Ingin Memulai Budidaya Ikan Hias? Coba Baca Hal Ini Dahulu!

Di Indonesia, banyak masyarakat yang senang mencari hobi baru, seperti budidaya ikan hias. Ada yang memang suka membudidayakannya, tetapi ada beberapa orang yang tertarik ketika melihat temannya membudidaya ikan hias.

Tentunya bagi beberapa orang, saat membudidaya ikan hias akan memberi cukup banyak manfaat. Misalnya bisa bermanfaat untuk menghias rumah, menghilangkan stress, untuk memenuhi waktu senggang, dan yang lain.

Di bawah ini, ada beberapa manfaat maupun kelebihan yang bisa didapat saat anda membudidayakan ikan hias atau budidaya ikan gurame sendiri.

Manfaat Dari Budidaya Ikan Hias

1. Dapat Stabilkan Tekanan Darah

Umumnya, dikatakan jika tekanan darah yang ideal adalah di bawah 120/80 dan lebih baik tetap pada tingkat itu supaya kesehatan terus terjaga.

Beberapa studi mengatakan, bagi anda yang tekanan darahnya melebihi 120/80, ada baiknya mencoba untuk budidaya ikan hias dan sering memandangnya supaya bisa menstabilkan tekanan darah dan membuat kondisi tubuh menjadi lebih rileks. Hal ini juga dikatakan bermanfaat bagi anda yang terkena kardiovaskular.

2. Membuat Lebih Bahagia dan Mengurangi Stress

Semakin dewasa, banyak orang akan merasa mudah stress karena kehidupannya. Maka dari itu, seperti yang dikatakan sebelumnya, budidaya ikan hias akan lebih membuat anda mengurangi stress berlebih.

Hal ini karena, membudidayakan ikan hias bisa memberi rasa segar yang akan membuat anda melupakan dunia luar sejenak.

3. Bagus bagi Penderita Alzheimer atau Demensia

Penyakit Alzheimer sendiri adalah gangguan pada otak yang bertahap dapat menghancurkan memori, kemampuan berpikir, dan berakhir menghancurkan kemampuan dalam melakukan berbagai tugas.

Tapi dengan sering melihat ikan hias yang dibudidaya, maka fokus penderita akan lebih meningkat dan membuat perilaku agresif yang dirasakan bisa berkurang.

4. Mengontrol Anak yang Hiperaktif

Seperti sebelumnya, budidaya ikan hias bisa membuat perilaku agresif penderita Alzheimer berkurang, dikatakan jika perilaku hiperaktif anak-anak yang sangat berlebih juga bisa berkurang.

Hal ini karena anak yang hiperaktif akan mempunyai rentang fokus yang rendah. Tapi dengan meletakan akuarium ikan hias, hal tersebut bisa membantu anak anda lebih fokus dan tenang.

Selain mempunyai beberapa manfaat atau kelebihan, budidaya ikan hias diketahui juga mempunyai kelemahannya sendiri, terutama bagi yang membudidayakan di akuarium.

Apa sajakah kelemahannya itu? Berikut ulasannya.

Kelemahan Dari Budidaya Ikan Hias

1. Perawatan Lebih Susah

Jika Anda ingin budidaya ikan hias, terutama di akuarium, pasti akan membutuhkan perawatan yang lebih ribet. Mengingat akuarium sendiri akan lebih mudah kotor daripada kolam.

Hal ini juga karena akuarium yang lebih semi tertutup, anda harus sering membersihkan lumutnya agar tidak mengganggu kelangsungan hidup dari ikan hias yang dimiliki.

Walaupun bukan berarti budidaya di kolam akan lebih mudah. Karena mengetahui ukuran kolam yang cukup lebar, akan susah juga dalam membersihkan karena membutuhkan waktu yang lama serta harus benar-benar dalam membersihkan agar tidak ada yang tersisa pada sela-sela kolamnya.

2. Beresiko Rusak dan Pecah

Jika anda budidaya ikan hias di akuarium, pasti akan sering menggunakan akuarium kaya yang mempunyai risiko kerusakan yang tinggi. Mengingat jika kaca terbentur benda keras, akan dapat langsung pecah.

Tapi anda masih bisa mencari bahan akuarium kaca yang lebih tebal agar tidak mudah pecah. Walaupun anda harus tetap menjaganya agar tidak tersenggol dan jatuh nanti.

3. Harga Makan Cukup Mahal

Sebenarnya hampir sama dengan hewan lain, budidaya ikan hias akan memerlukan pakan yang cukup mahal, apalagi jika anda ingin pakan yang sangat berkualitas untuk ikan anda.

Jika Anda sudah paham manfaat dan kelemahan dari membudidayakan ikan hias. Kalau begitu berarti anda sudah siap melewatinya.

Jika sudah siap, di bawah ini ada beberapa cara mudah untuk melakukan Budidaya Ikan Hias dengan tepat.

Cara Budidaya Ikan Hias dengan Tepat dan Mudah

1. Mempersiapkan Wadah

Cukup berbeda dengan hewan atau makhluk hidup lain, anda bisa mulai membudidayakan ikan hias tanpa harus membuat lahan yang luas seperti kolam, tetap bisa dengan menggunakan akuarium saja.

Untuk akuariumnya pun anda tidak perlu membeli yang mahal, karena ada banyak pilihan yang lebih murah, kuat, dan awet. Jangan lupa untuk memilih akuarium dengan ukuran yang tepat, karena di dalamnya ikan hias anda akan melakukan semua kegiatannya.

Selain itu, wadah yang digunakan juga harus mempunyai sistem untuk aliran air yang bagus supaya ikan hiasnya nanti bisa terus aktif.

2. Menyesuaikan Wadah

Seperti sebelumnya, anda harus menyesuaikan wadah dengan ukuran yang tepat. Selain itu anda jangan lupa untuk mengatur air yang digunakan, dari temperatur suhu, kandungan oksigennya, pH atau tingkat keasaman, sampai tingkat kecerahan.

Selain itu jangan lupa sediakan air dengan kandungan kimiawi zero bersuhu 24 sampai 30 derajat Celsius. Lalu pastikan tingkat keasaman dari air sekitar 6 sampai 7, oksigennya terlarut kurang dari 3 ppm, dan tingkat kecerahannya antara 30 sampai 60 cm.

Untuk sumber air lebih disarankan yang berasal dari tanah maupun air sungai, dan jangan gunakan air PDAM karena mempunyai bahan kimia yang kurang cocok dengan ikan hias tersebut.

3. Pakan Ikan Hias

Pakannya dibagi menjadi dua, yaitu pakan buatan serta alami. Untuk pakan alami anda bisa dapatkan dari kutu air, infusoria, cacing sutra, serangga, dan yang lain.

Sedangkan pakan buatan bisa memberi pallet dengan kandungan protein yang sudah sesuai.

4. Memilih Calon Indukan dengan Tepat

Selanjutnya Anda bisa memilih calon indukan dengan tepat. Nantinya saat proses pemijahan, anda membutuhkan indukan jantan serta betina yang cukup umur serta matang gonad atau kelamin.

5. Proses Pemijahan

Ada dua proses dalam pemijahan, yaitu proses internal serta proses eksternal. Proses pemijahan ini dibuat berbeda dikarenakan tidak semua ikan hias dapat bertelur.

Juga jangan lupa persiapkan berbagai hal dari bahan, media, serta yang lain.

6. Proses Penetasan Telur

Proses Nya berbeda-beda tergantung dengan jenis ikan. Tapi biasanya telur ikan akan menetas kurang lebih sekitar 24 jam, dan nantinya akan berubah menjadi ikan dengan bentuk larva.

7. Perawatan Sampai Tumbuh Besar

Saat telur ikan sudah berbentuk  larva, anda tidak perlu memberi makan selama seminggu, karena mereka telah mempunyai bekal cadangan makanan berupa kuning telur.

Baru setelah seminggu anda dapat memberinya makan, bisa dengan infusoria, cacing sutra, dan kutu air. Berilah pakan alami pada larva tersebut.

8. Perawatan

Tentu saat budidaya akan ada risiko tersendiri. Dalam hal ini yang perlu diwaspadai adalah hama serta penyakit. Penyakit yang biasa menyerang adalah parasit pada badan dan insang ikan.

Jadi anda jangan lupa selalu rutin bersihkan air serta beri pakan higienis supaya mereka dapat terhindar dari berbagai penyakit yang ada.

Setelah mengetahui manfaat, kelemahan, dan cara dalam budidaya ikan hias, tentunya anda akan semakin mendapat banyak pengetahuan tentangnya.

Diharapkan setelah membaca artikel ini, anda dapat memulai budidaya ikan hias tersebut dan dapat sukses ke depannya.

Artikel Terkait