Mengenal Lebih Dalam Support Dan Resistance Saham Dalam Dunia Investasi

Support Dan Resistance Saham – Menuju Indonesia emas tahun 2045 bahkan dengan adanya tujuan peningkatan ekonomi nasional di era 4.0 memberikan semangat baru bagi dunia investasi di tanah air. Tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) per 29 Januari 2023 meningkat hingga 1.393.014. Peningkatan ini didominasi oleh investor muda atau milenial yang memiliki usia rata-rata 40 tahun ke bawah. Hal ini menunjukkan terdapat 75 % investor dari total investor domestik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di pelopori oleh kaum muda.

Fenomena ini cukup membanggakan sebab situasi ini merupakan sebuah bukti bahwa masyarakat indonesia, khususnya kaum milenial mulai melirik dunia investasi sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Kesadaran investor muda sangat penting untuk didukung karena akan berdampak pada ketahanan investor di pasar modal. Mengapa demikian ? sebab fakta bahwa terdapat banyak investor muda yang berada di dunia saham akan memberikan efek positif bagi pada tujuan serta strategi dalam berinvestasi.

Sebagaimana disampaikan oleh Divisi Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fauzii, bahwa BEI sangat mendukung dan memberikan pelayanan yang baik melalui edukasi serta literasi kepada para investor milenial. Edukasi dan layanan akan diberikan dalam bentuk pemberian konsep atau kiat-kiat memilih saham yang baik.

Berikut 5 cara memilih saham yang baik dan benar :

1. Gunakan sekuritas yang menetapkan biaya kecil atau rendah

Biaya yang dimaksud disini adalah biaya pembelian juga biaya penjualan. Biaya ini merupakan keuntungan bagi sekuritas yang menjadi broker. Biasanya biaya ditetapkan pada angka 0,19% untuk pembelian dan 0,29% untuk penjualan. Namun ada beberapa sekuritas yang menetapkan biaya diatas maupun dibawah angka tersebut.

Baca Juga:  4 Rekomendasi Panduan Belajar Trading Forex Lengkap Dengan Cara Prakteknya

2. Menghitung keuntungan dan kerugian yang akan diterima terlebih dahulu

Menghitung keuntungan dengan melihat perusahaan yang menetapkan harga murah pada setiap lotnya namun memiliki keuntungan yang besar. Hal ini dapat investor lihat apakah perusahaan tersebut berkualitas atau tidak.

3. Memilih saham yang telah terdaftar di Indeks LQ$% atau IDX30

Saham yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kriteria tertentu. Sehingga kebanyakan investor pemula kebingungan. Cara mudah untuk melihatnya yaitu dengan melihat apakah saham tersebut berada dalam indeks LQ$% atau IDX30.

4. Memilih dan memilah perusahaan dari sektor keuangan atau consumer goods

Saham dalam sektor keuangan atau consumer goods termasuk sektor yang paling aman untuk pemula apabila ingin berinvestasi.

5. Memilih perusahaan yang memiliki kondisi stabil selama 5 tahun terakhir

Dengan demikian diperlukan ketelitian dari investor dengan membaca portofolio perusahaan tersebut sebelum membeli sahamnya. Dengan demikian akan diketahui pendapatan, rasio perusahaan tersebut.

Selain itu peningkatan investasi dapat juga dilihat dari penerapan inovasi ESG (Environmental, Social and Governance Investing) pada sebuah perusahaan. ESG merupakan suatu inovasi yang dilakukan suatu perusahaan dengan menerapkan peduli lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan yang patuh terhadap peraturan atau hukum yang berlaku.

Environmental, Social and Governance (ESG) mempunyai 3 (tiga) faktor yang dapat dideskripsikan dengan lingkungan, sosial serta tata kelola investasi. ESG sebenarnya adalah kerangka kerja untuk menganalisis perusahaan dengan benar-benar menilai seberapa baik suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam penerapan ESG pada seluruh kegiatan usaha perusahaan.

Kategori lingkungan meliputi penggunaan air, produksi limbah dan atau jenis perilaku lingkungan. Faktor lingkungan dalam ESG akan dilihat dari seberapa efisien suatu perusahaan dalam mengelola sumber daya perusahaan dan juga menjaga lingkungan di sekitar.

Baca Juga:  5 Jenis Investasi yang Paling Menguntungkan

Perusahaan yang peduli lingkungan berarti sebuah perusahaan yang beroperasi dengan tetap memperhatikan bagaimana kondisi lingkungan (AMDAL). Kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dilihat dari bagaimana cara perusahaan memberikan penawar terhadap dampak negatif aktivitas kerjanya. Misalnya suatu perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam (SDA) seperti pertambangan batu bara, minyak bumi, gas serta bidang usaha lainnya.

Ketika perusahaan bergerak dibidang SDA maka diharuskan perusahaan tersebut melihat dampak negatif kegiatan usaha yang ditimbulkan. Dampak tersebut dapat terjadi pada lingkungan seperti pencemaran udara, kerusakan tanah, pencemaran air sampai pada pengrusakan ekosistem hewan. Faktor lingkungan mencakup ruang lingkup hubungan perusahaan dengan lingkungan secara fisik.

Konsep sosial dalam ESG, dilihat dari seberapa baik suatu perusahaan dalam memperlakukan klien, pekerja dan masyarakat umum. Perusahaan yang peduli sosial bermakna bahwa setiap perusahaan akan memperhatikan sosial masyarakat. Kepedulian terhadap masyarakat tentu saja menjadi suatu bentuk keharusan bagi perusahaan.

Governance berarti tata kelola perusahaan dalam menjalankan bisnis. Tata kelola perusahaan yang baik menandakan perusahaan taat dan patuh terhadap peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum tentu saja menjadi suatu tolak ukur bagi setiap investor yang hendak menanamkan sahamnya. Kepatuhan perusahaan terlihat dari mekanisme kerja serta manajemen operasional yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

ESG penting untuk diterapkan dalam sebuah perusahaan dengan tujuan yaitu :

  1. Menjaga keberlangsungan dan ketahanan perusahaan.
  2. Sebagai bentuk pengembangan dan kepedulian perusahaan.
  3. Bentuk marketing sehingga nilai saham perusahaan meningkat.
  4. Menjaga kestabilan hubungan antara sosial masyarakat, lingkungan dengan perusahaan.

Selain paparan di atas, untuk mulai berinvestasi atau bermain saham maka sangat perlu pula diketahui istilah support dan resistance saham. Support adalah suatu batas paling rendah dalam menjaga saham agar nilainya tidak turun.

Baca Juga:  9 Tips Trading Komoditas Bagi Investor Pemula

Sedangkan resistance kebalikan dari support yaitu batas tertinggi untuk menjaga saham agar tidak terus naik. Adapun fungsi support dan resistance saham  yakni untuk memberikan petunjuk kepada trader mengenai daerah terendah maupun tertinggi yang termasuk sulit untuk ditembus.

Support dan resistance saham dapat dilihat pada garis dalam aplikasi trading atau investasi. Biasanya garis support yaitu garis yang menyentuh bagian paling bawah. Sedangkan garis resistance terlihat pada garis yang berada pada bagian tas aplikasi trading.

Manfaat support dan resistance saham dalam memulai investasi atau trading saham

  • Untuk melihat terjadinya tren, baik itu tren kenaikan harga saham atau turunnya harga saham.
  • Untuk menentukan posisi entry, biasanya posisi ini ditentukan oleh harga tertutup dibawah atau diatas support dan resistance.
  • Untuk mengetahui posisi exit, kebanyakan trader menggunakan garis support dan resistance saham sebagai patokan untuk exit. Misalkan : ketika trader ingin menentukan apakah harus stop loss atau take profit maka ketika berada di area entry buy di posisi support bisa memberikan target resistance sebagai target take profit.

Untuk menentukan support dan resistance harga saham secara manual maka investor atau trader dapat memperhatikan history pergerakan harga saham kemudian mencari titik terendah dan titik tertinggi harga saham.

Selain cara di atas untuk menentukan support dan resistance saham dapat juga menggunakan teknik moving atau pergerakan rata-rata harga saham. Hal ini dilakukan untuk memprediksi momentum jangka pendek dalam perdagangan saham.

Apabila melihat kondisi psikologi para trader saham biasanya penentuan support dan resistance saham dapat juga dilakukan dengan mengamati momentum angka bulat. Angka bulan dapat berupa Rp. 1.000, Rp. 2.000, Rp. 2.500. pasalnya ketika harga saham menyentuh angka bulat terjadi banyak keputusan beli dan jual saham yang terjadi.