Berikut Penjelasan Tentang Apa Itu Crypto Currency

Apa Itu Crypto Currency – Salah satu instrumen investasi yang paling menarik perhatian masyarakat saat ini adalah mata uang kripto atau cryptocurrency. Potensi kenaikan nilai yang tinggi, volatilitas, transaksi tanpa perantara, serta penggunaan sistem blockchain menjadi beberapa poin plus yang membuatnya amat diminati.

Keberadaan mata uang virtual ini pun kian populer setelah pada beberapa waktu lalu, muncul sesosok miliarder baru bernama Gustaf al-Ghazali, yang lebih dikenal dengan nama Ghozali Everyday. Dirinya mendapatkan uang hingga miliaran rupiah dari hasil menjual foto selfie. Uang tersebut didapatnya dalam bentuk token NFT, yang merupakan sebuah produk turunan dari mata uang kripto.

Lantas, sebenarnya apa itu cryptocurrency? Dan mengapa jenis mata uang tersebut bisa bernilai sangat besar? Untuk mengetahui jawabannya, anda bisa menyimak artikel berikut hingga tuntas..

Pengertian Cryptocurrency

Cryptocurrency merupakan suatu kata yang terdiri dari dua suku kata dasar, yaitu cryptography serta currency.

Jika merujuk pada definisi aslinya, cryptography merupakan suatu bentuk pengiriman pesan lewat sandi-sandi tertentu agar tidak mudah dibaca, sementara currency sendiri berarti mata uang. Karenanya, cryptocurrency bisa diartikan sebagai mata uang dikirim berupa sandi-sandi tertentu.

Secara ringkas, cryptocurrency adalah suatu mata uang atau alat tukar dalam bentuk digital, yang keamanannya dijamin melalui kriptografi. Adanya kriptografi pada mata uang ini akan membuat transaksi mata uang ini aman, serta tidak dapat dimanipulasi.

Sejarah cryptocurrency sendiri bermula pada tahun 2009, lewat penerbitan bitcoin sebagai mata uang digital pertama di dunia. Seiring waktu, kepopuleran bitcoin terus menanjak, yang membuat harganya meningkat sangat drastis.

Hal ini pun lantas memicu berbagai cryptocurrency yang lain ikut bermunculan.

Cara Kerja Cryptocurrency

Cryptocurrency bekerja melalui suatu rangkaian proses yang disebut blockchain. Sederhananya, blockchain merupakan buku besar digital yang dikelola tanpa perantara, lewat serangkaian protokol rumit untuk menjamin keamanannya.

Baca Juga:  4 Lowongan Bisnis Online Tanpa Modal Dengan Peluang Cuan Melimpah

Mata uang ini sendiri bisa didapat melalui kegiatan jual beli atau lewat mining cryptocurrency. Proses mining sejatinya merupakan proses verifikasi transaksi mata uang kripto, yang dilakukan lewat penyelesaian suatu persamaan matematika. Para pelaku mining ini nantinya akan mendapat imbalan berupa mata uang kripto, seperti bitcoin, etherium, atau yang lainnya.

Konsep Nilai Cryptocurrency

Cryptocurrency mengusung 3 konsep utama yang melekat padanya, yaitu berbentuk digital, terenkripsi, serta mengusung prinsip desentralisasi.

Dengan mengusung bentuk digital, artinya keberadaan mata uang ini tidak dapat dilihat, dan hanya tersedia dalam bentuk virtual yang terenkripsi, agar bentuk dan jumlahnya tidak dapat dimanipulasi.

Adapun dengan mengusung prinsip desentralisasi, peredaran mata uang kripto tidak diatur oleh lembaga keuangan induk seperti bank sentral. Karenanya, nilai dari mata uang ini pun memiliki tingkat volatilitas yang tinggi.

Besaran nilai suatu cryptocurrency amat tergantung pada jumlah penggunanya. Semakin banyak pengguna suatu jenis mata uang kripto, nilainya pun akan semakin besar.

Bagi orang-orang yang baru belajar cryptocurrency, konsep desentralisasi ini mungkin akan sedikit mengejutkan. Pasalnya, berbeda seperti saham, nilai pada mata uang kripto akan dapat berubah secara sangat drastis,

Sebagai contoh kecil, sebutlah anda bermain sebuah game online yang memungkinkan pemainnya bertransaksi dengan pemain lain dalam game, menggunakan mata uang game tersebut.

Karena kebutuhan akan mata uang dalam game, anda bisa menjualnya kepada pemain lain dengan mata uang fiat. Bahkan, anda pun bisa membeli pulsa dengan mata uang game yang dimaksud.

Jika pemain game tersebut sangat banyak, maka nilai tukar mata uang dalam game tersebut pun akan sangat besar, dan bernilai tinggi ketika akan diperjualbelikan dengan mata uang fiat. Namun ketika game tersebut ditinggalkan karena satu dan lain hal, nilai mata uang yang ada juga akan menurun.

Baca Juga:  5 Deretan Nama Broker Trading Resmi Di Indonesia Yang Terdaftar Dalam Bappebti

Jenis-jenis cryptocurrency

Saat ini, terdapat ribuan jenis mata uang kripto yang ada di seluruh dunia. Kendati demikian, hanya beberapa jenis saja yang cukup terkenal dan kerap diperdagangkan di bursa pasar mata uang kripto.

Beberapa jenis mata uang kripto yang dimaksud, antara lain :

1. Bitcoin

Bitcoin atau BTC diklaim sebagai mata uang kripto pertama yang ada. Bagi mereka yang telah mengetahui sejak lama apa itu cryptocurrency, mata uang ini tentu sudah tidak asing lagi.

Muncul sejak tahun 2009, nilai bitcoin kian melonjak dari hari ke hari. Saat ini, kurs bitcoin di pasar mata uang kripto bernilai seharga 37,716 USD per 1 bitcoin, atau sekitar 539 juta rupiah.

2. Ether

Satu dari macam-macam cryptocurrency yang nilainya juga terus naik adalah ether atau ETH. Dirilis sejak 2015, saat ini nilai ETH ditaksir sebesar lebih dari 350 juta rupiah per satu kepingnya.

Mata uang ini pun memiliki fitur andalan berupa automatic smart contracts yang tidak dimiliki bitcoin. Dengannya, transaksi koin ETH bisa digunakan dalam cakupan lebih luas.

3. Tether

Tether atau USDT merupakan jenis cryptocurrency stablecoin. Artinya, nilai mata uang ini akan selalu mengikuti kurs mata uang tertentu sebagai basis. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan nilai tukarnya.

Saat ini, patokan nilai Tether mengacu pada kurs mata uang dolar amerika, dimana 1 USDT bernilai sama dengan 1 dollar.

Selain ketiga jenis mata uang yang disebutkan tadi, ada masih banyak mata uang kripto terbaik lainnya, seperti dogecoin, binance, dan lain sebagainya.

Penggunaan Cryptocurrency

Sesuai namanya, mata uang kripto dapat digunakan sebagai alat tukar untuk berbagai jenis produk, selama penjual produk menerima dan mengakuinya.

Baca Juga:  5 Ide Bisnis Online Untuk Pemula Yang Minim Modal Dan Resiko

Meskipun cryptocurrency di Indonesia masih belum menjadi alat tukar yang sah, namun di beberapa negara lainnya, mata uang kripto dapat digunakan untuk membeli berbagai jenis barang. Mulai dari karya seni digital, mobil, hingga keperluan sehari-hari. Bahkan, saat ini terdapat pula kartu debit kripto, yang dapat digunakan untuk bertransaksi atau menarik saldo.

Selain digunakan sebagai alat tukar, mata uang ini kerap pula dipakai sebagai instrumen investasi, mengingat nilainya yang terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan pengguna mata uang virtual ini juga semakin meningkat.

Adapun untuk olah dana jangka pendek, cryptocurrency kerap diperjualbelikan lewat pasar kripto. Kegiatan trading cryptocurrency pun bisa dilakukan bahkan dengan modal yang sangat kecil sekalipun.

Masa depan cryptocurrency

Melihat berbagai potensi yang dimilikinya, keberadaan mata uang virtual ini diprediksi akan kian populer. Sebuah sumber mengatakan bahwa penggunaan cryptocurrency untuk berbagai keperluan akan terus meningkat.

Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang mulai mengadopsi mata uang kripto sebagai alat tukar. Terlebih, konsep metaverse yang baru-baru ini dikenalkan kepada dunia juga membuat transaksi koin virtual makin umum dilakukan.

Kendati demikian, meningkatnya popularitas mata uang ini juga akan memicu bertambahnya kejahatan siber terkait cryptocurrency. Apalagi, penggunaan mata uang kripto juga bisa disalahgunakan menjadi tindak pidana pencucian uang, karena transaksi yang dilakukan bersifat kriptografi peer-to-peer sehingga tak memerlukan verifikasi identitas.

Hal tersebut tentunya mendorong para pengembang mata uang kripto untuk menerapkan aturan-aturan baru terkait penggunaan cryptocurrency buatanya, agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum penjahat.

Bagaimanapun prediksi mata uang kripto di masa depan kelak, masyarakat tetap perlu tahu apa itu cryptocurrency. Sebab, mau tidak mau, mata uang tersebut akan menjadi bagian dari kehidupan kita di masa yang akan datang.

Artikel Terkait