Begini Cara Menghitung Harga Wajar Saham, Bisa Tahu Murah Atau Mahal

Cara Menghitung Harga Wajar – Sebagai seorang investor, memahami cara menghitung harga wajar saham memang menjadi hal yang cukup penting untuk diketahui. Hal tersebut bukan tanpa alasan karena dengan begini maka dapat membantu anda agar bisa membuat keputusan yang tepat.

Sebab dengan mengetahuinya maka bisa memaksimalkan return saham atau keuntungan dalam menjalankan investasi di instrumen saham. Tetapi sayangnya, tidak sedikit para investor yang belum mengetahui bagaimanakah cara menghitungnya tersebut.

Bahkan karena informasi yang terbatas, tidak jarang membuat para investor juga salah kaprah dalam melakukan Analisa harga di pasaran tersebut. Sehingga justru hanya akan membawa kerugian bahkan dengan total nilainya cukup besar.

Mengenal Harga Wajar dalam Saham

Sebelum anda memahami bagaimanakah cara menghitung harga wajar saham, maka apakah anda sudah mengetahui penjelasan mengenai harga wajar? Harga wajar atau biasa dikenal dengan sebutan fair value merupakan istilah yang cukup popular bagi dunia investasi maupun keuangan.

Jika dilihat secara , maka ini merupakan harga suatu aset dimana sama-sama disepakati oleh pihak pembeli ataupun penjual dengan asumsi bahwa kedua belah pihak telah mempunyai pengetahuan tepat buat menentukan nilai dari asset yang bersangkutan tersebut.

Sedangkan dalam dunia saham, fair value sendiri merupakan harga pasar dari suatu saham dimana berada pada titik tertentu dan sebanding dengan fundamental dari sebuah perusahaan. Adapun fundamental disini bisa disebut juga dengan kondisi ataupun kinerja keuangan dari perusahaan.

Baca Juga:  Cara Memilih Aplikasi Trading Terpercaya OJK Dan Rekomendasi Terbaiknya

Disinilah setiap investor pastinya mempunyai pandangan ataupun perspektif berbeda terhadap nilai wajar atau harga wajar yang tersebut. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, maka anda bisa langsung mengetahui ulasan berikutnya.

Bagaimana Rasio Keuangan Untuk Menghitung Harga WAJAR Saham

Untuk menghitung harga wajar dari suatu saham ternyata terdapat beberapa rasio keuangan yang biasanya digunakan oleh para investor baik pemula ataupun profesional buat membantu mengetahui saham salah harga. Adapun rasio yang biasa digunakan tersebut seperti EPS, PER, PBV serta ROE.

Dengan menggunakan beberapa rasio diataslah, seorang investor dapat melihat bagaimanakah kinerja dari perusahaan baik di dalam tahun berjalan ataupun di dalam periode sebelumnya. Sebagai seorang pemula yang masuk ke dalam dunia ini, memang sangat disarankan agar mengetahui perhitungan rasio keuangan tersebut.

Ini dapat membantu anda agar mempunyai pengetahuan matang di dalam membuat keputusan sebelum memutuskan membeli saham terutama secara online. Adapun beberapa faktor lainnya yang biasa digunakan buat menentukan beli atau tidaknya saham diantaranya adalah

  1.   Jumlah aset atau kekayaan bersih dari suatu perusahaan bersangkutan
  2.   Jumlah utang perusahaan dari tahu ke tahun
  3.   Hingga jumlah pendapatan yang diperoleh dari sebuah perusahaan.

1. Menghitung Fair Value Dengan EPS

Seperti telah disinggung sebelumnya ada banyak cara menghitung harga wajar saham di pasaran. Dan yang pertama adalah Earnings Per Share atau EPS ini. Dimana merupakan pendapatan bersih dari perusahaan selama s1 tahun sesudah dikurangi oleh saham preferen dan kemudian akan langsung dibagi dengan jumlah saham yang beredar atau lebih dikenal dengan laba per lembar saham.

Untuk menghitung Earnings per Share inipun ternyata juga tidaklah sulit, anda dapat langsung menggunakan rumus dibawah ini.

EPS : (laba bersih- Dividen preferen)/ jumlah saham yang beredar pada akhir periode.

Baca Juga:  Istilah - Istilah Dalam Trading Saham Yang Wajib Diketahui Oleh Trader

Tidak sampai disitu saja, EPS ini sendiri juga merupakan rasio yang dapat digunakan buat mengetahui berapa jumlah laba bersih yang bisa didapatkan setiap lembar saham yang beredar. Semakin tinggi pendapatan dari perusahaan jelas, membuat nillai EPSnya juga akan semakin meningkat tajam.

2. Menghitung Fair Value Dengan PBV

Selain menggunakan rasio diatas, ada pula pengguna PBV alias Price to book yang mana merupakan rasio harga saham terhadap nilai aset dalam pembukuan perusahaan. Adapun nilai inipun diperoleh dari Aktiva-Kewajiban. Yang mana apabila terdapat sebuah perusahaan dijual, maka kekayaan yang tersisa akan langsung dibagikan kepada semua pemegang sahamnya.

Dengan menggunakan PBV inilah maka akan membantu para investor buat melihat apakah harga saham dari emiten telah sesuai dengan nilai aset dari perusahaan bersangkutan ataupun tidak. Itulah mengapa perhitungan satu ini sering digunakan oleh para investor buat menghitung nilai fair.

Untuk melakukan perhitungan PBV ini, anda bisa langsung menggunakan rumus berikut ini:

PBV = Harga saham : Nilai Buku Per Lembar dari Saham

Secara umum, hasil dari perhitungan inipun akan memperlihatkan apabila sebuah emiten mempunyai nilai PBV lebih dari 1. Maka akan membuat harga sahanya dinyatakan mahal alias overvalued. Itulah sebab nilai dari PBV sebaiknya harus kurang dari 1 sehingga akan memberikan keuntungan besar bagi para pelakunya.

Jika anda merupakan seorang pemula dan ingin mendapatkan harga wajar menggunakan rasio PBV maka harus memperhatikan nilai PBV dalam industri yang sama. Apabila harga PBV untuk industri sejenis tidak jauh berbeda, maka bisa dipastikan bahwa nilai tersebut masih dalam tahap wajar.

3. Menggunakan Rasio Price to Earnings

Selain menggunakan kedua rasio diatas, sebenarnya masih ada perhitungan lainnya yang bisa digunakan yakni Price to Earnings atau PER. Keberadaan metode analisa inipun juga sangat recommended buat para pemula yang terjun ke dalam dunia saham tersebut.

Baca Juga:  Mengetahui Seputar Pemilik Saham PT Mempunyai Tanggung Jawab Besar

PER merupakan rasio yang digunakan buat menilai emiten sesuai dengan harga saham terhadap laba bersihnya alias earning per share. Hampir sama seperti dengan PBV, untuk mencari harga saham menggunakan metode ini maka harus membandingkan PER dari industri yang sejenis. Adapun rumus dari PER ini adalah:

PER : Harga Saham : Laba per Saham

Perlu diingat juga bahwa apabila PER suatu perusahaan lebih besar dibandingkan dengan rata-rata perusahaan sejenis, maka bisa dipastikan bahwa harganya dianggap mahal dan sebaiknya semakin kecil nilai yang didapatkan, maka harganya dijamin akan semakin murah

Manfaat Mengetahui Nilai Wajar dari Saham

Sudah paham buat perhitungan harga wajar saham? Nah dengan mengetahui harga wajar inilah ternyata juga akan memberikan banyak keuntungan bagi para investor diantaranya adalah sebagai berikut

1. Dapat Menentukan Saham Yang Akan Dibeli Dengan Mudah

Manfaat pertama yang bisa didapatkan dengan mengetahui fair value adalah dapat membantu buat menentukan saham yang akan dibeli tersebut.  Anda bisa mengetahui apakah harga tersebut terlalu mahal ataupun murah.

2. Membantu Menentukan Keuntungan Yang Akan Dicapai

Tidak sampai disitu saja, dengan mengetahui harga wajar itulah ternyata akan membantu buat membantu menentukan keuntungan yang akan dicapai oleh para investor. Dengan begitu maka sudah bisa memperkirakan berapakah penghasilan di masa depan.

3. Membantu Melihat Berapa Lama Memegang Suatu Saham

Masih ada lagi keuntungan yang bisa didapatkan yakni membantu buat menentukan berapa lamakah anda akan memegang saham dari suatu perusahaan. Sebagai contohnya, apabila harga saham masih belum melewati harga wajarnya maka masih bisa ditahan.

Sebelum anda memutuskan memulai melakukan kegiatan investasi saham, maka penting agar mengetahui dahulu cara menghitung harga wajar saham agar tidak salah membuat keputusan.

Artikel Terkait