Pondasi Dasar Dalam Pembangunan Proyek

Saat ini sudah banyak sekali pembangunan proyek properti yang ada di Indonesia. Hal ini tidak lain karena perkembangan bisnis properti yang kian lama kian menanjak ketingkat yang sangat aman sekali dan tentunya menguntungkan bagi perusahaan yang akan berkecimpung ke dunia properti. Mengingat semakin hari semakin banyak orang yang mencari atau membutuhkan sebuah bangunan properti atau perabot rumah yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum membuat sebuah proyek atau menjalankan sebuah proyek haruslah mempersiapkan beberapa hal yang di butuhkan untuk membangun sebuah proyek itu agar pembangunan proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami masalah selama proses pembuatan proyek tersebut.

Persiapan awal yang matang akan mendukung kesuksesan proyek yang sedang Anda kerjakan. Apalagi jika Anda sedang mengerjakan sebuah proyek besar tentunya harus memiliki persiapan yang sempurna terlebih dahulu sebelum memulai untuk mengerjakan proyek tersebut. Karena setiap pekerjaan selalu di awali dengan persiapan yang matang dahulu sebelum mengerjakan pekerjaan tersebut. Persiapan pembangunan sebuah proyek juga berupa strategi dasar yang harus di tetapkan dan tidak boleh begitu saja di abaikan oleh orang yang akan melakukan pembangunan sebuah proyek. Adapun strategi dasar pembangunan sebuah proyek adalah sebagai berikut.

Strategi Swakelola

Strategi pertama yang termasuk ke dalam strategi dasar pembangunan sebuah proyek adalah startegi swakelola. Startegi swakelola adalah strategi yang sudah di rencanakan dan pengerjaannya di awasi oleh pihak pemerintah atau pihak swakelola itu sendiri. Pihak pemerintah maupun pihak swakelola boleh menggunakan tenaga sendiri atau tenaga dari luar untuk mengawasi proyek yang sedang berjalan dengan syarat jika pemerintah atau pihak swakelola menggunakan tenaga dari luar maka tidak boleh lebih dari 50% tenaga yang di gunakan dalam proyek swakelola tersebut.

  • Jenis-Jenis Swakelola

Strategi swakelola biasanya di gunakan dalam sistem pengadaan barang-barang atau material untuk proyek. Swakelola sendiri di bagi menjadi beberapa jenis diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Pelaksanaan swakelola oleh pihak pengguna barang atau jasa: Swakelola jenis ini merupakan swakelola yang di lakukan oleh para pengguna barang ataupun jasa dan pengerjaannya sudah di rencanakan sebelumnya sedangkan untuk proses pengerjaannya di awasi oleh pihak pengguna barang atau jasa itu sendiri maupun dari pihak luar yang sudah berpengalaman.
  2. Pelaksanaan swakelola oleh pihak pemerintah lain: Pihak selanjutnya yang menggunakan strategi swakelola adalah pihak pemerintah lain. Swakelola jenis ini melibatkan pihak pemerintah lain seperti uninversitas negeri atau lembaga pendidikan dan pelatihan yang bernaung di bawah peraturan pemerintah. Sedangkan dalam pelaksanaanya swakelola jenis ini di awasi langsung oleh pihak instansi terkait dan juga menggunakan tenaga kerja sendiri ketika sedang mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.
  3. Pelaksanaan swakelola oleh pihak lembaga atau masyarakat penambah hibah: Sedangkan swakelola jenis terakhir ini melibatkan pihak masyarakat maupun lembaga pelayanan masyarakat yang menerima hibah dari pemerintah. Dalam pelaksanaan swakelola jenis ini teknis pekerjaan dan perencanaannya di awasi langsung oleh pihak pemerintah dan tidak di ikuti oleh pihak atau tenaga dari luar. Jenis swakelola satu ini juga memiliki sasaran atau target yang sudah di tetapkan oleh pihak pemerintah.
  • Perencanaan Strategi Swakelola

Setelah mengetahui beberapa jenis atau tipe yang ada pada strategi swakelola maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mempelajari perencanaan strategi swakelola. Perencanaan dalam swakelola ini bertujuan agar ketika pengerjaannya proyek sudah di lakukan tidak akan terhambat karena tidak sempurnanya sebuah perencanaan. Adapun perencanaan dalam startegi swakelola adalah sebagai berikut.

  1. Merencanakan kegiatan: Sebelum memulai pembangunan sebuah proyek maka hal yang sangat penting yang harus di lakukan terlebih dahulu adalah pembuatan perencanaan kegiatan untuk pekerjaan pembangunan proyek tersebut. Perencanaan kegiatan ini mencakup beberapa isi yaitu jadwal kegiatan, teknis kegiatan, dan tenaga kerja yang di butuhkan selam kegiatan berlangsung.
  2. Menyusun kerangka acuan kerja: Di dalam pengerjaan sebuah proyek kerangka acuan kerja merupakan dokumen yang sangat penting karena kerangka acuan kerja ini lah yang menjadi dasar setiap kegiatan pembangunan proyek tersebut. Baik yang mengatur tentang anggaran biaya, jumlah pekerja, waktu atau jadwal pekerjaan hingga kegiatan apa saja yang di lakukan.
  3. Pembuatan jadwal pekerjaan: Setelah selesai merancanakan seluruh kegiatan dan juga sudah menyusun kerangka acuan kerja maka langkah selanjutnya yang harus di lakukan adalah pembuatan jadwal untuk pekerjaan yang akan di mulai. Memiliki jadwal yang terencana dan sudah di susun baik akan membantu proyek Anda selesai lebih cepat dan tentunya lebih sempurna dan hasil bisa sesuai dengan harapan Anda.

Dalam proses pengadaannya, jenis pondasi rumah atau bangunan dibagi menjadi dua yaitu dangkal dan dalam. Perbedaan ini dibedakan berdasarkan kemungkinan seberapa besar bangunan itu nantinya. Pondasi adalah salah satu struktur penting dari sebuah bangunan, dan terletak di bagian bawah. Bersama dengan bagian lain, bagian dasar sangat penting dalam menentukan berapa lama umur suatu bangunan di masa depan.

Karena selain menahan beban sendiri, alas ini juga bertugas menahan seluruh beban total bangunan. Pengerjaan yang tepat akan membuat bagian ini kuat, sehingga bangunan tersebut dapat berdiri kokoh selama puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun. Dalam perkembangannya, pondasi memiliki beberapa jenis, biasanya disesuaikan dengan jenis bangunan yang akan dibangun. Misalnya, rumah atau bangunan satu lantai, biasanya membutuhkan jenis alas yang dangkal.

Atau singkatnya, dalam ilmu konstruksi bangunan, proses konstruksi dasar suatu bangunan atau bangunan umumnya dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek. 1. Jenis bangunan yang akan didirikan 2. Jenis tanah di lingkungan sekitar bangunan 3. Faktor pembiayaan, atau financial.

  • Setiap bangunan membutuhkan jenis pondasinya masing-masing, terutama jika menyangkut jenis kontur tanah di sekitarnya. Agar fungsi struktur gedung ini dapat berjalan dengan baik, maka mekanisme distribusi beban harus dilakukan dengan baik. Untuk melengkapi kebutuhan tersebut, dibutuhkan distribusi tanah yang tepat, kedalaman yang cukup sebagai dasar bangunan, dan penggunaan jenis tanah yang ideal dengan kontur yang kokoh (Memungkinkan pondasi tidak bergeser saat dipasang).
  • Kondisi Tanah Di Atas Bangunan. Yaitu pembuatan kontur tanah sesuai dengan kebutuhan (beban bangunan akan dibutuhkan nanti). Yaitu memberikan pondasi yang tepat untuk struktur bangunan diatasnya. Dengan menghitung gaya beban baik vertikal maupun horizontal. Proses perhitungan yang tepat akan membuat struktur bangunan pada tempatnya dalam waktu yang lama. Perubahan atau sedikit pergeseran pada pondasi akan membuat struktur bangunan seperti dinding, beresiko menimbulkan kerusakan.
  • Kondisi lingkungan sekitar. Selain ancaman dari kontur tanah di bagian bawah bangunan, proses pembangunan juga berbasis pada lingkungan sekitar. Apakah akan menjadi ancaman bagi bangunan saat berdiri atau berisiko tertimpa bangunan?
  • Faktor Pembiayaan (Budgeting). Proses pembangunan pondasi membutuhkan bahan baku yang tepat. Ada pilihan bahan yang biasa digunakan dan ini akan erat kaitannya dengan mekanisme pembiayaan atau penganggaran.

Pada umumnya proses pembangunan pondasi bangunan dilakukan atas 4 dasar diatas. Sedangkan dalam pelaksanaannya terbagi menjadi dua jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, terutama jenis dan ketinggian bangunan yang akan dibangun.

Artikel Terkait