Apa Itu Insider Trading, Contoh Kasus Dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Insider Trading – Saat mendalami seluk beluk tentang pasar modal, tentu perlu memahami apa itu insider trading yang kerap terjadi di beberapa aktivitas perdagangan saham. Insider trading menjadi salah satu hal yang tidak asing dalam dunia pasar modal. Aktivitas ini bisa menjadi suatu perdagangan ilegal akibat insider yang melakukan perdagangan.

Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, perdagangan orang dalam ini dinilai bertentangan dengan hukum, kepatutan atau kepantasan. Insider trading juga masuk ke dalam kategori praktek kecurangan dan kejahatan pasar yang telah disebutkan di dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Apa itu Insider Trading?

Insider Trading adalah suatu aktivitas perdagangan saham perusahaan publik, obligasi, opsi saham, atau surat berharga lainnya dimana dilakukan oleh individu yang memiliki akses ke informasi non-publik tentang perusahaan.

Secara definisi, insider trading merupakan malpraktek dimana perdagangan efek perusahaan dilakukan oleh orang-orang berdasarkan pekerjaannya yang memiliki akses informasi non publik terkait suatu perusahaan yang menjadi sangat penting untuk melakukan keputusan investasi.

Praktek ilegal insider trading ini tak hanya terjadi di Indonesia saja melainkan sering terjadi di luar negeri juga. Aktivitas perdagangan saham ini disebut ilegal sebab informasi mengenai perusahaan yang diakses tersebut akan dijual untuk mendapatkan keuntungan.

Unsur dalam Insider Trading

Kasus insider trading dapat dilihat melalui beberapa unsur yang terlibat dan berkaitan dengan orang dalam. Meski peraturan yang berlaku tidak menjelaskan secara jelas mengenai unsur yang terlibat di dalam insider trading, namun hal ini bisa dilihat melalui 3 unsur utama di bawah berikut:

Baca Juga:  10 Game Crypto Android, Dapatkan Gratis Bitcoin!

1. Orang Dalam

Unsur yang paling utama dalam insider trading adalah adanya pelaku dari orang dalam. Cakupan insider trading ini terdiri dari beberapa posisi jabatan sebagai berikut:

  • Komisaris, direktur, pegawai emiten.
  • Pemegang saham utama.
  • Orang yang memiliki kedudukan, profesi, atau hubungannya dengan emiten sehingga memungkinkan memperoleh informasi perusahaan.
  • Pihak yang dalam waktu 6 bulan tidak menjadi pihak komisaris, direktur, pegawai emiten, pemegang saham utama, dan orang yang memiliki kedudukan tertentu.

2. Informasi Rahasia

Unsur kedua yakni memanfaatkan orang dalam dengan menjual informasi mengenai perusahaan yang bersifat rahasia. Sesuai Undang-Undang Pasar Modal, informasi ini dapat menyangkut fakta penting ataupun peristiwa yang relevan, memungkinkan akan mempengaruhi pergerakan harga bursa efek, keputusan pemegang saham maupun pihak berkepentingan yang memiliki informasi tersebut.

3. Transaksi Efek

Kemudian unsur terakhir dari apa itu insider trading, hal ini dapat dilihat melalui suatu informasi yang bersifat rahasia dan belum diumumkan ke publik. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan perdagangan saham ini jelas didorong karena adanya informasi dari orang dalam tentang berbagai informasi rahasia yang sama sekali tidak terlihat oleh publik.

Alasan Insider Trading Dilarang

Terlihat jelas bahwa insider trading adalah tindakan yang ilegal. Namun, aktivitas ini bisa menjadi legal jika sudah memenuhi beberapa syarat tertentu seperti jika informasi tersebut sudah disebarkan kepada publik sebelumnya, seluruh pemilik saham telah memiliki informasi secara bersamaan dan merata.

Meski bisa menjadi praktek yang legal, namun aktivitas ini tidak disarankan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena perdagangan yang legal bisa dilakukan dengan cara mempromosikan transaksi dengan adil dalam pasar untuk kebutuhan investor lainnya.

Praktek insider trading bisa menyebabkan ketidakadilan dimana pihak yang memiliki informasi secara rahasia dan tidak dapat diakses oleh publik dapat menarik keuntungan yang besar. Selain itu, aktivitas ini juga dapat mengakibatkan ketidakpercayaan dari pemegang saham maupun publik kepada perusahaan.

Baca Juga:  Membangun Tim Marketing Ideal Untuk Perusahaan Baru Anda

Contoh Kasus Insider Trading

Secara teori, praktek insider trading bisa dilihat melalui 3 unsur utama yang melibatkan orang dalam, informasi rahasia dan transaksi efek yang berkaitan dengan informasi tersebut. Untuk memahami lebih lanjut bagaimana praktik insider trading terjadi, berikut gambaran contoh kasusnya:

Seorang pemegang saham bernama Ahmad memiliki seorang kerabat bernama yang Zaki bekerja di salah satu PT JAYA dan memiliki jabatan yang cukup tinggi sebagai Direktur.

Sebagai seorang direktur perusahaan, tentu Zaki mengetahui informasi bahwa perusahaan PT JAYA akan melakukan aksi buyback dengan harga perlembar saham adalah 30 ribu rupiah. Diketahui harga saham ini lebih tinggi dari pada sebelumnya hanya 24 ribu rupiah perlembar saham.

Dengan adanya informasi tersebut, Ahmad memprediksi bahwa hal tersebut bisa meningkatkan harga saham perusahaan PT JAYA. Setelah memperoleh informasi tersebut, Ahmad pun langsung melakukan pembelian saham PT JAYA dan akan menjualnya lagi jika harga saham di PT JAYA sedang melonjak tinggi. Dari hal tersebut, tentunya Ahmad nantinya akan memperoleh banyak keuntungan dari kegiatan jual beli saham di PT JAYA.

Tetapi, Ahmad dan kerabatnya Zaki membuat suatu kesepakatan antara pemegang saham dengan direktur PT JAYA terkait informasi rahasia tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dimana Ahmad membagi sebagian keuntungan yang didapatkannya kepada Zaki. Kesepakatannya ini dibuat sebagai rasa terimakasih dari Ahmad atas kebaikan Zaki karena telah memberikan informasi penting terkait PT JAYA kepada dirinya.

Cara Mengatasi Insider Trading

Kasus insider trading mungkin menjadi suatu kasus yang sulit dibuktikan. Namun hal ini bisa dicegah dengan cara melakukan kebijakan yang tegas. Kebijakan tersebut dapat dikeluarkan dengan memberi aturan secara jelas tentang pemasukan informasi secara legal dengan menggunakan informasi rahasia tersebut digunakan sesuai etika atau prinsip yang berlaku.

Baca Juga:  Biaya Admin Untuk Jualan di Shopee dan Tokopedia

Selain itu, perusahaan juga harus secara tegas dapat memisahkan atau informasi yang bersifat rahasia dan bersifat publik. Untuk menghindari terjadinya praktik perdagangan dengan orang dalam, perusahaan juga wajib membagi tugas dan tanggung jawab atas pengelolaan informasi yang bersifat rahasia atau non publik.

Namun jika sudah terjadi kasus praktek insider trading, tentu perusahaan wajib bertindak dan memberikan sanksi kepada pelaku. Dengan ini, setiap pihak internal yang tidak mematuhi kebijakan akan dikenai sanksi disiplin atau pemecatan yang ditentukan oleh kebijaksanaan perusahaan. Jika pihak internal mengetahui terjadinya pelanggaran terhadap kebijakan ini, dapat melaporkan pelanggaran tersebut kepada perusahaan.

Dengan hal ini, pihak yang bersangkutan harus memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan kegiatan transaksi atau operasi secara berkelanjutan dari bisnis yang dijalankan. Oleh karena hal tersebut, perusahaan dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada para pemegang saham.

Itulah pembahasan mengenai apa itu insider trading, apa saja unsur di dalamnya, penjelasan mengapa aktivitas ini dilarang, contoh kasus, hingga cara mengatasi kasus bila terjadi di perusahaan. Bagi yang ingin mempelajari dunia investasi ataupun pasar modal, tentu hal ini harus dipelajari secara mendalam untuk menghindari kecurangan dalam berinvestasi. Meski aktivitas ini bisa saja legal dilakukan, namun lebih baik untuk dihindari. Jadilah investor yang baik dalam melakukan perdagangan saham agar bisa saling menguntungkan dengan banyak pihak.

Artikel Terkait