Pengertian, Dasar Hukum Dan Contoh Surat Kuasa Hukum Perdata

Contoh Surat Kuasa Hukum Perdata – Di Indonesia dalam pembuatan atau pengurusan Hukum Acara Perdata, bisa diajukan langsung ke pengadilan negeri mengenai kasus atau permasalahan hukum perdata. Permasalahan hukum biasanya berkaitan dengan wanprestasi atau perbuatan yang melanggar hukum. Nah, dalam penyelesaian permasalahan hukum tersebut, badan hukum atau seseorang perlu menunjuk advokat untuk memberikan bantuan hukum melalui contoh surat kuasa hukum perdata.

Apa Itu Surat Kuasa Hukum Perdata?

Surat kuasa hukum perdata merupakan surat resmi yang berisi tindakan-tindakan dari penerima kuasa. Dalam surat tersebut ada penjelasan secara detail terkait tindakan yang pernah dilakukan oleh pemberi kuasa, sehingga bisa memicu terjadinya permasalahan. Bagi Anda yang belum pernah melihatnya, maka bisa periksa contoh surat kuasa hukum perdata terlebih dahulu.

Sebenarnya dalam permasalahan hukum perdata, maka Anda juga bisa memberikan kuasa lisan. Pemberi kuasa juga bisa melakukan penunjukkan secara langsung dihadapan ketua Pengadilan Negeri terkait pernyataan pemberian kuasa. Nantinya pihak pengadilan negeri akan melakukan pencatatan dengan jelas sesuai dengan keinginan pemberi kuasa.

Terkait pemberian dan juga penerimaan surat kuasa, semuanya sudah diatur dalam Pasal 1792 KUHPer. Pemberian surat kuasa tersebut bisa dilakukan dibawah tangan atau melalui akta umum, secara lisan dan juga menggunakan sepucuk surat. Pemberian kuasa juga dianggap sah dimata pengadilan berdasarkan Pasal 123 Ayat 1 HIR.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Dalam Kuasa Hukum Perdata

Identitas dari Pihak Penggugat

Seorang advokat atau orang yang diberi kuasa, perlu memperhatikan masalah identitas pribadi pemberi kuasa dengan baik dan benar. Usahakan jangan salah melakukan input data, karena hal ini berkaitan dengan masalah hukum.

Baca Juga:  Begini Tips Dan Cara Menabung Saham Di BRI Bagi Pemula

Objek Sengketa

Berdasarkan contoh surat kuasa hukum perdata, ada bagian yang membahas detail mengenai permasalahan yang sedang diperkarakan. Dengan begitu, penerima kuasa akan melakukan strategi terbaik untuk membantu mengatasinya.

Penggunaan Mengenai Klausul Khusus

Penggunaan kata khusus perlu dilakukan dengan jelas. Tujuannya agar penerima kuasa bisa melakukan tindakan yang dapat dijalankan sesuai aturan. Dengan begitu, Anda tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

Penentuan Wilayah Pengadilan

Dalam surat kuasa khusus wajib memperhatikan masalah Pengadilan Negeri. Dimana pada tempat tersebut, Anda bisa memberikan pengajuan gugatan yang diterima langsung dari pihak penggugat.

Waktu Pembuatan

Waktu pembuatan kuasa hukum perdata harus disesuaikan dengan tanggal pemberian dan penerima kuasa. Tujuannya tidak lain untuk membuat keadaan lebih sinkron dan bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Hak-Hak dari Penerima Kuasa

Dalam hal ini, Anda perlu memperhatikan masalah retensi dan juga hak substitusi.

Tanda Bawah Tangan

Nah untuk mencapai persetujuan pemberian dan juga penerima kuasa, maka ada beberapa pihak yang perlu terlibat untuk memberikan tanda tangan. Bukti tersebut dapat menunjukkan tanda setuju dalam pemindahan surat kuasa.

Surat kuasa hukum perdata bisa digunakan untuk mengajukan suatu gugatan perdata ke pengadilan negeri untuk menyelesaikan permasalahan. Contoh surat kuasa hukum perdata bisa banyak ditemukan online..