Ini Cara Membaca Candle Stick Yang Perlu Anda Ketahui

Cara Membaca Candle Stick – Salah satu kunci sukses dari trading forex atau juga saham adalah mampu membaca pergerakan candle stick dengan baik. Itu artinya, Anda yang saat ini baru belajar forex atau juga saham, harus belajar tentang cara membaca candle stick itu sendiri. Dalam membaca candle stick sendiri, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

Cara membaca candle stick berdasarkan warna

Dari sisi warna candle stick sendiri terbagi atas 2 macam warna, baik itu warna merah dan hijau, namun ada juga yang menggunakan warna hitam dan putih. Adapun membaca candle stick berdasarkan warna, ini penting, agar mempermudah Anda dalam mengetahui peta pergerakan harga itu sendiri :

1. Warna merah / hitam

Harga closes yang lebih rendah dibanding harga open, atau artinya candle bearish / trend down. Pada warna ini, maka candle kan bergerak ke bawah.

2. Warna hijau / putih

Menentukan harga closet yang lebih tinggi dibanding harga open, atau artinya candle bullish / trend up. Pada warna ini, candle akan bergerak ke atas.

Cara membaca candle stick berdasarkan harga

Setelah mengenal candle stick berdasarkan warna, maka sedikit banyak, Anda akan mengerti kemana harga akan bergerak. Lalu berikutnya Anda perlu belajar cara baca candle stick harga. Hal ini diperlukan untuk mencari tahu kisaran rentang harga yang diperdagangkan pada jenis time frame tertentu.

1. Harga buka / open price

Harga buka atau open price, akan mewakili harga pertama yang sedang diperdagangkan pada jenis time frame tertentu. Hal tersebut akan ditunjukkan oleh bagian atas atau bagian bawah dari badan candle itu sendiri. Apabila harga sedang pada posisi trend naik, maka candle stick akan berwarna hijau. Sebaliknya jika sedang dalam posisi trend turun, maka candle stick akan berwarna merah.

2. Harga tertinggi / highest price

Yang dimaksud dengan harga tertinggi disini adalah, harga paling tinggi yang terjadi pada candle tersebut. Adapun cara membaca candle stick harga tertinggi atau highest price ini, terlihat dari bagian ujung sumbu (shadow) paling atas candle. Apabila harga tertinggi dalam badan candle tersebut sama dengan harga open / pembukaan, maka tidak akan ada ujung sumbu (shadow) atas.

3. Harga terendah / lowest price

Yang dimaksud dengan harga terendah atau lowest price ini adalah harga yang paling rendah, yang sedang diperdagangkan pada jenis time frame tertentu. Adapun harga terendah ini sendiri akan ditunjukkan pada munculnya bagian ujung sumbu (shadow) paling bawah candle itu sendiri.

Apabila harga open adalah harga paling rendah, maka tidak ada ujung sumbu (shadow) yang muncul, sebagai harga terendah.

4. Harga terkini / close price

Yang dimaksud dengan harga terkini atau close prise ini adalah harga terakhir atau juga harga terbaru yang tengah diperdagangkan pada jenis time frame tertentu. Harga ini sendiri terbentuk atas aksi jual beli dari para buyer seller, sekaligus akan mulai membentuk body atau badan dari candle stick itu sendiri.

Cara membaca candle stick berdasarkan sumbu (Shadow) candle

Setelah mengenal kedua baca candle stick di atas, maka kini Anda akan belajar cara membaca candle stick berdasarkan sumbu atau shadow dari candle itu sendiri. Teknik membaca yang satu ini diperlukan untuk memprediksi atau menentukan kemana candle selanjutnya akan bergerak, apakah akan mengikuti pergerakan / warna candle sebelumnya, flat / tidak banyak bergerak, atau bahkan berbalik arah / berganti warna dari candle sebelumnya.

1. Ukuran badan

Dengan mengukur panjang pendek badan / body candle, Anda akan memperoleh informasi tentang kekuatan harga yang sedang berlangsung saat itu.

Apabila badan / body memajang, artinya momentum sedang bergerak menguat.

Sebaliknya apabila ukuran badan / body candle mengecil, artinya momentum semakin kecil atau terjadi konsolidasi.

2. Panjang sumbu

Adapun panjang sumbu atau shadow dari candle stick ini, berhubungan erat dengan volatilitas harga itu sendiri.

Semakin panjang sumbu, artinya harga bergerak dengan cepat selama durasi  time frame pada candle stick itu sendiri. Namun hal tersebut memperoleh penolakan, akibat perlawanan dari trader lain, yang membuat body jadi mengecil.

Semakin panjang sumbu candle, menandakan bahwa aktivitas trading jauh melampaui harga pembukaan atau penutupan, hingga akhirnya mencapai titik tertentu.

Sebaliknya semakin pendek ekor sumbu pada candle, memperlihatkan bahwa aktivitas trading yang sedang terjadi masih berada di kisaran harga pembukaan atau penutupan itu sendiri.

3. Rasio antara panjang badan dan sumbu

Apabila Anda menemukan body candle dengan ukuran yang panjang, namun dengan sumbu yang kecil, artinya pasar sedang mengalami trend dengan momentum tinggi.

Lain hanya ketika kondisi pasar tidak pasti, dan volatilitas juga meningkat. Maka body candle akan terlihat mengecil, namun justru sumbunya yang lebih panjang, baik itu sumbu atas, sumbu bawah, atau bahkan keduanya.

Selain itu ketika sumbu atas lebih panjang dibandingkan sumbu bawah, artinya pihak pembeli atau buyer lebih mendominasi sesi trading kala itu. Yaitu dengan melakukan bidding dengan harga tertinggi. Sedangkan pihak penjual atau seller sendiri, berupaya untuk menekan harga agar lebih rendah dibandingkan harga yang ada. Hal ini juga berlaku sebaliknya, tepatnya ketika sumbu atas lebih pendek dibandingkan dengan sumbu bawah.

4. Posisi badan candle stick

Ketika Anda mendapatkan body candle dengan sumbu panjang di bagian atas, sedangkan posisi badan di bagian bawah, atau juga sebaliknya, itu artinya sedang terjadi perlawanan antara pihak buyer dan seller yang terjadi pada candle tersebut.

Sedangkan ketika posisi body candle ada di tengah, dan munculnya sumbu atas dan bawah, artinya pergerakan pasar sedang tidak pasti.

5. Membaca pola candle stick

Ketika Anda belajar analisa candle stick, maka Anda akan menemukan beberapa pola tertentu. Dimana setiap pola akan memberikan perubahan pada harga yang terjadi di pasar kala itu. Berikut ini adalah beberapa jenis candle stick yang umum terjadi di pasaran / market, antara lain :

6. Candle stick Single

Seperti namanya, maka kemunculan pola yang satu ini, akan memunculkan pola tertentu, yang akan membuat harga pada candle setelahnya berubah. Adapun jenis candle stick single sendiri antara lain pola Spinning Top, pola Marubozu, pola Doji, pola Hammer dan Hanging Man, Inverted Hammer dan Shooting Star, dll.

7. Candle stick double

Pada candle stick maka Anda perlu memperhatikan 2 buah candle yang akan memberikan informasi ke mana harga akan bergerak selanjutnya. Adapun yang termasuk ke dalam pola candle stick double antara lain pola Bullish Engulfing dan Bearish Engulfing, pola Tweezer Bottom dan Tweezer Top, pola Dark Cloud Cover dan Piercing Line, dll.

8. Candle stick triple

Seperti sebelumnya maka kali ini, Anda perlu memperhatikan 3 buah candle yang akan menentukan kemana harga akan bergerak selanjutnya. Adapun yang termasuk ke dalam pola candle stick triple tersebut, antara lain Evening Star dan Morning Star, Three White Soldier dan Three Black Crows, Three Inside Up dan Three Inside Down, dll.

Jadi demikianlah beberapa cara membaca candle stick yang perlu Anda pelajari, terutama para pemula yang ingin belajar trading. Teknik membaca candle stick tersebut, tentunya sedikit sulit dipahami. Anda perlu membacanya dan mempraktekkannya secara berulang agar benar-benar paham tentang teknik membaca candle yang dimaksud.