Budidaya Ikan Lele Bernilai Bisnis Baik Dari Rumah

Penasaran dengan pembahasan terkait budidaya ikan lele? Semua orang Indonesia tentu sudah pernah menikmati hidangan ikan lele. Ikan lezat yang memiliki daya hidup tinggi ini tidak hanya cocok untuk dijadikan hidangan, tetapi juga cocok untuk menjadi ladang bisnis.

Budidaya lele memiliki banyak peluang untuk dijadikan usaha sukses yang bisa meningkatkan taraf kehidupan, di samping budidaya jamur tiram yang memang sudah menjanjikan.

Di sisi lain, permintaan untuk ikan lele tergolong cukup tinggi karena biasa digunakan sebagai makanan sehari-hari, sehingga bisnis ini susah untuk bisa mati. Anda bisa memulai budidaya dengan modal seadanya di rumah, kemudian hasilnya bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan.

Simak ulasan berikut sampai selesai jika ingin budidaya ikan lele.

Memilih Kolam untuk Budidaya

Memang ikan lele memiliki daya tahan untuk hidup yang tinggi. Namun untuk keperluan bisnis, tentu ikan lele terbaik lah yang diinginkan. Oleh karena itu anda tidak bisa sembarangan memilih bahan untuk kolam. Tidak perlu khawatir, untuk membuat kolam sendiri tidak memerlukan banyak modal, bahkan bisa digunakan peralatan yang ada di rumah.

1. Kolam Terpal

Anda bisa membuat kolam budidaya ikan lele dengan terpal. Yang terpenting terpal dan kolam portabel yang anda miliki mampu untuk menampung bibit ikan lele selama beberapa bulan, kemudian hasil budidaya bisa dipanen.

Kolam budidaya dari terpal ini cocok untuk bisnis budidaya lele di permulaan. Anda bisa meletakkan kolam lele portabel yang dilapisi dengan terpal di tanah kosong yang anda miliki, atau bahkan di halaman rumah sendiri yang luas.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Bone

Yang terpenting dalam budidaya ikan lele dengan kolam terpal adalah sirkulasi air yang baik untuk ikan lele di dalamnya.

2. Kolam Drum

Selain menggunakan terpal, anda juga bisa menggunakan drum air sebagai tempat membudidayakan lele. Budidaya lele di dalam drum air cocok digunakan untuk anda yang memiliki ruang terbatas untuk melakukan budidaya.

Bibit lele yang tumbuh dengan cukup cepat bisa anda panen, kemudian hasil budidaya ikan lele digunakan Kembali untuk memperbesar budidaya yang anda lakukan. Tidak perlu khawatir dengan kualitas lele yang dihasilkan, karena selama sirkulasi air dan makanannya baik, ikan lele akan tumbuh dengan baik dan gemuk.

3. Kolam ikan

Terakhir, media yang bisa anda gunakan untuk membudidayakan lele adalah kolam ikan. Media ini adalah media yang paling cocok karena bisa menampung banyak ikan lele sekaligus. Namun perlu anda ketahui, untuk budidaya ikan lele, anda harus mengkhususkan kolam untuk ikan lele saja tanpa ada jenis ikan lainnya.

Ikan lele cenderung omnivora dan bisa memakan apa saja, oleh karena itu ikan kecil jenis lain yang anda masukkan bisa jadi malah jadi santapan untuk lele yang anda budidayakan.

Cara Ternak Ikan Lele dari Rumah

Setelah memahami media yang bisa anda gunakan untuk budidaya lele, saatnya untuk mempraktikkan pemahaman yang anda dapatkan. Terdapat beberapa langkah yang harus anda ikuti dalam membudidayakan ikan lele, supaya hasilnya bisa anda nikmati di kemudian hari.

1. Mengisi media budidaya

Pertama-tama anda perlu mengisi media kolam untuk budidaya ikan lele yang sudah disiapkan dengan air bersih. Permukaan air pada awal pengisian cukup 20-30 sentimeter saja dari dasarnya. Setelah itu anda hanya perlu mendiamkan air selama kurang lebih satu minggu.

Air yang sudah didiamkan selama satu minggu akan menumbuhkan lumut dan fitoplankton yang cocok untuk makanan awal lele di masa pembibitan selain peletnya. Setelah itu anda bisa menambahkan air sampai dengan tinggi permukaan 80-90 sentimeter. Setelah air siap, tambahkan irisan daun pepaya atau singkong untuk mengurangi bau menyengat.

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Konawe

2. Memilih Bibit Lele

Anda tidak bisa sembarangan juga dalam memilih bibit lele. Ikan lele sendiri adalah ikan kanibal, sehingga ikan yang lebih lemah dan kecil cenderung terseleksi sendiri oleh alam dengan dimakan oleh ikan yang lebih besar dan kuat.

Oleh karena itu, anda harus memilih bibit ikan lele yang kuat untuk budidaya ikan lele lokal yang akan anda buat bisa bertahan dengan baik. Ikan lele yang kuat cenderung bergerak agresif dan memiliki warna yang lebih terang.

3. Menebar Bibit

Setelah memilih bibit untuk budidaya lele, langkah berikutnya adalah menebar bibit yang sudah anda miliki di kolam yang sudah anda siapkan. Pertama-tama pisahkan dulu bibit ikan lele yang berukuran besar, sedang, dan kecil. Hal ini dimaksudkan supaya ikan lele yang berukuran kecil tidak berakhir sebagai makanan ikan lele yang berukuran besar.

Selanjutnya, anda bisa menebar ikan lele ke dalam kolam yang sudah anda siapkan secara bertahap. Mengapa secara bertahap? Karena jika dilakukan secara serempak bersamaan, ikan lele cenderung lebih mudah stress kemudian mati. Waktu penebaran untuk budidaya ikan lele air tawar yang efektif bisa anda lakukan di pagi atau malam hari.

4. Memelihara Ikan Lele

Setelah melakukan penebaran, Anda juga perlu memelihara ikan lele yang anda miliki. Ikan lele akan tumbuh dari ukuran kecil menjadi besar dalam 3 bulan, dan selama itu anda perlu menyediakan makanan untuknya.

Berbeda dengan budidaya ikan lele bioflok, dalam budidaya lele dengan makanan pellet, anda perlu mengikuti cara memberi pakan yang efektif. Hal ini bertujuan agar tidak terlalu boros makanan, dan lele juga tidak mati karena kelebihan makanan. Pakan ikan lele yang diberikan kepada lele haruslah sesuai dengan ukuran pabrik, dan disesuaikan dengan besar mulut ikan.

Baca Juga:  Keuntungan Investasi di Bibit yang Harus Diketahui!

Supaya ikan bisa tumbuh besar dengan maksimal, pakan awal yang diberikan untuk bibit yang sudah bisa memakan pellet butiran adalah tipe F999. Kurang lebih makanan ini diberikan selama 2 minggu, kemudian berganti ke tipe makanan berikutnya.

Setelah kurang lebih 2 minggu, anda perlu mengganti makanan lele menjadi makanan tahap keduanya, yaitu 781-2. Makanan tipe ini diberikan sampai ikan berusia kurang lebih 2 bulan. Di bulan ketiga sebelum panen, anda juga perlu mengganti tipe makanannya menjadi tipe 781.

Anda bisa memerikan pakan dengan frekuensi 2 kali sehari, dengan tambahan makanan alami seperti keong emas, rayap, bekicot dan lain-lainnya. Memang memerlukan modal, tetapi tentu hasil yang didapatkan bisa lebih baik.

5. Panen Ikan Lele

Ikan lele sudah bisa anda panen pada bulan ketiga sejak pembibitan, atau kurang lebih setelah 90 hari ikan lele tumbuh. Pastikan anda memanen ikan lele dengan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan jaring yang besar. Mengingat ikan lele memiliki mekanisme pertahanan diri yaitu dengan mematil.

Itulah ulasan tentang budidaya ikan lele untuk referensi anda ketika anda akan memulai usaha budidaya lele. Dalam melakukan budidaya untuk bisnis tentu anda memerlukan kesabaran dan ketelatenan supaya hasil yang didapatkan sangat baik dan bermutu.