Perbedaan Gaji Guru SD Dengan Status PNS Dan Honorer

Gaji Guru SD – Gaji guru SD (Sekolah Dasar) di Indonesia masih terbilang cukup kecil jika dibandingkan dengan kontribusi yang para pengajar ini berikan untuk kemajuan pendidikan nasional. Meski begitu masih banyak orang yang tetap ingin menjadi guru SD karena sadar akan pentingnya peran seorang guru dalam menghasilkan anak-anak yang berprestasi.

Nominal penghasilan guru SD sendiri ditentukan berdasarkan masa kerja, golongan, dan statusnya, sehingga gaji guru dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan berbeda dengan guru SD yang masih berstatus tenaga honorer.

Apa Perbedaan Guru SD PNS dan Honorer?

Guru SD dengan status PNS adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah dijamin oleh Negara atau Pemerintah melalui pemberian gaji dan sejumlah tunjangan setiap bulannya. Sedangkan guru SD honorer adalah pendidik yang belum diangkat sebagai pegawai tetap sehingga gaji yang diberikan untuk guru honorer biasanya disesuaikan dengan pekerja swasta karena bukan termasuk ASN.

Perbedaan yang paling mencolok dari guru PNS dan honorer adalah nominal gaji yang diterima. Gaji pokok guru PNS disesuaikan dengan pangkat dan golongannya sedangkan guru honorer mendapatkan penghasilan dengan nominal yang jauh lebih kecil, bahkan tidak mencapai UMR (Upah Minimum Regional) yang berlaku.

Selain perbedaan jumlah penghasilan, sumber gaji untuk guru PNS dan honorer juga berbeda. Guru berstatus PNS mendapatkan gaji yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sedangkan  sumber gaji guru honorer berasal dari alokasi anggaran di sekolah tempat Ia bekerja.

Baca Juga:  Cara Menghitung Return Saham

Di lapangan, akan sulit membedakan guru SD PNS dan honorer karena mereka menggunakan seragam yang sama yaitu PDH (Pakaian Dinas Harian) berwarna khaki. Meski begitu ada juga beberapa sekolah yang menerapkan peraturan seragam berbeda misanya menggunakan atasan putih dan bawahan hitam bagi guru SD tenaga honorer. Meskipun memiliki beberapa perbedaan, guru PNS maupun honorer tetap memiliki tugas utama yang sama.

Berapa Gaji Guru Sekolah Dasar Dengan Status PNS?

Gaji guru SD berstatus PNS memiliki besaran gaji yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019. Peraturan ini berlaku untuk semua instansi baik yang berada di pusat maupun daerah dengan rincian sebagai berikut:

  • Gaji Guru Sekolah Dasar Golongan I (Untuk Lulusan SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama))
Jenis Golongan I Nominal Gaji
Golongan I A Rp. 1.560.800 – Rp. 2.335.800
Golongan I B Rp. 1.704.500 – Rp 2.472 900
Golongan I C Rp. 1.776.600 – Rp. 2.557.500
Golongan I D Rp. 1.851.800 –  Rp. 2.686.500
  • Gaji Guru Sekolah Dasar Golongan II (Untuk Lulusan SMA (Sekolah Menengah Atas, D1 (Diploma 1), D2 (Diploma 2), dan D3 (Diploma 3))
Jenis Golongan II Nominal Gaji
Golongan II A Rp. 2.022.200 – Rp. 3.373.600
Golongan II B Rp. 2.208.400 – Rp 3.516.300
Golongan II C Rp. 2.301.800 – Rp. 3.665.000
Golongan II D Rp. 2.399.200 – Rp. 3.820.000
  • Gaji Guru Sekolah Dasar Golongan III (Untuk Lulusan S1 (Strata 1), S2 (Strata 2), dan S3 (Strata 3))
Jenis Golongan III Nominal Gaji
Golongan III A Rp. 2.579.400 – Rp. 4.236.400
Golongan III B Rp. 2.688.500 – Rp 4.415.600
Golongan III C Rp. 2.802.300 – Rp. 4.602.400
Golongan III D Rp. 2.920.800 – Rp. 4.797.000
  • Gaji Guru Sekolah Dasar Golongan IV
Baca Juga:  Hal – Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Surat Lamaran Kerja
Jenis Golongan IV Nominal Gaji
Golongan IV A Rp. 3.044.300 – Rp. 5.000.000
Golongan IV B Rp. 3.173.100 – Rp 5.211.500
Golongan IV C Rp. 3.307.300 – Rp. 5.431.900
Golongan IV D Rp. 3.447.200 – Rp 5.661.700
Golongan IV E Rp. 3.593.100 – Rp. 5.901.200

Saat ini, untuk mendaftar menjadi guru di kota besar seperti Jakarta memiliki persyaratan tertentu yaitu minimal lulusan sarjana (S1) sehingga guru yang diterima dengan status PNS akan langsung masuk golongan IIIA.

Berapakah Nominal Tunjangan Guru Sekolah Dasar Berstatus PNS?

Guru SD PNS tidak hanya mendapatkan gaji pokok saja melainkan diberikan beberapa jenis TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) yang nominalnya disesuaikan dengan instansi, masa kerja serta jabatan yang dimiliki baik jabatan fungsional maupun pelaksana. Sebagai contoh, berikut daftar tunjangan guru PNS yang berlaku di daerah Jakarta.

  1. PNS Golongan IIA hingga IID mendapatkan tunjangan kinerja Rp. 4.370.625
  2. PNS Golongan IIIA hingga IIIB mendapatkan tunjangan kinerja Rp. 5.480.625
  3. PNS Golongan IIIC hingga IIID mendapatkan tunjangan kinerja Rp. 5.827.500
  4. PNS Golongan IVA hingga IVB mendapatkan tunjangan kinerja Rp. 6.174.375
  5. PNS Golongan IVC hingga IVE mendapatkan tunjangan kinerja Rp. 6.521.250
  6. Sedangkan untuk calon PNS mendapatkan tunjangan kinerja Rp. 3.100.000

Guru SD PNS juga mendapatkan tambahan tunjangan seperti tunjangan suami atau istri sebesar 5% dari gaji pokok, tunjangan anak sebesar 2% dari haji pokok PNS dan juga tunjangan pensiun.

Berapa Gaji Guru Sekolah Dasar Honorer?

Penghasilan guru SD honorer dinilai sangat kecil jika dibandingkan dengan gaji guru SD PNS. Nominal upah yang dihasilkan pun berbeda-beda di beberapa daerah, mulai dari Rp. 500.000 hingga Rp.1000.000 setiap bulannya. Apalagi untuk para guru honorer yang mengajar di sekolah daerah pedesaan dengan anggaran yang terbatas, gaji berupa honorarium yang didapatkan hanya sekitar Rp. 300.000 saja. Bahkan beberapa guru honorer hanya menerima gaji per tiga bulan sekali.

Baca Juga:  Menjadi Sorotan Publik, Ternyata Segini Gaji Guru Honorer!

Selain upah yang minim, guru honorer juga tidak mendapatkan tunjangan apapun karena tidak kebijakan khusus yang dibuat pemerintah untuk mengatur hal tersebut. Hal ini tentu menjadi fakta yang sangat miris mengingat peran seorang pendidik yang begitu penting.

Selain itu beban kerja yang diberikan kepada guru honorer juga terbilang lebih besar jika dibandingkan dengan guru PNS. Beberapa guru honorer bahkan kerja lembur tanpa mendapatkan tambahan upah.

Guru  SD honorer sebetulnya bisa diangkat menjadi PNS jika mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 yang memuat tentang status tenaga honorer yang akan dihapus mulai tahun 2023, dengan catatan harus memenuhi persyaratan yang berlaku diantaranya:

  • Memiliki usia maksimal 46 tahun dengan masa kerja 20 tahun atau lebih secara terus menerus
  • Memiliki usia maksimal 46 tahun dengan masa kerja 10 atau lebih secara terus menerus
  • Memiliki usia maksimal 40 tahun dengan masa kerja mulai dari 5 hingga 10  tahun secara terus menerus
  • Memiliki usia maksimal 35 tahun dengan masa mulai dari 1 hingga 5 tahun secara terus menerus

Itulah perbedaan besaran gaji guru SD dengan status PNS dan honorer yang bisa perlu Anda ketahui. Meski besaran penghasilan profesi guru SD tidak setinggi profesi bergengsi lainnya. Menjadi seorang pengajar tentu merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Selain berjasa untuk perkembangan pendidikan di Indonesia, mengajar anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dinilai lebih menyenangkan dan memacu Anda untuk selalu berpikir kreatif.

Artikel Terkait