Cara Budidaya Jangkrik Untuk Pemula, Pilihan Bisnis Terbaik

Budidaya jangkrik ternyata banyak dilakukan oleh sejumlah orang karena peluang keuntungan yang dihasilkan juga cukup menggiurkan. Seperti sudah diketahui, jangkrik sendiri menjadi salah satu hewan yang banyak dibudidaya karena untuk melakukannya cukup mudah dan praktis. Terlebih lagi, modal dan tempat yang harus disediakan juga tidak banyak.

Jangkrik sendiri merupakan salah satu hewan yang sering mengeluarkan suara ketika malam hari terutama di daerah pedesaan. Dan ternyata hewan inipun memiliki sejumlah manfaat lho salah satunya adalah digunakan sebagai pakan hewan lainnya mulai dari burung hingga ikan arwana.

Maka tidak heran jika semakin banyak orang tertarik untuk membudidayakan terlebih lagi menjadi salah satu komoditi yang cukup menjanjikan lho sama seperti dengan budidaya anggur. Jika anda merupakan seorang pemula dimana ingin memulai usaha diatas, maka perlu untuk menyimak ulasan berikut terlebih dahulu.

Cara Memulai Budidaya Jangkrik Untuk Pemula

Permintaan akan serangka satu ini memang tidak pernah mengalami penyurutan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pemilik burung, ikan ataupun reptile di rumah. Itulah sebabnya, membuka usaha inipun bisa memberikan peluang untuk mengumpulkan pundi-pundi uang.

Sebelum anda memutuskan untuk memulai usahanya, maka harus mengetahui karakteristik dari hewan mungil satu ini dimana ciri-cirinya adalah termasuk hewan herbivora, hidup di alam bebas dengan memakan daun-daunan, bisa diberi pakan sayuran apabila hidup di dalam lingkungan budidaya hingga menyukai tempat-tempat gelap.

Selain itu, jika anda tertarik membudidayakan hewan ini maka perlu menggunakan indukan yang benar-benar asli dari alam dengan kondisi tubuh tidak cacat. Dengan begitu maka akan membantu anda memperoleh jangkrki dengan kualitas yang bagus. Jangan lupa lakukan perawatan pada indukan secara maksimal juga.

Baca Juga:  Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Investasi

Untuk anda yang ingin memulai budidaya jangkrik ini maka sebenarnya caranya sangat mudah dilakukan. Berikut beberapa cara yang sudah kami rangkumkan untuk anda tersebut diantaranya adalah.

1. Tentukan Lokasi Terlebih Dahulu

Hal paling utama yang harus diperhatikan ketika ingin budidaya hewan ini adalah memperhatikan tempat tinggalnya terlebih dahulu. Pastikan melakukannya dengan tepat sekaligus cocok. Sebab apabila sampai salah dalam memilih lokasi maka bisa mengakibatkan gagal panen begitu saja.

Ada beberapa tempat yang sangat recommended digunakan buat budidaya hewan ini dimana lokasinya harus tenang, teduh dengan sirkulasi udara yang maksimal. Selain itu, usahakan tempatnya jauh dari sinar matahari karena jangkrik lebih suka dengan tempat gelap. Tidak hanya itu saja, pastikan tempatnya juga jauh dari predator sekaligus kendang ayam sehingga ternakan tidak terancam begitu saja.

2. Mulai Mempersiapkan Kandang

Sudah menentukan lokasi dimana akan melakukan budidaya tersebut? saatnya untuk melakukan persiapan kendangnya nanti. Kandang ini harus dibuat dengan matang agar proses budidayanya lebih optimal dengan baik. Karena jangkrik merupakan hewan malam hari, maka pastikan kendang harus diletakkan di tempat teduh dan gelap.

Jangan sampai sinar matahari dapat menganggu mereka ketika sedang tidur agar tidak mengganggu proses perkembangbiakan nantinya. Jika perlu, anda juga harus mengolesi kendang dengan lumpur sawah sehingga akan menciptakan habitat aslinya tersebut. Jangan lupa berikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun pepaya atau lainnya. Daun ini berguna untuk melindungi mereka agar tidak saling makan.

Untuk ukuran kandangnya sendiri sebenarnya tidak ada patokan tertentu sebab anda bisa membuatnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tetapi secara umum, kendang jangkrik mempunyai bentuk persegi dengan tinggi 50 cm x lebar 100 cm z Panjang 200 cm.

Baca Juga:  4 Cara Memulai Bisnis Online Gratis Lewat Hp

3. Pemilihan Bibit Jangkrik

Jika kendang sudah disiapkan, anda bisa langsung melanjutkan proses pemilihan bibitnya terlebih dahulu. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik yakni bibit harus sehat, tidak catat, dan mempunyai umur  10-20 hari.

Bukan hanya itu saja, sangat disarankan agar indukan berasal dari jangkrik yang ditangkap langsung melalui alam bebas. Sebab mereka mempunyai karakter daya tahan tubuh yang jauh lebih lengkap. Namun, jika anda kesulitan menemukannya maka indukan dari toko pakan bisa anda pilih.

Adapun cara membedakan apakah jangkrik tersebut jantan atau betina cukup mudah yakni dapat dilihat dari ekornya. Jangkrik jantan biasanya hanya mempunyai 2 helai ekor saja, sedangkan untuk betina berjumlah 3 helai.

4. Proses Pengawinan Jangkrik

Kami sarankan agar proses untuk mengawinkan jangkrik harus terpisah dengan proses pembesaran anaknya nanti. Selain itu, kondisi kendang sebaiknya harus dibuat mirip dengan habitatnya di alam. Jangkrik yang akan dikawinkan juga harus berasal dari spesies sama. Sebab apabila berbeda spesies maka prosesnya akan gagal.

Dalam proses pengawinan, ada baiknya memasukkan indukan betina sebanyak 10 dan jantan 2. Jangan lupa siapkan bak pasir atau tanah yang akan digunakan untuk tempat peneluran nanti. Tips selama masa kawin, jangan lupa berikan asupan pakan bernutrisi  dan cukup.

5. Proses Penanganan Telur Jangkrik

Telur jangkrik sendiri akan melewati proses penetasans etelah 7-10 hari terhitung sejak tanggal perkawinan. Maksimal 5 hari, telur tersebut bisa langsung dipisahkan dari induk betinanya. Hal ini agar menghindari induk memakan telurnya sendiri tersebut.

Cobalah pindahnya ke kendang penetesan sekaligus proses pembesaran nantinya. Jangan lupa proses penangannya juga harus baik dan jangan kasar. Nantinya setelah 4-6 hari, telur-telur tersebut bisa langsung menetas.

Proses Perawatan Jangkrik

Proses budidaya jangkrik berikutnya yang harus diperhatikan dengan baik adalah proses perawatannya nanti. Proses perawatan inilah harus diperhatikan dengan baik dengan mampu menghasilkan anakan hingga siap panen. Berikut ini beberapa hal yang harus anda perhatikan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Mas, Pemula Pun Bisa Mencoba

1. Pemberian  Pakan

Untuk pemberian pakannya sendiri bisa diberikan boor ataupun makanan ayam untuk jangkrik dengan usia 1-10 hari. Adapun voor tadi bisa berasal dari kacang kedelai, jagung kering ataupun beras merah. Di samping itu, anda juga bisa memberikan pakan berupa ubi, sayuran, hingga dedaunan. Sebaiknya berikan makanan secara selang seling.

2. Proses Pemeliharaan Kandang

Bukan hanya memberikan pakan yang baik saja, tetapi proses pemeliharaan kendang juga harus diperhatikan dengan baik. Kendang harus dirawat dengan baik sehingga jangkrik akan merasa tetap nyaman ketika hidup didalamnya. Selain itu, jangan lupa perhatikan kelembaban udara didalamnya.

3. Proses Pencegahan Hama Penyakit

Jangkrik memang sama seperti dengan hewan lainnya dimana dapat terserang hama ataupun penyakit. Itulah mengapa anda juga harus memperhatikan proses pencegahan hama penyakit tersebut. Biasanya penyakit disebabkan oleh jamur yang tubuh di daun sehingga pastikan selalu menggantinya. J

4. Proses Panen

Terakhir adalah proses panen dai jangkrik ini dimana juga sangat mudah dan praktis untuk dilakukan. Biasanya proses panen jangkrik akan dipanen ketika umurnya kurang lebih 30 hari terhitung dari telurnya mulai menetas.

Budidaya hewan satu ini akan memberikan keuntungan tersendiri karena keinginan akan pasar juga cukup tinggi sekaligus harganya relatif stabil. Itulah mengapa  segera lakukan budidaya jangkrik sekarang juga.