Kumpulan Contoh Pelanggaran Etika Bisnis Dalam Perusahaan Yang Menggemparkan

Etika bisnis sangat penting dalam menjalin kegiatan bisnis. Etika ini mencakup seluruh aspek yang ada di dalam bisnis baim individu, perusahaan, masyarakat, atau public, dan berhubungan antar individu dengan pelanggan atau mitra kerja. Etika bisnis diperlukan supaya perusahaan memiliki kinerja baik. Dalam menjalankan etika bisnis menjadi standar atau pedoman tidak bagi karyawan namun juga pihak yang bertanggung jawab dalam bisnis.

Saat ini kasus pelanggaran etika bisnis sedang ramai dibicarakan. Hal ini terjadi karena semakin berkembangnya dunia bisnis sehingga menyebabkan meningkatnya persaingan. Kasus ini sering terjadi karena rata-rata pebisnis kerap menggunakan cara ilegal untuk memajukan bisnisnya.

Hal ini sudah menjadi rahasia umum, pelanggaran ini sering terjadi baik pada pelaku bisnis besar maupun bisnis kecil. Upaya ini dilakukan untuk memajukan bisnis dengan cara yang tidak benar.  Inilah alasan mengapa berbicara etika bisnis dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.

Ada banyak dampak yang dihasilkan dari pelanggaran etika bisnis yang merugikan perusahaan baik secara material maupun nonmaterial. Karena hal ini dapat mencoreng merk dan perusahaan telah melakukan pelanggaran terhadap etika bisnis.

Contoh pelanggaran etika bisnis

Sebagaimana dilansir dari hankamnas bahwasanya pelanggaran etika bisnis sudah lumrah dilakukan berikut adalah beberapa contoh Kumpulan Contoh pelanggaran Etika Bisnis dalam Perusahaan yang Menggemparkan.

Strategi Starbuck

Kasus pelanggaran starbuck terjadi ketika sempat tersorot di salah satu film seperti Best In Show mengolok-olok karena terdapat banyak starbuck di sudut-sudut jalan. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran etika bisnis.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Makassar

Pelanggaran PB Djarum

PB DJarum mendapatkan peringatan keras karena telah melakukan pelanggaran etika bisnis karena terdapat indikasi bahwa perusahaan ini menggunakan buruh anak-anak untuk melakukan kegiatan di dalam pabrik.

Hal tersebut merupakan sebuah pelanggaran sebab bahan utama untuk membuat rokok yaitu tembakau sangat berbahaya untuk Kesehatan. PB Djarum dianggap melanggar 3 pasal yang membuat mereka diberikan beberapa hukuman.

Pelanggaran PT. Tirta Fresindo Jaya 2017

Kasus pelanggaran yang dilakukan PT. Tirta Fresindo Jaya berawal dari rencana untuk membangun Gudang di daerah Pandeglang dan Serang. Meskipun sudah mendapatkan Izin pemerintah setempat namun pada prakteknya pihak terkait justru mendirikan Gudang untuk memproduksi minuman kemasan.

Perusahaan ini sudah jelas melanggar perjanjian, selain hal tersebut masyarakat sudah mengorbankan lahan yang menjadi sumber mata air yang seharusnya digunakan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari.

Selain hal itu perusahaan memberikan dampak pencemaran lingkungan dari hasil produksi . Hal ini tentunya membuat masyarakat sekitar kesal. Etika bisnis yang dilakukan oleh perusahaan ini tidak hanya berdampak pada masyarakat namun juga berdampak pada pencemaran lingkungan.

Kasus Pelanggaran Facebook

Facebook merupakan salah satu platform bisnis yang disegani oleh banyak masyarakat. Akan tetapi hal ini membuatnya sangat rawan untuk diretas oleh hacker yang tidak bertanggung jawab.

Contoh kasus etika pelanggaran bisnis yang dilakukan oleh sosial media ini adalah ketika data-data yang dimiliki oleh berjuta-juta pengguna justru diretas dan membuat privasi para pengguna menjadi tidak aman lagi.

Hal tersebut tentunya membuat nama brand facebook memiliki citra buruk di masyarakat dan banyak yang meragukan kredibilitas Facebook.

Tidak hanya itu pada tahun 2017 pihak Facebook dan Google pun menyatakan bahwa terdapat berbagai akun di dalam portal mereka yang ternyata masih memiliki ikatan kuat dengan pemerintah Rusia.

Baca Juga:  Tips Dan Trik Masuk Serta Gaji IPDN

PT Megasari Makmur

Perusahaan ini terkenal dengan produk obat nyamuknya yaitu HIT. Perusahaan ini sempat terjerat kasus etika bisnis karena obat nyamuk yang diproduksi mengandung diklorvos dan propoxur.

Hal ini baru diketahui setelah ada konsumen yang mengalami keracunan karena menggunakan produknya. Tentunya hal ini melanggar etika bisnis yang dilakukan yaitu melanggar prinsip kejujuran.  Walaupun demi keuntungan yang besar, namun tidak seharusnya perusahaan mengabaikan dampaknya.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk

Kimia Farma sedang menjadi perbincangan karena kasus pelanggaran etika bisnis yang dilakukannya pada saat Indonesia sedang dilanda kasus Pandemi Covid-19. Pasalnya perusahaan BUMN ini tersandung kasus penggunaan alat rapid test antigen Covid-19 bekas pakai.

Pada saat digerebek oleh anggota polisis pihak Kimia farma ketahuan sedang menggunakan antigen bekas kepada masyarakat. Terutama kepada masyarakat calon penumpang pesawat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Pelayanan antigen tersebut dilakukan oleh Laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan R.A Kartini Nomor 1 kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota medan.

Terlihat petugas rapid test sedang membersihkan alat antigen bekas pakai, kemudian dikemas ulang untuk kemudian dipakai Kembali pada para calon penumpang pesawat.

Dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) PT Kimia Farma Tbk meraup laba tahun berjalan yang didapatkan dari distribusi kepada pemilik induk kurang lebih sebesar 17 Miliar pada tahun 2020.

Sejauh ini Pihak Kimia Farma sedang melakukan Investigasi Bersama pihak penegak aparat hukum terkait hal tersebut. Pihak aparat menjelaskan bahwasanya Tindakan yang dilakukan oleh Oknum tersebut menyebabkan kerugian perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standar Operating Procedure (SOP) perusahaan.

Atas Tindakan tersebut Kimia Farma diagnostika akan menjatuhkan sanksi yang sesuai dengan ketentuan berlaku apabila terbukti bersalah. Berdasarkan Realitas yang dipaparkan bahwasannya Kimia Farma telah melakukan pelanggaran etika bisnis dalam hal persoalan kejujuran dan akuntabilitas perusahaan.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Gowa

Hal yang telah dilakukan oleh Kimia Farma merupakan kegiatan yang dianggap ilegal karena memberikan alat rapid test bekas kepada masyarakat di daerah tersebut. Kesalahan lainnya yaitu pihak Kimia Farma jelas mengabaikan akuntabilitas atau tanggung jawab karena lebih mengedepankan keuntungan tanpa memperhatikan terkait Kesehatan dan keselamatan masyarakat yang bersangkutan.

Tokopedia

Tokopedia merupakan salah satu platform marketplace yang populer dikalangan masyarakat. Bahkan Tokopedia merupakan salah satu Startup Unicorn. Etika pelanggaran bisnis yang terjadi akibat kebocoran data Tokopedia sehingga menyebabkan Tokopedia menginformasikan penggunanya untuk mengganti password.

Bagi pengguna aplikasi kasus ini merupakan kasus pelanggaran etika bisnis Karena dalam hal ini Tokopedia mengakibatkan pengguna mendapatkan dampak atas penggunaan Tokopedia karena mengalami kebocoran data, dan tokopedia dianggap tidak dapat melindungi data penggunanya.

Melalui hal tersebut seharusnya perusahaan yang bekerja di bidang bisnis dapat melakukan perhitungan dan akurasi agar tidak hanya mengejar keuntungan saja dalam berbisnis. Agar tidak dianggap melakukan pelanggaran bisnis.

Pelanggaran PT. Garuda Indonesia

Garuda Indonesia pernah melakukan pelanggaran yang menyebabkan pemegang saham perusahaan Garuda Indonesia marah karena pelanggaran etika bisnis yang terjadi merupakan jenis pelanggaran penipuan yang sangat fatal.

Kejadian tersebut bermula karena status plat merah dari saham perusahaan ini yang ada di dasar Bursa Efek Indonesia.

Kasus Pelanggaran Perusahaan Uber

Perusahaan Uber sudah seringkali terlibat dalam kasus pelanggaran mulai dari kasus ringan sampai kasus yang cukup berat. Contoh kasus pelanggaran etika yang pernah dilakukan perusahaan ini cukup merusak brand imagenya di kalangan masyarakat yang mengakibatkan perusahaan ini dilarang beroperasi oleh pemerintah.

Demikianlah beberapa Contoh pelanggaran Etika Bisnis yang dianggap telah melanggar etika bisnis. Dengan adanya contoh ini semoga bisnis yang sedang merintis lebih berhati-hati lagi dan lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait permasalah yang sedang dihadapinya.