanan tersebut. Bersikap selektif dan bijak adalah hal yang wajib dilakukan jika ingin memulai Investasi.