Arti Pump Dalam Trading Crypto Dan Langkah Mencegahnya

Arti Pump Dalam Trading – Jika Anda tahu kata pom pom di saham, istilah pump dalam trading crypto pun mempunyai makna yang sama. Kata pom pom asalnya bermula dari bahasa Inggris pump. Tindakan ini diterapkan oleh para trader dan investor crypto atau bandar yang sedang melakukan rencananya dengan mengatur pandangan di market crypto.

Sebutan kata Pump juga dimaksudkan menjadi memaksa ataupun memompa.  Secara mudah dipahami bahwa arti pump dalam trading, yaitu terdapat pompaan atau paksaan terhadap harga koin dengan menerapkan penimbunan akibatnya koin meraih sampai ke harga tertingginya. Kegiatan pump ada karena dampak terlibatnya para trader yang problematis besar. Mereka memborong tidak sedikit koin saat membelinya.

Arti pump dalam trading dapat bermakna sebagai aktivitas membeli sebuah aset kripto dengan jumlah besar agar target kenaikan harga dan permintaan menjadi meningkat. Sebentar harganya telah meninggi sehingga memikat tidak sedikit pembeli, dan diterapkan dump, yang bermakna menjual lagi barang secara besar-besaran dan membikin harganya semakin anjlok.

Mereka berupaya mengarahkan dengan menyarankan koin yang telah ditetapkan terhadap investor ataupun trader. Hal tersebut mengakibatkan tingginya minat orang-orang pada koin itu sehingga menjadikan harga koin menjadi melonjak.

Pump diawali dengan candle hijau yang melambung tinggi, sementara dump diawali dengan candle merah berukuran panjang. Umumnya pump dan dump berlangsung dengan cepat dan tidak disangka-sangka. Maka hal itu merupakan ciri khas pasar crypto yang naik dan turunnya harga cepat sekali.

Tahapan akan Terjadi Pump

Geserlah mouse menuju satu di antara baris harga di tabel market jual, maka nanti tampak sum total yang diperlukan demi nge-pump di harga itu. Misalnya, berikut untuk nge-pump koin SRM menuju harga  Rp. 115.000,00 perlu uang 27.993.601 rupiah.

Baca Juga:  5 Barang Jualan Online Paling Laris

Terus menerus scroll mouse menuju bawah, dan harga terus menerus tinggi, serta biaya untuk nge-pump pun tidak sedikit untuk mengakali pesanan jual. Bila telah menetapkan tujuan harga dan biayanya, mari kemudian membeli koin tersebut dengan pilihan market atau instant.

Bagaimana Langkah Pump and Dump pada Crypto?

Biasanya sekelompok orang yang berkedudukan lumayan di pasar akan menerapkan rencana ini. Aktivitas dengan istilah pump dalam trading dan dump umumnya memakan sedikit waktu, bahkan hanya berdurasi menitan atau detikan. Dampaknya susah untuk trader kelas rendah untuk keluar bila telah terjebak pada perangkap penipuan itu.

Istilah pump dalam trading dan dump tersebut ini mempunyai proses aktivitas secara teratur. Karena, para individu cenderung saling bergerombol dan berbincang demi merencanakan tindakan itu dengan persiapan matang. Merek yang populer dengan istilah scammers, beranjak menyatukan koin atau token crypto ketika sedang bervolume rendah yang nama lainnya disebut pump. Sesudah lumayan melimpah aset yang sudah disatukan, mereka menetapkan waktu bermain demi melaksanakan tindakan berikutnya alias dump.

Sedikit atau banyaknya koin atau koin crypto yang ditimbun bisa disaksikan lewat perubahan harga aset tersebut. Saat harga koin atau token itu meningkat tajam dan tidak sedikit memikat investor lainnya agar turut membeli, kemudian ketika itulah para scammers dapat mengawali tindakan dump. Dengan perlahan, scammers akan menjual lagi aset itu, yang menjadikan harga turun drastis sehingga keadaan market berubah berantakan.

Kasus-Kasus Pump and Dump

Pump and dump diasumsi menjadi rencana yang dapat dikerjakan demi mencari keuntungan, sebaliknya para oknum kerap berencana terus menerus memanipulasi di pasar crypto. Benar tidak dapat dihindari keuntungan yang diwujudkan sesudah  nge-pump and dump ini besar sekali, namun tindakan ini pun berbuntut efek parah untuk trader dan investor berkelas rendah.

Baca Juga:  5 Cara Berjualan Online Untuk Pemula Paling Jitu

Hal ini dikarenakan banyak trader yang belum banyak pengalaman dan informasi, akibatnya banyak yang ikut terlibat pada skema penipuan pump dan dump ini. Contohnya akhir-akhir ini berlangsung, yakni penipuan yang menyeret sejumlah influencer dari bidang esports dan menimbulkan mereka diberhentikan dari organisasi yang membesarkan nama mereka.

Ada sejumlah kabar mengatakan bahwa beberapa anggota dari FaZe Clan, sebuah organisasi besar berkancah pada bidang esports dari Amerika Serikat turut terciduk dalam  skema penipuan pump and dump di bulan Juli 2021. Mereka menawarkan suatu kripto terkini yang dinamakan SaveTheKids dan ditargetkan demi menolong anak-anak terbengkalai di dunia.

Penawaran ini pastinya menghasilkan, sebab sudah berhasil memikat tidak sedikit pembeli dan menjadikan harganya meningkat. Sesudahnya, pihak yang turut terseret di balik token, tercatat para influencer, kemudian menjual semua aset yang dipunyainya. Rupa-rupanya menabung keuntungannya demi menolong anak-anak terbengkalai, justru mereka menarik kembali dengan membawa kabur beberapa hasil penjualan sehingga menjadikan token itu tiada nilainya.

Para oknum memanfaatkan prosedur yang tengah ramai ini guna memenuhi keperluan mereka sehingga tidak memperhatikan trader lainnya yang ada dalam pasar. Jadi, para trader dan investor wajib lebih waspada terhadap pergerakan pasar ketika kegiatan berdagang koin atau token kripto beroperasi.

Langkah Mencegah Penipuan Pump and Dump

Pastinya Anda sebagai trader dan investor aset kripto tidak hendak pengalaman di bidang crypto terusik dengan keberadaan penipuan pump and dump ini.  Terdapat sejumlah hal yang dapat Anda terapkan untuk mencegah pump and dump supaya tidak terperangkap pada kerugian, yakni:

1. Hindari FOMO

Tidak hanya mencegah penipuan pump and dump, langkah ini pula mampu menolong Anda agar lebih berkompeten dalam berdagang di market crypto. Jika Anda tidak FOMO (Fear Of Missing Out), maka Anda lebih bertanggung jawab dalam melakukan pilihan ketika berdagang tanpa hanya ikut-ikutan dengan trader lain, bahkan tercegah dari skema penipuan pump dan dump.

2. Tetap Terapkan Riset Mandiri

Utama bagi Anda yang berkaitan dengan langkah sebelumnya, agar tetap terapkan riset mandiri. Riset yang diterapkan pastinya perlu semuanya, berawal dari mempelajari awal mula penerbit, menyaksikan penawaran yang diberikan dari penerbit, sampai membaca satu per satu white paper secara mendetail dari koin atau token kripto yang hendak Anda pesan. Anda pula  dapat membaca dengan jelas sebuah informasi yang terkini dari sumber yang kredibel, sebagaimana Tokonews dan coinmarketcap.

Baca Juga:  Cara Sederhana Belajar Candlestick Crypto!

Tidak hanya itu, Anda wajib tahu tentang keadaan crypto itu di pasar. Bila aset crypto itu masih termasuk kecil, namun digemari dengan kuat dan tiba-tiba oleh para influencer, maka Anda harus waspada dan tidak memesannya lebih dahulu, sembari menonton pertumbuhannya pada masa mendatang.

3. Berhati-Hati Ketika Initial Coin Offering (ICO)

Ingat Anda harus melirik pandangan lebih terhadap proyek koin atau token crypto yang baru didaftarkan atau dijual di tempat pertukaran jual beli crypto, dan dikenal dengan istilah Initial Coin Offering atau ICO. Soalnya para scammers pun tidak jarang menggunakan kesempatan ini agar dapat menerapkan tindakan pump dan dump. Terlebih ketika kesempatan ICO dari proyek crypto yang memiliki prospek yang cerah, namun ukuran perbandingannya kecil.

Demikian penjelasan mengenai arti pump dalam trading crypto dan langkah mencegah skema penipuan berupa pump dan dump. Tentu saja, Anda perlu ingat hal-hal bagaimana cara menghindari FOMO, tetap terapan riset mandiri, dan berhati-hati ketika Initial Coin Offering (ICO). Terlebih cara tersebut telah terbukti untuk para trader dan investor di dunia crypto yang berpengalaman.

Artikel Terkait