Tips Sukses Budidaya Ikan Koi

Cyprinus rubrofuscus atau ikan Koi banyak jenisnya. Ada kohaku, dan taisho sanke, serta showa sanshoku, dan shiro, juga utsuri, dan shusui, juga asagi, serta goromo, dan goshiki, lalu bekko, dan tancho, dan kinginrin, serta kawarimono dan lain sebagainya. Ikan Koi termasuk jenis ikan yang tidak agresif dan pemakan segalanya atau omnivora. Dulu di Jepang ikan Koi merupakan ikan konsumsi yang dimakan, seperti ikan Mas, namun karena keindahannya lalu banyak yang memeliharanya sebagai ikan hias.  Ikan hias air tawar warna warni asal Jepang ini memang menarik dan mendatangkan keuntungan jika dibudidayakan. Cara budidaya ikan koi cukup murah dan mudah. Hanya perlu modal sekitar 10 juta Rupiah sudah bisa. Namun perlu diperhatikan tips budidaya ikan Koi berikut ini agar sukses

Pentingnya Pilih Indukan yang Berkualitas

Kualitas Indukan sangat menentukan jika ingin budidaya ikan koi. Jika kesulitan untuk mendapatkannya maka bisa meminjamnya dari pemilik ikan koi yang berkualitas. Berikut ciri-ciri ikan koi yang berkualitas itu.

  • Indukan jantan serta indukan betina sudah sama-sama matang untuk dikawinkan
  • Telah mencapai usia 2 tahun lebih.
  • Jenis ikan koi yang dipelihara sama atau setidaknya mendekati. Contohnya koi kohaku dengan koi kohaku
  • Bentuk tubuhnya ideal serta memiliki lekukan yang kalau dilihat dari atas, maka mirip dengan torpedo
  • Gaya berenangnya normal, cukup tenang dan stabil serta seimbang, yakni tidak terlalu lambat namun juga  tidak terlalu cepat.
  • Warnanya cemerlang serta kontras. Ikan koi ada yang satu warna, dan kombinasi dua warna, serta kombinasi tiga warna, dan multi warna.
  • Gerakannya gesit dan tidak diam saja di dasar kolam
  • Pisahkan indukan betina dengan indukan jantan pada kolam yang berbeda. Ketika mau dikawinkan baru disatukan. Hal ini untuk pemberokan atau memberi waktu puasa sebelum dikawinkan lagi.

Kolam Untuk Budidaya Ikan Koi

Jenis kolam yang digunakan bisa berupa

kolam tanah, atau kolam terpal, atau kolam beton atau bisa juga di aquarium. Hasil maksimal bisa diperoleh jika menggunakan kolam plesteran yang mendapat sinar matahari cukup dan memiliki saluran air yang terjaga. Jangan lupa memasang saringan halus supaya anakan ikan koi tidak  hanyut bersamaan dengan arus air yang keluar. Cara budidaya ikan koi di kolam tanah atau budidaya ikan koi di kolam beton, atau jenis kolam lainnya idealnya memiliki ukuran minimal  3 meter hingga 6 meter dengan tingkat kedalaman sekitar 60 cm serta memiliki ketinggian air sekitar 40 cm. Apapun jenisnya, baik itu budidaya ikan koi di kolam terpal atau cara budidaya ikan koi di aquarium atau budidaya ikan koi di beton dan lain sebagainya maka kolam baru yang hendak dipakai harus dibiarkan benar-benar kering terlebih dahulu selama beberapa hari sebelum diisi oleh air, lalu dibiarkan lagi selama beberapa hari lagi setelah diisi air, dengan tetap dijaga kebersihannya baru diisi ikan koi peliharaan. Hal ini dimaksudkan guna menghindari cemaran dari bahan-bahan kimia dan mencapai ph air yang ideal. Sediakan juga kakaban sebagai wadah guna meletakan telur-telur ikan koi nya nanti.

Tahap Pemijahan

Tahap pemijahan ini sangat krusial. Guna meminimalisir kegagalannya, maka sebaiknya sediakan indukan pejantan lebih dari satu. Hal ini untuk menghindari kegagalan pemijahan jika salah satu indukan pejantan dalam kondisi yang sedang tidak sehat. Idealnya bisa siapkan indukan indukan jantan sebanyak 3 ekor sampai 5 ekor. Masukkan dulu induk betina ke kolam pemijahan, waktu yang tepat untuk memasukan indukan betina ke dalam kolam pemijahan ialah sekitar jam 4 sore. Lalu sesudah menunggu 3 jam sampai 5 jam, barulah bisa mulai dimasukkan indukan jantannya.

Selalu Jaga Kualitas Air

Cara budidaya ikan koi di kolam terpal dan di kolam tanah atau beton maupun di akuarium sama-sama memerlukan kualitas air yang bagus, yakni air yang jernih dan bersih serta dalam kadar ph serta suhu yang ideal. Pada kolam beton yang baru bisa rendam batang pisang guna menetralkan air kolam dari bau dan cemaran zat kimia yang ada. Suhu ideal air kolam ikan ialah 20°C hingga 25°C. Bisa gunakan pemanas air untuk menaikkan suhu dan bisa alirkan air guna menurunkan suhunya. Sedangkan kadar PH ideal untuk kolam ikan koi ialah sebesar pH 6,5 hingga 8,0, meski ikan koi bisa bertahan hidup dalam kondisi  air yang bernilai pH sebesar 7,0 hingga 8,5.

Keseimbangan pH air ialah ukuran tingkat keasaman atau basa suatu kandungan air.  PH ialah singkatan dari Potensial Hidrogen, yaitu kemampuan zat dalam menarik ion hidrogen. Kadar pH air pada kolam ikan menjadi pemicu utama bisa membuat ikan koi jadi mudah terserang penyakit. Apabila air kolam terlalu basa, maka akan mudah tumbuh jamur dan kerak juga cenderung membuat air jadi keruh dan ikan Koi menyendiri, terganggu pandangannya dan stress lalu mati. Sedangkan jika air kolam terlalu asam, maka ikan koi menjadi tidak aktif dan iritasi, terluka kulitnya lalu stres dan mati. Indikator keseimbangan pH dimulai dari skala 0 hingga 14, dengan skala 0 yang menunjukan kadar paling asam dan skala 14 yang menunjukkan kadar paling basa. Makin asam kandungan airnya maka makin rendah kandungan pH airnya.

Cara menurunkan pH air secara alami bisa dengan lemon atau cuka atau  batang dan daun pepaya atau rebusan batang ketapang guna menghilangkan tanin di daun ketapang yang bisa menimbulkan warna kuning. Sedangkan jika pH air di bawah 6,5 atau bersifat asam maka dapat diatasi dengan soda ash atau secara alami yaitu dengan membuat saringan yang terdiri dari pecahan koral serta pecahan kulit kerang yang dicampur dengan potongan batu kapur di saluran aerasi kolamnya. Selain itu, juga bisa gunakan batu kapur yang diletakkan di dasar kolam. Gunakan batu kapur yang masih dalam bentuk bongkahan, yang tidak mudah menyusut jadi bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain batu kapur, maka dapat gunakan juga batu karang pantai. Makin banyak batu yang direndam di dasar kolam tersebut, maka proses kenaikan pH nya akan bisa makin cepat. Jangan beri pakan ikan terlalu banyak agar air tidak jadi keruh akibat sisa makanan. Lalu guna menjaga kualitas air maka bisa ganti air kolam sekitar 10% nya setidaknya sepekan sekali. Perlu diingat agar jangan pernah mengganti air kolam secara keseluruhannya sebab ikan perlu waktu untuk beradaptasi dengan kondisi air yang baru, yang bisa membuat ikan jadi stres. Kondisi air juga dapat mempengaruhi warna koi sampai 20% nya, yang bisa menurunkan harga pasarnya.

Batasi Jumlah Ikan dalam Kolam

Hal ini karena ikan koi perlu ruang gerak yang cukup lega guna bertumbuh.

Selain budidaya ikan koi, melakukan budidaya ikan mas yang masih satu keluarga, juga menguntungkan. Cara pemeliharaannya juga mirip.