6 Jenis Ikan Air Tawar Dan Contoh Cara Budidaya Ikan Nila

Jika kita berbicara tentang ikan air tawar, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jenis ikan air yang banyak. Tidak hanya itu, jumlah konsumsi ikan air tawar di Indonesia juga cukup tinggi, jadi tidak heran bahwa ikan air tawar cukup diminati di Indonesia. Ikan air tawar sendiri dapat diolah menjadi masakan yang lezat dan memiliki sumber vitamin dan nutrisi bagi tubuh.

Perlu diketahui juga, ikan air tawar ini dapat hidup di kolam, danau maupun sungai dengan salitasi air yang kurang dari 0,05%. Sekitar 42% dari jumlah spesies ikan di Indonesia hidup di air tawar, dalam bentuk fisik sendiri tampilan air tawar sangat berbeda dengan spesies ikan air laut. Tulisan ini akan membahas beberapa jenis ikan air tawar dan juga budidaya yang dapat dilakukan, misalnya budidaya ikan nila.

Jenis ikan air tawar

Ada beberapa jenis ikan air tawar yang biasanya dikonsumsi oleh masyarakat, jenis-jenis ikan tersebut diantaranya:

1. Ikan Gurame

Salah satu spesies ikan air tawar yang cukup populer dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Harga dari ikan gurame ini termasuk spesies ikan air tawar yang cukup mahal dibanding dengan ikan air tawar jenis lainnya, sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Bentuk fisik dari ikan gurame ini sendiri memiliki tubuh yang lebar dan pipih, sisiknya cukup rapat dan lebar. Tekstur dari ikan gurame sendiri padat dan juga tebal disertai dengan duri-duri yang berukuran cukup besar dan umumnya terdapat pada bagian tengah pada badan ikan gurame ini.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Gabus Menarik Untuk Pemula

2. Ikan mujair

Ikan mujair sendiri juga termasuk salah satu ikan air tawar yang banyak dikonsumsi. Memiliki nama mujair dikarenakan berasal dari penemu dari spesies ikan ini yaitu seorang pria bernama mujair pada tahun 1939 di sungai serang, blitar, jawa timur. Ikan mujair sendiri hidup dan tersebar di perairan air tawar Indonesia dan Afrika. Memiliki ciri fisik dari badannya yang pipih, berwarna gelap mendekati hitam, abu-abu, dan juga warna kuning. Ikan mujair sendiri memiliki panjang maksimum sekitar 40 sentimeter. Ikan mujair terkenal dengan kandungan fosfor dan gizi baiknya untuk tubuh.

3. Ikan lele

Siapa yang tidak mengetahui ikan lele, merupakan salah satu spesial ikan air tawar yang dikonsumsi banyak orang hampir setiap hari. Anda akan sangat mudah menemukan olahan dari ikan lele ini. Ikan lele sendiri memiliki ciri sebagai ikan dengan tubuh yang licin dan tidak bersisik, memiliki tubuh yang panjang, dengan bagian kepala besar dan bola mata kecil serta mulut moncong serta empat pasang sungut sebagai peraba saat ikan lele bergerak di dalam perairan yang gelap. Harga dari jenis ikan air tawar ini cukup murah dan terjangkau, sehingga memiliki peluang ekonomi yang cukup tinggi.

4. Ikan patin

Salah satu jenis ikan air tawar yang diolah menjadi masakan Pindang ini memiliki banyak kandungan vitamin. Ikan air tawar ini memiliki kandungan lemak tak jenuh sekitar 50% dari keseluruhan kandungan lain pada komposisi tubuhnya, tidak ketinggalan adanya kandungan DHA dan Omega 3 sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh ibu hamil, orang tua, dan juga anak-anak.

5. Ikan mas

Ikan mas, menjadi salah satu ikan air tawar yang juga populer untuk dikonsumsi maupun dijadikan ikan hias. Ada beberapa kategori dari ikan mas ini, yang paling utama dapat dibedakan dari ikan mas yang dikonsumsi dengan ikan mas yang dijadikan hiasan adalah warna pada sisiknya. Dari tampilan fisik, ikan mas memiliki bentuk tubuh yang tegak dan pipih, sisik norma dan memiliki sirip yang memanjang. Serta memiliki tekstur daging yang lembut akan tetapi ikan mas ini memiliki banyak duri tipis sehingga anda harus berhati-hati ketika mengkonsumsinya.

Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Gabus Menarik Untuk Pemula

6. Ikan nila

Salah satu jenis ikan air tawar ini memiliki ciri fisik yang tidak jauh berbeda dengan ikan mas dan ikan mujair. Mungkin hanya berbeda di bagian warna dan tekstur sisik. Salah satu ikan air tawar yang banyak dikonsumsi dan dibudidayakan ini membuat ikan nila memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Harga ikan nila di pasaran sendiri cukup ekonomis dan terjangkau, sehingga masih menjadi pilihan masyarakat untuk lauk sehari-hari.

Setelah mengetahui beberapa jenis dari ikan air tawar, dapat kita simpulkan bahwa jenis-jenis ikan air tawar merupakan sumber pangan protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Sehingga wajar jika ide bisnis budidaya ikan nila ini cukup menjanjikan. Tidak hanya budidaya ikan cupang saja yang memberikan keuntungan, budidaya ikan air tawar yang dikonsumsi seperti budidaya ikan nila misalnya sangat bisa anda jadikan inspirasi untuk memulai bisnis.

Cara budidaya ikan nila

Berikut cara budidaya ikan nila yang baik, yaitu:

1. Memilih lokasi untuk kolam ikan nila

Dalam tahapan pertama melakukan budidaya ikan nila adalah dengan memilih lokasi kolam ikan. Ikan nila sendiri merupakan spesies ikan air tawar yang harus bisa hidup diklasifikasi kolam seperti:

  • Kolam untuk budidaya ikan nila harus memiliki dinding kolam yang terbuat dari tanah liat karena memiliki sifat yang tahan terhadap air.
  • Kemiringan tanah dari kolam sendiri harus sekitar 3 sampai 5% agar proses pengairan dapat dengan mudah dilakukan
  • Air haruslah bersih dan tidak terkontaminasi bahan kimia dan pH air haruslah netral dengan tingkat keasaman 6,5 sampai 8,6 dengan suruh sekitar 25 derajat Celcius hingga 30 derajat Celcius.
  • Dan air kolam harus memiliki debit air sekitar 8 sampai 15 liter per detik.
Baca Juga:  Cara Budidaya Ikan Gabus Menarik Untuk Pemula

2. Mengolah dan mepersiapkan kolam sebelum budidaya

Hal ini penting agar menghindari kesalahan ketika nanti bibit ikan dibudidayakan di dalam kolam, yang harus dilakukan diantaranya yaitu mengeringkan kolam dengan menjemurnya beberapa hari. Kemudian bersihkan kolam untuk budidaya ikan nila dari sisa rumput liar atau tumbuhan lainnya dan pastikan permukaan kolam rata. Setelah itu pasang penyaring di pintu keluar masuknya air, taburi kapur tohor atau juga sering disebut kapur pertanian untuk menghilangkan hama dan memperbaiki pH pada tanah.

3. Memilih dan menebarkan bibit ikan nila

Ketika kolam telah siap untuk budidaya ikan nila, anda harus memilih dan menyiapkan bibit ikan nila untuk dibudidayakan di kolam. Anda bisa memperoleh bibit dari indukan kolam, atau anda bisa membeli bibit dari penjual khusus bibit ikan nila ini. Pastikan memilih bibit terbaik ketika anda membeli bibit untuk budidaya ikan nila ini salah satu bisa dilihat dari ciri fisiknya.

4. Memelihara dan pemberian pakan

Umur dari budidaya ikan nila ini sendiri hingga dewasa bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya. Ikan nila dikategorikan siap panen dengan bobot sekitar 500 gram. Pemberian pakan akan sangat mempengaruhi pertumbuhan bobot dari ikan nila ini sendiri. Anda bisa memberi pakan ikan nila ini sekitar 2 sampai 3 kali dalam satu hari.