Istilah – Istilah Dalam Trading Saham Yang Wajib Diketahui Oleh Trader

Istilah Dalam Trading Saham РTrading saham adalah kegiatan jual beli saham suatu perusahaan dalam jangka waktu pendek. Maksudnya disini adalah trading saham hanya memaksimalkan keuntungan dari perbedaan  harga pada saat membeli dan menjual hal ini dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan yang didapat.

Trading saham dilakukan dengan cara membeli saham pada saat harga turun dan menjual saham ketika harga naik dalam waktu singkat. Trading saham dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja sesuai dengan waktu perdagangan bursa efek.

Perbedaan trading saham dan investasi saham

Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang memahami bahwa trading saham dan investasi saham adalah hal yang salah, padahal keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Meskipun keduanya berada dalam pasar modal namun memiliki cara bekerja yang berbeda-beda pula serta tujuan yang berbeda.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa trading saham merupakan kegiatan pembelian saham untuk dijual pada waktu tertentu atau dalam jangka waktu pendek untuk mendapatkan keuntungan dari proses jual beli tersebut. Sedangkan investasi saham adalah proses pembelian saham untuk dijual dalam jangka waktu panjang dengan tujuan semata-mata mendapatkan kekayaan.

Secara umum beberapa perbedaan trading saham dan investasi saham adalah sebagai berikut:

1. Tujuan

Tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang lama adalah mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan waktu yang singkat atau pendek.

2. Jangka waktu

Dalam investasi saham biasanya memerlukan waktu yang lama sebab tujuan investasi juga menjadi salah satu penyebab jangka waktu yang membutuhkan. Misalkan para investor banyak menginvestasikan dananya untuk biaya pendidikan anak, ada pula yang menginvestasikan dananya dalam bentuk saham untuk tujuan masa pensiun. Tujuan demikian tentu saja menjadikan investasi lebih lama tergantung pada tujuan dari investasi tersebut.

Baca Juga:  Tips Dan Cara Memilih Saham Yang Tepat dan Aman, Pemula Wajib Tahu!!

Sedangkan dalam trading saham tujuan semata-mata hanyalah mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Ada yang dalam hitungan menit,detik maupun minggu. Ketika terjadi kenaikan harga saham setelah membeli akan biasanya trader akan melakukan trading saham sehingga mendapatkan keuntungan dari selisih harga saham saat membeli kemudian menjual.

3. Cara penggunaan yang berbeda

Pada investasi saham seorang investor akan memilih cara yang lebih santai. Bahkan investor dapat membuka aplikasi sekuritas 1 kali seminggu atau bahkan lebih hanya untuk mengecek pergerakan harga saham saja.

Sedangkan pada trading saham lebih aktif dalam menggunakan aplikasi sekuritas sebab tujuan dari penggunaan saham adalah mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu pendek. Oleh karena itu diperlukan keaktifan dari trader untuk memantau setiap pergerakan harga saham setiap detiknya.

4. Fasilitas

Dalam investasi saham investor akan mendapatkan fasilitas pelindung saham, perlindungan saham ini berada pada naiknya harga saham kembali setelah harga saham menurun apabila investor bertahan lebih lama dalam berinvestasi maka keuntungan yang didapat juga akan semakin banyak.

Selain itu terdapat pula keuntungan pada ada bonus, dividen dan lain sebagainya, yang mana seluruh keuntungan tersebut akan dibagikan pada saat rapat anggota pemilik saham. Sedangkan pada trading saham, trader hanya akan mendapatkan keuntungan dari penjualan dan pembelian saham dalam jangka waktu pendek.

Istilah-istilah trading saham sangatlah banyak dan cukup membingungkan, sebab banyak istilah-istilah yang baru diketahui atau bahkan baru didengar bagi trader saham pemula. Sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk memahami istilah-istilah tersebut.

Pengetahuan dalam istilah-istilah trading saham menjadi salah satu hal yang mendukung kecerdasan trader pada saat trading saham. Hal ini juga menjadi antisipasi ketika trader mengalami kesulitan saat trading bahkan menjadikan trader terhindar dari kerugian atau penipuan.

Istilah dalam trading saham

Istilah-istilah dalam trading saham yang lazim digunakan

1. Ask atau asking price

Istilah ini menunjukkan penawaran harga terendah. Apabila anda sebagai investor atau trading istilah ini menunjukkan penawaran harga terendah di saham tersebut.

2. After hours trading

Istilah ini digunakan untuk mengetahui perdagangan yang terjadi setelah jam kerja perdagangan saham.

Baca Juga:  Cara Menghitung Return Saham

3. Annual report

Annual report adalah laporan tahunan suatu perusahaan yang berisi tentang bagaimana keuangan perusahaan, pencapaian serta kendala-kendala yang dihadapi. Sehingga berdasarkan laporan tahunan ini para investor akan dapat mengetahui bagaimana pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan. Laporan tahunan yang baik akan menarik banyak investor sebab laporan tahunan atau annual report akan mencerminkan bagaimana perusahaan tersebut bekerja.

4. Averaging down

Averaging down merupakan istilah apabila terjadi pembelian saham secara besar-besaran karena terjadi penurunan harga. Dalam teori trading dikenal bahwasanya apabila market saham merah atau terjadi penurunan harga maka akan dianjurkan membeli saham sebanyak-banyaknya dan apabila terjadi kenaikan harga saham atau saham hijau maka dianjurkan trader menjual sahamnya. Posisi ini akan menguntungkan treader mendapatkan kenaikan harga.

5. Akuisisi

Akuisisi adalah penggabungan dua perusahaan atau badan usaha dengan tujuan untuk menguasai sebagian saham perusahaan tersebut. Akuisisi saham ini dilakukan terhadap dua badan hukumnya atau lebih agar keduanya tetap eksis atau diakui dalam pasar saham global.

6. Auto rejection

Auto rejection adalah penolakan secara otomatis terhadap penawaran harga saham karena harga yang ditawarkan melebihi batas yang ditetapkan oleh bursa efek Indonesia. Atau secara sederhana auto rejection merupakan penolakan terhadap harga saham akibat melebihi batasan maksimum atau minimum kenaikan dan penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan bursa.

7. ARA dan ARB

Istilah ara digunakan untuk menunjukkan kondisi saham yang sedang naik sedangkan istilah ARB merupakan istilah yang digunakan untuk kondisi saham mengalami penurunan harga secara signifikan.

Kepanjangan ARA adalah Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Kedua istilah ini merupakan istilah yang menunjukkan kondisi saham berdasarkan pergerakan harga saham yang bersifat fluktuatif.

8. Blue Chip, Small Cap, Mid Cap

Istilah dalam trading saham selanjutnya adalah Blue Chip dimana ini sebuah saham dari sebuah perusahaan yang tergolong besar, diakui secara nasional dan sudah memiliki finansial yang mapan. Perusahaan yang termasuk ke dalam blue chip juga merupakan perusahaan yang memiliki produk dengan kualitas terbaik sehingga selalu diminati oleh para investor.

Perusahaan yang tergolong ke dalam small cap merupakan saham yang memiliki nilai kapitalisasi senilai rp500 hingga 10 triliun rupiah. Perusahaan ini termasuk perusahaan yang memiliki aktivitas stabil yang dikategorikan sebagai perusahaan yang masih berkembang.

Baca Juga:  Tips Memilih Saham Untuk Jangka Panjang

Sebutkan perusahaan yang termasuk ke dalam midcap yaitu perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi di bawah angka rp500 sehingga perusahaan ini tergolong diminati atau sering disebut oleh investor pemula karena harga sahamnya yang lumayan rendah. Namun pada perusahaan ini kerap terjadi penurunan nilai karena fluktuasi yang sulit untuk dihadapi.

9. Cut Loss

Cut Loss mempunyai arti yaitu memotong kerugian, yang mana kerugian disebabkan oleh turunnya harga saham setelah dibeli. Adapun bentuk penerapan cut loss dalam dunia trading saham menjual saham yang dimiliki ketika harganya turun sehingga untuk mengantisipasi kerugian lebih besar biasanya trader langsung menjual saham miliknya.

10. IPO (Initial Public Offering)

IPO adalah Initial Public Offering yang biasanya disingkat IPO. Ipo merupakan penawaran saham secara umum kepada masyarakat luas . Secara sederhana ipo adalah perusahaan atau badan hukum yang baru go public atau baru terdaftar dalam bursa efek Indonesia sehingga perusahaan ini dapat menawarkan pembelian saham.

7 cara melakukan trading agar agar menguntungkan

  1. Membuat perencanaan yang matang seperti perhatikan kan resiko yang akan terjadi, memilih saham yang bagus dengan memperhatikan laporan tahunan, menetapkan target keuntungan yang akan diraih serta menyesuaikannya dengan modal yang dimiliki. Selain itu sebelum melakukan trading dianjurkan untuk para trader menggunakan akun demo pada tahap awal agar terlatih sebelum memasuki aplikasi yang benar-benar real.
  2. Mulailah dari transaksi yang bervolume kecil sehingga ketika terjadi penurunan harga anda tidak rugi besar ketika anda sudah yakin mampu melakukan training barulah Anda memulai dengan volume yang lebih besar.
  3. Disiplin waktu, ketika anda seorang trader langkah pertama yang harus anda lakukan adalah selalu memantau pergerakan harga sebab harga di bursa saham bersifat fluktuatif sehingga diperlukan kedisiplinan untuk selalu memperhatikannya.
  4. Mampu mengontrol psikologi trading. Artinya bahwa anda tidak mudah terprovokasi ketika melihat pergerakan harga saham yang menurun sehingga anda langsung menjualnya karena takut kerugian yang lebih besar menimpa. Seharusnya yang harus anda lakukan adalah harus menahan hingga harga saham kembali naik kemudian menjualnya.
  5. Hindari Penny Stock. Saham Penny stock adalah saham yang memiliki harga dibawah US5/lembar saham. Sedangkan dalam BEI saham terendah pada pasar reguler adalah sekitar 50/lembar saham. Sehingga dapat disimpulkan harga saham yang lebih rendah dapat dikatakan saham dari perusahaan yang publik kecil yang hanya dapat diperjualbelikan dalam pasar negosiasi.
  6. Hindari Penggunaan Semua modal yang dimiliki Ke Dalam Satu Transaksi
  7. Cut Loss dan Keuntungan yang Realistis. Cut loss adalah posisi dimana trader menjual sahamnya ketika harganya turun.