Trading Crypto: 3 Jenis Chart Pattern Crypto Yang Wajib Kamu Kuasai

Chart Pattern Crypto – Belajar dan mengenali chart pattern bisa membantu para trader memahami fluktuasi harga saham atau aset kripto. Namun, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan chart pattern? Yuk, pahami sebelum mulai trading.

Apa itu chart pattern Crypto?

Chart pattern (pola grafik) adalah kumpulan bentuk berulang yang dapat digambar pada grafik aset dengan menghubungkan harga tertinggi dan terendah. Secara sederhana, chart pattern dapat diartikan sebagai sebuah pola yang terbentuk dari pergerakan harga saham atau aset kripto yang akan selalu berulang.

Sebelum menjelaskan tentang macam-macam chart pattern crypto, di bawah ini ada beberapa istilah yang perlu kamu pahami agar tidak tersesat saat membaca pembahasan selanjutnya.

  • Bearish: kondisi pasar yang sedang mengalami pelemahan atau tren melemah.
  • Bullish: kondisi pasar yang sedang mengalami penguatan atau tren menguat.
  • Resistance adalah batas atas harga cypto yang sulit ditembus para trader untuk jangka waktu tertentu.
  • Support: batas bawah harga cypto yang sulit ditembus para trader untuk jangka waktu tertentu.

Oke, lanjut yah.

Jenis Chart Pattern Crypto

Berikut ini adalah jenis-jenis chart pattern crypto yang perlu kamu ketahui.

1. Triple atau Double Tops and Bottoms

Jenis pola triple atau double tops and bottoms ditandai saat harga memantul dari level resistance (batas atas harga) atau support (batas bawah harga) yang sama sebanyak dua atau tiga kali berturut-turut.

Baik triple maupun double merupakan pola pembalikan (reversal) dan biasanya pola harga atau sinyal ini akan menuju ke arah yang berlawanan. Double top, misalnya, yaitu ketika aset kripto berada dalam tren naik dan harga bertemu dengan zona resistance yang kuat. Selama tren pertama, harga memantul dan menembus lebih rendah untuk sementara sebelum akhirnya kembali naik dengan sangat cepat. Pada tren kedua menuju level resistance yang sama, harga dipaksa turun jauh lebih kuat dari sebelumnya dan tren turun baru dimulai.

Baca Juga:  Gaji PT Yasunli Terbaru 2025

Jika harga menembus di atas resistance atau di bawah support pada titik mana pun, pola tersebut dianggap dinegasikan dan kelanjutan harga kemungkinan akan terjadi dan bukannya pembalikan.

Pola double tops and bottoms lebih umum dijumpai dalam chart pattern crypto, namun pola triple triple sering kai memberikan pembalikan yang lebih kuat.

Pola triple top merupakan pola pembalikan tren turun yang sering kali menjadi penanda berakhirnya tren naik dan akan segera dimulainya tren turun. Pola jenis ini ditandai dengan tiga puncak berurutan yang mencapai tingkat resistance pada nilai tinggi yang kurang lebih sama dengan dua lembah sebagai pemisah yang jelas antara ketiga puncak tersebut. Oleh karena itu, pola ini menjadi sinyal masuk untuk jual (sell). Sinyal ini didorong oleh kondisi harga yang menembus sampai di bawah level support yang dibuat pada titik terendah dari dua lembah sebelumnya.

Sebagai kebalikan dari triple top chart pattern, pola triple bottoms menunjukkan pembalikan tren menuju bullish. Dengan demikian, kondisi ini sering menandai akhir dari tren turun dan akan segera dimulainya tren naik. Adapun ciri dari pola ini, yaitu terdapat tiga lembah pada tingkat kedalaman rendah yang kurang lebih sama, dengan dua puncak sebagai pemisah yang jelas antara ketiga lembah tersebut. Jadi, pola ini menjadi sinyal untuk beli (buy). Sinyal ini didorong oleh harga yang menembus level resistance dari kedua puncak yang terbentuk.

2. Ascending atau Descending Triangles

Setelah memahami kedua pola dasar sebelumnya, langkah selanjutnya adalah mengetahui chart pattern crypto berikutnya, yaitu ascending triangle chart pattern atau descending triangle chart pattern.

Secara harfiah, ascending berarti naik, sedangkan descending artinya turun.

Baca Juga:  Gaji PT Waskita Karya Terbaru 2025

Ascending triangle adalah suatu pola yang terdiri dari garis datar yang menghubungkan tren harga tertinggi dan garis diagonal yang menghubungkan harga terendah yang lebih tinggi. Singkatnya, pola ini biasanya terbentuk ketika harga bergerak dalam kondisi tren harga naik. Pola ini berguna untuk mengetahui bahwa masih ada kemungkinan harga akan melanjutkan tren naik.

Apabila harga berhasil menembus resistance, maka kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga akan kembali naik dan untuk target pergerakan harga berikutnya akan sama dengan jarak base-nya. Hal yang harus selalu diingat saat menggunakan pola ascending triangle ini adalah tembusnya level resistance dalam triangle tidak boleh terlalu dekat dengan titik pertemuan (apex) antara dua garis yang ditarik sebagai pola. Jarak idealnya adalah dua pertiga atau tiga perempat dari jarak base ke titik pertemuan (apex) karena apabila melebihi ketentuan ini, maka pola tersebut sudah tidak valid lagi untuk digunakan.

Di sisi lain, pembentukan pola descending triangle terjadi saat harga bergerak dalam kondisi tren harga turun. Pola ini digunakan untuk mengetahui bahwa kemungkinan harga masih akan melanjutkan tren turun. Oleh karena itu, garis support pada pola ini tidak berupa garis yang miring akan tetapi membentuk garis yang cenderung mendatar.

Biasanya, apabila harga berhasil menembus support, maka kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga akan kembali turun dan untuk target pergerakan harga selanjutnya adalah sama dengan jarak base-nya. Selain itu, perlu untuk selalu diingat bahwa penggunaan pola descending triangle ini adalah tembusnya level support dalam triangle tidak boleh terlalu dekat dengan titik pertemuan antara dua garis yang kita tarik. Seperti halnya ascending, jarak idealnya adalah dua pertiga atau tiga perempat dari jarak base ke titik pertemuan. Jika lebih, maka pola tersebut itu sudah tidak valid lagi untuk digunakan.

Baca Juga:  Ingin Tahu Cara Belajar Trading Crypto? Simak Infonya Disini!

3. Head and shoulders

Head and shoulders chart pattern crypto adalah jenis lain dari reversal chart pattern yang ditandai oleh tiga puncak harga berurutan. Bahu (shoulders) merupakan dua puncak yang lebih kecil yang berada di kedua sisi dari puncak tengah yang jauh lebih besar atau disebut sebagai kepala (head). Bagian terendah yang lebih rendah dari setiap puncak biasanya dapat dihubungkan oleh garis datar, yang dikenal sebagai garis leher (neckline).

Setelah bahu terakhir (bahu kanan) terbentuk dan kembali ke garis leher, maka harga akan meledak (break out). Saat ketiga puncak mengarah ke atas, pola tersebut menandakan bahwa bearish reversal mungkin akan terjadi. Sementara itu, apabila ketiga puncak mengarah ke bawah, maka dikenal sebagai pola bullish inverse head and shoulders dan menunjukkan tren naik baru akan segera dimulai.

Chart pattern crypto cenderung terbentuk lebih sering di pasar yang bergejolak saat aktivitas perdagangan asep kripto tinggi.

Penting untuk dicatat bahwa bahkan selama periode perdagangan yang padat, tidak ada chart pattern crypto yang 100% dapat diandalkan. Pengaturan pola yang tampak sempurna seringkali dapat ditolak dan bergerak ke arah yang berlawanan atau mendorong ke samping saat volatilitas rendah. Oleh karena itulah, banyak trader merekomendasikan untuk menunggu konfirmasi penembusan atau setidaknya dua penutupan berturut-turut di atas atau di bawah atau menempatkan perintah stop-loss untuk mengurangi risiko ini.

Sebagai penutup, pola-pola chart pattern crypto yang sudah kamu pelajari tidak memberi jaminan bahwa kamu akan selalu menikmati cuan saat melakukan trading, namun setidaknya bisa menjadi panduan buatmu tentang kapan saatnya keluar dan masuk pasar.

Selamat mencoba.