Tips Memilih Saham Untuk Jangka Panjang

Saham Untuk Jangka Panjang – Belakangan ini investasi saham sangat banyak diminati oleh banyak investor yang ingin menambah penghasilan. Investasi saham yang bagus untuk jangka waktu panjang adalah memiliki fundamental yang bagus dengan pasar yang besar. Namun, investasi saham untuk jangka panjang memang bukanlah perkara yang mudah, sudah pasti ada resiko yang bisa saja terjadi. Sebelum terjun ke dunia investasi, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu tips sukses berinvestasi untuk jangka panjang.

Tujuannya, untuk meminimalisir kerugian yang kemungkinan bisa terjadi. Jika Anda minat melakukan investasi jangka panjang, Anda perlu perencanaan yang matang saat ingin melakukan investasi terkait sahamnya yang bersifat jelas dan solid seperti saham komoditas maupun perusahaan sekuritas dalam investasi tersebut. Jika Anda sudah berniat ingin beli saham untuk jangka panjang, pastikan saham tersebut memiliki fundamental yang bagus. Artinya, memiliki berbagai sektor mulai dari pertambangan, konsumsi, sampai perbankan.

Beberapa perusahaan besar masih berada dalam tahap zona merah akan tetapi mempunyai peluang yang terus meningkat untuk prospek jangka panjang. Dalam jangka panjang inilah, Anda bisa menikmati kelemahan harga saham dalam pembelian big caps. Berikut ini tips memilih saham untuk jangka panjang yang perlu Anda ketahui:

1. Teliti terhadap market cap perusahaan investasi

Langkah awal yang harus Anda lakukan dalam memilih saham untuk jangka panjang adalah menganalisis market cap perusahaan sekuritas dengan teliti. Dalam kapitalisasi skala pasar, Anda bisa mengindikasi seberapa besar ukuran dari perusahaan termasuk persentase dari para pemegang sahamnya. Perusahaan investasi yang mempunyai nilai kapitalisasi pasar yang besar biasanya termasuk perusahaan yang bonafit nya sehat atau perusahaan tersebut berada dibawah naungan BUMN atau negara. Dilihat dari pendapatannya yang stabil dan nilainya cukup besar. Belum lagi jika ada ditambahkan dana dari para investor, tentunya posisi Anda aman termasuk investasi yang Anda ikuti.

Baca Juga:  Pengertian Singkat Saham Dan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

2. Analisis pendapatan dan laba perusahaan sekuritas

Selanjutnya, Anda bisa menganalisis pendapatan dan laba perusahaan selama 1 tahun sebelumnya dan juga tahun yang berjalan. Termasuk laporan berkenaan dengan laba dan rugi yang bisa Anda bandingkan, mana yang lebih besar diantara keduanya.. Berdasarkan data yang bisa Anda dapatkan di internet, Anda akan melihat perkembangan dari perusahaan tersebut dengan menganalisis fundamental. Dengan melihat data laba dan pendapatan dari perusahaan, Anda akan mendapatkan gambaran berkaitan dengan perusahaan yang akan dipilih untuk berinvestasi dan memutuskan membeli saham untuk jangka panjang.

3. Memulai belajar menganalisa teknikal dan fundamental

Ketika Anda sudah mulai investasi saham, maka Anda perlu belajar menganalisis fundamental dan juga teknikal, tujuannya supaya Anda tidak salah saat memilih saham nantinya. Analisis fundamental mempelajari layak atau tidaknya perusahaan. Anda sebagai investor perlu melakukan investasi untuk perusahaan yang mempunyai fundamental yang bagus. Biasanya, saham yang memiliki fundamental yang bagus akan mudah mengalami kenaikan harga.  Anda bisa melihat baik atau tidaknya fundamental perusahaan tersebut dari laporan keuangan dan lingkungan perusahaannya, meliputi jenis bisnis, manajemen, dan potensi berkembangnya bisnis.

Lalu, analisis teknikal biasanya digunakan dalam memprediksi harga saham di pasar modal. Caranya, Anda bisa melihat dari data pasar di waktu lalu, terkhusus pergerakan harga saham. Meskipun pergerakan harga saham di waktu lalu belum tentu sama di waktu yang mendatang. Setidaknya Anda terbantu dalam menganalisis pola pergerakan dari harga saham pada perusahaan tersebut dan mengantisipasi jika terjadi penurunan dari harga saham tersebut.

4. Gunakan strategi dca (dollar cost averaging)

Selain dari menganalisis secara mendalam, berinvestasi jangka panjang juga membutuhkan strategi yang pas dan tepat. Anda bisa memilih strategi yang banyak digunakan oleh para investor, seperti dollar cost averaging. Umumnya, penerapannya bisa dilakukan dengan berinvestasi secara rutin pada periode-periode tertentu, seperti setiap bulan berinvestasi. Besaran jumlah investasinya harus stabil dan juga sama tanpa perlu memperhatikan harga saham di pasaran pada waktu tersebut.

Baca Juga:  15 Istilah Investasi Saham yang Pemula Harus Tahu

Kelebihan dari dollar cost averaging yakni kemampuan agar tetap membeli saham saat harga saham naik dan membelinya dengan jumlah yang jauh lebih banyak dibanding saat harga saham turun. Sehingga, Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih sesuai atau optimum. Selain itu, strategi menggunakan dollar cost averaging ini bisa dilakukan verifikasi dengan menggunakan waktu. Sehingga, Anda akan jauh lebih nyaman dan tidak perlu khawatir saat membeli saham dalam jumlah yang lebih banyak dikarenakan harga yang diperoleh rendah.

5. Memulainya saat ini

Jika tips diatas sudah bisa Anda terapkan dengan baik dan terpenuhi, Anda tidak perlu lagi ragu untuk melakukan investasi jangka panjang. Ditambah jika Anda sudah memiliki dana yang tidak begitu digunakan, Anda bisa mencoba untuk memulai berinvestasi. Anda tidak perlu menggunakan modal yang besar saat memulainya, Anda bisa memulainya dengan modal yang sedikit dulu. Selain itu, Anda perlu memilih perusahaan sekuritas yang berpengalaman dan terpercaya.

Selain itu, Anda tidak bisa asal-asalan membeli saham, ada baiknya menggunakan beberapa  rekomendasi saham untuk jangka panjang dari berbagai teman, keluarga, pasangan yang pernah terjun ke dunia investasi saham. Berikut ini ciri-ciri saham yang bisa Anda tabung untuk jangka panjang, simak penjelasan berikut:

  1. Anda bisa mempertimbangkan dalam memilih saham yang sudah mapan baik dalam kinerjanya dan rutin dalam memberikan dividen. Sebagai investor, Anda bisa mulai membeli saham pada suatu produk yang dibutuhkan oleh semua kalangan. Sebelum melakukan pembelian saham, Anda perlu mencari tahu barang ataupun jasa emiten. Dengan menggunakan landasan ini, saham-saham tertentu bisa diprediksi mempunyai prospek yang bagus untuk masa mendatang.
  2. Saham yang bisa Anda tabung yakni mempunyai model bisnis dari perusahaan yang solid dan jelas. Pastikan bahwa Anda tahu saham emiten yang akan dibeli dan paling banyak digunakan oleh orang-orang dibidang perbankan.
  3. Kapitalisasi dari pasar saham yang emiten termasuk cukup besar, Anda bisa memeriksa kapitalisasi pasar oleh perusahaan tersebut dimana kapitalisasi dari pasar itu bernilai lebih sekitar 500 miliar.
Baca Juga:  Tips Dan Trik Masuk Serta Gaji IPDN

Jika Anda tertarik dengan investasi saham, Anda bisa memilih saham untuk jangka panjang dari perusahaan sekuritas terbaik. Dengan mengikuti tips di atas, Anda bisa mempelajari investasi saham jangka panjang mulai saat ini. Anda bisa mengelola investasi dengan mudah hanya dengan menggunakan laptop ataupun ponsel dimana saja setiap saat dan bisa dikerjakan kapanpun. Berikut ada beberapa rekomendasi perusahaan sekuritas yang bagus untuk Anda jalani, seperti INDF, UNVR, PTBA, BBNI, dan masih banyak lainnya.

Anda perlu mengetahui bahwa berinvestasi jangka panjang memiliki resiko yang rendah dibanding melakukan aktivitas trading saham dalam jangka pendek. Sebagai investor pemula, Anda akan lebih aman melakukan investasi dalam jangka panjang dikarenakan harga saham jauh lebih stabil. Itulah tadi informasi terkait tips dalam memilih perusahaan sekuritas yang tepat untuk memulai berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang. Selamat mencoba berinvestasi!

Artikel Terkait