5 Indikator Trading Forex Populer yang Harus Dipahami

Indikator trading forex – Trading forex memang bisa memberikan nilai keuntungan sangat besar. Namun, hal ini juga berbanding lurus dengan resiko yang diterima trader. Apalagi pergerakan dari nilai mata uang di seluruh dunia cenderung fluktuatif. Ini yang membuat trader maupun investor harus memahami peluang untuk melakukan pembelian dan penjualan tepat waktu. Bahkan, pergerakan forex seperti ini dipengaruhi oleh banyak indikator penting. Masing-masing indikator ini memiliki pengaruh besar untuk menaikkan nilai atau menurunkan mata uang sama sekali. Tentu saja para trader juga harus memahami seluruh indikator trading forex secara rinci. Hal yang harus diingat adalah indikator dalam trading forex akan bisa menjadi prediksi sangat penting.

Berbagai indikator trading forex bagi pemula

Masing-masing indikator trading forex yang populer memang masuk dalam skema analisis teknikal. Biasanya berbagai pilihan sekuritas juga memberikan rincian indikator secara lengkap. Metode seperti ini memang kerap digunakan bagi trader profesional. Namun, cara ini juga harus dipahami untuk pemula. Hal ini memang memudahkan bagi banyak trader dalam mengambil keputusan untuk melakukan transaksi. Semakin banyak pilihan indikator yang digunakan tentu saja memberikan detail prediksi pada pergerakan instrumen forex. Namun, hal ini juga didukung dengan interface dari aplikasi sekuritas. Bagi para pemula mungkin bisa menggunakan beberapa indikator sederhana terlebih dahulu. Berikut ini ada 5 indikator trading forex terpopuler yang wajib dipahami seperti:

1. Moving Average

Ini merupakan indikator trading forex yang paling banyak digunakan trader. Pengaturan dari indikator ini juga bisa diakses dengan mudah. Indikator ini akan membantu para trader untuk mendapatkan peluang nilai tertinggi dari pergerakan nilai tukar mata uang yang dipilih. Perhitungan itu dilakukan secara periodik. Biasanya semakin lama periode yang digunakan maka akan membuat rincian analisis menjadi lebih lengkap. Metode ini juga berlaku untuk jangka panjang. Jangan khawatir karena indikator seperti ini bisa digunakan lebih dari satu untuk setiap instrumen forex. Untuk mendapatkan hasil analisis lain yang lebih lengkap cobalah untuk kolaborasi dengan indikator lainnya. Ini bisa menjadi pertimbangan untuk transaksi skala kecil.

Baca Juga:  Cara Membuat Robot Trading Forex Dan Cara Mendapatkannya

2. Stochastic

Pilihan indikator lain yang bisa digunakan adalah Stochastic. Sebenarnya ini merupakan pilihan lain dari indikator yang bisa mendapatkan perhitungan overbought dan oversell. Rincian perhitungan itu bisa berlaku pada salah satu instrumen forex. Fungsi lain dari indikator ini bisa mendapatkan prediksi dari pembalikan harga secara lebih spesifik. Biasanya beberapa sekuritas menerapkan detail pada indikator ini melalui dua garis. Masing-masing penanda sinyal itu adalah garis %K dan %D. Bila terdapat pergerakan %K yang melebihi dari garis %D maka ini bisa menjadi prediksi trader dalam melakukan aksi beli. Persentase kenaikan dari nilai forex juga cukup tinggi. Perhatikan juga indikator lain yang digunakan.

3. Bollinger Bands

Ini adalah indikator yang memiliki peran penting dalam transaksi instrumen forex yang cukup populer. Fungsi utama dari indikator ini adalah untuk menghitung volatilitas dari pasar. Sebagian besar dari instrumen forex kadang memiliki volatilitas pasar yang dianggap terlalu besar. Hal ini tentu saja membuat trader harus berhati-hati. Perhitungan dari rincian Bollinger Bands memang melibatkan pergerakan menyempit maupun melebar dari kedua band yang digunakan. Biasanya band yang melebar akan menjadi indikasi volatilitas semakin meninggi. Pergerakan ini juga dianggap menuju trending dengan cukup signifikan. Namun, bila band bergerak menyempit maka hal itu akan memberikan indikasi volatilitas yang cukup rendah. Indikator ini membantu trader terhindar dari loss terlalu besar.

4. Relative Strength Index

Pilihan indikator lain yang bisa digunakan bagi para pemula hingga profesional adalah Relative Strength Index. Indikator ini sering juga disebut sebagai RSI. Elemen pada indikator ini dianggap sangat mudah dibaca dan dipahami. Selain itu, pengaturan pada indikator juga bisa dilakukan secara real time. Penggunaan indikator ini bisa dikolaborasikan dengan lainnya tanpa harus mengganggu hasil analisis. Rincian indikator ini akan menampilkan bilangan 0 hingga 100. Bila terdapat pergerakan menuju 0 maka dipastikan bahwa instrumen forex akan berada di titik oversold. Begitu juga sebaliknya, bila bilangan pada indikator bergerak menuju 100 maka instrumen akan mengalami overbought. Ini akan menjadi pertimbangan penting dalam melakukan transaksi.

Baca Juga:  Sistem Kerja Dan Cara Menggunakan Robot Trading Agar Menguntungkan

5. MACD

Rekomendasi indikator populer lain yang sangat penting bagi para trader pemula adalah MACD. Ini termasuk indikator yang memberikan prediksi paling mudah dalam melakukan transaksi jual hingga beli. Selain itu, rincian dari elemen MACD dianggap lebih sederhana. Analisis teknikal seperti ini yang sangat berperan penting dalam menghitung peluang setiap instrumen forex. Elemen penting dari indikator ini berupa histogram dan perhitungan rata-rata pergerakan dari instrumen forex. Banyak trader profesional yang juga menjadikan indikator ini untuk mendapatkan prediksi tren jangka pendek. Komponen dari indikator ini bisa menjadi bagian penting untuk mendapatkan perhitungan pada pembalikan harga di instrumen forex.

Penerapan indikator trading forex secara fundamental

Sebenarnya indikator trading forex juga bisa melalui analisis fundamental. Skema yang diterapkan memang memberikan pengaruh penting dalam pergerakan real time. Selain itu, potensi prediksi yang didapatkan juga bisa langsung menjadi acuan dalam transaksi. Hal ini memang dilakukan dengan menggunakan banyak indikator sekaligus sesuai dengan instrumen dari forex. Perlu diingat bahwa masing-masing indikator seperti ini juga membutuhkan pengetahuan tentang elemen penting berkaitan dengan instrumen forex. Pemahaman media, kebijakan fiskal, kondisi geopolitik dan lainnya menjadi bagian dari pendukung indikator ini. Ada beberapa penerapan indikator trading forex secara fundamental yang bisa membantu pemula seperti:

1. Akses media ekonomi

Ini adalah indikator penting yang harus menjadi bagian analisis fundamental. Trader harus ingat bahwa seluruh pergerakan instrumen forex juga berlangsung secara fluktuatif. Bahkan, potensi naik hingga turun juga berlaku real time. Biasanya ini juga terjadi akibat adanya faktor eksternal yang memberikan dampak besar dari instrumen forex. Hal ini bisa didapatkan dengan mengikuti perkembangan banyak isu penting terkait instrumen forex. Ada banyak akses media ekonomi yang bisa menjadi acuan untuk mendapatkan keputusan terbaik dalam melakukan transaksi. Bahkan, indikator dari pemberitaan media memberikan pengaruh secara cepat. Ini juga termasuk isu atau rumor yang dibuat pihak tertentu.

Baca Juga:  Sebelum Menentukan Pilihan, Ketahui 5 Perbedaan Trading Saham Dan Forex

2. Pahami kebijakan pemerintah

Penerapan indikator pada analisis fundamental juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Biasanya kebijakan ekonomi maupun politik yang dipublikasikan oleh negara maju akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap pergerakan nilai mata uang. Apalagi bila negara itu memiliki pengaruh besar dalam geopolitik dan melakukan perdagangan ekonomi. Kebijakan seperti ini memang diumumkan langsung pada banyak media.

3. Pengumuman penting regulator

Ada banyak badan atau regulator yang memberikan pengumuman penting. Rincian publikasi itu biasanya berdampak pada ekonomi makro. Misalnya saja departemen sosial atau tenaga kerja mengumumkan tentang rincian jumlah lowongan pekerjaan dan pengangguran pada periode sebelumnya. Bila jumlah pekerjaan semakin meningkat maka hal itu memberikan dampak positif pada nilai tukar mata uang.