Ciri dan Struktur Surat Lamaran Kerja yang Perlu Diketahui

Surat lamaran kerja merupakan tahapan awal yang menentukan peluang diterima dalam sebuah pekerjaan. Untuk itulah, diperlukan penulisan yang baik agar pelamar dapat lolos ke tahap wawancara. Oleh sebab itu, ciri dan struktur surat lamaran kerja harus dipelajari sebelum mulai mendaftar.

Umumnya surat lamaran kerja disertai dengan curriculum vitae (CV) dan sejumlah berkas penting lainnya. Penulisannya juga sangat berbeda dibandingkan dengan penulisan surat non resmi. Pembaca dapat mempelajarinya dengan menyimak ciri-ciri serta struktur penulisan sebagaimana penjelasan berikut:

Ciri-ciri Surat Lamaran Kerja

Keinginan seorang pelamar untuk bekerja dalam sebuah perusahaan disampaikan melalui surat lamaran kerja. Oleh karenanya, penulisannya harus benar-benar teliti agar tidak terdapat kesalahan yang membuat pelamar gagal mendapat pekerjaan. Surat lamaran kerja umumnya memiliki ciri-ciri khusus yang bisa dikenali dengan mudah.

Adanya surat lamaran pekerjaan membuat recruiter lebih mudah dalam meninjau tujuan serta kualifikasi yang cocok. Hasil survey yang dilakukan di Amerika Serikat memperlihatkan 30% surat lamaran kerja yang masuk pada hari Senin cenderung mudah lolos, sehingga bisa menyaring pelamar untuk menuju seleksi selanjutnya.

Lamaran pekerjaan termasuk surat resmi yang ditulis oleh seseorang dan dikirimkan untuk lembaga atau perusahaan. Ciri khas utamanya yaitu penggunaan bahasa yang baku dengan isi yang singkat dan jelas. Secara rinci, ciri-ciri surat lamaran pekerjaan dapat dipahami berdasarkan poin-poin di bawah ini:

  • Dilengkapi dengan keterangan tempat serta tanggal penulisan surat di bagian kanan atas.
  • Terdapat keterangan perihal ‘Lamaran Pekerjaan’ dan lampiran berisi jumlah. dokumen yang disertakan.
  • Dilengkapi tujuan surat tersebut dikirim, berupa nama atau jabatan yang dilengkapi dengan alamat kantor.
  • Tertulis salam dan alinea pembuka sebelum masuk ke bagian isi surat.
  • Tercantum identitas pelamar serta asal memperoleh informasi lowongan kerja.
  • Dibubuhkan tanda tangan beserta nama terang.

Struktur Surat Lamaran Kerja

Banyak para pencari kerja yang meremehkan surat lamaran pekerjaan saat mendaftar di suatu perusahaan. Kebanyakan lebih mengutamakan CV dan resume karena menganggapnya lebih penting. Padahal surat lamaran kerja juga akan berpengaruh pada tahap perekrutan elemen perusahaan.

Berdasarkan data BPS tahun 2021, jumlah pengangguran mencapai 9,1 juta warga di Indonesia. Ini berarti semakin banyak pesaing saat mengajukan lamaran pekerjaan. Data tersebut sejalan dengan pernyataan Manager Jobstreet Indonesia, bahwa lamaran lowongan kerja mengalami peningkatan sebanyak 89% selama tahun 2021.

Pemahaman tentang ciri dan struktur surat lamaran kerja harus dipahami dengan baik. Kesalahan dalam penulisan surat lamaran dapat membuat lamaran ditolak dan gagal memperoleh pekerjaan yang telah diidam-idamkan. Agar pembaca memahami sistematika penulisan surat lamaran kerja, berikut struktur penulisan yang harus dipahami:

1. Tempat dan Tanggal

Keterangan tempat serta tanggal penulisan surat merupakan bagian paling awal dari surat lamaran kerja. Untuk keterangan tempat, cukup tuliskan nama kota di mana surat tersebut ditulis. Pendaftar tidak perlu menuliskan keterangan tempat secara lengkap dalam pembuatan surat.

Penempatan tempat dan tanggal ditulis sebelah kanan atas surat dan pastikan tanpa tanda titik. Alasannya karena keterangan tempat dan tanggal bukan termasuk sebuah kalimat. Agar pembaca tidak bingung, penulisannya dapat dilihat seperti contoh berikut ini:

Lumajang, 26 Mei 2022

2. Lampiran

Penjelasan tentang ciri dan struktur surat lamaran kerja mungkin menjadi sebuah pembelajaran baru bagi pembaca. Namun, apabila dipelajari dengan seksama maka pembahasan tersebut cukup mudah untuk dipahami. Dalam pembuatan surat lamaran kerja diperlukan keterangan lampiran.

Bagian lampiran menerangkan seberapa banyak lembaran yang disertakan dalam lamaran pekerjaan tersebut. Penulisannya berupa huruf, sehingga kerap kali banyak pelamar yang salah. Selain itu, surat juga harus menjelaskan perihal dengan singkat sebagaimana contoh berikut:

Lampiran: Tiga lembar

Hal: Surat lamaran kerja

3. Alamat

Sebagaimana dalam pembuatan surat lainnya, tentunya perlu dituliskan alamat penerima dengan jelas. Struktur ini tidak boleh sampai terlewatkan saat proses pembuatan surat lamaran kerja. Hindari penulisan ‘Kepada’ serta penulisan alamat disarankan tidak lebih dari tiga baris.

Penggunaan jenis kelamin seperti Ibu atau Bapak dirasa kurang tepat apabila pendaftar belum mengetahui siapa pimpinan dari perusahaan tersebut. Oleh karena itu dapat langsung menuliskan jabatannya saja agar lebih mudah. Berikut contoh penulisan alamat yang perlu diperhatikan:

Yth. Manager Cipta Usaha Mandiri

Jalan Wardoyo Nomor 9, Lumajang

4. Salam Pembuka

Penulisan salam pembuka termasuk cukup singkat dan mudah diingat. Sebab, kebanyakan di berbagai surat selalu disertai dengan salam pembuka. Pelamar cukup menuliskan ‘Dengan hormat’ yang kemudian diikuti dengan penambahan tanda baca koma.

5. Paragraf Pembuka

Seperti saat menulis surat resmi lainnya, bahasa yang dipakai harus berupa tata bahasa yang sopan yaitu menggunakan bahasa Indonesia. Penulisannya juga wajib disesuaikan dengan EYD dan diusahakan tanpa adanya typo. Hal tersebut dimaksudkan agar penerima surat tidak tersinggung ketika membacanya.

Di samping itu, surat lamaran pekerjaan tersebut diharapkan membawa kesan positif untuk penerima, sehingga tidak ragu untuk memberikan kesempatan wawancara pada pelamar. Pada alinea pertama, pelamar dapat menggambarkan diri dengan singkat menggunakan pernyataan umum.

6. Isi

Bagian isi termasuk ciri dan struktur surat lamaran kerja yang perlu dipahami segi penulisannya. Pelamar dapat menerangkan identitas diri serta tujuan mengirimkan surat tersebut. Identitas yang dapat ditulis meliputi nama, tempat tinggal, pendidikan terakhir, serta informasi penting lainnya bila diperlukan.

Setelah penulisan identitas, jabarkan tujuan membuat surat tersebut dengan bahasa yang singkat. Pelamar dapat menyampaikan alasan memilih pekerjaan di perusahaan tersebut. Pastikan bahwa alasan tersebut tidak terlalu dibuat-buat, sehingga mampu memberikan kesan yang positif saat dibaca.

7. Lampiran Persyaratan yang Diminta

Dalam pembuatan surat lamaran pekerjaan, tentunya diperlukan sejumlah dokumen sebagai persyaratan mendaftar. Pelamar dapat memasukkannya di bagian lampiran setelah surat lamaran kerja. Namun, juga dituliskan dengan rinci terkait dokumen apa saja yang disertakan.

Penulisan lampiran tersebut menggunakan huruf kecil dan tidak ditulis berupa paragraf. Melainkan ditulis mendaftar ke bawah dengan dibatasi tanda titik koma untuk setiap rincian. Sedangkan di bagian paling akhir digunakan tanda titik, seperti pada contoh berikut ini:

curriculum vitae (CV);

pas foto 3×4;

fotokopi ijazah;

fotokopi KTP;

portofolio.

8. Penutup

Dalam penulisan paragraf penutup, pelamar perlu menunjukkan rasa antusias pada instansi yang dituju. Tujuannya agar pihak perusahaan lebih yakin untuk menerima lamaran pekerjaan tersebut. Sampaikan juga rasa terima kasih telah diberikan kesempatan untuk mengajukan lamaran kerja tersebut.

9. Salam Penutup

Meski merupakan poin yang sederhana, namun salam penutup menjadi struktur surat yang tidak boleh terlewat. Penulisan salam penutup harus singkat dan benar seperti saat menuliskan salam pembuka. Melalui salam penutup, mampu mencerminkan rasa sopan dan hormat.

10. Tanda Tangan

Bagian paling akhir untuk melengkapi surat lamaran kerja yaitu tanda tangan dari pelamar yang disertai dengan nama terang. Penempatannya berada di bagian bawah sebelah kanan dan ditulis setelah salam penutup. Agar tidak kebingungan saat menuliskannya, berikut contoh penulisan yang bisa diamati:

Hormat saya,

(Ttd)

Fajar Laksana

Demikian pembahasan tentang ciri dan struktur surat lamaran kerja yang perlu dipahami sebelum mulai mendaftar lowongan. Pada dasarnya surat lamaran dapat ditulis tangan atau diketik apabila membutuhkan dokumen untuk dikirim online. Pengetahuan ini penting dipelajari terutama bagi seseorang yang pertama kali membuat lamaran kerja.

Artikel Terkait