1 Lot Saham Berapa Lembar? Berikut Penjelasan Selengkapnya!

1 Lot Saham Berapa Lembar – Belakangan ini dunia investasi memang begitu populer di masyarakat dengan berbagai macam jenis investasi. Jika Anda adalah salah satu yang terjun ke investasi dan berniat untuk membeli saham, maka Anda perlu mengisi jumlah dari satuan saham yang nantinya ingin Anda beli dengan satuan lembarnya. Meskipun pembelian saham dihitung per lembarnya, akan tetapi transaksi pembelian saham tidak dilakukan secara per lembar.

Jika dalam aturan yang ditentukan oleh BEI (bursa efek Indonesia), transaksi jual-beli saham minimal bisa dilakukan 1 lot saham. Mungkin bagi Anda yang masih pemula akan bertanya-tanya, 1 lot saham berapa lembar? 1 lot saham sama halnya 100 lembar saham, lot maksudnya adalah satuan dalam perdagangan yang dipakai oleh pihak bursa. Sebenarnya, aturan dalam 1 lot saham berapa lembar itu sudah pernah terjadi perubahan.

Awalnya, melalui pasar modal Indonesia, 1 lot saham sama halnya dengan 500 lembar saham. Kemudian, perubahan jumlah 1 lot saham per lembarnya terjadi di tahun 2014 awal bulan. Jumlah lembaran saham dalam 1 lot mulai diperkecil dengan alasan supaya pasar modal yang ada di Indonesia menjadi semakin likuid. Jumlah lot yang semakin mengecil merupakan harapan bagi para investor ritel yang melakukan investasi di perdagangan pasar modal. Berikut ini aturan dari 1 lot saham yang perlu Anda ketahui:

1. Perhitungan modal untuk pembelian saham

Perkembangan zaman juga tak lepas dari perkembangan teknologi yang sangat berkembang, termasuk teknologi finansial atau di Indonesia dikenal fintech. Mulai saat ini banyak akses yang bisa dilakukan dengan mudah, terutama untuk para investor yang ingin membeli produk dari pasar modal atau yang disebut saham. Transaksi jual-beli saham bisa Anda lakukan cukup hanya menggunakan ponsel. Jika Anda bingung untuk menyiapkan modal berapa saat pembelian saham. Triknya Anda bisa menyiapkan dana untuk pembelian saham yang diinginkan sesuai dengan jumlah sejam dan harga sejamnya. Setelah berhasil memutuskan, Anda bisa melakukan transaksi pembayaran sebagai fee broker atau sekuritas. 1 lot saham berapa rupiah ditentukan oleh perusahaan sekuritas dalam satu lot dan lembarannya.

Baca Juga:  7 Ide Jualan Online Untuk Pelajar Menambah Uang Saku

Sementara itu, saat saham yang Anda miliki ingin diperjualkan, jumlah dana yang akan didapat oleh investor yakni sesuai dengan harga jual saham saat itu. Akan tetapi, tetap ada tambahan biaya saat transaksi dan juga PPh. Biaya melakukan transaksi sangat variatif tergantung dari perusahaan brokernya, namun umumnya 0,2-0,3 % dari nilai melakukan transaksi dalam pembelian saham termasuk juga PPN ditambah dengan PPh sejumlah 0,1 % khusus untuk Anda yang melakukan transaksi penjualan saham. Dalam hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk Anda dalam menentukan jumlah minimal dalam pembelian saham yang Anda ingin lakukan.

Dalam menentukan modal yang Anda siapkan untuk pembelian saham, ada beberapa faktor yang perlu Anda pahami sebagai investor yaitu harga saham dari perusahaan broker yang mau dibeli, jumlah saham yang mau dibeli dan biaya transaksi sekuritasnya. Sebagai contoh, ketika Anda ingin membeli saham di perusahaan broker yang telah Anda tentukan, Anda perlu memahami 1 lot saham berapa lembar saat ingin membeli saham.

2. Cara melakukan transaksi pembelian saham

Jika Anda sudah yakin ingin memulai berinvestasi dengan membeli saham, berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan. Selain menyiapkan modal untuk membeli saham, Anda juga perlu mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, seperti KTP, buku tabungan, NPWP, dan juga materai. Untuk lebih rincinya, ada beberapa cara dalam melakukan transaksi pembelian saham, yaitu:

  1. Persiapkan dokumen yang nantinya dibutuhkan, mulai dari KTP, materai, buku tabungan, dan NPWP.
  2. Anda perlu datang ke kantor perusahaan broker yang dekat dengan kota Anda atau melakukan pendaftaran secara online,
  3. Untuk daftar perusahaan broker yang ada di Indonesia yang melayani transaksi jual-beli saham di BEI, Anda juga bisa searching terlebih dahulu perusahaan broker yang tepat dan mendapatkan izin pengoperasian.
  4. Selanjutnya isilah formulir pendaftaran secara lengkap yang biasanya sudah disediakan oleh perusahaan broker itu sendiri.
  5. Untuk investor masih perlu melakukan setoran dana awal ke no rekening RDI atau dana investor.
  6. Masing-masing dari perusahaan broker mempunyai aturan yang berbeda-beda dalam besaran dana awal yang nantinya akan Anda setoran.
  7. Apabila pendaftaran ke perusahaan broker telah diproses, investor diberikan akses untuk bisa login ke akun dashboardnya untuk melakukan transaksi seperti jual-beli saham yang dimiliki perusahaan sekuritas itu sendiri, mulai dari pin untuk melakukan transaksi, password, dan juga user ID.
Baca Juga:  Apa Itu Insider Trading, Contoh Kasus Dan Cara Mengatasinya

3. Cara memilih perusahaan broker yang tepat

Tidak sedikit masyarakat yang tertipu dengan investasi bodong, dikarenakan salah memilih perusahaan sekuritas dalam berinvestasi. Oleh karena itu, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan saat memilih perusahaan sekuritas:

1. Pelajari kemampuan dasar

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan investasi, terlebih dahulu pelajari kemampuan dasar dalam akun trading, biasanya Anda akan diberikan simulasi perdagangan pasar modal yang bisa Anda gunakan secara gratis. Selain itu, bisa bergabung juga dengan berbagai komunitas belajar tentang saham di sejumlah platform sosial media. Anda juga bisa belajar melalui buku, youtube, teman, dan sebagainya.

2. Tepat memilih perusahaan broker

Saat ingin melakukan investasi berupa saham, Anda membutuhkan no rekening dari perusahaan broker. Rekening baru yang Anda buat merupakan tempat menyimpan dana untuk melakukan transaksi perdagangan saham. Sehingga, Anda perlu memilih perusahaan sekuritas yang memiliki rating bagus, rekam jejak yang baik, dan terpercaya. Anda bisa bertanya pada orang yang sudah berpengalaman di dunia investasi.

3. Cermat dalam memilih saham

Pilihlah dengan cermat saham yang ingin Anda beli, pilih dari emiten yang paling stabil harganya dan tidak cepat berubah. Lebih disarankan saham yang dipilih berasal dari perusahaan yang mempunyai konsumer yang baik dan juga perbankan, dikarenakan perusahaan tersebut seringkali digunakan oleh masyarakat di dalam kesehariannya. Jika laba yang dihasilkan terus meningkat di setiap tahun, artinya harga saham tersebut stabil.

4. Jangan berhutang

Apabila Anda sudah memulai berinvestasi, ada baiknya untuk tidak menggunakan dana yang diperoleh dari pinjaman. Anda perlu menyiapkan dana khusus dari penghasilan yang Anda miliki, supaya Anda tidak terbebani dengan hutang. Lakukan dengan rutin setiap bulannya untuk melakukan investasi. Meskipun, pada awalnya nilai investasinya kecil, berjalannya waktu akan terus bertambah dan konsisten.

Baca Juga:  Begini Tips Dan Cara Menabung Saham Di BRI Bagi Pemula

Itulah tadi informasi terkait 1 lot berapa lembar saham yang belum Anda ketahui dan juga cara melakukan investasi saham untuk para investor pemula dan juga yang sudah lama terjun. Anda bisa memulai berinvestasi mulai dari sekarang dengan menyiapkan dana untuk melakukan investasi di masa mendatang.  Ikuti cara-cara diatas untuk melatih kemampuan Anda di bidang investasi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan tabungan di masa depan.

Artikel Terkait