Cara Kerja Asuransi Kesehatan dan Manfaatnya

Cara Kerja Asuransi Kesehatan – Masyarakat Indonesia masih harus terus waspada terhadap pandemic Covid-19 karena varian Omicron juga dapat menyebar dengan cepat. Kini jumlah penderita Covid-19 kembali naik sehingga kembali mengingatkan kita tentang pentingnya memiliki kesehatan.

Asuransi kesehatan dapat berguna dalam mengalihkan risiko yang berhubungan dengan finansial pengobatan. Penting juga untuk memahami cara kerja asuransi kesehatan.

Memahami pengetahuan ini penting ketika seseorang berniat mendaftarkan diri ke suatu asuransi kesehatan dan setelah beberapa lama kemudian memerlukan klaim. Semua itu akan dibahas secara lebih mendetail sebagai berikut.

Definisi Asuransi Kesehatan dan Manfaatnya

Asuransi kesehatan merupakan asuransi yang menjamin biaya pengobatan, rawat inap, dan berbagai tindakan medis lainnya terhadap para pemegang polis.

Berbeda sekali dengan orang yang tidak memiliki polis disaat sakit maka mereka harus mengeluarkan biaya pribadi. Padahal semakin lama berada di rumah sakit tagihan akan terus membengkak dan bisa-bisa harus membayar lebih dari tabungan yang dimiliki.

Jangan sampai membuat pihak keluarga besar menjadi kerepotan setiap kali ada yang sakit. Berhutang untuk pengobatan juga bukan solusi yang tepat karena tetap saja hutang sampai kapan pun harus dibayar. Menggunakan askes akan sangat membantu menyelesaikan permasalahan tadi tanpa repot.

Anda hanya perlu untuk membayarkan premi dengan rutin setiap sebulan sekali. Bahkan beberapa asuransi juga ada yang memiliki jatuh tempo pembayaran premi setahun sekali maupun setiap semesteran. 

Anda harus pastikan untuk memilih premi yang dipilih sudah cocok dengan pendapatan. Jangan sampai arus keuangan terganggu akibat harus membayar premi yang mahal hanya karena mengejar limit tahunan yang besar. Lalu apakah setiap orang benar-benar memerlukan askes? Jawabannya iya karena faktanya setiap orang pasti pernah mengalami sakit.

Baca Juga:  Jenis Produk Dan Ketentuan Asuransi Syariah

Seberapa pun berusaha untuk menjaga gaya hidup sehat tetapi tetap saja sakit bisa menyerang siapapun. Askes juga tidak dapat dipandang sebagai investasi mahal karena jumlah pertanggungan limit tahunan sudah pasti akan jauh lebih besar dibandingkan dengan premi yang pernah dibayarkan pemegang polis. Dapat disimpulkan bahwa askes memberikan sejumlah manfaat:

  • Menanggung biaya medis yang sudah pasti mahal
  • Menjaga kestabilan finansial keluarga dimana orang sakit tidak mungkin dapat melakukan kegiatan produktif dengan lebih optimal
  • Mudah mendapatkan akses perawatan di rumah sakit

Cara Kerja Asuransi Kesehatan Cashless

Hampir sebagian besar perusahaan asuransi selalu menawarkan biaya pengobatan cashless. Beberapa ada yang menawarkan sistem reimbursement. Jadi semua biaya pengobatan yang diberikan kepada pemegang polis tidak berupa uang cash tetapi langsung pembayaran tagihan rumah sakit. Pada sistem cashless pemegang polis tidak perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu dan tagihan akan langsung dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

Sangat berbeda dibandingkan dengan konsep dari sistem pembayaran reimbursement yang membuat pemegang polis harus membayar tagihan rumah sakit terlebih dahulu. Paling praktis jika pemegang polis menggunakan polis dengan sistem cashless karena sama sekali tidak harus menyiapkan uang dalam jumlah besar.

Setiap kali akan melakukan klaim untuk pencairan dana pengobatan maka ada rangkaian prosedurnya. Cara kerja asuransi kesehatan cashless secara terperinci dapat Anda simak berikut.

  • Pihak Perusahaan Asuransi Menawarkan Jenis Asuransi 

Cara kerja asuransi kesehatan yang pertama adalah bagian agen perusahaan asuransi menawarkan jenis asuransi kepada calon nasabah. Biasanya agen akan mencari tahu apa kebutuhan mendasar dari calon nasabahnya. Misalkan saja asuransi kesehatan cashless. Pihak agen akan menjelaskan informasi yang berhubungan dengan manfaat asuransi, premi asuransi, masa tertanggung asuransi, prosedur klaim, risiko pertanggungan, dan pengecualian klaim asuransi.

Baca Juga:  Asuransi Kehamilan Dan Melahirkan : Jenis-jenis, Manfaat, Serta Apa Rekomendasi Produknya

Dalam tahapan penjelasan informasi maka calon nasabah perlu memahami secara mendetail. Jangan sampai ada informasi yang miss dari pemahaman agar benar-benar mengetahui apakah asuransi ini adalah yang diperlukan oleh diri calon nasabah. 

  • Membuat Perjanjian Polis Asuransi

Calon nasabah sudah mulai tertarik atas suatu jenis asuransi maka bagian agen akan mulai memberikan formulir pengajuan. Dalam formulir dijelaskan mengenai kewajiban pihak nasabah untuk membayar premi. Sedangkan pihak perusahaan akan berperan sebagai penanggung atau yang memberikan manfaat. Beberapa isi yang terdapat dalam suatu polis adalah data polis, manfaat asuransi, pengecualian, dan pengajuan klaim.

Pada tahapan yang satu ini tetap saja nasabah diharuskan memahami keseluruhan isi polis. Jangan sungkan untuk bertanya terutama pada bagian pengecualian. Pengecualian pada polis adalah apa saja yang tidak dimasukkan ke dalam pertanggungan risiko. Misalkan saja terdapat suatu jenis penyakit yang tidak menjadi pertanggungan perusahaan asuransi atau penyebab meninggal yang sama sekali tidak ditanggung perusahaan.

  • Pembayaran Premi Asuransi

Nasabah yang sudah menyetujui suatu polis dan disetujui juga oleh perusahaan asuransi maka perlu membayar premi. Pembayaran dimaksudkan untuk bisa menerima manfaat asuransi sedangkan besaran dari premi biasanya akan ditentukan oleh bagian perusahaan asuransi. 

Beberapa hal yang menjadi pertimbangan perusahaan asuransi dalam menentukan besaran premi adalah usia, manfaat asuransi, pertanggungan, kondisi awal mula calon nasabah, tempat kerja, dan gaya hidup. Bahkan hobi juga bisa menjadi salah satu dari penentuan besaran premi nasabah. Maka dari itu setiap nasabah diharuskan menjelaskan secara rinci tentang keuangan dirinya.

  • Pilih Rumah Sakit

Setiap kali hendak berobat atau melakukan rawat inap maka harus dilakukan di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi. Tidak boleh asal memilih rumah sakit karena takutnya rumah sakit tersebut bukan rekanan dari perusahaan asuransi yang polisnya Anda miliki. Pada saat pengambilan polis penting untuk bertanya rumah sakit mana saja yang menjadi rekanan dari perusahaan asuransi.

Baca Juga:  Ini Dia Cara Mencairkan Asuransi Prudential yang Perlu Diperhatikan 

Semakin bereputasi suatu perusahaan asuransi maka rekanan rumah sakit juga akan semakin banyak jumlahnya. Pilihan rumah sakit yang dapat dipilih nasabah akan menjadi semakin banyak dan tentu saja nasabah jadi bisa memilih yang perlengkapan medisnya lebih komplit. Nantinya verifikasi terhadap tagihan medis akan dilakukan terhadap kartu asuransi nasabah. Baru pihak asuransi akan melakukan pembayaran tagihan dari nasabahnya.

  • Mengisi dan Menyertakan Dokumen

Pada proses klaim pengobatan maka semua nasabah perlu mengisi dokumen dan melengkapi bermacam-macam formulir. Semua itu akan dipakai dalam pengajuan klaim dan acuan pihak asuransi dalam melakukan verifikasi data nasabahnya yang menjadi pasien. Pada setiap proses klaim juga harus selalu menyertakan kartu asuransi kesehatan.

Sebagian besar formulir yang perlu nasabah isi untuk pengajuan klaim disediakan di websitenya. Bisa juga menghubungi pihak agen yang Anda kenal untuk membawakan formulir ke rumah sakit. 

  • Verifikasi yang Dilakukan Rumah Sakit

Data dan formulir sudah dilengkapi oleh pihak nasabah maka selanjutnya pihak rumah sakit melakukan verifikasi kepada pihak perusahaan asuransi langsung.

Apabila verifikasi berhasil dan disetujui oleh perusahaan asuransi maka tagihan rumah sakit nasabah akan segera ditanggung oleh bagian perusahaan asuransi. Biaya yang akan ditanggung oleh bagian perusahaan selalu memperhatikan limit tahunan. Jika tagihan lebih dari limit yang diperbolehkan maka sisanya tetap perlu ditanggung oleh nasabah.

Artikel Terkait