Belajar Investasi Untuk Pemula Tidak Sulit 

Belajar Investasi Untuk Pemula – Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi, belajar investasi untuk pemula jadi semakin mudah. Semakin meningkatnya ekonomi serta kesejahteraan masyarakat, membuka mata mereka tentang pentingnya investasi sejak dini.

Ngomong-ngomong soal investasi itu ada banyak sekali jenisnya. Mulai dari investasi emas, investasi pasar modal, investasi pasar uang, tabungan pribadi, investasi properti, investasi tanah, dan masih banyak lagi. Setiap jenis investasi memiliki nilai plus dan minus sendiri-sendiri. 

Sebelum memilih dan melakukan investasi, sebaiknya cari informasi sebanyak-banyaknya supaya bisa menentukan jenis investasi terbaik untuk masa depan Anda. 

Belajar Investasi Untuk Pemula 

Investasi merupakan salah satu cara melipat gandakan uang. Investasi bisa dimulai dengan modal yang kecil, beberapa instrumen bahkan bisa dimulai dari modal puluhan ribu saja. 

Enaknya jadi investor adalah, Anda tetap bisa dapat uang walaupun lagi enak tidur di rumah. Bayangkan saja, jika Anda berinvestasi emas sekarang, misal 1 gram sejarah Rp 955.000, 10 tahun kemudian harga emas bisa naik 10%, keuntungan dari selisih harga kan cukup lumayan. 

Investasi harus dilakukan sejak dini, tidak ada kata telat untuk investasi, selama ada niat, tekad, dan uang, siapapun bisa berinvestasi. Belajar investasi untuk pemula bisa dimulai dengan menanamkan modal pada instrumen investasi yang memiliki resiko rendah. 

Investasi pada instrumen yang minim resiko dan juga minim modal sebagai awal, bertujuan supaya kerugian yang mungkin akan timbul tidak terlalu besar. Namanya masih pemula pasti sering mengalami kegagalan, bahkan investor yang sudah pro sekalipun tidak selalu mulus dan berhasil. 

Jenis – Jenis Investasi 

Investasi itu ada banyak sekali jenisnya, nah buat pemula biar gak bingung penulis kasih tau beberapa ringkasannya ya, jangan lupa disimak baik-baik. 

1. Tabungan pribadi

Tabungan merupakan salah satu jenis investasi yang paling dasar. Tabungan ini nantinya bisa menjadi modal untuk ditempatkan pada instrumen investasi yang lebih menguntungkan, sebab tabungan pribadi biasanya tidak bisa melipat gandakan uang yang dimiliki, hanya bertambah nominal jika Anda rajin menabung. 

2. Deposito

Bunga deposito jauh lebih besar sekitar 2,5% – 5% per tahun sangat jauh jika dibanding tabungan biasa. Walau demikian, uang yang diinvestasikan dalam bentuk deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu. 

Ada tanggal jatuh tempo yang harus ditaati nasabah. Jika sebelum tanggal jatuh tempo, nasabah menginginkan uangnya cair bisa dikenakan denda atau penalti. 

3. Emas

Emas merupakan logam mulia yang sangat populer dijadikan sebagai alat investasi. Alasannya sederhana, karena harga emas cenderung stabil, mudah dicairkan, dan bisa digunakan sebagai investasi jangka panjang. 

Keuntungan dari investasi emas bisa didapat dari selisih harga jual dengan harga beli. Oleh sebab itu Anda harus jenis dan sering-sering cari info seputar perkembangan dan perubahan harga emas di pasaran. 

4. Reksadana

Reksadana adalah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, kemudian dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan pada instrumen investasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan untuk investor. 

Reksadana bisa jadi pilihan investasi bagi pemula, sebab tidak dibutuhkan pengalaman yang banyak, selain itu reksadana memiliki resiko yang rendah dan bisa dimulai dengan modal yang kecil. Anda cukup duduk manis di rumah, setiap bulan menerima laporan dari manajer investasi terkait perkembangan dana yang Anda tanam. 

5. Obligasi

Obligasi merupakan surat utang, dimana pemegangnya bisa mendapatkan keuntungan tetap dari bunga yang diberikan. Kepemilikan obligasi bisa dipindahtangankan dan pemilik barunya tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendapatan bunga tetap serta pelunasan utang ketika jatuh tempo. 

6. Surat berharga negara

Surat berharga ini merupakan surat yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah, cocok dipilih sebagai investasi jangka menengah, berbeda dengan obligasi, dana yang dinamakan pada SBN biasanya digunakan untuk kepentingan negara, seperti membangun infrastruktur dan memperbaiki sistem. 

7. Sertifikat Bank Indonesia

SBI dikeluarkan oleh bank Indonesia dalam bentuk surat utang, dengan cara menarik modal dari masyarakat. Investor mendapatkan keuntungan dari bunga yang diberikan. Investasi jenis ini memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun. Tujuan SBI adalah untuk mengontrol jumlah uang yang beredar di masyarakat sekaligus mengontrol laju inflasi. 

8. Saham

Saham merupakan salah satu instrumen yang paling populer dengan resiko paling tinggi, namun keuntungan yang didapat juga tinggi. Bahkan jika saham yang dimiliki mengalami penguatan, keuntungan yang bisa didapat investor bisa berkali-kali lipat, tapi kalau saham melemah dan nilainya jatuh, kerugian yang ditanggung pun tidak sedikit. 

Keuntungan yang didapat dari saham bisa berasal dari dividen, yaitu keuntungan yang dibagikan dari penghasilan perusahaan, atau bisa juga dari capital gain yaitu selisih harga jual saham dengan harga beli.

Tips Belajar Investasi Untuk Pemula 

Biasanya pemula masih ragu dan bingung darimana harus mulai investasi, oleh sebab itu penulis kasih beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda. 

1. Tujuan tujuan investasi

Tujuan merupakan dasar dari melakukan sesuatu, dengan memiliki tujuan, investasi Anda bisa menjadi lebih terarah. Tujuan ini yang nantinya akan menentukan jenis investasi, jangka waktu yang dibutuhkan, jumlah dana yang harus disiapkan, dan lain sebagainya. Jadi tentukan tujuan Anda secara jelas. 

2. Cari tahu profil risiko

Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda. Investor wajib tau dirinya termasuk profil risiko yang mana, supaya bisa menentukan instrumen investasi yang tepat. 

Profil risiko dibagi menjadi 3 yaitu : 

  • Konservatif :  takut berspekulasi dan cenderung memilih investasi resiko rendah dengan return yang kecil. Jenis investasi yang cocok seperti emas, reksadana pasar uang, dan deposito. 
  • Moderat : lebih berani dalam berspekulasi namun masih hati-hati dan penuh pertimbangan. Jenis investasi yang cocok misalnya reksadana campuran dengan resiko yang lebih tinggi dengan return yang lebih besar. 
  • Agresif : cenderung memiliki ambisi yang besar dan tertarik dengan tantangan. Tipe ini biasanya menyukai investasi dengan resiko tinggi namun return yang didapat bisa sangat besar. Misalnya saham. 

3. Memilih platform investasi yang tepat

Investasi bisa dilakukan dengan 2 cara, jatuh secara langsung maupun tidak langsung. 

Secara langsung bisa dilakukan dengan membeli instrumen investasi pada perusahaan sekuritas, manajer investasi, maupun bank yang menjual portofolionya efek. Memilih platform tidak boleh dilakukan sembarangan dan terburu-buru, karena saat ini banyak sekali investasi bodong berujung penipuan. 

Tidak langsung bisa dilakukan secara online. Saat ini banyak sekali situs dan juga aplikasi yang menyediakan portofolio investasi berbagai jenis. Mulai dari reksadana sampai saham. Saat memilih aplikasi sebaiknya yang sudah terdaftar dengan OJK. 

4. Siapkan dana

Investasi itu butuh uang, jadi sebelum investasi usahakan untuk menyisihkan pendapatan Anda setiap bulan. Idealnya besar pendapatan yang digunakan untuk investasi sebesar 10% dari penghasilan tiap bulan. 

Tapi target 10% bisa tercapai jika kebutuhan sehari-hari Anda sudah terpenuhi. Jangan sampai investasi yang dilakukan justru mengacaukan kehidupan Anda. 

5. Konsisten

Tanam modal investasi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Bisanya menanam modal dilakukan setiap sebulan sekali dengan jumlah yang sama atau lebih banyak. Oleh sebab itu konsisten sangat dibutuhkan, jika tidak rencana investasi Anda bisa berantakan. 

Belajar investasi untuk pemula tidak ada kata terlambat. Apalagi saat ini kesempatan belajar terbuka lebar. Anda bisa mengikuti kelas yang diadakan perusahaan sekuritas atau mencari informasi lewat internet. Semoga informasi di atas dapat membantu, sekian dan terimakasih. 

 

Artikel Terkait