Ini Dia Pelopor Awal Crypto Di Indonesia

Pelopor Awal Crypto Di Indonesia – Pelopor awal cryptocurrency di Indonesia menjadi pusat perhatian, dan banyak orang yang tertarik dengan investasi menjanjikan ini. Apalagi dengan modal yang sedikit namun bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Topik ini menjadi viral beberapa waktu lalu, apalagi beberapa negara menjadikan mata uang ini menjadi resmi dan digunakan untuk sistem transaksi setempat. Berikut penjelasan terkait pelopor awal crypto di Indonesia.

Perkembangan Awal

Banyak yang percaya investasi crypto sangat menjanjikan, terutama setelah crypto dibahas di dua podcast terkenal. Pelopor cryptocurrency awal di Indonesia yakni Oscar Darmawan dan William Stunt. Mereka berdua adalah pendiri Indodax, bursa kripto terbesar di Indonesia. Oscar Dharmawan sebelumnya mendirikan bitcoin.co.id bersama William Stunt dan memperkenalkan Bitcoin ke publik pada tahun 2014.

Bitcoin.co.id adalah awal dari Indodax, sebuah perusahaan perdagangan cryptocurrency fisik yang terdaftar di Bappebti. Pelopor awal crypto di Indonesia saat itu hanya sedikit orang yang tahu tentang Bitcoin, dan beberapa orang berpikir bahwa Bitcoin adalah jenis MLM baru. Selain mendirikan bursa kripto, Oscar Darmawan juga mendirikan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Selain kedua nama tersebut, Indrakenz yang kaya raya di Medan ini juga merupakan salah satu pionir cryptocurrency Indonesia yang meluncurkan BotXcoin.

Indra Kenz dan timnya mengumumkan BotXcoin, salah satu kripto pertama dari Indonesia yang dapat diperdagangkan di bursa. Baru-baru ini, Indra Kenz juga muncul di podcast Atta Hallilintar, mengundang banyak orang untuk tertarik pada investasi kripto. Mereka melihat investasi crypto sangat menjanjikan, terutama selama pandemi ini, karena banyak orang membutuhkannya. Jika Anda mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency, pertama-tama pahami jenis koin apa yang Anda beli.

Baca Juga:  Cara Menambang Crypto Bagi Pemula

Cryptocurrency, atau mata uang digital, adalah media pertukaran dimana transaksi dilakukan melalui mata uang virtual atau Internet. Sebut saja Bitcoin, Ethereum, Litecoin, Dogecoin. Ini adalah contoh dari ribuan cryptocurrency. Popularitas cryptocurrency, yang meroket baru-baru ini, tidak selalu ada.

Cryptocurrency dibuat dari sekumpulan kode atau disebut blockchains. Cryptocurrency terdiri dari sekumpulan kode digital, sehingga tidak memiliki bentuk fisik. Cryptocurrency juga tidak dapat diduplikasi dan pemiliknya dapat dilacak. Oleh karena itu, cara penyimpanan dan penggunaannya berbeda dengan mata uang tradisional atau pemain mata uang kripto yang disebut “fiat”.

Saat ini banyak masyarakat Indonesia yang sudah mulai menggunakannya, baik untuk berinvestasi maupun sebagai ladang untuk mendapatkan uang atau cuan. Tidak sedikit mereka yang kaya atau mendapat banyak keuntungan dari investasi ini, namun banyak juga yang kehilangan uang bahkan memiliki hutang akibat investasi ini. Oleh karena itu, pastikan Anda berhati-hati dan bisa membaca situasi, apalagi banyak perusahaan yang menjual beragam mata uang crypto.

Apalagi harga dari mata uang crypto saat ini semakin naik akibat permintaan yang tinggi, sehingga Anda bisa memilih mana mata uang yang sesuai dengan budget yang disediakan. Hal tersebut bertujuan agar saat harga turun, Anda tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar. Agar mendapat keuntungan yang besar, Anda harus bisa bersabar bahkan menunggu selama bertahun-tahun agar mata uang yang dijual bisa menghasilkan banyak keuntungan.

Konsep Awal Uang Kripto

Konsep awal mata uang kripto muncul pada tahun 1980an dan merujuk pada Moneycrashers. Ketika itu, terdapat seorang ilmuwan komputer dan matematikawan Amerika yakni David Chaum yang menemukan algoritma khusus sehingga menjadi dasar dari enkripsi website modern dan transfer mata uang elektronik saat ini.

Baca Juga:  Memilih Platform Exchange Crypto Terbaik Di Dunia

Chaum kemudian mengembangkan penemuannya hingga periode 1990an dan melahirkan mata uang digital yang bernama DigiCash. Namun sayang, inovasi tersebut gagal berkembang. Meski begitu penemuan David ini memiliki peran penting dalam pengembangan mata uang kripto selanjutnya. Hal ini menjadi dasar dari pelopor awal crypto di Indonesia.

Dua belas tahun kemudian, seorang insinyur perangkat lunak berpengalaman bernama Wei Dai menciptakan bmoney. Dengan diperkenalkannya The Balance, Bmoney memiliki konsep dan sistem yang lebih modern dan kompleks dibandingkan DigiCash. Sekali lagi, uang tidak dikembangkan dan tidak memiliki kesempatan untuk digunakan sebagai alat tukar.

Pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, perantara keuangan digital klasik, PayPal, muncul. Didirikan oleh Elon Musk, PayPal adalah bukti pembayaran untuk berbagai transaksi online. PayPal menjadi salah satu jembatan dalam bertransaksi secara digital, tidak hanya satu negara namun juga lintas negara. Banyak orang yang mulai beralih ke PayPal dan merasakan keuntungan yang didapatkan, apalagi untuk mencairkan keuntungan yang didapat.

Mulai dari PayPal hingga banyak perusahaan yang mengembangkan sistem crypto dan pencari crypto, mulai dari bermain game hingga melakukan beragam aktivitas lainnya. Oleh karena itu, manfaatkan hal ini dengan baik dengan membaca peluang hingga memiliki perkiraan yang sesuai. Banyak orang yang saat ini melepas pekerjaan formalnya dan memilih untuk bekerja secara santai dengan berinvestasi crypto atau menambang crypto, sehingga hal ini bisa menjadi opsi untuk Anda yang ingin mendapatkan keuntungan atau cuan yang lumayan banyak.

Crypto tidak hanya digunakan oleh tokoh dan selebritis dunia namun menyebar pada seluruh kalangan, bahkan beberapa negara mulai mengadaptasi mata uang ini dan digunakan sebagai sistem pembayaran mereka sebagai alat bertransaksi. Pelopor awal cryptocurrency di Indonesia perlu diwaspadai apalagi saat tidak semua orang belum mengerti cara menggunakan mata uang ini. Karena banyak diantara mereka yang mengalami kerugian hingga ekonomi yang menurun.

Baca Juga:  Cara Beli Crypto Di Tokocrypto

Perkembangan Cryptocurrency

Perkembangan Cryptocurrency mencapai titik terang pada tahun 2008. Tahun itu, Satoshi Nakamoto menerbitkan sebuah buku berjudul “Sistem Uang Elektronik Bitcoin Peer-to-Peer,” mengutip Forbes. Isi buku ini diposting oleh Satoshi di milis diskusi terenkripsi. Setahun kemudian, Satoshi merilis cryptocurrency pertama, yang disebut Bitcoin, ke publik. Satoshi menjadi berkembang untuk sebutan nama sistem yang ada di dalam bitcoin.

Rilis ini didukung oleh insinyur kripto. Pada tahun 2010, lebih banyak cryptocurrency muncul. Pertukaran Bitcoin pertama terjadi di tahun yang sama. Sejak tahun ini, harga cryptocurrency telah meningkat secara signifikan. Untuk alasan ini, banyak orang menambang cryptocurrency dengan persediaan terbatas.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir harga dari mata uang crypto jatuh karena peraturan pemerintah dan perlindungan hukum. Pelopor awal cryptocurrency di Indonesia, belum dianggap sebagai mata uang atau transaksi fiat. Beberapa pihak menganggap bahwa mata uang crypto haram dan belum memenuhi standar syariah dalam beberapa agama, seperti agama islam. Sehingga MUI (majelis ulama Indonesia) belum mengeluarkan fatwa halal.

Untuk itu, untuk Anda yang ingin berinvestasi pada mata uang crypto bisa mempertimbangkan beberapa hal. Baik dalam segi keuntungan maupun kekurangan. Investasi ini memang sangatlah menguntungkan, namun kekurangannya Anda bisa saja kehilangan sejumlah uang dalam satu malam. Sehingga berhati-hatilah dalam melakukan investasi dan pahami tips dan trik dalam membeli maupun menjual mata uang crypto.

Demikian penjelasan mengenai pelopor awal cryptocurrency di Indonesia yang bisa Anda pahami saat akan berinvestasi dan menggunakan crypto sebagai pendapatan utama.