Perbedaan Antara KPR Syariah dan KPR Bank Syariah

Apakah KPR syariah memiliki perbedaan dengan KPR bank syariah? Jika beda, kira-kira apa saja perbedaannya? Menggunakan KPR syariah maupun KPR bank syariah memang sudah menjadi pilihan utama bagi para pengguna KPR. Selain bunga yang tidak setinggi bank konvensional, lalu apa saja perbedaan lainnya?

Perbedaan KPR Bank Syariah dan KPR Syariah

Mungkin terdapat beberapa orang yang merasa bahwa KPR syariah ini jauh lebih menguntungkan dari KPR bank syariah. Apakah hal itu benar terjadi? Lalu, apa saja perbedaan antara KPR bank syariah dan KPR syariah ini yang membuat banyak orang mulai tertarik dengan KPR syariah ini?

1 Tidak Mengenal Bunga dan Jaminan

Jika Anda mengambil KPR syariah ini, pengembang akan menetapkan harga langsung atau sering disebut tanpa perantara kepada calon pembeli. Harga yang mereka tawarkan ini bisa lebih murah. Mengapa bisa lebih murah? KPR syariah ini tidak menggunakan pihak ketiga yang menjadi perantara. Seperti yang kita tahu, pihak ketiga yang dimaksud adalah pihak perbankan syariah. Ketika Anda memutuskan untuk membeli rumah menggunakan KPR bank syariah, bank tersebut pasti akan menaikkan harga dan membuat skema cicilan. Dari margin tersebut, bank syariah mengambil keuntungan sebagai perantara antar pengembang dan pembeli.

2 Tidak Ada Denda

Jika Anda menggunakan KPR bank syariah maupun KPR bank konvensional, pasti Anda mengenal yang namanya denda, bila Anda terlambat bayar maupun Anda melunasi semua pembayaran rumah Anda sebelum jatuh tempo. Seperti yang kita tahu, denda dipandang sebagai hal yang erat dengan riba. Sekilas memang skema tanpa denda ini berisiko bagi para developer.

Tetapi, developer terkadang akan memberikan bonus kepada debitur yang melakukan pembayaran tepat waktu, gunanya untuk menjamin supaya cicilan para peminjam ini bisa lunas.

3 Transaksi yang Berbeda

Jika Anda mengajukan KPR ke bank, sudah pasti akan ada pihak ketiga yang terlibat dalam proses transaksi pembelian ke rumah. Pihak pertama yang terlibat dalam jual-beli rumah ini adalah pembeli, yang kedua adalah bank tempat Anda mengajukan KPR dan yang kita adalah pengembang properti tersebut.

Jika di bank syariah, maka perjanjian transaksinya adalah bank membeli rumah tersebut ke developer dan menjualnya lagi ke pembeli rumah dengan harga yang lebih tinggi. Anda pun diizinkan untuk mencicil. Hal ini akan berbeda jika melihat KPR syariah, pihak yang terlibat hanyalah pembeli dan pengembang rumah saja. Jadi, hanya pengembanglah yang akan menyetujui proses kredit pembeli.

4 KPR Syariah Menggunakan Satu Akad

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa akad membeli rumah dengan menggunakan KPR bank syariah ada banyak, yaitu akad jual-beli, sewa-beli dan sewa. Namun, hal ini berbeda dengan KPR syariah. Dalam KPR syariah, hanya ada satu akad saja, yaitu akad jual beli. Jadi, ketika DP sudah masuk ke rekening developer, maka rumah yang Anda beli itu sudah menjadi milik debitur. Setelah itu, debitur hanya tinggal membayar cicilan rumah yang sudah dibelinya tersebut hingga lunas.

5 Perbedaan antara kontrak tunggal dan kontrak ganda

Apa itu kontrak ganda? Intinya kita sebagai konsumen tidak hanya berurusan dengan penjual, kalau cicilannya tidak langsung ke penjual atau developer, itulah yang disebut dengan akad ganda. Lalu bagaimana seharusnya akad dan menurut Islam? Yang diperbolehkan adalah, Bank membeli terlebih dahulu dari Pengembang, kemudian menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi, tentunya untuk kepentingan sendiri. Konsumen hanya akan bertransaksi dengan Bank. Tapi apakah praktik ini sudah berjalan di Indonesia? Saya rasa belum.

6 Tidak ada jaminan dan tidak akan ada penyitaan

Tidak ada jaminan dalam KPR syariah (tanpa bank), dan ini sangat berbeda dengan KPR bank syariah dan KPR bank konvensional. Seperti yang kita semua tahu, sebelum memutuskan untuk mengambil hipotek, kita harus memikirkannya dengan cermat… karena kita membuat keputusan yang sangat besar. Karena cicilan bulanan yang tidak sedikit, KPR juga bisa memakan waktu yang sangat lama. Dan kita juga harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Kemungkinan terburuknya adalah ketika kita sudah tidak mampu lagi membayar, karena sangat mungkin rumah yang telah kita bayar dengan mencicil selama bertahun-tahun akan disita oleh bank. Dalam hal ini, bank syariah dan bank konvensional memiliki prosedur yang sama.

7 Tidak ada sistem Denda, Penalti dan Asuransi

Bank syariah dan konvensional masih menetapkan sistem denda, penalti, dan penggunaan asuransi (baik asuransi syariah maupun non syariah). Kedua prosedur ini serupa. Jika Anda diminta untuk memilih, mana yang akan Anda pilih… apakah pembayarannya sudah termasuk denda, penalti, dan asuransi. Atau memilih sistem pembayaran yang tidak menggunakan ketiga hal tersebut? Tentu saja saya pribadi memilih yang tanpa menggunakan Denda, Penalti, dan Asuransi. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi diri dari riba. (disini banyak pendapat apakah yang dilakukan bank syariah benar-benar bersih dari riba atau tidak).

Sedangkan dalam KPR Syariah (tanpa bank), tidak akan ada denda dan penalti, dan KPR Syariah tidak menggunakan asuransi. Lalu bagaimana jika terjadi keterlambatan pembayaran? Hal-hal seperti ini akan diselesaikan oleh Anda dan pengembang secara kekeluargaan. Bukankah hal seperti ini akan merugikan pengembang? Tentunya.. oleh karena itu developer akan sangat berhati-hati dalam memilih pembeli sebelum melakukan transaksi. Pembeli dengan niat baik dari awal akan dipilih oleh Pengembang.

8 Tanpa Cek BI, Slip Gaji, dan Asuransi

Cek BI dan Slip Gaji, adalah syarat-syarat yang biasanya disyaratkan oleh pihak Bank saat kita ingin mengajukan KPR. Hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan Bank untuk menilai apakah calon kreditur mampu menyelesaikan cicilan yang akan diambilnya nanti. Namun, cara ini tidak cocok digunakan untuk UMKM, atau orang yang mencari nafkah di jalan menuju wirausaha. Bisa jadi seorang pengusaha sudah memiliki kemampuan untuk membeli rumah dan mencicil rumah tersebut, namun tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bank.

Salah satu fasilitas yang diberikan oleh KP Syariah (tanpa bank) adalah tidak memerlukan BI Checking dan slip gaji, sehingga memberikan peluang bagi para pengusaha untuk memiliki rumah, baik memilih lingkungan yang islami maupun yang biasa tetapi transaksinya sesuai dengan aturan Islam … tanpa bunga, tidak ada penyitaan, tidak ada denda, dan tidak ada penalti.

9 Lebih berhati-hati dalam memilih pengembang Syariah…

Sebenarnya tidak hanya terbatas pada Pengembang Properti Syariah, tetapi untuk semua pengembang. Beberapa pengembang di luar sana tidak serius dalam berbisnis dan memberikan nilai bagi pasar. Bahkan beberapa dari mereka memang berniat curang sejak awal. Selain itu, tren pengembang properti Sariah yang semakin meningkat menjadikan Properti Syariah sebagai embel-embel yang bisa digunakan untuk melancarkan aksinya. Ada juga beberapa developer yang punya niat baik… tapi kurang pengalaman dan terjebak dalam berbagai masalah dan rumah gagal dibangun. Pesan saya kepada anda jika ingin bertransaksi dengan developer syariah berhati-hatilah dan lakukan pengecekan dan pengecekan serta pastikan rumah yang anda pilih benar-benar jujur.

Artikel Terkait