9 Tips Trading Komoditas Bagi Investor Pemula

Tips trading komoditas – Banyak elemen penting untuk melakukan trading. Biasanya masing-masing elemen itu juga memiliki karakteristik berbeda. Kategori dari elemen trading yang cukup populer di Indonesia seperti forex, crypto, saham hingga komoditas. Setiap elemen ini juga tersedia pada banyak sekuritas terpercaya. Para investor juga bisa melakukan transaksi dengan trading komoditas. Apalagi elemen ini memiliki banyak instrumen dengan nilai kapitalisasi pasar cukup besar. Beberapa pilihan dari instrumen komoditas yang sering ditawarkan seperti oil, emas dan lainnya. Ini yang membuat investor pemula bisa mencoba melakukan trading dengan mudah. Hal yang paling penting termasuk menggunakan berbagai tips trading komoditas.

Rekomendasi tips trading komoditas paling penting

Tips trading komoditas memang sangat diperlukan bagi investor hingga trader pemula. Hal ini karena transaksi ini dianggap cenderung tidak stabil. Perubahan harga instrumen komoditas bisa berubah dengan cepat. Apalagi hal ini juga terjadi akibat pengaruh kondisi ekonomi hingga kebijakan politik. Ini yang memberikan resiko tinggi bagi banyak trader. Hal yang paling penting adalah nilai profit dari trading komoditas juga cukup sulit untuk diprediksi. Namun, hal ini sebaiknya tidak menjadi penghalang untuk melakukan trading jangka panjang. Skema high risk high return justru bisa memberikan nilai keuntungan lebih. Berikut ini ada beberapa tips trading komoditas untuk pemula seperti:

1. Tentukan komoditas paling ideal

Ini merupakan salah satu tips trading komoditas yang sangat penting untuk diterapkan. Saat ini ada banyak pilihan komoditas yang bisa dipilih para trader maupun investor. Masing-masing dari komoditas memang memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Selain itu, kebutuhan dari setiap negara juga akan berbeda. Ini yang membuat trader harus memilih komoditas paling ideal untuk transaksi jangka pendek hingga menengah. Pergerakan nilai komoditas juga dipengaruhi dari produksi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Beberapa komoditas yang dianggap sangat populer seperti palm oil, minyak bumi, emas, logam mulia, hasil tambang energi fosil dan lainnya.

Baca Juga:  3 Kelebihan Dan Kekurangan Trading Menggunakan Robot

2. Memahami penawaran dan permintaan

Sama seperti aktivitas perdagangan lainnya, komoditas juga akan melibatkan skema penawaran dan permintaan. Trader juga harus memahami konsep seperti ini. Apalagi kebijakan dari pemerintah negara penghasil komoditas biasanya memberikan pengaruh yang sangat besar. Tentu saja hukum permintaan dan penawaran akan berlaku juga pada trading. Misalnya saja bila terjadi peningkatan penawaran yang sangat tinggi pada komoditas tertentu maka membuat harga menjadi lebih tinggi. Selain itu, bila terjadi penawaran yang lebih besar akibat surplus produksi biasanya mempengaruhi penurunan harga. Ini yang membuat trading harus cermat dalam mengambil kesimpulan.

3. Coba prioritas pada logam mulia

Ini menjadi tips yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Perlu diingat bahwa logam mulia seperti emas memiliki nilai tukar yang lebih kuat dibandingkan dengan komoditas lainnya. Bahkan, komoditas seperti ini sangat populer di seluruh dunia. Ini juga yang membuat komoditas seperti emas tidak akan terkikis oleh adanya inflasi. Nilai tukar yang semakin meningkat justru memberikan keuntungan yang lebih baik. Namun, trader juga harus ingat untuk menggunakan modal yang lebih besar. Semakin besar modal yang dimiliki maka hal itu justru akan memberikan keuntungan dalam jangka panjang. Bahkan, komoditas seperti ini juga bisa menjadi simpanan atau tabungan.

4. Pahami keterkaitan ekspor dan impor

Ini menjadi bagian penting untuk dipahami. Seluruh trader harus melakukan analisis terhadap data penting yang berkaitan dengan ekspor dan impor. Keterkaitan dari nilai transaksi menjadi hal yang sangat berpengaruh pada nilai komoditas. Banyak negara maju dan besar merilis data berkaitan dengan ekspor dan impor komoditas. Data ini akan mempengaruhi nilai pada masing-masing komoditas. Bila terjadi kenaikan jumlah ekspor pada komoditas tertentu maka hal itu akan memberikan nilai keuntungan yang besar. Misalnya saja negara timur tengah merilis data ekspor minyak mentah yang terus meningkat. Hal itu justru akan memberikan penguatan pada nilai komoditas minyak mentah. Ini bisa menjadi keuntungan bagi trader.

Baca Juga:  4 Expert Advisor Forex Terbaik 2022

5. Kuasai informasi makroekonomi

Tips seperti ini juga sangat dibutuhkan bagi para trader dan investor yang aktif melakukan transaksi. Cobalah untuk menguasai informasi yang berkaitan dengan makroekonomi. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan prediksi dari perubahan nilai komoditas secara cepat. Informasi seperti ini banyak dipublikasikan oleh berbagai media online ternama. Selain itu, trader juga bisa mendapatkan notifikasi real time melalui layanan sekuritas. Hal ini akan membantu dalam pengambilan keputusan trading komoditas. Kebijakan pemerintah terkait produksi komoditas hingga situasi geopolitik memang memberikan pengaruh yang sangat besar. Ini juga menjadi hal yang sangat penting bagi analisis fundamental.

6. Analisis mata uang dan komoditas

Perlu diingat bahwa terdapat pengaruh besar terhadap nilai tukar mata uang dengan trading komoditas. Ini yang membuat banyak trader memang membutuhkan analisis terhadap data yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah. Analisis yang bisa didapatkan tentu saja berlaku bagi seluruh trader. Misalnya saja bila terjadi surplus komoditas ekspor maka hal itu akan membuat nilai tukar menjadi semakin menurun. Hal ini karena sebagian besar ekspor komoditas biasanya menggunakan mata uang lokal. Begitu juga sebaliknya, bila nilai trading komoditas untuk impor semakin besar maka mata uang akan mengalami penurunan. Ini yang membuat pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan secara berkala.

7. Kenali indikator komoditas

Para trader maupun investor memang disarankan untuk mengenali berbagai indikator komoditas yang paling populer. Hal ini tentu saja memberikan pengaruh yang besar terhadap nilai masing-masing komoditas. Beberapa indikator yang biasanya sering diperhitungkan termasuk jumlah permintaan, produksi komoditas, kondisi ekonomi, pemberlakuan pajak, kebijakan fiskal, situasi politik hingga nilai tukar mata uang. Sebagian besar indikator itu memang memberikan dampak cukup signifikan pada berbagai komoditas. Ini yang membuat trader harus bisa mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga:  4 Cara Belajar Trading Untuk Pemula Yang Efektif

8. Cari tahu perusahaan penghasil komoditas

Tips lain yang penting untuk diterapkan adalah mendapatkan informasi penting tentang perusahaan penghasil komoditas. Banyak perusahaan yang memiliki integritas sangat baik. Hal ini juga berpengaruh pada kualitas produksi komoditas itu. Semakin baik komoditas yang dihasilkan maka itu membuat nilai semakin meningkat. Laporan keuangan dari perusahaan itu juga memberikan dampak pada perubahan nilai. Kinerja perusahaan yang baik justru menjadi jaminan bagi peningkatan valuasi komoditas.

9. Analisis prospek komoditas

Ini menjadi sangat penting bagi para trader. Biasanya prospek jangka panjang juga mempengaruhi peningkatan nilai. Tentu saja hasil analisis ini dilakukan dengan riset secara mendalam. Misalnya saja nilai komoditas dari nikel yang akan terus meningkat. Hal ini terjadi karena industri kendaraan listrik di masa depan akan berkembang pesat.  Tentu saja itu membuat kebutuhan produksi nikel semakin meningkat. Semakin tinggi permintaan nikel maka nilai jual dari komoditas ini akan terus bertambah. Ini bisa menjadi instrumen penting dari keuntungan yang diinginkan trader.

Artikel Terkait