10 Tahapan Belajar Saham Untuk Pemula Agar Tidak Rugi

Belajar Saham Untuk Pemula – Dari masa beberapa tahun ke belakang, investasi telah menjadikan aktivitas finansial yang dinilai cukup menjanjikan saat ini. Investasi menjadi pilihan sebagai tabungan masa depan jika menghasilkan keuntungan, salah satunya berinvestasi di pasar saham. Pasar saham merupakan salah satu tempat untuk berinvestasi yang resmi dan berpotensi menghasilkan keuntungan tinggi. Banyak yang sudah membuktikan kesuksesannya sehingga popularitas kegiatan investasi semakin tinggi. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi saat ini yang sangat memudahkan siapapun untuk berinvestasi.

Namun, menjadi seorang investor atau trader saham tidaklah semudah melihat kesuksesan orang lain. Pada praktiknya memang hanyalah membeli, menunggu ketika harga naik kemudian menjual saham yang dimiliki. Tetapi dibalik itu jika tanpa pengetahuan dan jam terbang yang cukup, sulit bagi seseorang dapat menghasilkan keuntungan yang konsisten dari saham. Semakin tinggi keuntungan yang ingin diperoleh maka resikonya juga akan semakin tinggi.

Meski begitu, jangan takut mencoba untuk memulai investasi saham. Anda bisa mengikuti panduan belajar saham untuk pemula dibawah ini. Tetapi sebelumnya anda perlu mengenal dan mendalami pemahaman tentang saham terlebih dahulu demi mengurangi resiko yang besar.

Mengenal Saham

Saham memiliki popularitas tinggi sebagai salah satu instrumen investasi. Dilansir dari website IDX atau Bursa Efek Indonesia (BEI) saham diartikan sebagai tanda penyetoran modal seseorang atau pihak (badan usaha) pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan begitu, pihak yang memberikan modal tersebut akan memiliki klaim atas pendapatan dan aset perusahaan. Selain itu juga berhak ikut menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Semakin besar saham yang dimiliki atas suatu perusahaan, maka semakin besar kekuasaan seseorang di perusahaan tersebut.

Baca Juga:  Jenis Saham Batu Bara Terbaik Dan Kenali Tips Memulainya

Dari sisi perusahaan, dengan menerbitkan saham akan mendapatkan pendanaan jangka panjang sebagai salah satu cara untuk meningkatkan modal bisnis. Sedangkan dari sisi investor, saham banyak diminati karena memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Selanjutnya akan dibagikan bagaimana cara Belajar Saham untuk Pemula yang dapat anda ikuti.

Panduan Cara Belajar Saham untuk Pemula

Bagi anda yang ingin memulai berinvestasi saham, anda dapat mengikuti panduan Belajar saham untuk pemula berikut ini:

1. Menentukan Tujuan Investasi

Sebelum memulai anda harus menentukan tujuan anda untuk belajar investasi saham terlebih dahulu. Tidak hanya ikut-ikut tren kemudian asal setor uang dan selesai. Tetapkan dulu tujuan investasi anda untuk apa misalnya mengumpulkan DP rumah, persiapan biaya pendidikan anak, biaya menikah, dan sebagainya.

Sebaiknya investasi saham dapat dilakuk jangka panjang lebih dari 5 tahun supaya hasilnya maksimal, Tidak menutup kemungkinan, saham yang anda beli hari ini dapat naik ribuan persen dalam jangka waktu tersebut.

2. Periksa Kondisi Keuangan Anda

Setelah menetapkan tujuan, cara belajar saham untuk pemula berikutnya adalah memeriksa kondisi keuangan anda. Apakah penghasilan dan pengeluaran setiap bulan seimbang atau justru surplus? Investasi memerlukan komitmen untuk disiplin menyisihkan uang setiap bulannya. Anda perlu untuk mengalokasikan dana khusus untuk investasi saham. Idealnya 10% dari penghasilan setiap bulan.

Pastikan berinvestasi sesuai dengan kemampuan keuangan anda, tidak perlu memaksakan diri harus memulai dengan nominal yang besar. Investasikan uang anda yang sekiranya anda sanggup kehilangan karena investasi saham memiliki resiko tinggi.

3. Buka Rekening Saham

Setelah mantap untuk berinvestasi, maka anda bisa mulai membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. Pilihlah yang terpercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan sebagainya. Cari tahu prosedur cara membuka rekening saham dari pusat informasi resmi dari sekuritas yang anda pilih. Secara umum berkas yang diperlukan meliputi kartu identitas, buku tabungan, NPWP, data usaha atau pekerjaan, dan data ahli waris.

Baca Juga:  Perbedaan Trading dan Investasi Saham yang Wajib Dipahami

4. Setor Saldo Pertama

Selanjutnya anda dapat menyetorkan sejumlah dana sebagai modal investasi. Besar nominal pertama tergantung pada kebijakan sekuritas yang dipilih. Maka dari itu, sebelumnya anda harus mencari tahu informasi tentang berbagai kebijakan di perusahaan sekuritas untuk menyesuaikan dengan kemampuan investasi anda. Jika sudah menyetor saldo pertama, rekening saham anda akan diproses dan anda sudah bisa menjadi investor sebagai bagian dari penggerak pasar modal

5. Pilihlah Metode Investasi Saham

Bagi pemula yang masih Belajar saham harus mengetahui bahwa nilai saham perusahaan bergerak secara dinamis. Nilai saham akan mengalami naik turun setiap harinya sehingga sangat dibutuhkan perhatian investor. Dalam investasi saham, terdapat dua metode investasi sebagai berikut:

Pertama, metode investasi saham jangka waktu pendek. Metode ini dilakukan para investor yang membeli saham yang diinginkan ketika nilainya sedang turun, kemudian akan cepat dijual bila nilainya sedang naik. Keuntungan hanya didapat dari selisih nilai jual beli saham tersebut.

Kedua, metode investasi jangka waktu panjang. Tujuan dari metode ini adalah menginginkan dividen atau keuntungan perusahaan dengan cara menjadi investor tetap. Dividen akan dibagikan satu tahun sekali setelah RUPS dilaksanakan. Metode ini dapat digunakan dengan memilih perusahaan besar yang memiliki reputasi dan prospek yang bagus sehingga nilainya cenderung stabil hingga beberapa tahun yang akan datang.

6. Analisa Kondisi Perusahaan

Dalam melakukan investasi, anda harus fokus apalagi bagi yang masih pemula. Anda harus memantau latar belakang dan kondisi perusahaan dalam pengembangan usahanya. Anda juga perlu untuk mempertimbangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan tersebut.

7. Pilih Aplikasi Sekuritas Terpercaya

Kini, setiap perusahaan sekuritas biasanya sudah memiliki aplikasi trading untuk digunakan nasabahnya. Aplikasi tersebut digunakan untuk memantau segala pergerakan saham termasuk menampilkan semua harga jual dan harga beli saham di berbagai perusahaan yang tergabung di pasar modal.

Transaksi jual dan beli saham di BEI dilakukan setiap hari Senin-Jumlat dalam dua sesi yaitu 09.00-12.00 WIB (sesi pertama) dan 13.30-16.15 WIB (sesi kedua). Anda harus mengetahui bahwa saham perusahaan dijual dengan kode empat huruf kapital misalnya BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, ACES, dan sebagainya.

Baca Juga:  5 Jenis Investasi yang Paling Menguntungkan

8. Mulai Membeli Saham

Ketika mulai membeli saham anda harus memiliki strategi tersendiri ketika. Ada 3 strategi yang dapat anda gunakan untuk membeli saham:

  • Buy If/On Breakout: membeli saham ketika harga naik hingga mencapai resistance atau harga tertinggi.
  • Buy On Weakness: membeli saham saat harga turun ke level tertentu.
  • Buy On Retracement: membeli saham setelah harga mengalami breakout atau harga bawah, biasanya saham yang berhasil melewati kondisi itu akan langsung naik tinggi.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Pertama, jangan tergiur dengan harga saham yang paling murah tetapi beli saham dari perusahaan yang worth it untuk dibeli. Saham yang murah belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar karena perusahaan memiliki kinerja yang buruk sehingga tidak dapat memberikan keuntungan. Kedua, anda harus memperhatikan fluktuasi pergerakan pada IHSG baik dari faktor internal maupun eksternal, tren pasar, penjualan, tingkat likuiditas perusahaan, dan Earning per Share Growth.

9. Menjual Saham

Seperti membeli saham, ketika menjual saham, anda juga membutuhkan strategi yang baik. Anda dapat menjual saham pada waktu terbaik yaitu ketika harga sedang naik atau profit taking. Namun, adakalanya ada kondisi ketika anda harus menjual saham dengan cut loss. Cut loss adalah kondisi menjual saham dengan harga yang lebih rendah daripada harga beli. Cara ini digunakan untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar karena harga yang semakin turun.

Bila anda investor aktif, anda bisa melakukan cut loss ketika saham yang dimiliki terus menerus mengalami penurunan. Sedangkan jika anda investor jangka panjang, waktu terbaik adalah ketika fundamental perusahaan mengalami perubahan.

10. Atur Emosi Ketika Investasi

Investasi bukanlah suatu hal yang instan untuk menjadi kaya. Seseorang cenderung berinvestasi untuk segera memperoleh banyak keuntungan. Itulah gunanya anda menetapkan tujuan berinvestasi saham di awal. Anda harus bersabar dan fokus untuk mengurangi resiko investasi. Jangan pernah mengambil keputusan berdasarkan emosi ketika menginvestasikan uang anda di pasar saham.

Ketika anda menyukai suatu perusahaan tertentu itu tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut dapat memberikan keuntungan yang besar di masa depan. Anda harus selalu mempertimbangkan segala aspek sebelum memutuskan membeli atau menjual saham.