Benarkah Gaji Astronot Di NASA Capai Miliaran Rupiah? Ini Penjelasannya!

Gaji Astronot – Astronot atau Antariksawan adalah orang yang telah mengikuti latihan program penerbangan antariksa sehingga mampu memimpin, mengemudikan atau menjadi awak pesawat luar angkasa. Astronot merupakah salah satu profesi yang dianggap keren sekaligus beresiko sehingga banyak orang yang ingin tahu berapa besaran gaji astronot.

Ya, penghasilan astronot NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang merupakan lembaga independen terbesar milik Amerika Serikat di  bidang aeronautika dan antariksa disebut-sebut bisa mencapai hingga miliaran rupiah. Benarkah demikian?.

Namun sebelum membahas besaran penghasilan seorang astronot NASA sebaiknya Anda terlebih dahulu mengetahui bagaimana syarat dan cara menjadi astronot NASA dan tugas apa saja yang harus dilakukan oleh astronot.

Bagaimana Cara Menjadi Astronot di NASA?

Untuk menjadi seorang astronot di NASA, Anda harus bersaing dengan belasan ribu orang dari banyak negara di dunia. Syarat dan proses seleksinya pun sangat ketat dan kompetitif karena NASA hanya menyediakan kuota yang terbatas. Hal tersebut dilakukan untuk menemukan calon astronot yang benar-benar berkualitas dan agar lebih mudah untuk dilakukan pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia).

Jika negara pelamar tidak memiliki badan antariksa yang bekerja sama dengan NASA, maka pelamar diharuskan untuk memiliki kewarganegaraan AS. Memiliki pengalaman 1000 jam terbang mengemudikan pesawat jet juga termasuk syarat menjadi astronot NASA.

Kandidat astronot dipastikan harus memiliki gelar sarjana ilmu fisika, biologi, teknik, matematika atau ilmu komputer. Selain memiliki gelar akademis di atas, para kandidat astronot juga harus memiliki keterampilan profesional lain sehingga mampu menghadapi beberapa kondisi yang beresiko saat berada di luar angkasa, salah satunya adalah resiko kesehatan.

Baca Juga:  8 Pertanyaan Seputar Gaji Bidan Untuk Menjawab Keraguanmu

Jika lolos dalam tahap seleksi awal, pelamar harus mengikuti program pelatihan bagi para calon astronot. Dalam program tersebut, peserta pelatihan akan mengikuti tes wawancara dan pemeriksaan medis sebagai langkah pencegahan jika menghadapi keadaan darurat selama menjalani rangkaian proses seleksi lanjutan.

Di dua tahun pertama pelatihan, Anda akan menjalani ujian dan misi dasar astronot yang cukup berat dan berbahaya, sehingga tidak semua orang bisa melaluinya. Beberapa ujian atau misi yang harus dijalani diantaranya ujian kelangsungan hidup atau survival dan beberapa pelatihan misi khusus seperti teknik pengoprasian pesawat dan misi yang berhubungan dengan luar angkasa.

Jika Anda berhasil melalui berbagai macam ujian dalam pelatihan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun tersebut, Anda pun bisa menjadi bagian dari NASA dan memiliki kesempatan besar melakukan perjalanan ke luar angkasa untuk menjalankan sebuah misi.

Apa Tugas Seorang Astronot NASA?

Sebagai pilot pesawat luar angkasa astronot NASA memiliki beberapa tugas dalam melakukan misi antariksa Amerika Serikat maupun internasional. Tugas astronot di luar angkasa diantaranya:

  1. Mengemudikan pesawat luar angkasa
  2. Mengeksplorasi ruang angkasa
  3. Memimpin tim dalam menyelesaikan misi dan memberikan keputusan di dalam setiap situasi darurat
  4. Membuat dokumentasi tentang keadaan luar angkasa yang menjadi tempat dilakukannya misi.
  5. Memastikan pesawat luar angkasa dalam kondisi yang baik, mulai dari mesin, ruang kontrol, hingga badan pesawat
  6. Mengatur satelit untuk kepentingan komunikasi di seluruh negara
  7. Mengoperasikan stasiun luar angkasa yang menjadi laboratorium penelitian berbagai bidang yang berhubungan dengan luar angkasa seperti astronomi, meteorologi, astrologi dan fisika.

Stasiun luar angkasa atau yang lebih dikenal dengan ISS (International Space Station) ini adalah sebuah proyek besar kerjasama antara beberapa negara yang memiliki badan antariksa yaitu NASA (Amerika), JAXA (Jepang), CSA (Kanada), ESA (Uni Eropa) dan Roscosmos (Rusia) Mengatur satelit

  1. Memberikan pertolongan medis pada kru pesawat jika terjadi masalah kesehatan.
  2. Membuat laporan tentang misi yang dilakukan sebagai bahan evaluasi
Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Minahasa

Berapakah Gaji Astronot di NASA?

Setelah memahami penjelasan di atas, tentu Anda akan setuju jika gaji astronot di NASA memang harus sepadan dengan resiko profesinya. Maka dari itu bukan tidak mungkin jika besaran gajinya mencapai hingga miliaran rupiah.

Penghasilan profesi astronot sebetulnya sangat bervariasi, hal ini berpedoman pada The federal Government General Schedule (GS) yang mengatur nominal penghasilan yang didapatkan oleh seorang astronot sesuai dengan tingkatannya. GS merupakan skala gaji bagi karyawan federal  profesional, administratif dan juga teknis. Tingkatan jabatan ini dimulai dari level terendah yaitu GS-1 hingga level tertinggi GS-15

GS-1 dan GS-2 adalah karyawan federal yang masih amatir dan baru mengenal ilmu antariksa, sedangkan untuk GS-3 dan GS-4 merupakan karyawan magang. Untuk GS-5 sampai GS-7 memiliki posisi sebagai karyawan federal baru atau entry level, sementara GS-8 hingga GS-12 adalah karyawan dalam level menengah, dan untuk tingkatan yang lebih tinggi yaitu GS-13 sampai GS-15 menempati posisi sebagai pengawas tingkat atas. Adapun posisi yang paling tinggi selain tingkatan tersebut adalah Senior Executive Service.

Untuk mengetahui besaran gaji astronot NASA per tahun simak penjelasan singkatnya berikut ini:

Astronot yang berada di tingkat GS-11 hingga GS-12 mendapatkan gaji sebesar 900 juta rupiah per tahun. Sedangkan astronot di level GS-13 berpenghasilan sebesar 1.41 miliar rupiah. Jika seorang astronot telah memiliki pengalaman yang lebih panjang maka nominal pendapatannya bisa lebih tinggi lagi.

Untuk astronot di posisi GS-15 dan di level di atasnya bahkan memiliki gaji mencapai 2  hingga 12 miliar rupiah. Tidak sampai disitu, bagi astronot yang menjalankan misi ke stasiun luar angkasa akan mendapatkan tambahan gaji sebesar 2.4 miliar rupiah, jumlah yang sangat besar bukan?

Baca Juga:  Besaran Gaji UMR Bombana

Apakah Indonesia Memiliki Astronot?

Indonesia memiliki badan antariksa sendiri yaitu LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang bertugas untuk melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kedirgantaraan dan luar angkasa. Meski begitu sampai saat ini Indonesia belum bisa menerbangkan astronotnya ke luar angkasa.

Sebetulnya ada dua calon astronot Indonesia, namun belum berhasil melakukan perjalanan luar angkasa dikarenakan dana yang tidak memadai. Ya, untuk melakukan ekspedisi ke luar angkasa dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga Indonesia perlu melakukan kerjasama dengan negara yang memiliki badan antariksa besar dan sudah melakukan banyak misi terkenal, seperti NASA dan Roscosmos.

Selain biaya, Indonesia juga masih kekurangan SDM profesional di bidang ini, begitupun dengan hasil penelitiannya yang masih belum memadai. Sedangkan perjalanan luar angkasa merupakan misi penting dan beresiko yang hanya bisa dilakukan dengan data yang  lengkap.

Demikianlah penjelasan mengenai besaran gaji astronot di NASA. Meski nominalnya sangat tinggi, bekerja menjadi seorang astronot sangatlah menantang dan berbahaya, oleh karena itu diperlukan kemampuan fisik dan mental yang kuat. Karena dengan kesalahan kecil saja, resiko yang harus dihadapi seorang astronot bisa menjadi hal yang sangat serius. Jadi, jika berminat menjadi Astronot, pastikan Anda memenuhi persyaratan dan siap dalam mengemban tugas yang diberikan.

Artikel Terkait