Etika Bisnis Dalam Islam Yang Perlu Diketahui

Etika Bisnis Dalam Islam – Dalam menjalani kehidupan, dibutuhkan sebuah sistem yang sekiranya dapat mengatur bagaimana seharusnya dan sebaiknya manusia berperilaku. Sistem yang mengatur perilaku manusia inilah yang nantinya dapat membuat masyarakat bisa menghormati satu sama lain serta memiliki sopan santun dan tata karma atau biasa juga disebut dengan etika. Etika ini juga digunakan dalam berbisnis secara islami yang dikenal dengan etika dalam Islam.

Etika ini tidak hanya untuk mengatur cara berperilaku dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga bisa diperlukan dalam membentuk dan membangun sikap apapun aspeknya, termasuk berbisnis di dalam islam yang juga memiliki etikanya tersendiri.

Etika bisnis Islam akan mengatur mengenai berbagai macam konsep bisnis yang penting lainnya sehingga nantinya etika berbisnis ini dikatakan menggunakan konsep Tauhid. Lalu, bagaimanakah sebenarnya konsep dari etika berbisnis di dalam Islam ini?

Pengertian Etika Bisnis dalam Islam

Sederhananya, etika bisnis itu sendiri merupakan cara-cara yang bisa digunakan untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup semua aspek yang memiliki kaitan dengan individu, perusahaan, industri, maupun masyarakatnya.

Etika berbisnis di dalam agama Islam adalah sebuah akhlak untuk menjalankan bisnis yang harus disesuaikan dengan ajaran dan nilai-nilai Islam, sehingga dalam melakukan bisnis tidak ada lagi rasa kekhawatiran sebab bisnis sudah dilakukan dengan baik dan benar.

Etika di dalam bisnis Islam merupakan sebuah patokan batasan bahwa etika atau akhlak merupakan ilmu yang menjelaskan arti yang baik dan buruk, serta menerangkan apa saja yang harusnya dilakukan oleh manusia kepada sesamanya di mana juga memiliki tujuan dalam berperilaku dan menunjukkan jalan untuk perilakunya.

Baca Juga:  Mengetahui Tentang Trading Dan Indikator Terbaik Untuk Trading Gold

Selain itu, etika di dalam etika bisnis dalam Islam juga bisa diartikan sebagai sebuah studi standar moral yang mempunyai tujuan eksplisit yaitu untuk menentukan standar yang benar atau didukung oleh penalaran yang baik. Ini artinya, etika dapat berarti sebuah usaha untuk mencoba mencapai kesimpulan moral antara yang benar dan salah, dan moral yang baik atau yang jahat.

Bisnis sendiri memiliki pengertian sebuah organisasi yang menjual sesuatu berupa barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya untuk mendapatkan laba.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa etika berbisnis dalam Islam merupakan sebuah proses dan upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah, yang nantinya digunakan untuk menentukan bagaimana sikap dalam melakukan hal yang benar dan berkaitan dengan produk, pelayanan dari perusahaan serta hubungan dengan pihak yang berkepentingan.

Tujuan Umum Etika Bisnis dalam Islam

Setelah mengetahui pengertian dari etika bisnis Islam, berikut ini adalah tujuan-tujuan umum di dalam etika berbisnis dalam Islam, sebab pada dasarnya etika berbisnis secara Islam ini merupakan hal yang penting dalam perjalanan sebuah aktivitas bisnis profesional.  Berikut ini adalah tujuan umumnya:

  1. Menciptakan kode etik Islam dengan tujuan untuk mengatur, mengembangkan dan juga membenamkan metode berbisnis dalam ajaran agama Islam. Kode etik ini nantinya juga dapat menjadi simbol arahan agar dapat melindungi pelaku bisnis dari adanya risiko.
  2. Kode ini kemudian juga dapat menjadi dasar hukum untuk menetapkan tanggung jawab dari para pelaku bisnis, terutama bagi dirinya sendiri, antara komunitas bisnis, masyarakat, dan di atas segalanya adalah tanggung jawab di hadapan Allah SWT.
  3. Kode etik ini akan dipersepsi sebagai salah satu dokumen hukum yang sekiranya dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul daripada harus diserahkan kepada pihak peradilan.
  4. Kode etik nantinya juga menjadi kontribusi untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang terjadi di antara pelaku bisnis dan masyarakat di tempat mereka melakukan pekerjaan. Sebuah hal yang dapat membangun hubungan persaudaraan dan kerja sama antara mereka semua.
Baca Juga:  Peluang Bisnis Budidaya Kutu Air

Prinsip-prinsip Etika Bisnis dalam Islam

Etika bisnis dalam Islam pada dasarnya sangat mengedepankan nilai-nilai dari Al-Qur’an, oleh karena itu ada beberapa nilai dasar di dalam etika berbisnis ini yang memiliki prinsip yang asalnya adalah dari ajaran Islam, yaitu:

1. Kesatuan (Tauhid)

Dalam hal kesatuan, sebagaimana sudah terefleksikan di dalam konsep tauhid yang memadukan keseluruhan aspek-aspek kehidupan muslim baik di dalam aspek ekonomi, politik, maupun sosial menjadi keseluruhan yang bersatu padu atau homogen dan mementingkan konsep konsistensi dan keteraturan yang menyeluruh. Dari konsep ini juga, Islam akan menawarkan keterpaduan pada agama, ekonomi, dan sosial demi membentuk sebuah kesatuan.

Oleh karena itu, dari pandangan inilah etika dan bisnis dapat menjadi sebuah kesatuan dan dapat membentuk persamaan yang akan berperan penting dalam sistem bisnis di agama Islam.

2. Keseimbangan

Pada dasarnya Islam selalu menganjurkan untuk berbuat adil ketika melakukan bisnis, dan melarang untuk berbuat curang atau berlaku dzalim, sehingga akan jadi kecelakaan besar bagi orang-orang yang melakukan hal secara curang, yaitu orang yang menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi tetapi saat menakar untuk orang lain malah selalu dikurangi.

Dalam etika bisnis Islam, kecurangan di dalam dunia bisnis nantinya akan menodai etika berbisnis dalam Islam ini sebab dalam Islam kunci dari keberhasilan dari berbisnis adalah keadilan. Al-Qur’an juga memberikan perintah pada umat muslim untuk menimbang dan menakar dengan cara yang benar dan jangan sampai melakukan kecurangan.

3. Kehendak Bebas

Kebebasan pada dasarnya adalah bagian yang penting di dalam etika untuk berbisnis secara Islam, tetapi kebebasan juga sifatnya tidak merugikan kepentingan kolektif. Kepentingan individu akan dibuka lebar, dan tidak adanya batasan pendapatan bagi seseorang akan mendorong manusia untuk bisa lebih aktif berkarya dan bekerja keras dengan seluruh potensi yang dimilikinya.

Baca Juga:  Berkenalan Dengan Teknik Scalping Crypto

Kemudian, kecenderungan manusia untuk terus menerus memenuhi kebutuhan pribadinya yang tidak terbatas akan dikendalikan dengan adanya kewajiban pada setiap individu terhadap masyarakatnya, ini bisa dengan melalui sedekah, infak, maupun zakat.

4. Tanggung Jawab

Pada dasarnya kebebasan tanpa batas merupakan sebuah hal yang mustahil untuk dilakukan oleh manusia. Jadi, prinsip tanggung jawab ini dilakukan oleh manusia untuk melakukan kehendak yang bebas dengan adanya pertanggungjawaban serta akuntabilitas yang bertujuan untuk memenuhi keadilan dan kesatuan. Berlaku terutama di dalam etika berbisnis, di mana manusia harus mampu untuk bertanggungjawab ketika memiliki kehendak yang bebas.

5. Kebenaran

Kebenaran di dalam kondisi ini tidak hanya mengandung arti kebenaran secara harfiah tetapi juga mengandung dua unsur lainnya yaitu kebajikan serta kejujuran. Tetapi dalam konteks bisnis, kebenaran dimaksudkan sebagai sebuah niat, sikap, dan perilaku yang benar yang meliputi proses transaksi atau proses mencari dan memperoleh komoditas pengembangan maupun dalam proses upaya meraih atau menetapkan keuntungan.

Dengan adanya prinsip kebenaran ini di dalam etika berbisnis, maka etika bisnis dalam Islam sangat menjaga dan mencegah kemungkinan terjadinya kerugian yang hanya akan dirasakan oleh satu pihak saja ketika sedang bertransaksi.

Artikel Terkait