Peluang Bisnis Budidaya Kutu Air

Umumnya kutu air merupakan hewan pengganggu bagi manusia karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Namun hal ini banyak dimanfaatkan bagi Sebagian orang yang paham akan manfaat kutu air. Salah satunya adalah untuk pakan ikan hias.

Saat ini pecinta ikan hias terus bertambah oleh karena itu potensi untuk mengembangbiakan kutu air menjadi momen yang tepat untuk meraup keuntungan dari hewan ini. Karena peluang bisnis kutu air hampir sama halnya dengan peluang budidaya ikan hias.

Kutu air merupakan hewan yang hidup di air tawar dengan ukuran yang sangat kecil. Oleh karena itu kutu air disebut dengan hewan dalam kategori zooplankton. Kutu air bukanlah serangga, warna hewan ini biasanya kemerahan atau kehijauan yang terdapat pada air.

Kutu air terdiri dari beberapa jenis, sedangkan jenis kutu air yang dapat menjadi pakan ikan hias adalah kutu air jenis moina, daphnia, dan chydorus. Ukuran kutu air moina mencapai 1,8 milimeter jika dibiarkan 1 hari dalam air, sedangkan ukuran kutu air daphnia 0,2-0,5 milimeter dan memiliki tubuh yang transparan. Sedangkan ukuran kutu air jenis chydorus 0,3 milimeter dengan bentuk tubuh tidak memiliki kaki dan antena namun hanya menggunakan bulu di badannya untuk menggerakan tubuhnya.

Kutu air diklaim lebih aman untuk menjadi pakan ikan hias daripada pakan yang terbuat dari pabrik. hal ini karena kutu air lebih fresh dan menyehatkan karena tidak perlu ada bahan tambahan lainnya.

Adapun alasan mengapa 3 jenis kutu air saja yang dapat dijadikan pakan ikan hias adalah karena ke 3 kutu tersebut mudah ditemukan di perairan Indonesia. Selain hal ini kutu air jenis ini mudah untuk dibudidayakan. Ke 3 jenis kutu air  tersebut terbukti dapat menambah asupan protein ikan hias tanpa adanya efek samping.

Cara Budidayakan Kutu Air

Setelah mengenal apa manfaat kutu air, lantas bagaimana cara membudidayakan kutu air?

Pada umumnya kutu air merupakan hewan sejenis plankton, mereka kebanyakan  hidup dalam kelompok besar di dalam tangki atau bahkan ember. Oleh karena itu membudidayakan kutu air akan lebih mudah dan bisa menjadi peluang bisnis.

Berikut langkah-langkah untuk membudidayakan kutu air

1. Mempersiapkan wadah

Pada umumnya kutu air merupakan makhluk hidup yang tinggal dalam air tawar yang memiliki kedalam air rendah. Oleh karena itu anda bisa menyiapkan wadah untuk kutu air baik kecil maupun besar dengan kedalaman atau ketinggian yang rendah.

Hal ini karena kutu air yang berusia muda akan lebih sering mudah ditemukan di permukaan air yang tidak begitu curam. Selain menyiapkan wadah yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu terpenuhi air, untuk menjaga ekosistem lingkungan kutu air wada juga harus diberikan beberapa tumbuh-tumbuhan air seperti alga dan sebagainya.

Wadah terbaik untuk budidayakan kutu air adalah wadah yang outdoor atau yang terkena sinar matahari. Dengan menambahkan beberapa tanaman dan meletakan wadah dengan sumber cahaya matahari maka pertumbuhan kutu air akan terbantu karena disesuaikan dengan ekosistem kutu air hidup.

Anda bisa menggunakan kolam terpal, akuarium atau kolam tanah namun agar tidak mudah mati lebih baik anda menaruhnya di kolam tanah.

2. Menebarkan Kapur

Sebelum anda meletakan kutu air dalam wadah sebaiknya anda taburi kapur selama 1-3 hari dalam wadah tersebut. Upayakan berikan dosis kapur sebesar 1-2 Kg/m2 Tujuan diterapkannya kapur adalah untuk menetralkan pH tanah dan menekan patogen.

3. Memberikan pupuk kendang

Setelah menaburkan kapur ke kolam anda perlu memberikan pupuk kandang untuk budidaya kutu air sebelum diisikan ke wadah. Dosis pupuk yang dimasukan adalah 2 kg/m2 dan diamkan selama 3 hari. Tujuan in adalah agar tumbuhnya plankton untuk pakan kutu air.

4. Isikan wadah dengan air

Setelah pemberian pupuk selama 3 hari, isi wadah dengan ketinggian air 30 cm dan diamkan selama 3-5 hari sampai menjadi keruh dan coklat. Warna keruh ini berarti menandakan bahwa plankton sudah berkembang dengan pesat. setelah itu isis air setinggi 50 cm.

5. Tebar bibit kutu air

Pada umumnya anda bisa mencari bibit kutu air secara sendiri dengan meletakan sayuran pada air yang sudah diberi wadah. Anda bisa meletakan sayuran kola, ampas kedelai, atau campuran air dan susu yang dimasukan kedalam air.

Simpan sayuran tersebut selama seminggu dalam air, setelah satu minggu makan kotoran dari sayur tersebut akan turun ke dasar wadah. Dari kotoran yang turun kek dasar wadahlah bibit kutu air sudah mulai bermunculan. Selain dengan cara ini anda juga bisa membelinya di toko ikan baik offline maupun online.

Perhatikan kolam selama 1 minggu apabila kolam mulai berwarna kemerahan berarti anda sukses mengembang biakan kutu air.

Cara Memanen Kutu Air

Cara memanen kutu air sebetulnya sangat mudah dan sederhana, pasalnya anda hanya perlu membutuhkan jaring dengan kerapatan  yang padat dan memiliki lebar yang luas untuk mengangkat kutu air dari wadah.

Kutu air pada umumnya terdapat pada permukaan air oleh karena itu dalam memanen kutu air, anda harus berhati-hati dan pelan-pelan. Karena pada wadah kutu air terdapat kotoran maka sebaiknya anda jangan membuat Gerakan secara tiba-tiba dan kasar untuk menghindari kotoran naik ke permukaan dan air menjadi sangat keruh.

Kutu air biasanya berwarna merah dan kecoklatan apabila anda bisa mengambil dengan berhati-hati maka anda bisa melihatnya secara jelas.

Pertumbuhan kutu air sangat cepat dan mudah, jadi anda tidak perlu khawatir akan ekosistem kutu air sebagai pakan ikan hias.

Setelah anda mengetahui bagaimana cara budidaya kutu air dan bagaimana cara memanen lantas bagaimana caranya agar budidaya kutu air berjalan dengan baik?

Berikut beberapa tips yang perlu anda perhatikan dalam membudidayakan kutu air.

Tips Budidaya Kutu air dengan baik dan benar

Tips ini perlu anda aplikasikan agar budidaya kutu air berjalan dengan baik dan benar, berikut tipsnya

1. Menjaga suhu kutu air

Umumnya kutu air dapat hidup di air yang bersuhu sekitar 20 derajat Celcius. tanaman air bisa anda tambahkan untuk menjaga ekosistem kutu air agar tetap hidup. Misalnya wonderwall, dan duckweed untuk menjaga kandungan mineral air dan bersifat sebagai dechlorinator. Hal ini tentunya sangat penting karena kutu air akan mati akibat kandungan klorin

2. Mengganti air

Anda Bisa mengganti air sebulan sekali, dan akan lebih baik jika air pengantin berasal dari kolam ikan yang anda miliki. untuk menggantinya dapat anda lakukan dengan cara berhati-hati

3. Membuat aerasi

Aerasi sangat penting untuk tumbuh kembang kutu air karena hal ini sesuai dengan ekosistem alam liar yang umumnya dialami oleh kutu air.

Cara memberi makan kutu air

Untuk memberi makan kutu air cukup mudah karena anda hanya memberikan makanan kepada kutu air yang terbuat dari tepung ragi yang dicampurkan dengan sedikit air. Namun pada umumnya kutu air memakan flora alga, dan bakteri atau kutu air yang lebih kecil dari ukurannya.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai potensi budidaya kutu air mulai dari carapembeliharaanya hingga cara memberikan makan.

Artikel Terkait