Keuntungan Saham Per Bulan: Apakah Bisa Diprediksi?

Keuntungan Saham Per Bulan – Mungkin anda sebagai investor pemula selalu menanyakan berapa keuntungan saham per bulan yang bisa anda terima. Sebenarnya keuntungan tersebut tidak bisa diprediksi, terlebih lagi jika anda masih tergolong sebagai investor pemula, namun tetap ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi keuntungan yang bisa anda dapatkan setiap bulannya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai keuntungan saham per bulan, anda bisa mempelajari penjelasan berikut.

Keuntungan Saham Per Tahun

Sejatinya, keuntungan saham yang didapatkan tidak bisa diprediksi, karena harga saham yang naik turun setiap waktunya membuat keuntungan yang didapat pun tidak bisa konsisten seperti bisnis atau pekerjaan yang lain.

Meskipun tidak bisa dipastikan, namun bagi para investor yang sudah berpengalaman, mereka bisa memperoleh keuntungan sekitar 15% sampai dengan 20% per tahunnya. Bahkan, ada juga yang bisa mendapat keuntungan mencapai 30% setiap tahunnya.

Namun kembali lagi, besarnya keuntungan tidak bisa dipastikan dan kemungkinan untuk bertahan di posisi dengan keuntungan besar akan sangat sulit.

Keuntungan Saham Per Bulan

Jika anda bertanya berapa persen keuntungan saham per bulan, maka jawabannya adalah tidak bisa diketahui dengan pasti berapa keuntungan yang akan anda dapatkan dari berinvestasi saham setiap bulannya.

Jika dilihat dari penjelasan mengenai keuntungan saham per tahun yang telah dibahas sebelumnya, maka bisa diambil kesimpulan bahwa keuntungan yang akan didapatkan oleh investor handal per bulannya bisa mencapai 12% sampai dengan 17%. Bahkan, untuk investor yang sangat ahli  atau investor profesional, bisa menghasilkan keuntungan saham per bulan sebesar 3%.

Baca Juga:  3 Perbedaan Trading Dan Investasi: Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Jika anda adalah seorang investor pemula, maka anda harus mengetahui bahwa keuntungan saham bisa diperoleh dari dua hal, yaitu capital gain dan dividen. Untuk selengkapnya, anda bisa menyimak penjelasan berikut ini :

1. Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan dari selisih harga jual dengan harga beli. Keuntungan capital gain ini bisa anda dapatkan kapanpun saat anda melakukan penjualan dari saham yang mengalami kenaikan harga.

Anda bisa menjual saham yang anda miliki pada saat jam perdagangan saham yang ditentukan oleh BEI masih berlangsung.

2. Dividen

Berbeda dengan capital gain, dividen adalah keuntungan yang didapatkan dari saham perusahaan emiten yang telah anda beli. Besarnya dividen biasanya sesuai dengan kondisi finansial perusahaan tersebut dalam jangka waktu satu periode.

Dividen tersebut akan dibagikan oleh emiten perusahaan kepada para investor setidaknya sebanyak satu kali dalam setahun. Namun, pembagian juga bisa dilakukan secara bertahap sebanyak 2 sampai 3 kali dalam satu tahun.

Dengan kedua cara yang telah dijelaskan tersebut, anda belum bisa menghitung dengan pasti berapa keuntungan yang akan anda peroleh setiap bulannya dari berinvestasi saham. Hal tersebut bisa terjadi karena tingkat return memang sulit untuk diukur dan diprediksi karena pergerakannya yang selalu naik turun setiap waktunya.

Mengapa Keuntungan Investasi Saham Sulit Diprediksi?

Investasi Saham merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki resiko tinggi namun juga bisa menghasilkan keuntungan yang tinggi pula, sehingga jika anda masih dalam tahap awal dalam berinvestasi saham, jumlah keuntungan yang akan anda dapatkan tidak bisa diprediksi dengan pasti.

Kesulitan memprediksi keuntungan saham ini juga disebabkan oleh harga saham yang bisa naik dan turun kapan saja, sehingga anda harus berhati-hati dalam melakukan transaksi saham, terutama saat membeli saham perusahaan.

Baca Juga:  Manajemen Resiko Investasi Saham yang Wajib Tahu Bagi Investor Pemula

Faktor Naik-Turun Saham

Sebagai informasi tambahan, anda sebagai trader harus mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi naik turunnya saham. Berikut adalah beberapa faktor yang perlu anda ketahui :

1. Aksi Korporasi Perusahaan

Faktor pertama yang mempengaruhi naik turunnya nilai saham adalah aksi korporasi perusahaan yang merupakan suatu keputusan atau kebijakan yang diambil oleh suatu perusahaan demi keberlangsungan kegiatan usahanya.

Aksi korporasi perusahaan ini bisa berupa joint venture, merger, pembagian dividen, hingga right issue. Oleh karena itu, perusahaan harus cermat dalam menentukan aksi yang mereka ambil karena bisa mempengaruhi naik dan turunnya harga saham.

Aksi korporasi perusahaan ini pula yang kemudian membuat investor bisa menilai kebijakan yang diambil oleh suatu perusahaan. Jika keputusan yang diambil dinilai bisa membawa perusahaan menjadi lebih baik, maka tingkat kepercayaan para investor juga akan semakin menguat. Peningkatan kepercayaan itu kemudian akan berpengaruh pula pada peningkatan harga saham perusahaan tersebut.

2. Fundamental Perusahaan

Fundamental perusahaan menjadi salah satu faktor penting terhadap naik turunnya harga saham. Biasanya para investor akan melihat laporan keuangan emiten, siklus bisnis, pangsa pasar, dan lain sebagainya sebagai ukuran fundamental suatu perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan emiten yang memiliki fundamental yang baik akan mendorong pergerakan harga saham yang stabil, dan jika mengalami penurunan pun tidak akan separah emiten dengan fundamental buruk.

Sebagai investor, sangat penting bagi anda untuk memilih emiten yang memiliki fundamental yang baik untuk bisa meminimalisir resiko terjadinya kerugian saat berinvestasi saham.

3. Kinerja Perusahaan

Faktor selanjutnya adalah kinerja perusahaan, dimana hal ini biasanya dijadikan tolok ukur oleh para investor dalam menganalisis dan mengkaji saham perusahaan.

Baca Juga:  10 Tahapan Belajar Saham Untuk Pemula Agar Tidak Rugi

Perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus dan prospek masa depan yang cerah tentunya akan semakin disukai oleh para investor. Jika banyak investor yang tertarik maka akan mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut.

4. Nilai Kurs Rupiah

Bagi perusahaan yang memiliki keterikatan dengan mata uang asing, nilai kurs rupiah akan menjadi salah satu faktor penyebab naik turunnya harga saham, dimana nilai kurs rupiah ini sangat mempengaruhi perhitungan keuntungan dan beban hutang suatu perusahaan.
Jika nilai tukar rupiah melemah, maka biaya operasional yang ditanggung oleh perusahaan juga akan semakin tinggi yang secara otomatis juga akan berdampak pada turunnya harga saham.

5. Kebijakan Pemerintah

Hal lain yang tak kalah penting dalam naik turunnya harga saham adalah kebijakan pemerintah, dimana kebijakan tertentu yang telah dibuat oleh pemerintah akan berdampak pada perekonomian suatu negara. Tidak hanya negara saja, namun perekonomian perusahaan juga ikut terpengaruh.

Beberapa contoh kebijakan yang berdampak terhadap perekonomian perusahan adalah Kebijakan tentang Penanaman Modal Asing (PMA), kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, dan masih banyak lagi.

Hal itu kemudian menjadikan kebijakan pemerintah sebagai salah satu faktor yang bisa mempengaruhi naik turunnya harga saham.

6. Kondisi Ekonomi Makro

Faktor terakhir yang akan dibahas adalah kondisi ekonomi makro yang secara langsung bisa menjadi penyebab terjadinya fluktuasi harga saham suatu perusahaan.

Kondisi tersebut bisa berupa tingginya tingkat pengangguran, tingginya tingkat inflasi, serta naik turunnya suku bunga yang menjadi acuan nilai ekspor dan impor. Hal tersebut lah yang kemudian berdampak langsung pada nilai tukar rupiah.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan mengenai keuntungan saham per bulan. Keuntungan saham memang tidak bisa dipastikan dan susah untuk diprediksi karena nilai investasi bersifat fluktuatif.

Namun, tidak ada salahnya untuk anda mencoba memprediksi dengan menggunakan cara yang telah dijelaskan diatas. Semoga membantu.