Tips Budidaya Tanaman Pangan Dan Proses Perawatannya Untuk Pemula

Melakukan budidaya tanaman pangan banyak dilakukan para petani di Tanah Air terutama yang tinggal di daerah pedesaan. Hal tersebut bukan tanpa alasan karena tanaman pangan menjadi sumber makanan penting untuk manusia. Itulah mengapa proses budidayanya harus dilakukan dan dilestarikan.

Bukan hanya digunakan buat memenuhi kebutuhan pangan saja, tetapi kegiatan budidaya ini ternyata mampu memberikan peluang bisnis dengan keuntungan cukup besar. Terlebih lagi, keberadaan tanaman inipun selalu mengalami permintaan pasar cukup stabil. Bahkan beberapa jenis tanaman pangan akan mengalami peningkatan permintaan pada hari-hari tertentu.

Tidak hanya itu saja, dengan melakukan budidaya inilah ternyata akan penting untuk menjaga kestabilan dari harga komoditi pangan yang ada pasar daerah. Sebab pangan yang berasal dari luar daerah biasanya mempunyai harga relatif tinggi karena daerah bersangkutan tidak bisa menghasilkan produk tersebut.

Proses Budidaya Tanaman Pangan

Selain, budidaya pisang 40 hari yang banyak dicari oleh masyarakat ternyata cara melakukan budidaya  tanaman untuk pangan inipun ternyata juga cukup penting. Hal ini juga dikarenakan tanaman pangan mempunyai kandungan nutrisi yang dibutuhkan seperti protein hingga karbohidrat. Selain itu juga dapat digunakan sebagai makanan utama pembangkit energi.

Saat ini, ada beberapa pilihan tanaman pangan tersebut mulai dari sayuran, biji-bijian, umbi-umbian, buah-buahan hingga kacang-kacangan. Dengan adanya permintaan pasar yang selalu meningkat itulah, membuat banyak orang akhirnya terjun untuk budidaya tanaman pangan tersebut.

Untuk melakukan budidaya tanaman pangan sebenarnya gampang-gampang susah. Tetapi anda tidak perlu khawatir karena dengan Teknik berikut inilah, dijamin kegiatan budidaya mulai dari tahap awal hingga siap panen bisa dilakukan dengan maksimal.

Baca Juga:  Cara Budidaya Tanaman Hias Dan Merawatnya

1. Persiapan Lahan

Hal paling penting yang harus diperhatikan sebelum proses budidaya adalah persiapan lahan. Pengelolaan lahar harus tepat karena akan berpengaruh terhadap kualitas hasil  dari budidaya tanaman pangan tersebut. Lahan yang dibutuhkan sendiri mempunyai karakter sama seperti jagung manis.

Tetapi ada beberapa standar lahan yang bisa anda gunakan seperti lahan harus terbebas dari pencemaran limbah, dibajak dan dicangkul dahulu agar gembul, setelah dibajak maka bisa menambahkan pupuk. Nah, lahan yang sudah dipupuk itulah bisa langsung disiapkan dengan cara manual ataupun menggunakan mesin.

2. Proses Pemilihan Bibit dan Penanaman

Jika lahan sudah disiapkan dengan baik diatas, maka langkah berikutnya adalah proses pembibitan dan penanaman. Umumnya, benih dari tanaman pangan akan ditanam langsung tanpa perlu melewati proses penyemaian terlebih dahulu kecuali tanaman padi.

Dalam pemilihan bibit sebaiknya juga harus diperhatikan dengan baik. Sebaiknya pilihlah bibit yang mempunyai kualitas unggulan. Kemudian jangan lupa gunakan Teknik pelubangan pada tanah. Untuk ukuran lubang sendiri bisa disesuaikan dengan jenis benih yang akan ditanah tersebut.

Dalam penanaman, anda harus memperhatikan jarak tanam, kebutuhan benih per lahan hingga keberagaman tanaman. Saat budidaya tanaman pangan, Jangan lupa agar selalu memberikan perlakuan yang baik pada tanaman tersebut. Pastikan juga memperhatikan musim tanam sesuai dengan jadwal tanam dalam dunia pertanian.

3. Proses Pemupukan Tanaman

Dalam budidaya apapun termasuk tanaman pangan, pemberian pupuk ini menjadi hal yang sangat penting. sebab pupuk berguna sebagai sumber nutrisi bagi tanaman tersebut. Setelah benihnya telah ditanam, maka  proses berikutnya adalah dengan pemberian pupuk.

Pupuk harus diberikan secara bertahap dan sesuai dengan porsinya. Perhatikan jenis, dosis hingga waktu dari pemupukannya dengan baik. Berikut beberapa ketentuan dalam pemberian pupuk tersebut:

1. Harus dilakukan di waktu yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman sekaligus kondisi lahan

Baca Juga:  Gaji PT Yupi Indo Jelly Gum Terbaru 2022

2. Takaran harus sesuai dengan yang dianjurkan dimana jangan terlalu banyak ataupun sedikit

3. Jenis pupuk harus disesuaikan dengan tanamannya.

Proses Perawatan Tanaman Pangan

Jika tahap diatas sudah dilakukan, maka anda juga harus memperhatikan bagaimanakah proses perawatannya. Proses perawatan inipun ternyata juga cukup penting karena akan menentukan hasilnya nanti. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses perawatan mulai  dari penyiraman, pemupukan hingga pengendalian hama tersebut. untuk lebih jelasnya, simak panduannya berikut.

1. Proses Penyiraman, Pemupukan, Penyulaman dan Pembumbunan

Dalam kegiatan perawatan tanaman, maka anda harus melakukan penyiraman dimana bertujuan buat mempertahankan kelembaban tanah. Tanah yang lembab itulah sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman pangan tersebut.

Selanjutnya adalah pemupukan dimana bertujuan agar pertumbuhan tanaman bisa lebih maksimal. Sedangkan penyulaman merupakan kegiatan pembuangan benih dimana sudah tidak tumbuh lagi. Untuk pembumbunan merupakan kegiatan menutup pangkal batang dengan menggunakan tanah.

Namun perlu diingat juga anda harus menyesuaikan perawatannya dengan jenis tanaman pangan tersebut sehingga bisa tumbuh maksimal. Jangan lupa lindungi tanaman agar terhindar dari gangguan ternak ataupun hama

2. Proses Pengendalian Hama

Jenis tanaman apapun ternyata selalu ada hama yang bersarang termasuk tanaman pangan. Itulah sebabnya melakukan pengendalian harus dilakukan secara rutin baik menggunakan cara manual ataupun pestisida. Namun jika anda akan menggunakan pestisida maka terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari jenis, tepat mutu, dosis hingga waktu pemberiannya.

Tips Budidaya Tanaman Pangan

Berikut ini beberapa tips yang harus anda perhatikan jika ingin menggunakan pestisida tersebut

1. Proses penggunaan pestisida dianjurkan agar dilakukan seminimal mungkin. Atau jangan pernah meninggalkan residu ataupun bahan kimia.

2. Dianjurkan menggunakan pestisida hayati karena jenis ini jauh lebih mudah untuk terurai sekaligus tidak akan meninggalkan residu di dalamnya.

Baca Juga:  Gaji PT Wilmar Gresik Terbaru 2022

Proses Panen dan Pasca Panen

Langkah berikutnya yang harus diperhatikan adalah standar panen dan perawatan setelah panen tersebut. Adapun standar panen harus diperhatikan dengan baik agar hasilnya bisa maksimal dengan kualitas yang tinggi pula. Untuk lebih jelasnya, kami sudah menyiapkan ulasan pentingnya untuk anda.

1. Proses Panen

Hal yang paling penting diperhatikan sebelum memulai proses panen yakni memperhatikan umur sekaligus waktunya harus tepat. Ini agar anda bisa mendapatkan hasil jauh lebih optimal. Sebaiknya para petani juga harus menggunakan standar pemanenan yang ada.

Jangan lupa gunakan cara memanah yang tepat atau sesuai dengan jenis tanamannya. Sebab biasanya masing-masing tanaman pangan mempunyai waktu dan cara panen berbeda-beda. Dengan cara yang tepat maka bisa menjaga hasil agar tetap segar, berkualitas hingga terhindar dari kerusakan.

2. Proses Perawatan Setelah Panen

Ketika tanaman padi sudah dipanen, maka hasil dari panen harus disimpan di tempat yang tepat. Untuk anda yang menanam tanaman yang membutuhkan penggilingan seperti jagung dan padi, maka prosesnya dapat dilakukan dengan manual ataupun mesin pertanian.

Sedangkan agar anda bisa melakukan proses budidaya tanaman lainnya, maka harus melakukan pengolahan lahan, penanaman, perawatan dan panen seperti dengan cara diatas. untuk proses pengolahan, cobalah gunakan alat dan mesin pertanian yang cepat.

Dari sekian banyaknya budidaya tanaman, maka budidayatanaman pangan diatas banyak dilakukan oleh masyarakat karena beberapa keuntungan yang bisa didapatkan.

Sudah siap untuk budidaya tanaman pangan dengan menggunakan cara diatas?