Kisaran Harga Untuk Pekerjaan Struktur

Dari sekian banyak aspek dalam pembangunan sebuah rumah, tentu pertama kali yang dibangun adalah struktur pondasi, dinding, lantai, hingga atap. Perhitungan struktur ini perlu diperhatikan secara rinci mengingat semua material yang Anda butuhkan digunakan untuk membangun struktur setelah perencanaan desain arsitektur selesai dilakukan oleh arsitek.

Pekerjaan struktur akan dilakukan di lapangan oleh kontraktor dan tukang untuk mendirikan bangunan dari lahan kosong menjadi sebuah bangunan layak huni seperti perencanaan di awal. Jadi sebenarnya berapa biaya yang Anda butuhkan untuk pengerjaan struktur ini?

Perlu diketahui jika pekerjaan struktur sebuah bangunan terdiri dari perhitungan pekerjaan untuk pondasi, kolom, balok, dinding, lantai, dan juga atap. Berikut ini beberapa perkiraan biaya dan material apa saja yang Anda butuhkan untuk membangun beberapa bagian struktur tersebut.

  1. Pondasi

Pondasi merupakan landasan terpenting dalam sebuah bangunan. Pondasi yang bagus dan kuat tentu akan mampu menopang bangunan agar tetap bisa berdiri hingga puluhan tahun dan tahan terhadap goncangan gempa bumi. Pengerjaan pondasi perlu diperhitungkan sesuai dengan beban bangunan dan tipe rumah. Untuk pengerjaan pondasi ini beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah bahan material seperti batu kali, semen, pasir, upah tukang batu, tukang, dan mandor. Dari beberapa keperluan tersebut, biasanya biaya standar yang disiapkan adalah sekitar Rp 600.000.

  1. Kolom

Beton kolom ini nantinya akan berfungsi untuk mendukung dinding bata merah dengan jarak tertentu dari setiap sudut pertemuan dinding bata. Biasanya satuan dalam perhitungan kolom beton ini adalah m3. Beberapa hal yang berkaitan dengan pembangunan beton kolom ini adalah beton cor, cetakan beton, besi beton, dan juga upah pekerja. Untuk upah pekerja biasanya berbeda-beda tergantung daerah tempat anda melakukan pembangunan, namun secara umum biaya yang harus anda keluarkan untuk proses pembuatan beton kolom ini sekitar Rp 3,5 juta untuk kolom 13/13 dengan ukuran per 1 m3.

  1. Balok beton

Untuk membangun balok beton, biasanya para kontraktor memberikan harga borongan untuk ukuran satuan M1. Beberapa hal yang perlu dikerjakan dalam proses ini adalah pengerjaan beton sloof, beton bertulang kolom praktis, beton bertulang ring balok, beton balok dak, dan beton plat dak. Kisaran pengerjaannya antara Rp 50.000-Rp60.000, dan belum termasuk biaya material.

  1. Dinding

Pemasangan dinding tentu berbeda-beda tiap rumahnya tergantu tipe rumah dan bahan bangunan yang disiapkan. Saat ini ada banyak alternative material dinding selain menggunakan bata merah atau batako. Hal ini berpengaruh besar pada biaya pemasangan dinding yang anda siapkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan dinding ini adalah bahan semen, bata merah, pasir, pekerja, tukang batu, kepala tukang, dan mandor. Untuk perbandingan 1 m2 yang terdiri dari 1 pasir 5 semen, maka estimasi biaya yang diperlukan adalah sekita Rp 90.000 untuk 1 m2.

  1. Lantai

Tahap struktur berikutnya adalah pembuatan cor dak lantai. Perhitungan biaya pembuatan lantai ini biasanya dihitung dengan satuan m2 dan diprediksi akan berbeda di setiap daerah tergantung ongkos tukang dan ketersediaan bahan material. Beberapa rincian yang diperhatikan dalam tahap pembuatan lantai ini adalah biaya tukang, papan cor, besi beton, dan pasir. Total keseluruhan untuk per m2 nya diperkirakan sekitar Rp700.000.

  1. Atap

Tahap struktur terakhir adalah atap dimulai dengan rangka atap dan juga penutupnya. Rangka atap bisa anda sesuaikan dengan selera dan biaya seperti kayu, beton, atau baja ringan. Jika Anda menggunakan baja ringan maka Anda perlu menyiapkan baja, baja reng, paku baja, gunting baja, dan kunci besi. Semuanya jika ditotal berkisar Rp 5 juta. Sedangkan untuk atap kayu, bahan yang diperlukan antara lain balok, kaso, dan reng yang jika ditotal bisa menghabiskan dana sekitar Rp 8 jutaan.

Menghitung biaya membangun rumah memang membutuhkan pengetahuan dan pengalaman. Informasi biaya membangun rumah kini telah tersedia di berbagai situs dan blog yang membahas membangun rumah. Dengan menghitung biaya membangun rumah sendiri, Anda bisa menyiapkan dana sesuai budget Anda.

Yuk simak langkah-langkah yang perlu dilakukan, serta cara menghitung simulasi biaya yang harus disiapkan baik untuk rumah tipe dua lantai, tipe 35 maupun tipe 45. Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu diperhitungkan sebelum mulai menghitung biaya keseluruhan membangun rumah Anda sendiri.

Langkah 1: Hitung luas tanah

Menghitung luas lahan merupakan salah satu langkah awal yang perlu dilakukan. Pastikan tidak ada yang menghalangi atau mengganggu proses pengukuran, terutama jika tanahnya kotor atau penuh dengan tanaman dan pepohonan. Ukur luas lahan mulai dari panjang dan lebar lahan yang ada. Pastikan tanah yang diukur sesuai dengan kepemilikan AJB atau SHM yang dimiliki. Setelah itu, buat sketsa tanah Anda di selembar kertas. Misalnya, jika Anda ingin membangun rumah tipe 36/60, Anda membutuhkan lahan seluas 60 meter persegi. Harga tanah di Jakarta biasanya Rp 2 juta/m². Artinya biaya luas lahan yang perlu disiapkan adalah Rp. 2 juta x 60 = Rp. 120 juta.

Langkah 2: Hitung biaya desain dan arsitek

Desain rumah tidak bisa digambar sembarangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan konstruksi bangunan. Akibatnya bisa sangat fatal, rumah bisa roboh atau tidak bertahan lama. Ciri yang paling terlihat adalah adanya retakan pada dinding bangunan. Untuk menghindari biaya yang lebih besar lagi, Anda membutuhkan jasa biaya desain rumah dari seorang arsitek. Meski terkesan mahal pada awalnya, namun bangunan akan lebih awet, kuat, aman dan memiliki nilai estetika dan fungsional yang telah diperhitungkan dengan baik oleh para ahlinya. Jasa arsitek desain rumah memang tidak murah. Ada yang dihitung berdasarkan meter persegi bangunan, namun ada pula yang diambil dari persentase anggaran yang direncanakan untuk membangun rumah.

Langkah 3: Hitung daftar biaya bahan bangunan untuk membangun rumah

Setelah mendapatkan desain yang Anda inginkan, selanjutnya Anda bisa mengecek daftar harga bahan bangunan yang dibutuhkan. Tahap ini bisa diserahkan kepada kontraktor. Namun, Anda juga harus memiliki perhitungan sendiri. Jika Anda tidak memiliki data atau benar-benar buta dalam menghitung anggaran, Anda dapat meminta bantuan arsitek untuk menghitung rencana anggaran yang harus disiapkan. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir dana membengkak di tengah jalan. Karena Anda sudah menghitung dan menghitung sesuai dengan kualitas bahan yang diinginkan.

Langkah 4: Hitung biaya tenaga kerja

Biaya tenaga kerja akan bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Biasanya, kelompok kerja terdiri dari tukang dan tukang reparasi. Tukang memiliki kemampuan teknis sedangkan kenek hanya mengikuti perintah pengrajin. Anda juga dapat meminta bantuan mandor bangunan. Namun, biayanya pasti akan membengkak. Kecuali jika Anda membayar kontraktor dengan sistem upah borongan berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan sampai selesai. Gaji rata-rata seorang tukang per hari antara Rp. 120 sampai Rp. 150 ribu dan belum termasuk uang makan. Sedangkan upah buruh bangunan per hari berkisar antara Rp. 50 ribu menjadi Rp. 100 ribu. Biasanya setiap pembangun memiliki tuannya sendiri.

Langkah 5: Siapkan biaya pembangunan rumah lainnya

Saat membangun rumah, biasanya akan ada biaya tambahan yang perlu disiapkan untuk kebutuhan yang tidak terduga. Misalnya, Anda ingin melakukan perubahan, atau harga bahan naik, dan sebagainya. Agar aman, sebaiknya siapkan 10% dari total anggaran untuk membangun rumah untuk keperluan tak terduga. Asuransi rumah merupakan salah satu elemen penting yang perlu dipersiapkan dan diperhitungkan biayanya, karena asuransi rumah dapat membantu meminimalkan biaya kerusakan rumah yang tidak terduga di kemudian hari.