Mekanisme Perekrutan Tim Agen Properti

Berkembangnya bisnis properti yang saat ini terus menampakkan hasilnya, tentu membuat banyak orang tergiur untuk terjun di bisnis ini sebagai agen properti. Mempromosikan sebuah kawasan properti dengan komisi yang cukup menjanjikan ini semakin dilirik sehingga banyak orang tergiur dan mencoba peruntungannya. Ada yang menjadi agen properti mandiri sebagai freelancer atau menjadikannya usaha sampingan, atau ada juga yang memang bergabung dengan perusahaan properti untuk mendapatkan peluang yang lebih besar namun banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Jika anda ingin mencoba terjun ke dunia properti dan menjadi salah satu agen properti professional biasanya ada beberapa hal yang mesti dipersiapkan. Namun jika anda hanya iseng untuk usaha sampingan anda, tentu bakat marketing anda sudah harus terasah dari awal sehingga anda tidak hanya buang waktu dan tenaga untuk memasarkan suatu properti.

Biasanya bagi sebuah perusahaan properti, ada sistem perekrutan tim agen properti yang diselenggarakan untuk memudahkan perusahaan dalam memasarkan produk properti mereka. Beberapa tahapan yang umumnya dilakukan adalah sebagai berikut:

Promosi lowongan via media sosial

Saat ini semua orang bisa membuat akun media sosial sehingga proses perekrutan bisa dilakukan melalui promosi via media sosial. Dari media sosial ini, perusahaan bisa melakukan promosi perekrutan tim agen properti dengan sangat mudah dan menjangkau ke seluruh lini lapisan masyarakat. Tentu tak lepas dari promosi di media cetak yang juga masih memiliki andil besar perantara informasi offline dengan masyarakat. Dengan menggunakan media sosial, nantinya para agen akan melakukan tugasnya juga melalui media sosial untuk memasarkan berbagai properti yang dipilih dari perusahaan. Ditambah lagi konektivitas dengan telepon pintar saat ini telah mengkoneksikan semua informasi dalam satu genggaman.

Proses rekruitmen

Pada proses rekruitmen ini, biasanya para agen akan melakukan berbagai pelatihan dan telah lulus persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan properti. Tentu setiap perusahaan properti memberlakukan syarat yang berbeda-beda, tapi proses pelatihan dan coaching terus dilakukan dengan intens untuk membuat para agen semakin mahir terjun ke lapangan menggaet para calon konsumen. Jika anda merasa proses rekruitmen ini terlalu sulit dan bertele-tele maka anda bisa menjadi agen properti mandiri secara independen tanpa terhubung dan terikat dengan perusahaan properti. Keunggulan dari menjadi agen properti di sebuah perusahaan properti adalah jaringan yang luas dan tentu saja tingkat kepercayaan masyarakat terhadap para agen karena membawa nama baik perusahaan.

Proses penempatan anggota

Setelah proses rekuritmen selesai dan para agen telah melewati tahap pelatihan dan coaching dengan sangat matang, maka perusahaan akan menempatkan anggotanya pada titik-titik tertentu agar setiap agen mendapatkan porsi masing-masing dan tidak mengganggu kinerja rekan seprofesinya. Tentu perusahaan menjaga agar calon konsumen tidak berhadapan dengan 2 agen properti yang berbeda karena nanti akan sulit menentukan komisi dari 1 agen properti yang ditangani oleh 2 agen atau lebih. Sehingga pembagian titik promosi ini perlu direncanakan dari awal. Penempatan anggota biasanya akan dibagi menjadi tim dan akan dipecah lagi menjadi agen mandiri untuk mengurusi satu klien khusus. Biasanya untuk properti yang lebih mahal, akan diturunkan agen yang telah professional untuk memastikan properti dipasarkan dengan sangat baik dan berpengalaman.

Bagi anda yang ingin menjadi seorang agen properti di sebuah perusahaan properti, maka pahami sistem perekrutan agen properti di atas agar anda bisa mempersiapkan diri untuk fokus terjun di dunia properti yang menjanjikan ini.

Jika Anda sudah memiliki kisah sukses dalam bisnis properti, maka sebaiknya Anda tidak berhenti sampai di situ. Anda dapat mencoba proyek berikutnya dalam skala yang lebih besar. Anda harus bisa mengembangkan bisnis properti Anda dalam skala yang lebih luas. Sedangkan untuk bisa mewujudkannya tidak bisa jika hanya mengandalkan diri sendiri. Karena bagaimanapun energi dan energi Anda ada batasnya. Anda akan merasa pusing jika mengurus proyek besar seorang diri.

Oleh karena itu, Anda harus memiliki tim yang solid. Apa saja tips membangun tim kerja yang baik di bidang properti?

Temukan Orang yang Tepat

Salah satu tips dalam membangun tim kerja yang baik adalah menemukan orang yang tepat. Jika Anda akan membentuk tim yang terdiri dari karyawan, maka mereka harus memiliki semangat, keterampilan kerja, dan kompetensi yang dapat mewujudkan visi dan misi dalam kelancaran bisnis properti Anda. Kemudian, jika Anda membutuhkan mitra bisnis di bidang properti, maka Anda harus mencari mitra bisnis yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Anda. Hingga Anda bisa bersinergi dengan mitra bisnis Anda. Untuk menemukan karyawan yang tepat, Anda harus merekrut terlebih dahulu.

Rekrutmen dapat dilakukan dengan referensi atau rekrutmen terbuka.

Setelah Anda menemukan kandidat yang sesuai dengan kriteria, langkah selanjutnya adalah melakukan seleksi. Sebaiknya seleksi dilakukan oleh HRD (Human Resource Department) agar mendapatkan kandidat yang benar-benar sesuai dengan yang diinginkan.

Tempatkan di Tempat yang Tepat

Setelah Anda menemukan orang yang tepat untuk bisnis properti Anda. lalu letakkan di tempat yang tepat. Yang dimaksud dengan tempat yang tepat adalah di bidang yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya agar ia dapat berkarya dengan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk membantu membangun bisnis properti Anda dengan baik. Anda dapat menempatkan mereka segera pada saat perekrutan atau dari waktu ke waktu sampai mereka memenuhi syarat untuk posisi tersebut.

Sangat penting untuk menempatkan mereka di tempat yang tepat karena seringkali orang yang sejalan dengan visi dan misi Anda, tetapi berada di tempat yang salah. maka sudah menjadi tugas Anda untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang mereka miliki dengan menempatkan mereka pada posisi yang sesuai dengan passion mereka di bidang properti.

Menawarkan Bagi Hasil dari Keuntungan Perusahaan Properti

Tips selanjutnya untuk membentuk tim kerja yang baik adalah dengan menawarkan mereka bagi hasil atas keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan properti Anda. Dengan begitu mereka tidak hanya akan merasa bahwa mereka memajukan perusahaan properti Anda, tetapi mereka juga akan merasa bahwa mereka sedang memperjuangkan nasib mereka. Tidak ada yang salah dengan tips ini jika Anda menerapkannya pada tim bisnis properti Anda. Anda dapat memberikan saham kepada karyawan Anda.

Atau pada tingkat yang lebih rendah, Anda juga dapat memberikan bagian dari keuntungan proyek kepada karyawan Anda. Besaran bagi hasil terserah Anda, bisa 10% atau 20%, dan nantinya karyawan Anda akan mendapat bagian sesuai perannya masing-masing secara proporsional. Misalnya, seorang manajer sebuah perusahaan properti tentu berbeda ukurannya dengan seorang staf administrasi.

Artikel Terkait