9 Cara Riset Emiten Saham Untuk Investasi Bagi Pemula

Cara riset emiten – Para investor pemula memang wajib melakukan riset atau analisis terhadap emiten saham tertentu. Pada bursa efek biasanya hanya menampilkan kode emiten tertentu saja. Ini yang membuat banyak investor harus melakukan penggalian informasi lebih dalam tentang perusahaan secara lengkap. Biasanya rincian informasi itu akan memudahkan investor dalam menentukan skema investasi dengan perhitungan waktu tertentu. Mungkin investor pemula perlu menerapkan cara riset emiten saham. Metode yang digunakan juga dianggap sangat mudah. Selain itu, manfaat dalam melakukan riset ini juga membantu untuk terhindar dari nilai kerugian yang lebih besar. Semakin lengkap analisis yang dilakukan maka semakin mudah dalam menentukan rekomendasi saham.

Beberapa metode dan cara riset emiten saham paling ideal

Pengambilan keputusan yang tepat mempengaruhi seluruh cara riset emiten saham. Semakin banyak cara yang dilakukan maka akan semakin mudah untuk menentukan emiten saham dengan prospek terbaik jangka panjang. Hal ini juga membantu trader dan investor pemula untuk menghindari loss yang terlalu berlebihan. Bahkan, rincian dari riset emiten itu membantu untuk mendapatkan peluang maupun prediksi pergerakan nilai saham pada seluruh industri. Pastikan juga investor pemula memiliki pemahaman tentang pembacaan analisis laporan keuangan yang dipublikasikan secara berkala. Ini juga menjadi hal penting untuk melakukan integrasi dari hasil riset yang didapatkan. Berikut ini ada 9 cara riset emiten saham yang bisa dicoba terdiri dari:

1. Pelajari laporan keuangan
Ini adalah cara riset emiten saham yang paling penting untuk dilakukan. Seluruh perusahaan yang melantai di bursa efek harus memberikan laporan keuangan secara rinci. Biasanya laporan keuangan itu berdasarkan perhitungan waktu berkala seperti kuartal, semester hingga tahunan. Rincian laporan keuangan yang dipublikasikan akan memberikan kemudahan bagi trader maupun investor dalam mengambil keputusan. Hal ini juga berkaitan dengan kondisi finansial dari perusahaan. Semakin baik prospek finansial dari perusahaan itu untuk jangka panjang maka peluang peningkatan valuasi saham juga akan semakin mudah. Cara ini juga dilakukan agar investor bisa memperoleh dividen pada waktu yang ditentukan.

2. Coba perhatikan grafik
Cara lain yang bisa dilakukan dengan menerapkan metode teknikal. Cara seperti ini akan membantu para investor untuk mendapatkan prediksi pergerakan saham dengan mudah pada perhitungan waktu tertentu. Sebagian besar aplikasi trading saham dari sekuritas juga menampilkan rincian grafik saham secara real time. Cobalah untuk mengambil timeline yang cukup panjang seperti bulanan hingga tahunan. Tampilan grafis itu juga memudahkan investor untuk melakukan analisa waktu yang tepat dengan potensi kenaikan saham. Ada beberapa instrumen lain yang bisa digunakan untuk melakukan prediksi pada pergerakan grafik emiten saham yang diinginkan.

3. Menghitung penggunaan modal
Setiap emiten juga memberikan rincian penggunaan modal perusahaan. Biasanya belanja modal yang besar disesuaikan dengan target yang ingin diraih untuk jangka waktu lebih panjang. Perhitungan penggunaan modal ini juga melalui rincian laporan yang dipublikasikan. Pastikan informasi sumber modal yang didapatkan perusahan juga ditampilkan secara lengkap. Belanja modal perusahaan bisa saja melalui penjualan aset, keputusan rapat pemegang saham hingga penerbitan hutang baru. Besaran dari penggunaan modal harus disesuaikan dengan target perusahaan. Hal ini biasanya dilakukan untuk menghindari beban hutang yang terlalu besar dan mempengaruhi kinerja perusahaan pada periode berikutnya.

4. Rincian keuntungan dan kerugian bersih
Seluruh perusahaan yang terdaftar di bursa efek juga selalu memberikan pengumuman tentang rincian keuntungan hingga kerugian bersih. Laporan seperti ini memberikan dampak yang sangat besar pada pergerakan nilai saham. Biasanya publikasi ini diberikan sesuai dengan hasil laporan keuangan sebelumnya. Pada saat emiten mencatatkan keuntungan bersih yang lebih baik dari periode berikutnya maka nilai saham akan memiliki peluang untuk mengalami kenaikan. Begitu juga sebaliknya pada saat emiten mencatatkan nilai kerugian. Hal itu akan membuat nilai saham berpotensi mengalami penurunan. Perubahan nilai saham akan dipengaruhi hingga kinerja perusahaan berikutnya.

5. Total utang dari perusahaan
Ini menjadi hal yang cukup krusial dalam melakukan riset emiten dengan periode yang cukup panjang. Seluruh perusahaan akan memberikan laporan mengenai total utang yang dimiliki. Nilai utang juga mempengaruhi pergerakan saham untuk jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, perhitungan jatuh tempo utang juga biasanya memberikan dampak pada nilai saham. Besaran hutang pada emiten harus diikuti dengan kinerja laporan keuangan yang baik. Misalnya penambahan jumlah aset yang akan membuat nilai saham semakin naik. Namun, bila total hutang perusahan terus bertambah tanpa diikuti kinerja perusahaan yang membaik maka dipastikan nilai saham semakin menurun.

6. Keunggulan dibandingkan kompetitor
Riset emiten yang bisa dilakukan lainnya dengan mempertimbangkan keunggulan dibandingkan kompetitor. Biasanya cara riset ini diterapkan untuk perusahaan dalam sektor produksi. Keunggulan ini memang dipengaruhi dalam branding hingga awareness produk yang dimiliki emiten saham. Bila produk yang dijual perusahaan memiliki pangsa pasar yang lebih besar dan sangat populer maka ini membuat nilai saham mengalami kenaikan secara signifikan. Hal ini juga berlaku pada perusahaan sektor jasa seperti kontruksi hingga perbankan. Penawaran jasa yang lebih banyak digunakan tentu saja akan memberikan nilai keuntungan. Metode ini juga termasuk dalam analisis fundamental secara periodik.

7. Struktur manajerial
Perlu diingat bahwa struktur manajerial dalam perusahaan yang terdaftar juga akan memberikan pengaruh besar pada kinerja perusahaan. Biasanya ini terjadi pada emiten perusahaan yang mengumumkan hasil perubahan jajaran direksi. Para investor maupun trader akan mulai mencari informasi penting tentang latar belakang yang dimiliki oleh setiap direksi hingga komisaris. Semakin baik portfolio yang dimiliki maka hal itu akan memberikan keuntungan yang besar dalam jangka panjang. Bahkan, keputusan yang diambil para direksi dianggap membuat perubahan signifikan terhadap nilai saham. Cobalah untuk memilih emiten saham yang didukung dengan direksi kompeten dan sangat berpengalaman.

8. Rencana jangka panjang
Ini juga termasuk bagian dari riset dan analisis yang sangat penting. Seluruh perusahaan yang berada di bursa efek selalu memberikan rincian rencana jangka panjang kepada para investor. Hal ini dilakukan agar investor memberikan kepercayaan yang lebih besar. Rencana jangka panjang ini termasuk target penerimaan keuntungan hingga pengelolaan modal. Bahkan, ekspansi dari perusahaan juga perlu diperhitungkan. Rencana jangka panjang biasanya dipublikasikan lewat release hingga media tertentu. Hal ini juga berkaitan dengan laporan keuangan untuk periode sebelumnya. Perhitungan target penerimaan profit yang lebih besar termasuk pada rencana jangka panjang untuk meningkatkan nilai saham.

9. Prospek perusahaan
Pastikan para investor juga bisa mempertimbangkan prospek perusahaan untuk waktu yang lama. Hal ini bisa dilihat pada perkembangan target pasar dari penawaran produk atau jasa perusahaan. Misalnya saja pada emiten perbankan yang mulai melakukan ekspansi layanan ke pinjaman atau dompet digital. Ini juga bisa memberikan pengaruh pada laporan keuangan berikutnya. Semakin besar perubahan yang dilakukan biasanya membuat banyak imvestor tertarik pada emiten.

Artikel Terkait