Jenis–Jenis Saham – Siapa yang tidak mengenal kata saham saat ini? Iya, bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan itulah yang dimaksud dengan saham. Biasanya bukti tersebut berupa selembar kertas yang mencantumkan nilai nominal, nama perusahaan, hak dan kewajiban setiap pemegang saham, ternyata keberadaan saham sangat diminati oleh investor. Penasaran apa saja jenis-jenis saham simak penjelasannya berikut ini.
Apa Saja Jenis Saham?
Setelah mengetahui secara umum apa yang dimaksud dengan saham maka, selanjutnya kita simak jenis-jenis saham menurut ahli apa saja. Berdasarkan literatur yang ditulis oleh Fahmi di dalam pasar modal terdapat dua jenis saham yang sering dikenal umum, pertama saham biasa (common stock) dan kedua saham preferen (preference stock). Lalu apa pengertian dari kedua saham tersebut? ini dia penjelasannya:
1. Saham Biasa (common stock)
Merupakan sebuah surat berharga yang mana menjelaskan nilai nominalnya ketika dijual oleh perusahaan. Pada umumnya untuk pemegang saham biasa diberikan hak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), selain mengikuti rapat mereka juga memiliki hak dan wewenang dalam menentukan apakah akan membeli atau tidak penjualan saham terbatas. Dan pada akhir tahun pemegang saham biasa akan mendapat keuntungan berupa dividen atau bagi hasil.
2. Saham preferen (preference stock)
Merupakan sebuah surat berharga yang ketika dijual perusahaan menjelaskan nilai nominal pemberi pemegang pendapatan tetap dalam bentuk dividen yang akan diterima tiap tiga bulan (kuartal).
Jenis-jenis saham menurut Ahli Darmadji
Selain dua jenis saham di atas menurut pendapat ahli Darmadji meninjau saham dari segi kemampuan dalam hak tagih dan klaim terdiri :
1. Saham Biasa (common stock)
Adalah saham yang mana menempatkan pemilik paling junior atas pembagian dividen serta hak atas harta kekayaan emiten (pihak yang melakukan penawaran umum) jika emiten tersebut mengalami pembubaran perusahaan (likuidasi).
2. Saham preferen
Adalah saham dengan karakter gabungan antara obligasi dan saham biasa, mengapa dikatakan gabungan keduanya karena bisa menghasilkan pendapatan tetap sebagaimana bunga obligasi, namun juga tidak mendatangkan hasil seperti yang diinginkan investor.
Jenis saham secara umum
Secara Umum sudah dijelaskan di atas jenis-jenis saham dibagi menjadi dua : saham biasa dan preferen. Selain itu secara kinerja terdapat beberapa jenis saham seperti:
1. Blue Chip Stocks
Saham yang satu ini sudah tidak asing lagi di kalangan investor, karena memang saham ini dipercaya banyak kalangan. Nilai per lembar saham ini relatif sangat tinggi, namun harganya masih stabil.
2. Income stocks
Jenis saham ini dapat memberikan pembagian hasil atau dividen yang lebih besar akan tetapi juga dapat beresiko tinggi, tinggal kemampuan pengelola dalam mengatur strategi permainan saham di Income Stocks.
3. Speculative stocks
Saham ini yang sering muncul di jual beli bursa, terkadang dividen yang diberikan juga tinggi.
4. Growth Stocks
Dari namanya saja sudah jelas bahwa saham ini tingkat perkembangannya pesat dibandingkan dengan saham lain.
5. Emerging Growth Stocks
Saham ini memiliki nilai yang stabil karena pengaruhnya tidak terlalu besar.
6. Cyclical Stocks
Saham ini rentan terpengaruh makanya nilainya bersifat fluktuatif.
7. Defensive Stocks
Saham ini merupakan saham yang asalnya dari perusahaan dengan background industri harian yang biasanya digunakan oleh masyarakat umum, jenis ini tidak terlalu berpengaruh.
Jenis-Jenis Saham Syariah
Sebelum lebih jauh membahas jenis saham syariah maka sebelumnya kita ulas terlebih dahulu mengenai pengertian dari saham syariah itu sendiri. Saat ini memang kita tahu Sebagian orang memiliki keraguan adanya riba, untuk mengatasinya maka saham syariah hadir sebagai solusinya. Perlu dipahami saham syariah merupakan investasi saham yang seluruh kegiatannya berdasarkan prinsip dan kaedah sesuai syariah. Di bawah ini adalah jenis-jenis saham syariah antara lain :
1. Saham dengan basis syariah
Saham ini merupakan saham perusahaan yang menyatakan dirinya sejak awal berdiri sebagai sebuah perusahaan syariah, jadi latar belakangnya jelas-jelas syariah karena sudah disepakati dan diatur dalam ADRT. Selain itu seluruh kegiatan apapun yang dilakukan pada perusahaan tentunya diawasi juga oleh Dewan Pengawas Syariah.
2. Saham dengan prinsip syariah
Saham ini merupakan saham perusahaan yang telah memenuhi kriteria sebagai perusahaan dengan saham syariah dan kegiatan di dalamnya sesuai dengan aturan yang sudah dibuat oleh OJK.
Setelah perusahaan diberikan label syariah tentu semua itu terdapat syarat dan juga ketentuan tersendiri seperti :
- Sistem Pembagian Hasil Non Riba
Karena sudah jelas bahwa saham syariah merupakan solusi dari adanya riba maka sistem bagi hasil di sini harus jelas dan bebas dari riba. Sistem yang ada pada saham syariah adalah bagi hasil jadi tidak ada nilai keuntungan yang ditambahkan di atas harga pokok tanpa adanya usaha kerja keras terlebih dahulu.
- Musyawarah Untung dan Rugi
Selain terdapat hak atas bagi hasil keuntungan saham di perusahaan ada juga tanggungan yang harus dibayarkan ketika mengalami kerugian, namun disini pengambilan sikap disesuaikan dengan itikad saham yang bebas dari gharar (pertaruhan) ataupun adanya maysir (berlebihnya resiko)
- Emiten yang Sesuai Prinsip Syariah
Pada saham syariah emiten wajib hukumnya memenuhi ketentuan-ketentuan akad yang sudah berlangsung sesuai dengan prinsip syariah yang diberlakukan. Setidaknya untuk memudahkan kegiatan yang berlangsung perusahaan memiliki sertifikasi dari Dewan Pengawas Syariah. Karena memang kita tahu banyak sekali berbagai jenis perusahaan yang didirikan baik perusahaan konvensional maupun syariah.
Selanjutnya Anda perlu mengetahui jenis-jenis saham di bei. Apa itu bei? Bei merupakan singkatan dari Bursa Efek Indonesia berikut adalah jenis saham bei di berbagai sektor:
- Pertanian
Seperti yang Anda ketahui saham di sektor pertanian bisa meliputi usaha tanaman pangan, jasa yang berkaitan bidang pertanian, perkebunan, ternak, dll.
- Industri dasar dan kimia
Bisa berupa bahan setengah jadi maupun barang siap pakai seperti pembuatan kertas yang bahan dasarnya adalah kayu.
- Industri barang konsumsi
Sektor yang dapat dilihat seperti pengubahan bahan dasar menjadi barang siap dikonsumsi mulai dari makanan, minuman, dll.
- Pertambangan
Nilai saham yang bisa dikatakan besar adalah pada bidang tambang mulai dari batu bara, minyak, gas bumi, logam, emas, dll.
- Properti
Bisa saja dalam proses pembangunan, perbaikan sampai pembongkaran baik Gedung maupun rumah bahkan sampai proses jual beli sewa berbagai hunian rumah atau ruko.
- Keuangan
Contohnya adalah seperti bank, asuransi, dll.
- Infrastruktur, transportasi
Bidang yang membawahi kebutuhan sarana transportasi maupun pengadaan infrastruktur.
- Perdagangan, investasi, dll.
Itulah tadi penjelasan mengenai jenis-jenis saham yang dapat Anda ketahui atau bahkan menjadi pilihan untuk berinvestasi di masa depan.